SEPORSI CINTA?

Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar kuliah atau kegiatan menulis saya. Ia hanya mengirim saya kata-kata ini.

"Cinta itu begitu luar biasa ya, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap juga rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai. Hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa."

Lama saya tak membalas pesan pendeknya. Bukan karena malas, tapi saya harus mencermati setiap kata yang ia tuliskan di layar kecil itu. Adakah ia serius atau hanya ingin ‘perang’ kata-kata dengan saya. Dan setelah saya berpikir agak lama, saya membalasnya. Hingga saya harus menghentikan aktivitas saya sejenak karena setelah itu kami terus saling berbalas pesan pendek.

"Tapi, cinta pun menyediakan air mata... Bagaimanapun, ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun -sekali lagi- cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu."

"Cinta itu ibarat warna, jadi ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai.ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi."

"Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kita lah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu, mengapa harus sedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai kan!"

"Benarkah balasan cinta itu akan kita peroleh dari orang yang tidak kita cintai? Tidakkah itu justru akan semakin menyakitkan kita atau setidaknya bukan cinta yang kita berikan pada orang lain itu, melainkan hanya rasa sayang atau kasihan..."

"Ya, itulah keajaiban sebuah cinta! Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi, bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati? Yah, pada akhirnya kita harus memilih. Tapi, yakinku hanya satu, bahwa cinta tetap indah pada akhirnya..."

"Ya, cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itu lah seni keindahannya... mungkin memang tepat satu kalimat ‘Surga hanya diperuntukkan bagi para pencinta.’"

Pesan-pesan pendek itu menjadi smacam renungan untuk saya, dan mudah-mudahan bagi kita semua. Bahwa cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi di sisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.

Cinta memang sepatutnyalah bisa membuat kita jadi lebih dewasa dan bijaksana. Tanpa perlu label khusus bagi kebanyakan pecinta muda yang belum sepenuhnya mengerti makna sesungguhnya. Sepatutnyalah cinta diporsikan sesuai dengan kebutuhan dan hak sesorang atau Dzat yang memberi kita cinta. Jikalah ada seseorang yang memberi kita cinta, mungkinkah cintanya akan melebihi cinta yang telah diberikan Dzat pencipta cinta itu? Maka, bertanyalah pada diri kita sekarang. Seberapa besar porsi cinta yang telah kita berikan pada Pencipta Cinta? []

Posted in My Self. 1 Comment »

Cinta itu Anugerah

Masya Allah, seandainya aja kita tau betapa indah anugerah yang Allah berikan pada kita. Begitu indah dunia dengan hadirnya cinta. Cinta adalah anugrah terindah yang pernah diterima manusia,dan akan selalu hidup dalam setiap hati manusia. Cinta bukanlah benda yang diberikan begitu saja dan lalu bisa kita buang bila kita tidak menyukainya.

Banyak cara untuk mencintai, banyak jalan menuju kebahagiaan. Allah memberi kemudahan, Allah juga memberi kesulitan dan cobaan. Namun hanya manusia yang melihat dengan mata hati dan berpikir dengan hati dan cinta yang dapat mengubah semua cobaan dan kesulitan menjadi kemudahan.

Cinta tidak pernah menghitung berapa lama kita menjalin suatu hubungan, tetapi bagaimana kita bisa membuatnya berkembang dengan indahnya. Cinta hanyalah sebuah awal dari seluruh hidupmu. Dan inilah awal hidupku.

Cinta tidak akan pernah mengungkap keburukanmu, tidak pernah membuka sisi negatifmu, dan cinta akan menutup semua kejahatanmu. Cinta adalah saat kamu merasakan bagaimana buruknya keadaanmu setelah kamu kehilangan seseorang yang begitu berarti untuk dirimu, seseorang yang telah mengubah dirimu, seseorang yang membuatmu merasa penting dan akan selalu dibutuhkan. Pada saat itulah cinta datang memberimu harapan untuk dapat hidup kembali dan membiarkanmu meraihnya dengan cara apapun. Cinta akan membantumu menjalani kehidupanmu dengan lebih mudah.

Pada dasarnya cinta tidak akan pernah menyakitimu. Hanya saja kau telah menempuh jalan yang salah untuk meraihnya. Cinta adalah seindah-indah perasaan yang pernah dirasakan manusia. Setialah pada cinta, dan cinta akan setia kepadamu. Cinta tidak akan mengkhianati dan meninggalkanmu. Cinta hanya ingin kamu merasakan apa yang terjadi pada hidupmu kalau cinta tak datang menghampiri dan menyapa hatimu.

Cobalah berpikir betapa cinta telah menyelamatkan nyawamu berulang kali. Bagaimana dia datang kembali padamu setelah kau nyaris kehilangan kendali pada dirimu. Bagaimana dia datang untuk memperbaiki hubunganmu yang kacau. Dan bagaimana dia membuatmu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

Pikirkanlah bagaimana cinta menghadirkan dirinya dalam kehidupanmu. Terlalu banyak yang telah dilakukan cinta hingga mungkin kamu hanya berpikir, ah itu hanya keberuntunganku saja. Cobalah berterima kasih pada cinta. Banyak cara untuk berterima kasih pada cinta. Yang paling utama adalah, CINTAILAH PEMBERI CINTA PADA HIDUPMU. Bayangkan bila tidak ada cinta di dunia ini!

Cinta adalah saat kamu merasa bahagia ketika kamu melihat orang yang kamu cintai bahagia, saat kamu merasa sedih ketika dia sedih, dan menjalani saat-saat sedih dan bahagia bersama-sama. Cinta adalah sumber kekuatan. Cinta adalah saat kamu harus jujur pada dirimu sendiri dan orang yang kamu cintai. Cinta adalah saat kamu mendengar, berbicara dan menghargai kebenaran dan tidak pernah menolaknya. Cinta adalah sumber kebenaran. Cinta adalah saat kamu saling mengerti secara keseluruhan bahwa kamu merasa seperti kamu adalah bagian dari orang lain. Cinta adalah sumber kebersamaan. Cinta adalah kebebasan untuk mengungkapkan segala keinginanmu saat kamu membaginya dengan orang yang kamu cintai. Cinta adalah ketika kamu dan orang yang kamu cintai mengerti perkembangan masing-masing dan bersama-sama mengembangkan cinta yang kalian punyai. Cinta sumber segala sukses. Cinta adalah kebahagiaan saat merencanakan segala sesuatu yang akan terjadi pada hidup kalian berdua dan melakukannya bersama. Cinta adalah pangkal masa depan.

Cinta adalah dahsyatnya badai dan tenangnya pelangi. Cinta adalah pangkal dari semua perasaanmu. Cinta adalah saling memberi dan menerima kehidupan masing-masing, dan dengan sabar mengerti keinginan dan kebutuhan masing-masing. Cinta adalah berbagi segalanya. Cinta adalah saat kamu mengetahui bahwa orang yang kamu cintai akan selalu berada disampingmu apapun yang akan terjadi. Cinta adalah saat kamu saling merindukan dengan orang yang kamu cintai pada saat dia tidak ada disampingmu, dan mengetahui bahwa dia akan selalu ada di hatimu. Cinta adalah sumber dari semua perasaan amanmu. Cinta adalah sumber segala kehidupanmu!

Posted in My Self. 0 Comment »

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

***

Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan perkenannya untuk membaca tulisan ini. Semoga kau selalu dalam keadaan sehat dan berada dalam lindungan-Nya. Amin.

Sebagai renungan, mengutip dari apa yang pernah kau tulis sendiri untukku beberapa waktu lalu:

“Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kau tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu sampai kau melupakan kegagalan dan rasa sakit hatimu.”

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Akan tetapi, seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup itu sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita”.

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Biarlah itu semua menjadi kenangan dalam hidupku.

Sejujurnya aku akui, begitu banyak kenanganku bersamamu. File-file dan foto-fotomu di notebook dan PC-ku.

Satu minggu sejak pengakuanmu yang menyatakan bahwa kau mencintai wanita lain. Sejak itu pula, aku merasa kehilangan kendali. Aku terpuruk sekali. Tidak pernah terbayangkan kata-kata itu terucap dari orang yang sangat aku cintai dan sangat aku percayai. Tidak mungkin! Tapi itulah kenyataannya.

“Pergiliran roda kehidupan kadang tidak bisa ditolak. Hadapi kenyataan dan berserah diri kepada-Nya adalah jalan terbaik.”

Aku coba merenungi apa yang pernah dikatakan oleh pimpinan Wisata Hati itu. Memang tidak gampang menerima kenyataan. Tapi kalau aku pikirkan dengan lebih mendalam, diterima atau tidak suatu kejadian buruk, ia sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu. Apalagi yang bisa kita lakukan selain mengembalikan semua kejadian kepada Sang Penguasa setiap kejadian itu sendiri? Lalui saja dengan ikhlas. Betapapun beratnya penderitaan dan peliknya sebuah persoalan, pasti ia akan berujung. Dan hal itulah yang coba aku lakukan saat itu.

Alhamdulillah, dengan satu keyakinan akan janji-Nya, di antaranya dalam Q.S. Al-Furqan [25] : 68-70.

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan seiring berjalannya waktu, cobaan dan ujian hati yang aku alami, perjalanan Ramadhan, hikmah-hikmah yang indah, dan pengalaman yang kudapat semakin membuat hatiku lebih mengerti akan arti kehidupan ini.

Bersikap ikhlas dan sabar akan membuat segala kekurangan tidak akan menyesakkan dada lagi. Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

Apa yang aku alami di masa lalu adalah satu tamparan pedih. Namun, sesungguhnya di balik itu semua sangat berarti untuk jiwa ini. Disadarkan akan arti cinta sejati. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan!

Innaa lillahi wa innaa ilayhi rooji’uun. Alhamdulillah, Dia masih memberikan hidayah-Nya dengan cara seperti ini.

Insya Allah, aku akan segera meyempurnakan separuh agama. Seorang laki-laki shaleh yang akan aku cintai sepenuh hati. Seorang yang mencurahkan ketulusan kasih sayangnya, mau menerima diriku seutuhnya, dan siap hidup berjuang bersama dijalan-Nya dalam suka dan duka.

Aku tidak tahu siapa dia. Jika waktunya telah tiba nanti, semuanya akan terang benderang. Anugerah terindah itu pasti akan datang.

Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih indah di dunia ini selain jalinan persaudaraan. Aku ingin jalinan persaudaraan di antara kita dan keluarga yang sudah terbangun selama ini tetap ada, terlepas status dari hubungan kita sekarang. Forget it!

Aku masih tetap mencintaimu. Tapi cinta sesama saudara seiman. Hanya sebatas itu. Kau tidak usah bersikap antipati terhadapku. Kau tidak usah khawatir. Aku hanya ingin komunikasi di antara kita dan keluarga tetap baik. Aku tetap menjalin komunikasi denganmu bukan berarti aku ingin kondisi hubungan kita seperti dulu lagi. Mohon hal ini untuk dipahami. Wallahu a’lam kalau ternyata Allah mentakdirkanmu sebagai jodohku kelak.

Di tulisan ini, aku menggantikan panggilan “Adik” dengan kata ganti “Aku” dan tidak memanggilmu dengan sebutan “Aa” lagi. Semata untuk menjaga hatiku dan hati perempuan yang kau cintai kini.

Once again, aku menginginkan hubungan baik kita terjalin lagi, sama seperti hubungan baikku dengan beberapa teman alumni satu kampus kita dulu yang masih tetap terjalin indah. Teman-teman yang pernah aku kenal dan semua orang yang pernah menyakiti dan membenciku. Aku hanya ingin tetap menjalin silaturahim. Bukankah menjaga silaturahim itu salah satu tiket masuk surga?

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Semoga Allah masih terus berkenan memberikan hidayah dan rahmat-Nya. Dan ampunan-Nya kepada kita semua. Amin.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

***

31 Januari 2oo9 o4:47 p.m

Ditulis ulang dari kisah nyata yang diceritakan oleh seorang Sahabat.

Posted in My Self. 2 Comment »

Perumahan Mewah yang Membenci Da’i

”Mas…saya dapat perintah dari atasan,  apakah mas mau bila jadi anggota DPR?”

 “Maaf Saudaraku.. saya tidak ahli di bidang itu”

Mas Darto, pemuda tampan, sederhana, cerdas, itu menolak secara halus, tawaran penjadi pejabat legislatif. Beliau Lebih menyukai menjadi penyeru kebenaran dan kebajikan. Mas Darto senang memakai baju koko putih bersih yang selalu dicuci setiap hari oleh istrinya. Yang membuat Mas Darto terlihat berwibawa, apalagi dia berbadan tegap dengan postur tinggi bak peragawan.

Mas Darto bergabung dengan organisasi massa besar, yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. hidup bersama Istrinya yang shalihah yang dinafkahi dari hasil beternak belut di gentong-gentong yang dibelah dua lalu diisi lumpur dan bibit atau anak belut di pekarangan rumahnya yang tak jauh dari perumahan mewah tersebut.

Sebuah Organisasi Massa sering menugaskan Darto untuk berdakwah, suatu ketika beliau mendapat tugas berdakwah di perumahan real estate yang elit dan mewah di Daerah Depok, di sana dia bertemu ladang dakwah masyarakat yang hidupnya bermewah-mewah, berlomba-lomba dalam memamerkan harta dan mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Mas Darto berdakwah dengan cara rajin shalat berjamaah di mushola perumahan elit itu. Selama 40 hari berturut-turut, dia berkenalan dan memantau situasi rakyat/warga di perumahan mewah tersebut.

Setelah 40 hari, Mas Darto mulai mengenal dengan akrab beberapa orang di Mushala dan beliau mulai ditawari menjadi Imam yang cuma dihadiri jamaah 5-6 orang laki-laki saja. Karena kaum laki di sana sibuk. Kalaupun hari libur lebih senang ke tempat wisata atau nonton TV Cable di rumah masing masing atau sibuk mencuci, memodifikasi mobil-mobil mewah mereka. Hal dan keadaan tersebut membuat sedih Mas Darto. Sehingga dia berkali-kali tanpa lelah memperingatkan warga agar rajin shalat berjamaah di masjid, namun sebagian besar warga perumahan mewah itu justru merasa tak suka dengan nasehat-nasehat Mas Darto. Sebagian kecil ada yang mau menerima alias Pro dan kontra. Karena ada pertentangan dua kubu yang pro dan kontra, namun lebih banyak yang kontra. Akhirnya, Mas Darto berdoa kepada Allah untuk mencoba-coba mengundang rapat kepada seluruh warga untuk hadir di Musholla dengan undangan yang ditanda tangani  bapak RW setempat. Dan tak disangka-sangka, banyak juga warga yang kontra atau warga yang membencinya ikut hadir. Mas Darto berpidato

"Assalamualaykum warhmatullahi wabarakaatuh, wahai warga perumahan Mewah. Engkau semua adalah saudara seagamaku, sebangsa dan senegara, saya heran , mengapa hadirin semua membenci saya?” Padahal saya tidak mengharap balas jasa anda semua, nasehat saya insya Allah Berguna untuk semua warga, sedangkan nafkah dan belanjaku bukan dari anda semua.” ”saya tidak suka para ulama dan dai satu persatu pergi meninggalkan mushala perumahan ini akibat tak tahan mendapat sindiran kebencian. Sehingga sebagian warga disini yang bodoh agamanya menjadi tetap bodoh karena ditinggal ulama dan yang sudah pintar agama akan melupakan ibadah-ibadahnya. maka dari itu saya berharap semua warga menjadi bertaqwa. Mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, berhati hati dalam bertindak dan bekerja sehingga terhindar dari harta haram dan dosa.” saya juga tidak suka melihat warga di sini yang sibuk mengumpulkan harta sebanyak banyaknya, tetapi hartanya tidak dipakai di jalan kebaikan. Warga banyak yang mempunyai rumah mewah berharga ratusan juta sampai milyaran tetapi tidak di tempati. Kosong melompong ditempati bangsa jin-jin saja. Tidak laku dijual/dikontrakkan karena terlalu mahal.” Hadirin, saya peringatkan sebuah sejarah banyak bangsa yang dahulu sibuk membangun gedung dan rumah mewah dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tetapi dalam waktu singkat Allah membuat harta mereka terkikis habis, cita-cita dan rumah mewah mereka hancur dan runtuh bagaikan kuburan." mendengar pidato seperti itu, satu persatu warga meneteskan air mata.

Sejak melihat jamaah meneteskan airmata di hari itu, Mas Darto menjadi lebih semangat mengunjungi majelis-majelis taklim di sekitar mushala tersebut dan mengunjungi pasar-pasar untuk berdakwah. Dia mengingatkan orang-orang yang melalaikan ibadah dan menjawab pertanyaan orang yang bertanya tentang agama Islam. Suatu ketika,  saat selesai shalat jumat, tak jauh dari depan Masjid Pasar, Mas Darto bertemu segerombolan orang yang sedang mengeroyok seseorang "SUDAH-SUDAH, cukup-cukup, ada apa?" "Dia maling sepatu, Pak Ustadz" jawab mereka.

"Sebentar bapak-bapak…, tahan emosi, Kalau ada orang yang tidak dikenal,dia tercebur ke sungai dan tak bisa berenang, apakah bapak-bapak akan menolong orang itu?" "Ya secara reflek akan kami tolong" "Walaupun bapak tak kenal orang itu? " "Ya iya lah, kami orang baik-baik Pak Ustadz" "Ya maka dari itu, janganlah bapak-bapak main keroyok orang maling sepatu ini, tapi ajari dia dan sadarkan dia lalu bersyukurlah pada Allah yang selalu menerima tobat dan memaafkan dosa "

"Tapi, apa Pak Ustad tidak benci maling begini?" tanya salah seorang pengeroyok. "Ude hajar aja tuh maling" sahut pengeroyok lainnya. "Astaghfirullah, sabar-sabar, saya benci pada perbuatan malingnya, kalau maling ini menghentikan kebiasaan buruknya, maka dia menjadi saudara saya" jawab Pak Ustadz Darto.

Si maling yang tadinya nampak ngocol walau wajah sangarnya sudah biru di sekitar mata dan pelipisnya, mendengar perkataan Mas Darto itu tiba-tiba tertunduk berikut butiran air mata menetesi conblock. dan dia berkata dan merengek seperti anak kecil "Pak Ustad saya mau bertobat dan saya mau shalat lagi" Esoknya di Mushala rumah mewah, tiba-tiba datang seorang pemuda maling sendal kulit, pada kejadian kemarin, dia memohon dengan wajah sedih "Pak Ustadz! Ajari saya"

"Assalamualaykum anak muda, tentu saya akan ajari dengan senang hati. Dan Ingat ingatlah: Ingat Allah saat kamu bahagia, maka Allah akan ingat kamu saat kau sengsara jadilah pengajar atau pelajar atau pendengar jangan sekali kali kau menjadi orang bodoh (yang tak mau belajar) karena hal itu bisa membuatmu celaka" *** Kisah fiksi yang bisa jadi terjadi di masa kini.

Posted in Campur. 0 Comment »

Demi Menjaga Mata dan Hati Kita

Suatu kali, masih dalam suasana lebaran, Hamid dan istrinya diundang Rozi datang ke rumahnya. Setelah disepakati, akhirnya mereka datang pada hari Kamis setelah ashar. Rozi tinggal di kawasan Hay Tsamin, sedangkan Hamid tinggal di bilangan Hay `Asyir. Perjalanan dari Hay `Asyir ke Hay Tsamin hanya memakan waktu lebih kurang seperempat jam dengan mengendarai mobil.

Rozi dikenal sebagai seorang aktifis. Ia baru menyempurnakan setengah agamanya beberapa waktu yang lalu. Istrinya adalah rekan kerjanya disebuah organisasi yang pernah ia geluti. Rozi termasuk salah seorang figur yang dikenal luas dikalangan mahasiswa. Walau selalu menjadi Top Leaders dibeberapa organisasi yang pernah ia terjuni, ia juga termasuk mahasiswa yang berprestasi dibangku kuliah.

Tak heran banyak mahasiswi yang melirik padanya. Tapi Rozi bukan tipe cowok matre, ia punya prinsip dalam menentukan pilihan hidup. Baginya kecantikan bukanlah prioritas, yang paling utama adalah akhlak dan agama.

Sedangkan Hamid tak jauh berbeda dengan Rozi, ia juga seorang aktifis. Aktifitas Hamid lebih banyak dalam pergerakan dakwah. Ia juga termasuk figur dikalangan mahasiswa. Namanya sering tampil pada deretan teratas dalam setiap organisasi yang ia geluti. Hamid adalah seorang pribadi yang penuh hati-hati. Sebelum melangkah ia akan berpikir dua kali.

Hamid dan Rozi telah lama menjalin persahabatan sejak di Indonesia. Namun belakangan sejak mereka tiba di Mesir, mereka memilih aktifitas yang berbeda sehingga diantara mereka pun timbul perbedaan manhaj berfikir. Walau demikian, mereka tetap akur dan saling menghargai pandangan masing-masing. Persahabatan mereka tetap terjaga.

Rozi dan istrinya punya pikiran yang seirama. Dan karenanya mereka pun memadu cinta yang terbina dalam bingkai pernikahan. Risa, istri Rozi dikenal seorang akfitis di Kairo. Tulisan-tulisannya menyebar di buletin mahasiswa. Ide-idenya yang segar selalu mendapat respon positif dari pembaca. Selain cerdas, Risa juga seorang yang jelita. Ia bahkan jadi rebutan para mahasiswa, tapi sayang, cinta mereka tidak bersambut, buah cinta Risa jatuh pada Rozi. Rozi dan Risa memang pasangan yang serasi, sama-sama pintar, sama-sama gagah dan cantik dan sama-sama jadi rebutan.

Rima istrinya  Hamid, juga dikenal seorang aktifis dikalangan mahasiswi. Dalam beberapa kesempatan ia sering diminta tampil memberikan materi dalam acara bedah buku, dialog, diskusi, kajian, seminar dan lain-lainnya.

Hamid dan Rima adalah pasangan yang serasi, sama-sama aktifis pergerakan dakwah dan punya komitmen yang sama. Mereka juga sama-sama punya daya tarik bagi lawan jenis. Hamid dengan perawakan tenang dan air muka yang selalu berseri, enak di pandang mata, cerdas dan taat. Sedangkan Rima, adalah wanita anggun dengan sikap penuh keibuan dan kasih sayang.

Kita kembali ke cerita awal, sesampai di depan pintu rumah Rozi, Hamid dan istrinya dipersilahkan masuk menuju ruang tamu. Di ruang tamu Risa telah menunggu kedatangan mereka.

Hamid dan Rima agak berat kaki melangkah menuju ruang tamu, mereka masih berdiri di depan pintu.

Rozi bertanya pada Hamid, "Ada apa Akhi ?"

Hamid menjawab, "Nanti akan saya jelaskan pada Akhi, saya minta istri kita di ruang dalam dan kita berdua di ruang tamu".

Rozi pun menyetujui dan ia tidak merasa keberatan. Mereka berdua duduk diruang tamu. Saling berbagi cerita dan pengalaman sambil menikmati makanan dan minuman yang telah dihidangkan Rozi.

Akhirnya rasa penasaran yang bergejolak dalam hati Rozi ingin segera ditumpahkan, ia bertanya pada Hamid, "Akhi, apa yang menjadi alasan Akhi sehingga antara kita dengan istri kita berpisah ruangan? Coba Akhi jelaskan alasan yang Akhi miliki"

Hamid hanya tersenyum, kemudian berkata, "Hanya ingin jaga mata dan hati kita".

"Hanya sebatas itu?", Rozi bertanya sambil mengernyitkan keningnya.

"Iya", jawab Hamid sambil kembali tersenyum.

Hamid melanjutkan, "Akhi, kita sudah sama-sama pernah belajar, sudah sama-sama tahu bahwa Allah telah perintahkan laki-laki yang beriman dan wanita-wanita yang beriman untuk selalu menjaga, menahan dan menundukkan pandangan mereka dari melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah dan dari segala sesuatu yang akan dapat membangkitkan syahwat, karena itu lebih menyucikan hati.

Pandangan adalah umpama anak panah beracun dari syetan yang akan mengotori dan meracuni hati kita. Semakin sering mata melihat pada sesuatu yang akan mengotori hati, maka akan berkurang dan hilanglah lezatnya iman dalam hati dan nikmatnya beribadah.

Apa yang akan terjadi, kalau kita sama-sama duduk diruangan ini dengan istri-istri kita?

Kita tetap berbaik sangka, kita mungkin bisa saling menjaga, namun kita tidak tahu apa yang terjadi dalam hati. Dan mencegah lebih baik dari mengobati. Sebelum syetan lebih dulu menjerat kita dengan tipuannya, seorang mukmin harus lebih dahulu tahu akan hal itu.

Kalau kita duduk saling berhadapan, saya duduk dengan istri saya dan akhi duduk dengan istri akhi. Kemudian kita saling mengobrol, saling memandang, saling tertawa dan tersenyum. Bisa jadi terbersit dalam hati istri akhi ketika melihat saya rasa tertarik pada paras saya, senyum saya, mendengar suara saya dan seterusnya. Kemudian ia coba bandingkan antara saya dengan diri akhi yang telah ia kenal luar-dalam segala kekurangan dan kelemahan akhi. Dan ia menemukan ada daya tarik dari diri saya yang ia sukai tapi tidak ia temukan dalam diri akhi. Mungkin akan timbul sedikit penyesalan dalam hatinya, kenapa ia dahulu cepat-cepat menikah, sedangkan pria dihadapannya, lebih ganteng, lebih sopan, lebih manis senyumnya, lebih indah suaranya, lebih kekar tubuhnya, lebih pintar dan segalanya.

Apakah akhi ingin keadaan tersebut menimpa istri akhi? Tentu tidak bukan?! Begitu juga dengan saya, saya juga sangat cemburu bila istri saya punya perhatian dan daya tarik pada lelaki lain, saya ingin istri saya hanya milik saya seutuhnya.

Sebagaimana saya dan akhi tidak ingin hal itu terjadi pada istri-istri kita, istri-istri kitapun juga tidak ingin dihati suaminya ada wanita-wanita lain yang lebih membuatnya tertarik. Kalau kita saling bertemu, akhi melihat istri saya, rupanya ada sisi daya tarik yang akhi temukan pada dirinya, akhi bandingkan dengan istri akhi, yang mungkin suaranya kurang indah, kata-katanya kurang manis terdengar, budi bahasanya kurang elok dan lain-lainnya, singkatnya segala hal yang akhi dambakan, tapi tidak akhi temukan hal tersebut pada diri istri akhi. Barangkali syetan akan membisikkan dihati akhi rasa penyesalan, ah.., kenapa saya menikah terlalu cepat dahulunya, rupanya masih banyak wanita yang lebih jelita, anggun, dan cerdas dari istri saya saat ini. Dan hal itu juga mungkin bisa terjadi pada diri saya.

Apa yang saya utarakan hanya sebagai contoh, agar kita lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan kita, jangan sampai kita memberi peluang pada syetan dan hawa nafsu untuk mencelakakan diri kita. Seorang mukmin harus cerdas.

Saya berbaik sangka, dugaan-dugaan diatas mungkin tidak akan terjadi diantara kita, tapi kita tidak bisa menjamin seutuhnya bahwa kita bisa selamat dari keadaan itu. Mungkin hari ini kita bisa tejaga, tapi kita tidak tahu dengan esok, lusa dan seterusnya. Jadi pada intinya mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Disamping itu saya ingin istri saya menjadi bidadari di dunia sebelum menjadi bidadari di sorga. Diantara karakteristik bidadari sorga adalah ’Qashiratut tharfi’, maksudnya adalah ia hanya melihat, mamandang pada suaminya. Tidak ada pria yang ia kenal selain suaminya. Dan tidak ada pria yang lebih gagah dan ia cintai selain suaminya. Betapa indahnya hubungan tersebut.

Apa yang saya sampaikan hanyalah pandangan saya yang mungkin salah dan mungkin juga benar. Tapi inilah yang saya pahami selama pembelajaran saya sampai saat ini. Mungkin terkesan agak fundamental dikalangan sebagian orang, tapi mempertahankan agama di zaman yang fitnah telah tersebar dimana-mana ibarat memegang bara api".

Rozi tertegun mendengar penjelasan Hamid, ia manggut-manggut tanda setuju. Sejak saat itu kehidupan Rozi mulai berubah juga keadaan istrinya. Iapun nampak lebih alim. Kalau dahulu ia selalu gesit dalam kegiatan yang didalamnya ada ikhtilath dengan lawan jenis, sekarang semua itu berusaha ia hindari. Ketika ditanya kenapa ia berobah, ia menjawab "Saya telah bertobat".

* * *

Betapa berharganya seorang sahabat yang soleh. Sahabat yang tak ragu menyampaikan kebenaran. Sahabat yang melandasi persahabatan atas dasar ketaatan pada Allah. Sungguh beruntung orang-orang yang selalu mengambil manfaat dari sahabat yang soleh dan amat merugilah mereka yang mengabaikan keberadan mereka.

Salam dari Kairo,

marif_assalman@yahoo.com

Lelaki dan Kesetiaan

Bagaimana saya bisa memulai menulis tentangnya, tentang seorang lelaki dan kesetiaannya. Sejujurnya saya tak begitu mengenalnya lebih jauh, hanya sedikit cerita dari adik saya yang merupakan menantu dari lelaki itu, dan dari tante saya yang tinggal bertetangga dengannya. Tetapi dari yang sedikit itu rasanya begitu banyak yang terasa menyentuh dihati saat mendengarnya.

Ia telah menikah selama hampir 30 tahun, telah dikarunia 4 orang anak yang telah berkeluarga, kecuali si bungsu yang sedang menyelesaikan kuliahnya. Selama 30 tahun pernikahannya, tahukah anda berapa tahun yang sempat dilaluinya utuh sebagai suami istri selayaknya? Mungkin hanya sekitar 11 tahun….saaat si bungsu baru berusia 1 tahun, sang istri terkena penyakit yang tak tahu apa sebab dan akibatnya.

Sering merasa ada bisikan-bisikan aneh di telinganya yang membuatnya kadang tak ingat dan tak sadar dengan sekelilingnya. Tahun-tahun pertama, ia masih dengan sabar membawa sang istri untuk berobat, mulai dari pengobatan medis hingga alternative. Tahun-tahun tanpa perubahan yang berarti…..tetapi lelaki itu tetap sabar, hingga akhirnya ia tiba pada satu keputusan, ia sendiri yang akan menjaga dan merawat sang istri.

Ia sadar akan banyak mengorbankan hal-hal di luar menjaga sang istri. Pekerjaan yang dijalani sebagai pengajar, dilakukan hanya benar-benar pergi untuk mengajar, tak pernah sempat untuk bersosialisasi, meski ditawari jabatan yang cukup bergengsi, ia sadar akan tugas dan kewajibannya menjaga sang istri butuh waktu dan perhatian extra. Pun saat silaturahmi dengan keluarga mulai terbatas untuk dilakukannya, bahkan saat adik saya menyelenggarakan aqiqah anaknya, sang kakek tak sempat datang karena tak ada yang menjaga sang istri.

Ia tak pernah keluar rumah sebelum memastikan sang istri ada yang menjaga. Bergantian ia dan anak-anaknya menjaga sang ibu, disela-sela kesibukan masing-masing. Kesadaran yang turun naik, kondisi fisik yang kadang memburuk, dan itu telah berlangsung selama hampir 20 tahun....

Apa yang ada di benak lelaki itu? Sungguh saya sangat ingin bertanya langsung padanya, tapi rasanya saat ini belum mungkin. Lelaki pendiam dan bersahaja itu, hanya beberapa kali saya bertemu dengannya, itupun tanpa percakapan apa-apa. Tapi dari sorot matanya saya tahu betapa ada bintang-bintang kesetiaan terpancar di matanya.

Lelaki itu pernah berkata pada anaknya mungkin ini amanah dari Allah untuk menjaga istrinya, menurutnya ini memang tugas yang telah di berikan Allah khusus untuk dirinya karena orang lain belum tentu bisa melakukanya….

Berapa banyak lelaki seperti itu di dunia ini? Lelaki yang tetap setia dan sabar menjaga istri yang sakit-sakitan bahkan selama 20 tahun, mungkin tak lagi bisa melayaninya lahir dan bathin. Sebuah alasan yang sungguh sangat dibenarkan dalam agama baginya untuk menikah lagi. Tetapi itu tidak dilakukannya.

Berapa banyak lelaki yang justru memiliki istri yang sehat walafiat tanpa kurang suatu apa pun tetapi tak jua mampu mengukuhkan kesetiannya pada sang istri? Dengan berbagai alasan dan pembenaran untuk bisa memalingkan cinta pada yang lain. Tetapi lelaki itu tidak!.

Kisah seorang istri yang setia pada suami mungkin masih sering kita dengar, tetapi kisah seorang suami yang seperti ini sungguh bukan hal yang biasa terdengar. Dia rela menghabiskan waktunya di rumah untuk tetap menjaga dan mengurus sang istri memastikan semua baik-baik saja.

Suatu saat kondisi istri agak memburuk, kami sekeluarga sempat menjenguk sang istri yang terbaring kaku, berhari-hari tak bisa makan, hanya sesekali disuapi susu oleh si bungsu, wajah lelaki itu muram tapi tetap berharap, meski sehari sebelumnya, adik saya sempat bercerita untuk pertama kalinya ia melihat lelaki itu menangis melihat keadaan sang istri, seraya berdoa agar Allah bisa memutuskan yang terbaik bagi sang istri, karena begitu tak tahan ia melihat penderitaan sang istri.

Waktu 20 tahun, bukan waktu yang singkat untuk memupuk kesabaran dan kesetiaan, tetapi lelaki itu telah membuktikannya. Atas alasan apa? Entahlah....hanya dia dan Tuhan yang tahu.....semoga ia mendapat balasan yang setimpal dengan kesabarannya, mungkin hanya bidadari di syurga yang layak mendampinginya sebagai balasan atas kesetiaannya....

Ah, cinta.....masih adakah cinta yang seperti itu, yang tulus memberi tanpa beharap balasan? Yang kukuh memupuk cinta meski hanya menumbuk bayangan semu yang tak lagi nyata bisa menemaninya merangkai hari-hari tua.

Sungguh beruntung sang istri memilikinya, semoga Allah menghapus semua kesalahannya disebabkan sakit yang telah bertahun-tahun dideritanya.
And....my husband....would you love me like that???

Kala Jodoh Bukan di Tangan Murrobi

2009 masih ditemani rinai hujan.

Rintik hujan masih saja mengguyur daerah kawasan rumah saya saat itu. Beberapa kali saya mengirimkan pesan singkat kepada kawan saya—yang malamnya sudah mengultimatum saya jika hari Sabtu pagi akan ada pengajian seperti biasanya dalam seminggu. Itu saya ketahui ketika membaca pesan singkatnya pada malam hari ketika saya sedang membaca buku. Sungguh ketika saya mendapatkan pesan singkat itu jujur saya sangat terasa. Ya, karena apa? Saya sudah beberapa bulan tak menyetor muka. Alias, tak ada pemberitahuan dari saya itu. Padahal sudah memakai jasa MLM. Message Lewat Message. Atau, bahasa kerennya Mulut Lewat Mulut. Alias, jarkom. Tapi entah kenapa ketika saat saya mendapatkan pesan seperti itu hati saya tergerak dan tersadarkan diri. Oya, gue sudah beberapa hari nggak hadir, gumam saya saat itu. Dan, akhirnya hari itu, Sabtu itu saya pun melangkahkan azzam saya untuk pergi memenuhi pesan singkat dari kawan saya itu walau rintik hujan masih membasahi daerah kawasan itu.

Senangnya bertemu kawan-kawan….

“Ente kemana aja, Yan? Kok, nggak pernah ngaji lagi. Sibuk ya?”

“Kemana aja Yan udah lama banget nggak ngaji. Udah gitu nggak ada kabar-kaburnya lagi.”

“Gimana kabarmu, Yan?”

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang saya harus jawab secara bertubi-tubi saat saya baru mengucapkan salam dan sampai di rumah kawan. Kebenaran acara pengajian hari itu diadakan di rumah kawan saya—yang bertepatan dengan sekolah taman kanak-kanak.

Saya tak langsung menjawab. Masih mengatur nafas dan mengeringkan badan dari rintik hujan yang mengguyur saya dalam perjalanan.

“Sori, ya kalo udah beberapa minggu ini ane nggak  nyetor muka. Ya, nih, ane  lagi banyak problem (baca: urusan) yang ane hadapi. Makanya ane  sadar diri mau nyetor muka dan mau bertemu ente-ente semua. Soalnya ane kangen udah lama nggak ketemu!” seru saya kepada semua kawan-kawan saya yang sudah lama tak berjumpa. ”Ma’af Pak saya nggak ngaji-ngaji!.” lanjut saya pada guru ngaji saya dengan rasa tak enak hati.

Alhamdulillah, akhirnya pertanyaan-pertanyaan kawan-kawan sudah terjawab oleh saya walau dengan pasang muka tidak enak hati kepada mereka semua. Padahal mereka adalah kawan-kawan saya yang sangat peduli terhadap sesama kawannya. Terlebih ketika ada kawan saya yang dapat musibah dan yang ber-walimah-an semua turut urun tangan. Menyumbang sesuka relanya. Ya, dari sinilah saya sangat merindukan hal itu. Betapa saya sangat merindukan mereka jika saya tak bersua berminggu-minggu kepada mereka.


Kabar bahagia itu datang dari kawan saya….

Usai saya dan kawan-kawan menuntaskan tilawah serta mendengarkan taujih (nasehat) kini berganti dengan moment yang sangat saya tunggu-tunggu. Moment yang menjadi favorit semua kawan-kawan saya dan tentunya juga saya. Qadayah. Curhatan masing-masing diri. Apalagi dalam acara ini banyak yang harus diketahui tentang bagaimana keadaan dan kabar masing-masing selama seminggu maupun apa yang sedang dikerjakan maupun dialami. Entah itu pokoknya kabar suka-duka, baik-buruk, maupun sedang mencari pendamping. Disinilah hal-hal yang sangat dinanti oleh saya maupun kawan-kawan saya. Dan pada saat curhatan hati (curhat) dari salah satu kawan saya yang sedang mencari pendamping menjadi kabar yang mengejutkan. Maklum semua yang mengikuti pengajian hari itu semua masih menjabat dan memilIki bintang kejora. Alias, Kelompok Jomblo Ceria.

“Kabar saya hari ini baik. Aktivitas saya sekarang juga baik-baik saja dan ….”

Belum habis curhatan hati kawan saya berlanjut tiba-tiba kawan saya ada yang nyeletuk….,”kapan nih jadinya?”

Saya yang mendengar hal itu pertama agak lemot. Lodingnya lama. Saya tidak tahu maksudnya. Mungkin ini akibata saya sudah tak bersua dan mengaji jadi saya tak tahu kabar-kabur dari kawan saya. Salah satunya kawan saya yang belum habis curhatnya itu. Akhirnya curhatan hati dari kawan saya pun usai. Dikarenakan batas waktu yang tidak mencukupi karena saat itu akan tiba jelang dzuhur. Jadi aktiviatas saat itu pun disudahi diabrengi seusai curhatan hati kawan saya yang membuat saya masih bertanya-tanya.


Masih penasaran….

Akhirnya walaupun ajang curhatan sudah usai begitu dengan mengajinya saya pun masih penasaran dengan kabar kawan saya itu. Dengan penuh keingintahuan saya memberanikan diri untuk menanyakan kabar gembira itu.

“Ente  benar mau married?” tanya saya dengan lugas tepat pada sasaran.

Kawan saya hanya senyum-senyum malu-malu kucing. Tapi kalau dberi ikan asin (baca:akhwat cantik) mungkin mau tanpa malu-malu untuk dinikahinya.

“Ya, ane sih nunggu kabar dari murrobi kita. Ya, insyaAllah doain aja bulan 6 kalau ketemu jodohnya. Kan ini lagi dicariin sama murobbi.” Ucapnya lagi dan benar-benar membuat saya tak habis pikir. Lho, kok nunggu murrobi,” kata saya dalam hati.

“Ane  doain biar ente  cepat ketemu, jodoh, ya!” tukas saya lagi masih membuat saya agak heran.


Jodoh bukan di tangan murrobi….Tapi di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hingga akhirnya hal itu mengingatkan cerita saya dan kawan saya beberapa bulan lalu saat berboncengan naik motor. Saat itu saya dan kawan ingin pulang seusia dari acara rapat organisasi (komunitas) yang saya diami.

“Sekarang usia kamu berapa,Yan?” Kata kawan saya saat di atas motor sambil memboncengi diri saya.

“Ya, mau jalan 28.”

“Terus udah ada jodohnya,” lanjut kawan saya itu.

“Jodoh sih banyak tapi belum berani nikah. Kan tahu sendiri saya aja baru dirumahkan dari pekerjaan jadi hal itu nanti aja deh. Lagi pula kalo nanti belum ketemu minta aja sama murrobi saya….”pancing saya.

“Lho, kok sama murrobi! Memangnya nyari sendiri belum ketemu-ketemu. Awas nanti ketuaan!”

Saya diam! Tapi diam untuk mencoba memikirkan perkataaannya.

“Iya, sih murrobi mak comblang (baca: perantara) juga yang cukup dipertanggungjawabkan. Ya, baik soal jodoh kita nanti. Apakah baik, shaleh maupun sesuai dengan keingginan kita. Dan juga serta-merta tidak asal memilih (menjodohkan) kita, kok. Tapi kalo nanti terjadi perselisihan (perceraian) apa kita perlu minta pertanggungjawabkan sama murrobi juga nggak kan? Nah juga tetap kudu berikhtiar kepada Yang di Atas. Itu nomor wahid jangan samapi nggak…!” lanjut kawan saya lagi memberitahukan saya.

“Nah, kalo begitu jodoh bukan ditangan murrobi dong!” kata saya singkat.

“…………………………”

Hening.

Tak ada jawab lagi.

Saya dan kawan saya hanya membisu. Hingga saya berpikir mungkin hanya angin yang menerpa ke wajah saya yang dapat menjawabnya dari semua pertanyaan-pertanyaan kawan saya itu disaat saya masih berada di perjalanan pulang dan di atas motor kawan saya. Melewati ruas-ruas jalan berbatuan serta ditemani awan yang saat itu mendung. Kalau begitu jodoh itu selain di tangan Murrobi juga ada di tangan Yang Maha Kuasa, bukan begitu? Itu harus!*.(fy)

From : My Friend Prasetyo

Posted in Campur. 0 Comment »

Wahai Akhi, Takutlah pada Allah!

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya berada di internet yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, di Saqar Quraisy, seorang pemuda duduk disamping saya, tengah sibuk mengotak-atik komputer.

Ketika saya tengah membuka email dan membaca berita, pandangan saya tanpa sengaja tertuju pada layar monitor pemuda tersebut, dan alangkah sangat terkejutnya saya dengan apa yang saya lihat. Si pemuda menonton adegan yang menurut saya sangat tidak layak untuk ditonton.

Saya segera mengingatkannya, “Akhi, tinggalkanlah itu!”

Ia menoleh pada saya dan berkata, “Emangnya kenapa?”

“Apa yang akhi lihat tersebut akan merusak pikiran dan hati akhi”, jelas saya padanya.

“Akhi kuliah di Azhar?”, lanjut saya bertanya padanya karena saya melihat buku yang ia bawa.

“Tidak”, balasnya.

Saya kembali melanjutkan aktifitas saya. Dan si pemuda sudah menutup apa yang ia tonton. Beberapa waktu kemudian ia terlihat kembali membuka tontonan yang tidak layak tersebut. Saya kembali mengingatkannya, tapi ia tidak mengacuhkan. Sebelum beranjak pergi saya berkata padanya, “Wahai Akhi, takutlah pada Allah!”.

Hal lain yang saya lihat dari pemuda tadi adalah, jelas sekali perbedaan antara orang yang hatinya suci dan bersinar dengan cahaya iman dan amal soleh dengan hati orang yang kotor oleh dosa dan maksiat.

Orang yang hatinya suci dan bersinar dengan cahaya iman, terpancar kerjenihan pada wajahnya. Air mukanya terlihat tenang, sejuk dipandang dan bersinar. Sedangkan orang yang dalam hatinya dipenuhi oleh kotoran dosa dan maksiat, terlukis pada pancaran mukanya yang keruh, gelap, dan kurang nyaman untuk dipandang.

Apa yang saya lihat, mungkin hanya satu dari sekian banyak pemuda yang sering mengakses situs-situs jorok tersebut. Sangat memprihatinkan, betapa tidak, karena perbuatan itu akan merusak pikiran, hati dan amal.
Bagaimana itu bisa terjadi ...?

Orang yang suka melihat gambar dan tontonan yang jorok, akan tersimpan memori itu dalam otaknya, dan lama kelamaan ia akan menjadi pikiran yang sering mengganggu. Kemudian timbullah bisikan dari setan dan dorongan dari hawa nafsu untuk mempraktekkannya. Dan kalau orang tersebut tidak tahan ia akan bisa terjerumus pada perbuatan zina.

Semua itu berawal dari pandangan yang tidak dikontrol.

Dan akibat lainnya adalah, pikiran yang sulit untuk fokus, hati yang selalu resah gelisah tak menentu, karena dosa dan maksiat menggelisahkan hati. Dan pada akhirnya orang tersebut akan diperbudak oleh hawa nafsu dan setan. Sehingga akan sulit untuk belajar dengan tenang, ibadah dengan khusyuk dan tidak akan pernah bisa merasakan nikmat dan lezatnya ibadah.
Hati ibarat sebuah wadah.

Apa yang akan kita lakukan bila wadah yang biasa digunakan untuk meletakkan makanan berisi kotoran?
Langkah yang tepat adalah membersihkan wadah itu terlebih dahulu, baru kemudian memasukan makanan. Kalau tidak dibersihkan, makanan yang lezat akan bercampur dengan kotoran tersebut dan jadilah makanannya tidak enak.
Mungkin diantara kita telah sering mendirikan shalat, membaca al-Qur`an, berzikir dan amal ibadah lainya, tapi sering kali kita tidak merasakan rasa nikmat dan lezat dalam hati, dengan kata lain kita tidak merasakan kemanisan dalam beribadah. Kenapa hal itu terjadi?

Barangkali kondisi hati kita masih menyimpan kotoran dosa dan maksiat yang belum tuntas atau belum pernah kita bersihkan. Baik kotoran dosa dan maksiat itu berasal dari mata, pendengaran, kata-kata, pikiran-pikiran kotor atau niat-niat yang jelek. Itu yang selama ini menjadi penghalang kita untuk merasakan manisnya ibadah dan lezatnya ketaatan. Semakin banyak kotoran dosa dan maksiat mengisi hati maka akan semakin sulit bagi kita untuk merasakan lezatnya ibadah.

Saudaraku,
Dimanapun kita berada dan kapanpun, Allah selalu melihat kita, mengetahui apa yang kita lakukan dan tidak ada satu tempatpun di dunia ini yang lepas dari pandangan Allah Swt., bahkan apa yang terbersit di hati kita Allah Swt. mengetahuinya.
Allah Swt. berfirman dalam beberapa ayat, “Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk shalat). Dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud” [ Asy-Syu`ara` : 218-219 ]

“Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.” [ Al Hadid : 4 ]

“Bagi Allah tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit” [ Ali Imran : 5 ]

“Sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi” [ Al Fajr : 14 ]

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada” [ Ghafir : 19 ]

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdur Rahman Mu`adz bin Jabal r.a, Rasulullah bersabda :

”Bertaqwalah kamu pada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik ( akan menghapus keburukan ) dan bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik” [Hr. Tirmidzi ]

Dan yang diriwayatkan dari Anas r.a, Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh kalian mengerjakan suatu amalan yang ianya dalam pandangan kalian lebih halus nilainya dari sehelai rambut, akan tetapi kami pada masa Rasulullah Saw. menganggapnya sebagai suatu perbuatan yang membinasakan” [Hr. Bukhari]

Semoga kita tidak tergolong pada orang-orang yang tertipu oleh bujuk rayu setan dan hawa nafsu. Wallahul musta`an

Salam dari Kairo,
marif_assalman@yahoo.com

Katakan Cinta, Dan Jangan Tinggalkan Islam

Cinta bukan sekedar ucapan, cinta bukan sekedar pemberian. Tapi cinta membutuhkan pengorbanan dan kesetiaan. Bila cinta sudah bersemi, maka apapun yang akan kita lakukan untuknya menjadi ringan, kadang tak perlu menunggu balasan darinya.

Ketika ucapan terima kasih keluar dari mulutnya, membuat hati kita berbunga-bunga, dan bertambah cinta kita padanya. Itulah cinta yang kadang membuat manusia menjadi gila karenanya, tak bisa menahan gejolak cinta, maka bunuh diri temannya, karena cinta kita di tolak mentah-mentah. Nauzubillahi min zalik.

Dari mata turun ke hati, begitulah seseorang yang sedang jatuh cinta berpuisi. Maka ada perintah dari Allah SWT, untuk selalu menundukkan pandangan.

Dalam QS. Annur ayat 30-31 : Allah menyuruh laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menahan pandangannya.

Cinta memang sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan semua manusia, tanpa cinta hidup tiada artinya. Tapi Cinta yang Indah, yang sesungguhnya hanyalah pada sang Khalik, karena bila kita mencintai manusia tanpa dasar karena Allah, maka ketika cinta itu pudar kita akan merasakan sakitnya.

Banyak sekali saya lihat di Jerman ini, karena cinta yang sudah menguasai dirinya, sampai-sampai diapun berani menggadaikan agama dan aqidahnya, demi untuk hidup bersama orang yang di cintainya.

Tapi ada seorang teman saya bercerita tentang temannya, yang benar-benar mencintai Allah semata, hingga dia rela meninggalkan kekasihnya yang berkebangsaan asing, padahal dia akan segera tunangan dan ibunya pun sudah menyetujuinya.

Ketika curhat pada teman saya itu, wanita tersebut sedang dalam kegalauan, antara cinta dan takut akan laknat Allah, karena sang kekasih tidak ingin mengikuti agamanya ( islam ) dan dia bilang: "Bila nanti sudah menikah, maka anak mereka pun harus di beri kebebasan, tidak boleh ada pemaksaan dalam menentukan hidup dan agamanya"

Teman saya hanya memberi nasehat, agar si temannya itu memikirkannya, sebelum terlanjur. Karena itu semua akan membawa dampak negatif pada kehidupannya kelak, dan anak-anak nya juga akan mereka bawa kemana? Padahal anak-anak itu kelak akan menjadi ladang syurga bagi kedua orang tuanya.

Setelah beberapa kali curhat dengan teman saya itu, maka dia ( wanita itu) mengambil keputusan yang sungguh menakjubkan, dia memutuskan cintanya pada lelaki itu, yang telah lama di bina. Dia merasa cintanya pada Allah lebih besar, bahkan karena cintanya yang sungguh-sungguh di berikannya pada Allah swt, dia sekarang mengenakan jilbab untuk menutup auratnya.

Subhanallah, tak dapat di pungkiri bukan, bila Allah ingin memberi hidayah pada siapa pun, maka Allah akan segera memberinya. Kini temannya itu sudah menikah dan mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT. Puji syukur hanya kehadirat yang Maha Kuasa, yang menyempurnakan keimanan seseorang, atas dasar cinta.

Mendengar cerita dari teman saya itu , membuat saya sangat-sangat terharu sekali, sementara teman saya yang sudah berjilbab rapi, dan mengaji pula, tiba-tiba membuka jilbabnya hanya untuk menikah dengan orang bule, non muslim.

Inilah pelajaran cinta yang Allah berikan pada kita. Maka jangan lah kita sungkan-sungkan untuk mengatakan cinta pada Allah, karena Allah akan membalasnya dengan lebih baik lagi. Dan janganlah kita lari dari kenyataan, karena sesungguhnya Allah itu mengikuti kita dan Allah berada di mana pun kita berada.

Maka bila Cinta katakanlah dan Berbuatlah , untuk Allah swt tidak ada yang tidak mungkin. Mendekatlah pada-Nya, maka Allah akan bersama kita senantiasa.

Dalam QS. Albaqoroh ayat 186 Allah SWT berfirman

" Dan apa bila hamba-hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo´a, apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Dalam Hadist dikatakan :

"Di riwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW pernah bersabda : " Apa bila Allah mencintai seorang Hamba-Nya, maka Allah memanggil Jibril, sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia, maka Jibril pun mencintainya, berikutnya Jibril berseru kepada penghuni langit, sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, karena itu cintai lah dia, maka penghuni langit pun mencintainya, lalu seorang hamba tersebut di cintai oleh penghuni bumi. ( HR. Bukhori ) "

Banyak yang dapat kita persembahkan untuk Allah swt, demi meraih kebahagiaan Dunia dan Akhirat, tidak harus mengorbankan agama dan aqidah kita sebagai seorang muslim, dan tak perlu takut akan kekurangan rizki, karena semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa.

Wallahu ´alam bishawab.

Kumpulan Kata-kata Mutiara

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.

Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.

Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,
tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.

Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
lebihpahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
Sesungguhnya hati adalah ladang,
maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)
niscaya tumbuh sebagiannya

Tidak ada simpanan yang lebih berguna
daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.

Posted in Puisi. 0 Comment »

Makna Cinta Kahlil Gibran

 

Bagi Gibran cinta mengarahkan manusia pada Allah, dan karena cinta pula Allah mempertemukan diri-Nya kepada manusia. Lantaran itu dalam pandangan Gibran cinta sesungguhnya adalah cinta atas nama Allah dan cinta kepada Allah itu sendiri, karena segala sesuatu adalah pantulan dan imanensi dari Sang Mahacinta. Cinta kepada yang lain selain Allah, tetapi atas nama dan di dasarkan pada Allah akan membawa manusia dan alam semesta kepada persekutuan dengan Allah. Hal ini terungkap jelas dalam tulisannya yang berjudul Cinta Keindahan Kesunyian, (Yogyakarta, Bentang Budaya, 1999, hal. 72-74)

 

 

"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cinta, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengarkan-Mu, kekasihku! Aku mendengar panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu. Aku telah menginggalkan pembaringanku dan berjalan di atas rerumputan. Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku, di sini aku berdiri di bawah bunga-bunga pohon Almond, memperhatikan ruh-Mu."

 

Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan, dituntun sampai pada tahap akhirnya hidup dalam persekutuan dengan Allah. Cinta melampaui keterbatasan manusia, menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah. Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.

Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui Cinta, bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya yang lebih jauh dan luas. Dalam Triloginya Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Suara Sang Guru (Yogyakarta, Pustaka Sastra, 2004, hal 212) dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.

"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia, dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus? Jika kalian dapat berlaku demikian, maka kalian akan seperti bunga bakung di taman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin lalu."

Hal senada dikatakan Gibran dalamSemua Karena Cinta (Yogyakarta, Narasi, 2005, hal. 54)

"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga."

Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi, bagi Gibran persatuan Allah dan manusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase. Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika. Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab hidup di dunia ini, dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja, membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain. Baginya mistisisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia. Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia baru akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama. Ini harus terjadi bukan dengan kata-kata, melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.

Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja. Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia, sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret. Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia. Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu. Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama, dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah di dalam alam semesta. Hal ini dilukiskan Gibran dalam Triloginya (hal.28-29)

"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."

Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia. Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah, juga karena perintah yang diterima dari Penciptanya untuk menaklukkan dan menguasai dunia. Bagi Gibran semua perkerjaan manusia harus berorientasi pada cinta. Karena kerja yang berlandaskan pada cinta, maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat, tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat keluarga dan bangsa.

Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.

"Apabila kalian mencinta, janganlah berkata: "Allah ada di dalam hatiku" tetapi sebaliknya kalian merasa: "Aku berada di dalam Allah" Dan jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup cinta." (Trilogi hal.14)

Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.

Posted in Puisi. 0 Comment »

Kata – Kata Bijak Hari ini

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Tersenyumlah dengan wajar .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Posted in My Self. 0 Comment »

Learning or Doing

Seringkali, seseorang bermaksud menguasai ilmu tertentu, namun akhirnya terhenti di hanya mempelajari saja. Meskipun sudah mengumpulkan banyak buku, download artikel-artikel, tanya kesana-sini dan menjalin hubungan dengan ahlinya, kadang itu semua tidak membantu.

Misalnya ingin jadi seorang Kaligrafer. Sudah membeli alat tulis yang mahal, beli buku-buku kaligrafi, ikut komunitas kaligrafer, namun di tengah jalan mendadak hilang begitu saja semangatnya. Ini pengalaman pribadi jaman jadul dulu.

Contoh yang lebih dekat, tidak sedikit rekan-rekan yang ingin bisa pemrograman. Sudah download berbagai artikel pemrograman, beli buku-buku programming, juga sudah kursus, tapi akhirnya ilmu itu tidak berarti apa-apa, menguap dan hilang.

Ya, secara teknis dan teoritis memang mereka mengerti, tetapi what next?

Menurutku, hal ini karena mereka hanya terhenti pada learning programming, belum doing programming.

Bercermin pada pengalamanku jaman dulu, saat Windows 3 masih menjadi OS mewah, Google belum lahir, internet belum konek, programming masih di jaman kegelapan, akan sulit belajar pemrograman kalo tidak doing programming.

Buku programming masih sulit ditemukan. Hanya mengandalkan artikel di Komputek lama (sempat bubar lama dan muncul lagi), dan majalah TIPS yang hanya sampe belasan edisi. Selain itu, belajar dari F1. Kalo hanya terbatas pada learning, saat itu nyaris tidak ada bahan untuk learning.

Namun saat itu pemrograman bukan sebagai tugas, bukan sebagai beban, tidak ada maksud menjadi programmer, tapi sudah menjadi hobi dan bahkan kebutuhan. Rela jalan kaki dari asrama Tambakberas ke kota Jombang hanya demi ngirit uang untuk rental komputer. Daripada buat bayar angkudes. Screenshoot kejadian.

Puluhan jam melayang kalo sudah membuka IDE QuickBasic, atau Pascal, atau apa yang mau dibuka saat itu. Aplikasi, baik yang berguna atau tak berguna, atau yang menyesatkan, banyak terlahir dari rentalnya Pak Heru.

Sakaw coding sering terjadi kalo sedang kehabisan kiriman duit. Pelajaran sekolah dan pesantren banyak yang tertinggal dan terabaikan, karena kadang berangkat ke rental teman-teman masih tidur, dan pulang ke asrama teman-teman sudah pada tidur.

Ok, itu semua bukanlah contoh yang baik, dan memang bukan itu yang hendak disampaikan, karena hasilnya saat ini malah dikutuk jadi programmer, belum jadi bosnya programmer.

Intinya adalah pada "lakukan" sesuatu itu, bukan "pelajari" apa yang ingin dikuasai. "Mempelajari" akan terjadi saat "Melakukan".

Teori tersebut berlaku pada hal-hal lain:

  1. Pingin jadi blogger, just do it, maka anda sudah jadi blogger. banyak blogger tenar saat ini yang awalnya aku lihat postingan dan blognya culun. Malah ada yang bingung hosting itu apa, dan SMS tengah malam minta dibelikan domain + hosting dan diinstallkan WP (hehehe, yang merasa aja deh :P). Dan kini blognya sudah ramai dengan jumlah komentar mencapai puluhan bahkan ratusan tiap post, sebagai bukti eksistensi.
  2. Pingin jadi networker, ambil crimping tool dan mulai potong-potong kabel jaringan di kampus/kantor. Googling deh kalo mentok. Gak usah nanya senior, kabari saja mereka kalo sudah berhasil ngehack detik.com.
  3. Pingin jadi pengusaha, just take action. Ikut seminar entrepeneur dan gabung komunitas pengusaha hanya tempat untuk refreshing saja, bukan sebagai startup.
  4. Dst.

Ketika sudah doing, maka anda sudah menjadi yang dimaksudkan. Doing programming, anda sudah jadi programmer. Doing blogging, anda sudah jadi blogger. Doing miyabing, anda sudah jadi miyaber, meskipun baru saja googling karena penasaran makanan apa itu Miyabi.

Just like that.

Telkomsel Keterlaluan

Sejak awal, citra Telkomsel sangatlah bagus. Bahkan bagiku, Telkomsel termasuk market leader provider seluler di Indonesia. Kalo bicara motor, Honda adalah nomor 1. Kalo soal search engine Google nomor 1, dan soal provider seluler, Telkomsel nomor 1.

Tapi sungguh tidak dapat dipercaya Telkomsel melakukan tindakan brengsek seperti ini.

Baiklah, secara hukum dan klausul kontrak, mereka berhak mengubah syarat dan ketentuan fair usage. Namun upaya penurunan fair usage Telkomsel Flash dari 2GB yang ada di awal kontrak menjadi 500MB adalah sangat keterlaluan.


Abusive User

Alasan yang dikatakan Telkomsel adalah bahwa langkah tersebut diambil karena banyak abusive user (penyalahgunaan bandwidth) sebanyak 3% (awalnya ngaku 10%).

Namun jika ditinjau, adanya abusive user adalah masalah internal Telkomsel. Itu ketidakbecusan mereka menjaga trafficnya dari abusive user. Kok pelanggan lain (semua pelanggan lain tepatnya) yang dikorbankan. Ini jelas alasan goblok.

Kenapa bukan abusive user itu saja yang diberantas?
Harusnya abusive user itu yang dicekik ketika sudah melewati batas fair usage.
Telkomsel tidak dapat mengetahui siapa saja yang melakukan abuse? Sekali lagi, itu ketidakmampuan mereka. Pakai tenaga ahli, pecat yang sekarang. Bukan malah pelanggan yang dikorbankan.

Simplenya, 3% abuse dan 97% lainnya ikut dihukum. Padahal kita tidak tau siapa yang 3% itu. Padahal kita bayar kontrak untuk 2GB.


Survei Aneh

Alasan bahwa survei menunjukkan rata-rata penggunaan quota per pelanggan per bulan sebanyak 500MB adalah aneh. Secara logika tidak masuk akal. Dapat dari mana statistik itu?

Kita hitung sekilas:

  1. Untuk buka Detik.com, per page kira-kira 150KB. 10 halaman sudah sekitar 1MB
  2. Facebook, halaman depan sudah lebih dari 500KB
  3. Gmail, buka pertama saja sudah sekitar 1MB

(#1 dan #2 dihitung menggunakan Firebug, #3 dengan metode save-as page)

Untuk aktifitas ngirit sekali, tidak termasuk download, seharian bisa mencapai 20MB. Per bulan sudah jelas terlihat > 500MB

Kalo rata-rata yang didapatkan Telkomsel adalah 500MB, secara statistik kasar berarti banyak pengguna Telkomsel menggunakan bandwidth jauh di bawah < 500MB (agar bisa mendapat rata-rata 500MB), bahkan mungkin harus ada yang 0MB per bulan. Pertanyaannya, siapakah mereka? Pantaskah mereka diperbandingkan dengan pengguna normal?

Baiklah, kita bisa menerima ungkapan yang terkenal: "mau murah kok minta cepat". Akan tetapi yang terjadi sekarang sangatlah keterlaluan.

Saat ini, jangankan menghabiskan 500MB, sedangkan untuk membuka Gmail saja kadang bisa dan terlalu sering tidak bisa. Dengan cara seperti ini, sangat mungkin statistik Telkomsel di atas akan terjadi, yakni tidak ada pelanggan yang bisa menghabiskan fair usage 500MB.

Sedangkan mendapat kecepatan 5KBps saja sudah mewah sekali.

Saya tidak katakan Presiden perlu menegur atau tidak. Tapi kalo saya jadi presiden, saya tendang Telkomsel. (inspired dari JPNN)

KATA – KATA BIJAK tentang CINTA

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

Posted in Campur. 0 Comment »

Cinta, Cinta Sejati, Soulmate

Ketika kamu punya perhatian lebih, ketertarikan lebih, kesenangan yang lebih, terhadap sesuatu, itulah cinta... dalam konteks apapun.

Ketika cinta itu satu, tak tergoyahkan oleh benturan dan waktu, terjaga cintamu padanya meski hidupmu bersama cinta yang lain... itulah cinta sejati.

Dalam satu putaran hidup, hanya satu belahan jiwa. Jika kamu mendapatkannya dalam cinta sejati... hufff, ikut dong... ^_^

Posted in My Self. 0 Comment »

Ngaji Gua Bangetsss..!!

Ngaji……..? gak deh, ntar dulu kalo kudu duduk manis di masjid dengerin ceramah-ceramah para ustadz yang bikin boring setengah mati, ntar dulu...kalo kudu jaga pergaulan gak boleh jalan bareng berdua ama pacar, gak boleh gini gak boleh gitu, ntar dulu dech...kalo kudu pake kerudung ama baju ibu-ibu hamil yang gedombrang, ntar dulu dech....kalo kudu kayak ustadz-ustadz yang berjenggot panjang nyaingin jenggotnya kambing.

Ntar dulu dech gue pengen fokus belajar dulu mana sempet mikiran pengajian,. Ntar dulu dech nanti aja kalo dah tuaan dikit sekarang mah masih muda lagi pengen hura-hura, maen dan having fun dulu. Ntar dulu dech nanti dikatain fanatik sama agama, sesat, ekstrim, apalagi teroris wah pokoknya enggak dulu deh,ntar dulu……ntar dulu…...ntar dulu…. Seribu macam alasan keluar dari alat komunikasi kamu ketika ada yang ngajak kamu untuk mengkaji dan mendalami ilmu-ilmu Islam.

Ketika mendengar kata ngaji seolah-olah dalam otakmu terdapat program antivirus yang super canggih, segala sesuatu yang berkaitan dengan masjid, pengajian, ustadz, jilbab, janggut de..el..el, langsung terdeteksi oleh program antivirusmu ini, kemudian kamu delete dari otakmu atau kamu karantina dulu, setelah dipilih-pilih tapi akhirnya masuk recycle bin juga.

Yup inilah fenomena yang terjadi di kalangan kaula muda sekarang saat ini. Ironis memang tapi inilah fakta yang terjadi pada umumnya dan wajar kalau melihat kondisi umat Islam saat ini. Entah apa yang terjadi dengan remaja muslim saat ini, penulis juga bingung mikirinnya sampai-sampai baju-baju kotor dah menggunung belum dicuci karena sibuk mikir, maklum masih single fighter (eh kok jadi curhat nih). Ok, dari hasil pengamatan, penelitian dan analisa yang begitu mendalam selama berhari-hari akhirnya dapat ditarik benang merahnya bahwa akar permasalahan yang menyebabkan kondisi ini terjadi bisa dijelaskan sebagai berikut, simak ya!

Setiap orang tentu punya orientasi masing-masing dalam menjalani hidupnya, dan pernah gak kamu berfikir apa yang terpenting dalam hidupmu? Salah seorang temanmu mungkin menganggap bahwa yang terpenting dalam hidupnya adalah ketika di sekolah mendapat nilai yang bagus, juara satu dikelas, lulus ujian akhir nasional dengan nilai yang tingi sehingga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yang pavorit (gak pake f maklum orang sunda).

Atau temenmu yang lain yang punya tampang agak kerenan dikit, kalau diliat dari belakang kayak Dao Ming Se (F4), tapi diliat dari depan kayak Aming Se (extravaganza) he..he..he.. Dia menganggap bahwa yang terpenting dalam hidupnya adalah punya gebetan cakep, terkenal di sekolah, gonta-ganti pacar, atau jadi playboy cap tiga duren (korek api kali).

Beda lagi sama temenmu yang matre dan borjuis, yang terpenting dalam hidupnya adalah kerja dengan gaji gede, banyak duit, tajir, harta melimpah, punya mobil dan rumah mewah. U ARE U kamu adalah kamu, tapi seperti apakah kamu itu? apakah harta, tahta, atau wanita yang penting buat hidup kamu? Jawabannya tanyakan pada rumput2 yang bergoyang (itu kalau kata kang Ebiet). Kalau kata ustadz semuanya berpangkal pada apa yang ada dalam isi batok kepala seseorang atau pemahaman dia dalam memandang kehidupan di dunia ini.

Pren, pernahkah kamu bertanya pada diri sendiri tentang dari mana kamu berasal? maksudnya bukan asal kota kelahiran kamu tapi manusia dan kehidupan ini berasal dari mana? Truuz buat apa kamu hidup di dunia? Lalu setelah kamu mati akan kemana? Jawaban atas 3 pertanyaan ini dan keyakinan akan jawaban tsb adalah faktor penentu orientasi kamu dalam menjalani hidup.

Om Darwin bilang kita ini berasal dari kera hasil dari proses evolusi yang kalau dirunut dari awal disimpulkan bahwa makhluk hidup itu berasal dari materi, sehingga Karl Marx menyimpulkan tujuan hidup di dunia adalah buat cari materi dan setelah mati akan jadi materi, itu saja.

Sedangkan orang-orang sekuler bilang bahwa manusia dan alam semesta ini memang berasal dari Tuhan dan akan kembali ke Tuhan, tapi ntar dulu kalo masalah urusan di dunia bukan urusannya Tuhan. Gak perlu pake aturan Tuhan di dunia ini tapi aturan manusia yang dipake. Nah kalau kata ustadz, qta, kehidupan dan alam semesta berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, oleh karena itu ketika hidup di dunia manusia punya kewajiban untuk beribadah kepada Allah.

So jawaban dari 3 pertanyaan inilah yang akan menjadi landasan seseorang ketika menjalani hidupnya, apa yang menjadi orientasi dalam hidupnya tergantung dari jawaban atas 3 pertanyaan tersebut.

Orang yang atheis boro-boro mikirin urusan akhirat yang ada dalam batok kepalanya hanyalah materi jadi gak heran kalau hidupnya juga buat materi begitupula yang beraliran sekuler walaupun mengakui adanya Tuhan tapi orientasi hidupnya adalah untuk materi sehingga tolak ukur kebahagiannya adalah mendapatkan harta yang banyak, bergaya hidup jet set ala borjuis, dan hidup foya-foya atau hura-hura.

Berbeda halnya dengan seorang muslim yang faham akan kewajiban beribadah kepada Allah dalam hidupnya maka so pasti orientasi hidupnya akan dipenuhi dengan aktivitas yang bernilai ibadah di sisi Allah, gak pernah terbesit dalam pikirannya untuk ninggalin Shalat wajib dengan sengaja, senantiasa memperbanyak amalan sunnah, puasa sunnah, Sholat sunnah, menjaga pergaulannya antar lawan jenis, menjauhi hal-hal yang berbau maksiat, meninggalkan aktivitas yang sia-sia kayak nongkrong2 yang gak jelas, dugem, track-trackan pake motor dan banyak lagi.

Nah alangkah baiknya kalau kita senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan qta dengan ilmu-ilmu dan pemahaman Islam disamping menuntut ilmu Islam itu adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim seperti yang disampaikan daam Hadits Riwayat Ibnu Adi dan Baihaqi, dari Anas ra : “Menuntut ilmu pengetahuan itu wajib bagi setiap Muslim:”
Nah para remaja muslim sudah saatnya sekarang ini kalian bilang “NGAJI…..GUE BANGET!!”
 

Posted in Campur. 1 Comment »

Nasehat Ustadzah Iqtina Khansa Al Ghifari Untuk Para Akhwat (Ikhwan Juga perlu untuk membaca ini)

Dunia maya ini memang sangat melenakan, hati - hati kukatakan untuk diriku sendiri, dan kalian semua yang senang mengarungi dunia maya. Banyak para akhwat dan ikhwan yang sangat hanif yang mampu menjaga dirinya dari pandangan yang berbau maksiat, selalu menundukkan wajahnya ketika berhadapan dengan seorang akhwat atau sebaliknya akhwat di hadapan ikhwan. Hati mereka benar benar terjaga, bahkan untuk berbicara saja dipersiapkan agar terdengar sopan dan lembut, ooh...indahnya pergaulan dalam islam.

Tapi amat sangat disayangkan ketika mereka semua melebur dalam dunia maya, semuanya memudar. Hilanglah rasa malu, pandangan tak perlu ditundukkan, dan kata katapun tak perlu ditata..toh..ga ketemu ini, itulah pemikiran kita. Kita sering sok serang - serangan argumen dengan dalih berdakwah yang ujung- ujungnya banyak yang terpeleset dalam maksiat kecil..ngecengin temen - temen, bercanda sampe keterlaluan, dan sok ngambek - ngambekan.

Tidak malukah kita..yang sering mengingatkan temen - temen kita yang
masih jahiliyah agar mengenal dan mengamalkan islam? Tidak malukah kita dihadapan Allah yang menyaksikan semua perbuatan kita? Wanita mulia karena sifat malunya..dan laki- laki mulia karena sifat kepemimpinanya. Jika seorang wanita sudah hilang sifat malunya bagaimana cara dia menjaga dirinya...? Dan jika seorang laki- laki tidak bisa menjadi teladan bagaimana dia akan dihargai saat memimpin...? Waspadalah didunia maya ini

Tentang Bercanda Di Dunia Maya

Memang manusiawi, semua orang membutuhkan canda untuk menghilangkan penat. Rosulullah juga suka bercanda, asal tidak berlebihan saja. Bisa juga kita siasati dengan memilih bercanda dengan sesama akhwat jadi bisa saling mengontrol toh walaupun sampai kebablasan izzah kita tetap terjaga.

Dan kita tidak bisa cuek dengan semua ini, Cuek bisa dimanfaatkan untuk hal - hal yg positif..cuek dengan orang - orang yang mencibir dan melihat sinis pakain kita. Selalu tanamkan dalam hati..dimanapun kita berada Allah menyaksikan segala perbuatan kita.

mohon maaf atas kekurangan saya dalam tulisan ini...

Wassalam

 

”AKHWAT BERHIJAB DAN IKHWAN YANG NGERTI SYARI’AT ISLAM KOK BERPACARAN…??!!”

”AKHWAT BERHIJAB DAN IKHWAN YANG NGERTI SYARI’AT ISLAM

KOK BERPACARAN…??!!”



Pertama mendengar hal tersebut saya sedikit tidak percaya, bagai mana mungkin seorang Akhwat yang sudah memutuskan untuk berhijab (menutup auartnya sesuai dengan syari’at) dan ikhwan yang sudah ngerti (bukan faham) tentang hukum syari’at islam melakukan hal yang sudah jelas dilarang oleh hukum Islam. Hal tersebut sangat aneh untuk didengarnya padahal dengan bekal ilmu yang mereka miliki seharusnya mereka dapat membedakan yang mana yang halal dan mana yang haram. Dan sayapun pernah bertanya kepada beberapa Ustad dan teman-teman saya, “Apakah mungkin seorang Akhwat yang sudah berhijab dan Ikhwan yang ngerti tentang syari’at melakukan hal yang dilarang oleh Agama”. Jawaban merekapun bervariatif ada yang menjawab : “Mereka kan baru ngerti tentang syari’at islam dan mereka belum faham, ya jadi sangat besar hal tersebut dilakukan oleh mereka, karena baru ngerti belum faham” dan ada juga yang menjawab “Untuk ilmu mereka memang punya, tetapi kalo hati berkendak lain, maka menjadi bodohlah mereka”. Padahal sudah jelas bagaimana hukumnya dalam syari’at islam tentang Berpacaran. Pacaran diharamkan dalam syari’at islam, karena pacaran lebih banyak mudhorotnya dan cenderung akan membawa sang pelaku kearah zina, Allah befirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32).


Perhatikan juga sabda Rasulullah:

“Jangan sekali-kali seorang lak-laki menyendiri (khalwat) dengan wanita kecuali ada mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya.” (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, Tabrani, Baihaqi dan lain-lain).

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (H.R. Ahmad)

Dari dalil-dalil diatas sudah cukup jelas, bahwa pacaran dalam syari’at islam adalah haram, dan saya yakin mereka tau tentang itu.

Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin, di dalam islam semuanya telah ada aturan-aturannya, termasuk dalam hal mencari jodoh, islam juga telah mengaturnya, ada beberapa hal (proses) yang dibolehkan dalam syari’at islam dalam mencari jodoh yaitu (1) Ta’aruf, (2) Khitbah dan (3) Menikah.

Dan pada sampai pada saat ini saya belum mendapatkan alasan-alasan yang jelas dari para akhwat yang berhijab dan ikhwan yang ngerti tentang syari’at islam, mengapa kok masih melakukan hal yang diharamkan oleh Hukum Allah, kenapa mereka tidak menikah saja, kalau alasan mereka belum siap untuk menikah perlu diingat wahai sadara/saudariku Allah itu Maha Adil, Allah Maha Bijaksana. Kalau alasanya belum siap, berarti antum dan antuna lebih siap untuk mendapatkan dosa dibading segala pahala kebaikan dari sisi Allah. Akhi dan ukhti perhatikan Firman Allah dan Hadist Rasulullah berikut ini :

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Alloh akan mengkayakan mereka dengan karuniaNya. Dan Alloh Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”(Q.S. An Nuur, 024:032)


“ Jika seorang hamba menikah, maka telah menjadi sempurnalah setengah agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada sebagian yang lainnya “. (HR. Al Hakim dan Ath Thabrani dari Anas Bin Malik. Al Albani meng-hasan-kannya).

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku.”
(H.R. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya.”
(H.R. Bukhori-Muslim)



Apakah Akhi dan Ukhti tidak mau setengah dien menjadi milik Akhi dan Ukhti ……. Janganlah kita memupuk keburukan-keburukan dengan melanggar hukum-hukum Allah. Mari kita kembali kepada dienul Islam yang mulia ini, dan jangan sampai kita mengotorinya.

Saya menulis tentang hal ini bukan bermaksud untuk menhujat, tetapi saya ingin mengajak kita semua untuk memurnikan Aqidah kita bersama, saya mengajak kepada akhi dan ukhti semua untuk tetap istiqomah dijalan. Dan mari kita jaga dengan sungguh-sungguh kemulian dienul islam ini, jangan pernah kita mengotorinya dengan melanggar hukum-hukum-Nya.
 

Posted in Campur. 1 Comment »

Sayang Tak Terbilang

Tawanya lembut
Senyumnya anggun
Sayang aku tak pernah melihatnya …

Tegurnya halus
Marahnya santun
Sayang aku tak pernah menemuinya …

Sayang aku tak pernah dan takkan pernah …
dia … !!!

Posted in My Self. 2 Comment »

Diproteksi: Sepenggal Kisah Cinta … ku

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

Kata Sandi:

ketik di bawah nie 


kirim ke .....

 

Posted in My Self. 1 Comment »

FAQ (Frequently Asked “Question”)

” Kenapa berbuat kebaikan saja kok begitu susah ya … “
” Kenapa berbuat kebajikan saja kok banyak penghalangnya ya … “
Padahal kan (ku niatkan) bukan untukku (?) …

Ya Alloh … adakah gerangan dari niatku yang salah?
Ya Robbi … adakah gerangan dari hatiku yang masih ragu?
Ya Rahman … adakah gerangan dari caraku yang keliru?
Ya Rahiim … adakah gerangan dari pikiranku yang rancu?
Ya Salaam … adakah gerangan dari semangatku yang mulai luntur?

Tunjukkan kepadaku jalan yang Engkau ridloi dan jadikan hatiku ridlo menerimanya.
Tiada daya dan kekuatan, melainkan karena-Mu …

Aku Ingin Menulis, Ngisi Blog

Sebenarnya ni saya ingin menulis sesuatu, tapi masih belum menyempatkan diri … jadi ya belum nulis-nulis juga.

Kayaknya sih perlu menyempatkan diri dulu yah, menyediakan waktu untuk menulis sekedarnya dulu, tapi pye …

wah … mikir terus malah gak jadi nulis-nulis kih …

wis weh … muleh!!

Posted in My Self. 0 Comment »

Puisi Cinta .. untuk suamiku nanti

Dalam Renungan …

Aku merenung …

tetep aja merenung terus …

hendak bikin puisi … bingung nda jadi-jadi ..  

Posted in My Self. 3 Comment »

Supaya Matahari lebih terang esok hari

wah, beberapa hari ini pekerjaan kantor menumpuk, ditambah pekerjaan rumah yang berjubel, blum lagi proyek-proyek yang ngantri panjang …

Wajah kuyu harus berhadap dengan tampang-tampang garang penuh tuntutan… masya Alloh!

tapi aku nikmati saja, sebagaimana sambal pedas penghias rasa Bakso … :) dan senyum adalah pengantar tentram yang tepat saat ini.

Fokus yang mesti kuprioritaskan adalah kepentingan kebenaran dan hak masyarakat yang perlu diperjuangkan …

aku harus bertahan dan berjuang dan tetap terus berjuang optimal !

Supaya Matahari lebih terang esok hari …

Posted in Puisi. 1 Comment »

Hari Yang Melelahkan

Inget kalimat "Al Wajibatu Aktsaru minal Auqoot"....? Rasanya iya juga, padahal Alloh udah ngasih ke kita 24 jam sehari semalam, tapi rasanya kok bentar banget. Rasanya baru aja terlelap, e...ternyata tau-tau udah pagi lagi.
Sahabatku, ketika kita udah mengikrarkan diri ini kedalam dunia dakwah, bahkan sering kita mengucapkan "Nahnu Duuat Qobla Kulli Syai", kita adalah Dai sebelum segala sesuatu. Tapi kadang lelah, cape..., kaya gak punya energi lagi. Ternyata ibarat pesawat HP, ketika hadis di charge, ternyata dipakai bicara untuk say hello ampe 1,2 bahkan nyampe 5 jam bisa kuat, tp ketika battery habis, yach...drop, jangankan only say hello, pakai pejet no aja gak nyukupin batterynya....
Kali aja begitu juga manusia alias kita, mesti di charge terus biar battery nya tetap bagus....minimal gak out of date...he...he..., tp iya juga lho ya..., bagi temen2 muslim tentu udah pada paham dengan hal ini. Ada makanan-makanan rohani sebagaimana bagi jasad kita ini, ada makanan-makanannya. Setiap yang kita makan pasti akan menjadikan diri ini sehat dan kuat. Begitu juga ketika rohani kita kasih makanan, apalagi makanan yang bergizi, yach tentunya rohani kita juga bakalan jadi lebih kuat dan sehat lagi.
tapi permasalahannya kitenya males untuk memberikan makanan rohani bagi bathin kita ini. Ya sudah akhirnya terjadilah "LOW BATT....". malesan, gak mau dakwah, gak mau ibadah, gak mau sholat....dan gak mau yang baik-baik lah......
Makanya sahabatku, sempatin walau hanya 2 jam seminggu untuk ngaji....mentarbiyah diri ini sebagai "CHARGER bagi battery rohani kita....., palagi kita mao nyempatin buka tuh al-Quran walau hanya mbaca 1 ato 2 ayat saja walau hanya 5 menit sehari....(pelit amat ya...wong amat aja gak pelit.....).
Sudahlah kawan tinggalin semua yang mbikin hati ini sengsara....menuju pada kebahagiaan abadi menuju alloh swt. Selamat berjuang sahabat.....saling mendoakan ya....!!!????

Posted in My Self. 0 Comment »

Kemana Waktuku...??

Subhanalloh... begitu indah manakala semua orang bisa tersenyum manis semanis gula, tersenyum indah seindah......(hayal sendiri ya....), namun ternyata gak semua orang bisa melakukannya. Ada apa ?? Padahal kata rosul kan senyum itu shodaqoh ? Nah...itu juga yang masih ane perjuangkan untuk melakukannya setiap hari..setiap waktu....(asal jangan di setiap tempat...heheheheh....bisa bisa malah dibawa ke Jebres nih....).

Pagi ini (Kamis, 15 Oktober 09) kuliat ada satu pesen SMS di inbox dari 085658229xxx, satu kalimat tertulis disana yang bisa membuat bibir ini sedikit tersenyum, walau gak semanis gula, tapi insya Alloh sudah semanis kecap....(manisan mana ya kecap ama gula...?).
Betapa ketika vans baca kalimat itu, ku jadi tersentak manakala kuingat perjalanan hidup ini ternyata udah sedemikian jauhnya, seper empat abad lebih....., bahkan kini ku telah mempunyai calon pasangan  yang insya Alloh Sholeh dan bisa membimbing vans.

"Waktu adalah bagaikan air, ia mengalir tanpa henti meski sebongkah batu menghalanginya, ia lembut tapi tajam bagaikan pedang, apbila kita lengah kita kan terluka, bahkan menimbulkan penyesalan, tapi apabila kita cerdas bersahabat dengan sang waktu, maka kita kan jadi pemenang" (bunyi kalimat dalam SMS itu)



Betapa selama ini ku terlena dan kurang menghargai waktu, padahal sering vans memberikan kajian, ngisi pengajian dengan materi Bagaimana mengelola waktu tp ternyata vans sendiri kurang bisa menghargai waktu....( Ya Alloh...maafkan hambaMu ini....!! takut ku dengan ancaman Alloh dalam Q.S Ash Shof ayat 2-3....).
Astaghfirullohal adzim..., Kata Rosul, umur umatnya hanya berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Itu artinya manakala hitungan umur kita hanya 60 tahun, berarti sebagian besar bahkan hampir 50 % kehidupan kita hanya untuk tidur saja. Asumsinya adalah bila kita sehari semalam tidur 8 jam (idealnya sih), tp masih juga tidur siang misalnya sampai 4 jam, berarti tidur kita selama 12 jam sehari semalam...., subhanalloh berarti pula dalam usia kita yang hanya 60 tahun itu, yang 30 tahun hanya kita gunakan untuk tidur saja. (betul-betul kita nih punya penyakit TuMor alias Tukang Molor. Naudzubillah.....
Kita biasa merasa ketika Alloh memberikan 24 jam sehari semalam, terasa masih saja kurang....berapa jam lagi yang akan kita minta kepadaNya, padahal selama 30 tahun dari 60 idup kita hanya kita gunakan untuk tidur. belum lagi Belajarnya, belum nonton TV nya, belum sepak bolanya, belum bekerjanya, belum ini belum itu dst....Trus KAPAN IBADAHNYA...?
Sekali lagi pertanyaanya adalah ...
.KAPAN IBADAHNYA bro......!!!!???????

Posted in My Self. 0 Comment »

BE A BEAUTIFUL MUSLIMAH

Kecantikan bagi setiap wanita mungkin merupakan sesuatu yang sangat diidamkan. Sehingga apapun akan dilakukan untuk bisa tampil cantik dan menawan hati. Bahkan bila perlu operasi plastik akan menjadi pilihan untuk mempermak wajah dan anggota tubuh yang lain.
Lalu bagaimana dengan menjadi seorang muslimah? Bagaimana menjadi seorang muslimah yang cantik? Bagi sosok muslimah, nampaknya kecantikan tidak hanya berhenti pada hidung yang
mancung, pipi yang mulus, kulita yang terawat dan seabrek pesona fisik lainnya. Tetapi lebih dari itu ia harus memiliki kecantikan yang lain.

1. Cantik Jiwa
Menjadi sosok muslimah yang siap mempercantik jiwanya dengan selalu memperbarui taubat. Menyegarkan jiwanya dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena tak ada kata yang indah selain kata pasrah terhadap apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

2. Cantik Akal
Menjadi muslimah yang smart, cerdas, nyambung kalau diajak ngobrol. Oleh karena itu ia tidak boleh meninggalkan kebutuhan akal dan otak dia. Selalu update dengan pengetahuan terbaru dan bisa dengan cepat mengikuti perkembangan. Bukan muslimah yang jadul dan lowbatt. Selalu ketinggal bereaksi terhadap apapun. Menjadi followers dan tidak pernah bisa menjadi leader.

3. Cantik Diri
Pada aspek ini muslimah harus mampu berada pada dua poin besar. Antara terlalu berlebihan dengan terlalu meremehkan. Penampilan memang bukan segala-galanya, namun begitu bukan kemudia kita meremehkannya dengan memilih tampil kucel. Kudu pinter-pinter menempatkan diri antara berlebihan dan meremehkan. Memilih kosmetik yang berfungsi menjaga dan bukan berfungsi membuat menyolok.

Semoga bsia jadi sedikit masukan buat teman-teman muslimah.

 

 

cinta hakiki

Komitmen kita dalam berdakwah merupakan gambaran komitmen kita dalam beribadah. Ketika kita lemah, malas, atau bahkan meninggalkan dakwah ini, maka seperti itulah cerminan ibadah kita. Periksa kembali ibadah kita. Mungkin ada yang salah didalamnya. Ada yang harus diperbaiki. Selam kembali dasar lautan hati kita sampai kita menemukan Mutiara keteguhan, keikhlasan, dan kesabaran.
Biarkanlah mereka mengatakan jalan dakwah yang kupilih ini adalah jalan yang berat. Namun bagiku, inilah jalan terbaik untuk menuju Kabahagiaan yang hakiki. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang penuh duri. Tapi bagiku, tusukan-tusukannya sudah menjadi kenikmatan yang tidak akan pernah mereka rasakan. Biarkan mereka mengatakan bahwa jalan yang kupilih ini adalah api yang akan membakar hangus seluruh tubuhku. Tapi bagiku, Ia sudah menjadi sesuatu yang memberi kesejukan dalam hidupku. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini melelahkan. Tapi bagiku jalan ini adalah seperti oase di padang gersang ketika orang yang melintasinya merasa kehausan. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini akan membuatku miskin. Tapi bagiku, jalan ini menjadikanku merasa orang terkaya di dunia. Biarkan mereka mengatakan jalan yang kupilih ini adalah jalan yang membikin linglung. Tapi bagiku, jalan ini telah menjadikanku tegar setegar Bongkahan batu karang yang diterjang Ombak membadai.
Di jalan ini aku telah menemukan Cinta. Cinta suci dan hakiki. Ia telah mengajariku tentang Indahnya berjuang. Ia telah mengajariku tentang kenikmatan berkorban. Ia telah mengajariku tentang kebahagiaan bersabar. Ia telah mengajariku tentang kemanisan lautan ikhlas.
Adakah yang lebih baik di dalam hidup ini selain bekerja sama dengan Allah ? Adakah pekerjaan yang lebih baik di dunia ini selain menjadi Pelayan Allah sang Khalik ? Kalau memang tidak ada, lalu apa yang membuatmu wahai diri untuk tidak melaksanakannya.

Mungkinkah disebabkan karena jaminan laba yang kita dapatkan dalam bentuk harta tidak menjanjikan ? Atau mungkin karena ia tidak akan menjadikan kita manusia terpandang di mata manusia ? atau mungkin juga karena tidak adanya pasilitas kemewahan duniawi yang akan kita peroleh ?
Bukankah Allah telah membeli harta dan Jiwa kita dengan syurganya yang menawan ? Sungguh Maha pemurah Allah Azza Wajalla. Ia memberikan kita modal yang sangat banyak. Modal yang seharusnya kita gunakan untuk “berbinis” di jalanNya. Tapi kemudian Allah membelinya dengan kenikmatan Jannahnya. Padahal seandainya Allah mau, Dia bisa saja mengambil semuanya dari kita tanpa meminta persetujuan kita.
Sungguh beruntung orang-orang yang telah memanfaatkan modalnya dengan baik. Sungguh beruntung orang-orang yang telah berinvestasi di jalan kemuliaan. Karena disana mereka akan terus menemukan keuntungan-keuntungan yang tidak akan mungkin akan tertandingi oleh apapun. Bahkan seluruh langit dan bumi beserta seisinya sekalipun. Butuh kesabaran dan keikhlasan memang untuk memperolehnya.
Sabar dalam beramal, itulah karakter para pejuang. Ikhlas dalam beramal, itulah prinsip para pejuang. Karena sesungguhnya, Sakit didunia akan menjadi kuat ketika kita mengingat keuntungan yang akan kita peroleh di Akhirat nanti. Sedih di dunia akan menjadi kebahagiaan ketika mengingat Syurganya. Penderitaan di dunia menjadi nikmat ketika hanya KeridhaanNya yang kita tuju
Sabarlah dalam berjuang dan berkorban Saudaraku. Ikhlaskan apa yang kita miliki untuk menuju pertemuan denganNya. Pertemuan dengan para Nabi dan Rasul. Pertemuan dengan orang-orang beriman. Pertemuan dengan para pejuang Badar. Pertemuan dengan para Syuhada. Dan Pertemuan dengan Allah yang maha Gagah, Maha Indah dan Maha Sempurna.

[Kisah Hikmah] Pelajaran Untuk Menahan Amarah, Atau Kamu Akan Menyesal

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampakjelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembanturumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. Mukanya merahpadam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ’ Saya tidak tahu..tuan."
"Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "
DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ... kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apamenagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan.

Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa...

Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu..

Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belahangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya.
"Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya.

Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah.
"Dita demam, Bu"...jawab pembantunyaringkas.
"Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas.
"Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...
"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.

Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajahpembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?.... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.

Hikmahnya:

Pertama, KEMARAHAN adalah karena NAFSU dan ajakan SYAITHAN,PENYESALAN yang akan didapat kalau kita menurutinya. Maka janganlah sekali-kali mengambil keputusan dalam keadaan MARAH .Dan biasakan kita untuk MEMAAFKAN orang lain...Hal ini dalam apapun, termasuk dalam hubungan suami istri, pemerintahan, poliktik dan sebagainya.

Firman Allah..Surat Ali Imran:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang MENAHAN AMARAHNYA dan MEMAAFKAN (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Yang kedua, janganlah terlalu MENCINTAI HARTA secara berlebihan, hal ini akan MEMBUTAKAN HATI...
"JADIKANLAH HARTA ITU DI DALAM GENGGAMAN TANGANMU, BUKAN DI DALAM HATIMU!"

Dunia Fana’ Yang Menyesatkan [RENUNGAN]

Perhatikan Sabda Nabi ini,
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah!!! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)


Duhai teman..!!
Hindari dirimu dari permainan dan kesia-siaan
Jaga kesucian dalam cinta dan kasih sayang
Keni’matan sesaat jangan kau jadikan tujuan
Keindahan semu jangan kau damba-dambakan

Saatnya kini, kita bangkit dan sadar diri
Bersihkan segala penyakit dan karat dari hati
Segala cacat dan maksiat yang membuat lalai
Takutlah di hari,
Di mana tak ada yang luput dari Illahi

Duhai jiwa...!!
Bangkit dan siapkan dirimu tuk hari depan
Hindari nafsu yang membuatmu lupa daratan
Ayo bergegas menuju keselamatan
Ayo berjuang, berjuang, dan berjuang
Agar kau selamat dari adzab yang membinasakan
Selamatkan dirimu dari api yang menyengsarakan

Duhai kau...!!
Yang suka bermain-main di dunia ini
Ingat,,! Kehidupan dunia tak akan abadi
Tak cukupkah bagimu segala keni’matan
Hingga kau habiskan waktumu dalam permainan
Negeri yang fana ini segeralah kau tinggalkan
Karena tak ada yang abadi dalam keni’matan dunia
Semua kan sirna bila waktunya tiba

Dariiiiiii Evans For All My friends

Afwan yah semuanyaaaaaa buat Blog evans di tunggu ajah karena alasan pekerjaan yg terus mengejar so update an Blog d tunggu ja yah ?

Ada masukaan kah ? saran mungkin ? Evans tampung deh oke guys ?

 

wassalam,

Evans

Posted in My Self. 1 Comment »