Akhwat Genit dan Dakwah Abal-abal

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…                                             
Lihat aja kerjaan mereka rapat sampe pulang larut malam, berjuang demi dakwah tapi menelantarkan Iffah (harga diri) mereka.

Akhwat yang Genit itu…
Tuh lihat saja si fulana berteriak tentang dakwah, menggunakan hijab ketika sedang syuro dengan ikhwan, tapi dibelakang masih suka aja ngirim sms tausyiah ke ikhwan…
cie ile..maksudnya sih nasehat… nasehat apa nasehat tuh Ukh…

Akhwat genit itu…

Yang satu ini lebih parah lagi, saking begitu perduli sama palestina… Nonton nasyid Palestina sampai jingkrak jingkrakan nggak karuan… nggak moshing aja sekalian ukh! biar manteb.. biar METAAAL sekaliaaan! CADAAAAAAS!

Akhwat genit itu…
Wedew… lihat aja tuh akhwat yang jilbabnya panjang buangetttt.. tapi kenapa ya..? kalau habis nonton nasyid terus pada lari histeris, ngantri sama munsyid yang udah jadi thagut…
minta tanda tanganlah! Minta foto barenglah!… payah dagh!

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…
Nggak kalah parahnya sama yang lain, retorika dakwahnya sih bagus, eh… pas nikah kerjaannya khawatir melulu, ngak mau sabar nemenin perjuangan suaminya… Akhirnya futurlah si suami yang dulu waktu di kampus asooooy berat semangat dakwahnya. Sekarang udah sibuk NYARI DUI
T lantaran ‘TANGGUNG JAWAB’ keluarga…nuntuuuuut terus!

Akhwat dengan Dakwah abal-abalnya…
Kalau umur 20 tahunan akhwat-akhwat ini memang pada jual mahal kalau ada ikhwan yang khitbah, ntar pas umur 25 tahun pada cari yang ideal… ntar kalau ngak dapat-dapat sampai umur 30.. SIAPA AJA DAH! nah tahu rasa lu…sok ideal sih!

 

Akhwat dengan dakwah abal-abalnya…
Katanya aktivis dakwah..? katanya teguh menegakkan tauhid..? tapi kok kamu marah ya ukh waktu Aa Gym Poligami..? kenapa oh kenapa..?

Akhwat genit itu…
Tuh lihat aja si fulana, kalau ketemu ikhwan yang pendek kecil dan tidak menarik itu pasti JAGA PANDANGAN, busyet dagh pas ketemu ikhwan tinggi putih dan lagi nyelesain S2 itu… bukan cuma mata yang jelalatan tapi hatinya luntur sama thagut perasaan…payah dagh…

Akhwat genit itu…
Cie ile… peduli banget ukh sama ikhwan… eh ngapain berlagak minta pendapat sama ikhwan tentang diri ukhti, minta pendapat apa cuma ingin diperhatiin aza sama ikhwan… hayo ngaku…ngaku…ngaku…?

Akhwat genit itu…
Percaya nggak… si fulana itu depan ikhwan doang sok alim, di kos-kosan sih tetap aja telpon – telponan sama oknum tertentu… ku tunggu kau di batas waktu katanya… hehehe.. gubraks.!

 

Kupinang engkau dengan Al Quran


Kupinang engkau dengan Al Quran
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Reff :
Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya

Bridge :
Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegal tawakal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya

by Gradasi

 


Posted in My Self. 1 Comment »

30 Hari Mencari Cinta

Ramadhan…..
Rasanya tak cukup ku menyambut kedatanganmu…
Senyum ini pun tak terlalu manis untukmu..
Semangat ini pun kurang terpompa untuk membersamaimu…
Ilmu kepemahaman tentang mu belum juga memuaskan batinku…

30 hari rasanya terlalu berat untuk menemukan cintaNya untuk-ku
30 Hari, cukup menegangkan bagiku menunggu keputusanMu
Ingin kudapatkan cintaNya, setelah 30 hari kulewati bersamamu…
10 hari pertama tlah Kau buka untuk menggugurkan dosaku, syahru maghfiroh…
10 hari kedua tlah Kau buka untuk memberi pembelajaran & keberkahan hidup, syahru tarbiyah…
10 hari ketiga tlah Kau buka untuk menyeleksi pribadi terkuat diantara kami, syahru Jihadiyah…

Setelah kau datang, aku lupa engkau tamu teramat mulia..
Aku lupa, semangat 11 bulan kedepan ada didirimu…
Aku lupa, sajian ruhiyahku untukmu kurasa sangat tidak mengenakkan..
Aku lupa, 10 hari terlewati dalam kondisi “ payah” tapi kutak perbaikinya
Aku lupa, kubutuh kau hilangkan takutku hadapi 11 bulan kedepanku…
Aku lupa, impianku untuk menghidupkan malamku dengan tangisku

Robb, Jangan biarkan hatiku bebal dan mati
Robb, Aku ingin menangis lepas………….
Robb, Dan aku ingin menangis bebas ……….
.
 

U’r Comment

Blog dengan elegansinya mempunyai warna tersendiri untuk menjadikan hidupmu yang berwarna lebih kaya warna. Beberapa hari lalu saya ngecek, egh ga ada comment, Tumben!. Ngecek lagi, ga ada lagi, Sekarang ga lagi tumben, Sering!. Walaupun nulis sesuatu tanpa ada yang comment pun ga masalah, karena yang ditulis merupakan ekspresi pelepasan diri. Lebih tepatnya nulis nulis n nulis.

Meski ga nyari banyak comment, kadang lebih asyik klo ada yang ngoment. Ada comment yang nyebelin, lucu, heroik. dan lain-lain. Ibarat bumbu dapur, comment adalah garamnya. Kurang mantaps klo ga pake garam [Makanya comment yak]. Bahkan ada yang sengaja nulis sesuatu yang antagonis, alias oposisi untuk mengupgrade comment dan nyari track record tinggi.
Tak jarang yang ditulis ga bermutu, alias keluar dari rel-rel jurnalistik, hem apaan lagi tuh, ya itu tadi pokoknya nulis, nulis n nulis.

Sehubungan dengan teman-teman pengunjung, yang ngunjungi web saya, untuk 2 bulan kemaren saya mohon maaf, ga bisa ditampilkan. Ada beberapa kesalahan teknis, karena ada icon di plugin yang ikut kechentang. Terimakasih buat teman-teman yang complain tentang hal ini [heheh udah lebih dari 4 orang yang complain]. Untuk selanjutnya web ini menerima comment berupa apapun..
 

Posted in My Self. 1 Comment »

Antara Ikhwan, Bola dan Fisika

 Musim Champion tahun 2009 baru-baru ini dibuka [ terinspirasi tulisane bay ]. Perputaran drama komedional berganti dengan kehirukpikukan exotisme panggung bola. Apa yang terjadi memang susah untuk diprediksi, itulah serunya nonton bola. Ekspresi histeris, sedih, bangga, dan fantastic adalah ekspresi normal yang terblock up dari event ini. Sejenak merenungi, hakikat sebuah permainan bola. Bola sebuah bentuk yang sangat banyak dialam. Lihat saja dari bentukl pohon, pasti mengandung unsure bola dan bulat, liat aja mata berawal dari suatu bola dan bulat, liat aja bentuk kaki berawal dari bentuk bola yang diperpanjang hingga berbentuk tabung, liat saja contoh yang ciptaanNya yang lain pasti berwal dari bola dan bulat. Begitu juga penciptaan manusia dari sel telur yang juga bentuknya bola. Nah, secara alamiah saja kita sudah sangat erat dengan bentuk bola. Mungkin itu sebabnya banyak manusia yang menyukai permainan dengan menggunakan bola. [ nyambung ga .. ? so pasti ]
Tidak ada yang membendung, setiap orang bisa menyukai permainan ini. Siapa bilang olahraga football inil adalah pemicu bias gender, ga ada cerita dalam sejarah manapun. Bahkan baru-baru ini saya mendapati sebuah pertandingan bola dengan pemainnya cewek. [ Masya 4jj1 …]. Ada yang berani mengkritik, pastilah akan menimbulkan
sengketa emosional [ iya ga?..]

Pernahkan terpikir bola erat kaitannya dengan fisika. Ehm,.. pemain bola yang jitu pasti ahli fisika, tapi ahli fisika belum tentu pemain bola [ konjungsi matematis heheh.. ] Sebenarnya pemain sepak bola bisa diapresiasikan sebagai ahli fisika di lapangan hijau. Karena, setiap pemain bola sebisa mungkin harus mampu mengukur dengan tepat berapa besar gaya yang harus diberikan dan ke mana arah bola harus ditendang. Ujung-ujungnya kecepatan bola menjadi sangat kencang dan akurat. Seorang pemain bola yang handal ia pasti mengetahui perhitungan sudut elevasi pada saat pemasukan bola ke gawang. Lihat bagan (Gb 1b). Ketika SMP/SMA kita belajar bahwa bola yang ditendang dengan sudut elevasi tertentu akan membentuk lintasan parabola. Bentuk lintasan ini akan sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi Bumi, kecepatan, dan sudut elevasi bola. Tanpa gravitasi, bola akan bergerak lurus ke atas (Gb 1a). Gravitasilah yang menarik bola turun. Semakin besar gravitasi semakin cepat bola jatuh ke tanah. Bandingkan dengan
di Bulan. Dengan tingkat gravitasi yang lebih kecil, lintasan bola yang ditendang-misalnya-oleh seorang astronaut akan menjadi lebih jauh, dibandingkan kala ia menendang sebuah bola di Bumi.
Buat sedikit bocoran ya, kita ingin kan punya tendangan yang keras dan jauh? Untuk melakukan hal itu, seorang pemain sepak bola harus menendang bola sekeras mungkin dengan sudut elevasi 45 derajat.


Pada saat bola ditendang, secara otomatis bola melakukan rotasi, dan dari rotasi tersebut akan menimbulkan pergeseran udara, dari pergeseran udara disekitarnya itu akan menimbulkan ruang yang tersentuh bola dan ruang yang tidak tersentuh bola. Udara yang tersentuh bola, mempunyai kecepatan lebih dari pada udara yang tidak tersentuh bola. Udara yang mengalami sentuhan bola akan menimbulkan tekanan, maka berlakulah hukum Bernouli semakin kecil tekanannya, kecepatannya akan semakin besar, akibatnya gaya melengkung kebawah akan lebih menukik ke gawang dengan sempurna. Ehm, ga rugi neeh belajar fisika.

Masih ingat dengan Pelle yang terkenal dengan tendangan pisangnya, ataupun Beckham yang terkenal dengan tendengan melengkungnya yang akurat, atau bahkan Shevchenko yang tajir habis dengan tendangan cornernya [ mantan fansnya neeh .. ]. Ketika Beckham menendang bola secara keras dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola
dengan udara akan memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak berubah, pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton terpesona dan berdecak kagum.

Atau juga bagaimana Jan Koller menggunakan konsep momentum, tumbukan, dan momentum sudut yang tepat untuk menggerakkan kepalanya dan menyundul bola ke gawang musuh. Lihat juga Raul [ Jadi inget temen sebangku
yang ngefans Raul ] dengan menggunakan keseimbangan yang sempurna melakukan tendangan voli yang indah dan memasukkan bola ke gawang lawan. Di arena Piala Dunia 2006 ini kita bisa menikmati lebih banyak lagi bagaimana asyiknya fisika diterapkan dalam sepak bola. Coba saja perhatikan bagaimana nanti kiper Jerman memanfaatkan hukum pemantulan untuk menepis tendangan-tendangan maut dari para pemain lawan. Atau perhatikan bagaimana Ronaldinho menggunakan konsep keseimbangan ketika menghentikan bola dengan tubuh atau kakinya [ tuh belajar banyak bgt dari bola ]

Bola bukan permainan biasa, ikhwan, cowok, cewek , anak kecil, orang tua , setengah dewasa atau bahkan akhawat pun ada yang menyukai permainan ini. Bukan hal mustahil world cup pun menjadikan ajang hiburan yang fantastis abiz. Media yang memblock up pun semakin banyak saja, mulai dari kuis, hingga interaktif dengan penggemar dengan berkunjung ke episentrum word cup . [ episentrum? Kayak pusat gempa aje …]. Semua merupakan dunia glamouristik
bola. Dan permainan inipun adalah permainan yang mengeruk kantong para penggemarnya, dibela-belain ke negara episentrum pertandingan bola. [ episentrum? Kayak pusat gempa aje …].

Fans berat r u?. bukan hal yang mustahil fans bola akan melakukan segala cara untuk mencari julukan sejati football crazy. Persis inget pas SMA dulu, anak ABG melengkapi pernak perniknya dengan segala accecoris bola. Pokoknya
semua accecorisnya harus club ini semua, atau artist bola ini semua. Begitu masuk kamar, yang ada adalah poster bintang pemain bola, beserta club-clubnya, tak hanya itu bagi crazier Bekcham akan meniru potongan rambut, gaya hidup, serta tingkah laku Bekcham tersebut. Namanya juga idola, apapun selalu idola yang jadi nomor satu. Euforia sesaat yang mendatangkan banyak peluang bisnis. Dalam memenuhi animo masyarakat yang meledak. Kaos, sepatu tokoh idola santer menyedot konsumen yang ngakunya football crazy. [ hayo… ngaku …]

Ehm,.. yach klo nonton sekedar cari hiburan gapapa. Dari pada cari hiburan yang nggak-nggak. Jadi teringat jargon partai pemula yang lucu tapi energik, “ Yen mikir yo mikir, yen ora yo ora. Ojo mikir sing ora-ora “ . Jangan berpikir pas cari hiburan kita harus punya idola, dan lebih parah lagi idola tadi mempengaruhi gaya hidup kita. Alhasil gaya kehidupan yang berubah mirip dengan artis bola, menjadikan kita jauh dari aturan Islam. Lha wong mereka aja bukan
orang Islam kok. Begitu juga klo mengidolakan bintang artis musik, sinetron, atau yang lain. Intine ojo dadi fans fanatic.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai tokoh panutan ( idola ), dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi 4jji untuk menyiksamu “ ( Qs 4:144 )
Kita udah punya idola sendiri yaitu Rosululloh. Coba tiru gaya kehidupan dia. Wuih susah man..! terlalu keren, tap
i mengapa kita menghalangi diri kita sendiri untuk menjadi keren.
Laqod kaana lakum fii rosuuliLlah uswatun khasanah.. Liman kaana yarju Lloha wal yaumil akhiro wa dzakaroLlohu katsiro.”–? Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu surio tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat 4jji dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama 4jji “ ( QS Al Ahzab 21 )

Dan larangan untuk berlebih-lebihan kalo istilah kereennya ghuluw. “ Janganlah kamu berlebih-lebihan tentang suatu hal. 4jji tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.
Saya jadi berpikir ga cuma dari segi fisika aja kita ngeliat bola itu menarik, liat dari kaca mata dakwah-pun sebenernya juga ada [ bagi kamu yang mau berpikir..! ]. Mad’u ( orang yang didakwahi ) layaknya sebuah bola, harus kita kejar terus, menjadikannya baik segi amalanya dan hariannya. Puncak kemenangan ketika tujuan dari penggiringan mad’u
sampai ke bola lawan, artinya dia sudah diperdayakan di ranah publik [ ^_@ dasar kaderisator..]
Silahkan cari hiburan, neng ojo didadekke idola banget ngono lho… [ ga perlu ditranslet khan ..?]

Me and the Balls

Gini-gini mantan football crazier, seri world cup ngefans ma Brazil. Klo seri Italia, ngefansnya ama milanisti, I rosseneri. Dengan stiker yang jozz karena minum ekstra jozz walau tidak jadi bintang iklan ektra joss karena kesambet sama Inzahgi. [ halah opo iyo Va..] Siapa lagi kalo tidak Andry Shevchenko ( SheVa ). Rencana SMA dulu, anak saya mau tak kasih nama Sheva [ wagu banget tho.. 6_6 ]. Sekarang ga tahu kabar beliau, karena di kost sekarang ga ada television [ hiks ..hiks .. ]

Sekelumit cerita, dulu pas SMA [ kenapa sekarang tulisannya saya selalu flash back terus zaw..!] nonton pertandingan bola di stadion, waktu itu yang main PERSIBA club Bpp. Ada pak dhe saya yang main, sambil lonjak-lonjak terus teriak, “ maju pak dhe…!!!! “ [ dasar ukhty kecil..! ] “ Kita selalu mendukungmu ..! “ . Si papa cuman terbengong-bengong. Karena terlalu kuat lonjak2nya, kalung yang kupakai akhirnya jatuh. Padahal kalung, kalung pemberian, kombinasi uangnya eyang ma papa. Hingga saat itu saya sudah tidak boleh pergi ke stadion lagi, saya yakin alasannya ga cuma itu.

Lagi, pas waktu ujian UAS SMA, dibela-belain nyuri waktu malam untuk nonton bola, karena adek ikhwan saya di pondok makanya saya ga ada temen untuk nonton bola. Egh,.. ma si mama ketahuan, di tegur langsung “ Hayo udah
sholat tahajud belum ..” Ku berikan senyum , “ Udah ma…” [ Untung saja ..! ] Si papa juga ikut nimbrung , “ Wong wedhok ojo sok nonton bal-balan..!! “ wuih papa marah bgt..! perihal hafalan saya ga pernah naik seayat pun. Alhasil, kunci almari TV dipegang sama papa. Akhirnya kontrak perjanjian pun terjadi, saya mau menghafal asalkan dibolehkan nonton bola [ ketahuan bandelnya neeh ..]. Ga kalah saingan, mama juga ngaduin syarat juga, minta dibantuin terus, wah padahal masa2 adalah masa2 panen padi, masakannya super dupper gedhe..[ Duw menderitanya gara-gara ngefans bola ..T_T] Belum lagi ujiannya jadi kacaw.

Memang kalo ga digalakin ma ortu, masih tetep ngeyel. Akhirnya akhirnya saya bersyukur mempunyai ortu seperti mereka.


…………………………………………………………………..
Ayah terimasih nanda haturkan kepadamu
yang telah mendidik dan membesarkanku bersama ibu
Ayah engkaulah guruku yang terbaik sepanjang usiaku
yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan tuhanku
Alloh semoga engkau berkenan
membalas segala kebaikannya menerimanya dan meridhoinya di hadiratMu. [ SP Voice ]

 

Posted in My Self. 4 Comment »

Ngomongin CINTA (ahem..swit..swiiitt….)

Bismillaahirrohmaanirrohiim…


Sekali-kali ngomongin cinta ahhh… Ga papa kan? heuheuh…Itulah enaknya jadi Remaja, kalo ngomongin cinta gak ada yang protes. Paling-paling komentarnya: “halah, biasalah anak muda”. Coba kalo orang dewasa yang cerita, pasti dibilang udah kebelet pengen nikah (padahal, ah biasa aja!). Lagian ngomongin cinta gak akan ada habisnya. Sampe jadi engkong-engkong pun cinta tetep asyik buat dibahas. Tul nggak??


Well, CINTA…

5 huruf ini punya kekuatan yang : S-U-P-E-R !! (pake gayanya Om Mario Teguh). Gimana nggak? karena cinta, seorang raja bisa jadi hamba sahaya. Karena cinta, yang lemah bisa jadi pahlawan. Karena cinta, kita lahir ke
dunia. Karena cinta, kita ada di jalan dakwah. Semua karena cinta….semua karena cinta….(loh koq jadi nyanyi??)

Ehem..mau cerita…
Ada loh orang yang takut jatuh cinta. Dia tuh takut banget yang namanya mencintai dan dicintai. Tanya kenapa?? Usut punya usut, ternyata dia takut menyakiti dan takut tersakiti.


Kalo dipikir-pikir, ngapain juga takut mencintai, toh ga ada satu pun makhluk di dunia ini kecuali Alloh sudah menanamkan rasa cinta di hatinya. Kenapa juga takut menyakiti? Kalo memang kekhilafan dalam diri qta ngebuat orang lain tersakiti, maka Alloh adalah sebaik-baik pemberi maaf dan Maha luas ampunanNya. Trus kenapa takut tersakiti? Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, karena para Anbiya’ dan Rasul pun juga disakiti oleh kaumnya.

Tapi Alhamdulillah sekarang dia dah sadar, kalo mencintai dan dicintai itu fitrah. Menyakiti dan tersakiti itu juga dah biasa. Hidup kan memang gak selalu berjalan mulus. Akan ada kerikil-kerikil tajam yang sakit kalo keinjek. Makanya, kalo qta ada salah en nyakitin seseorang ya buru-buru minta maaf. Trus kalo kitanya yang disakitin, alangkah indahnya kalo kita ikhlas memaafkan. Gitu kali ya teorinya? Tapi, susah nerapinnya…Huuff…But, susah bukan berarti gak bisa kan??? InsyaAlloh….


Lagian nieh, kalo cinta kita itu murni KARENA ALLOH, gak akan ada tuh takut mencintai, takut dicintai, takut menyakiti or takut tersakiti (banyak amat yak takutnya??). Karena, yang dia harapkan cuma CINTA ALLOH. Muaranya itu Alloh, PEMILIK SEGALA CINTA. Andaikan yang dikejar itu cinta makhluk, kalo gak kesampean bakal kecewa, sengsara, merana, menderita, patah hati (bahkan ada yang sampe bunuh diri. iihh…Na’udzubillah banget!). Tapi, kalo cinta sama Alloh, DIJAMIN BAKALAN DIBALES!! Alloh itu cintanya luaaaassss….Bisa ngasih ke semua makhluknya dengan ADIL!! Lha, kalo manusia??? Pasti ada kecenderungannya, pilih kasihnya, ato sering bertepuk sebelah tangannya.

Trus, gak boleh cinta ke manusia??? Ya boleh laaaah. Tapi alangkah indahnya kalo semua cinta dibingkai hanya karenaNYA saja. KENAPA? Karena kita akan dapet BANYAAAAK CINTA!! Selain dapet cinta Alloh, Alloh akan menggerakkan hati orang yang kita cintai itu untuk mencintai kita. Yang lebih keren lagi neh, Alloh akan ngumumin pada makhluk langit dan bumi kalo Alloh mencintai kita. Benerah loh!!

Dalam sebuah Hadits Qudsy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah, bila mencinta seorang hamba, Dia akan memanggil malaikat Jibril AS lalu berfirman; Aku mencinta
i si Fulan, maka cintailah dia! Malaikat Jibril pun mencintainya dan menyeru dari batang arasy ke langit dunia, katanya, Allah mencinta si Fulan, kalian semua cintailah dia. Maka penghuni langit pun mencintainya.” Rasulullah melanjutkan, “Kemudian diletakkan penerimaan baginya di dunia.” Tuh, DAHSYAT kann??

Alloh-lah sebenarnya aktor cinta paling ulung, pencinta yang mampu membuat langit terpecah, menyebabkan segenap malaikat sibuk luar biasa dan raungan menghunjam bumi.

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim) Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).
 Seperti apa sih cinta karena Allah itu? InsyaAlloh, cinta karena Alloh itu mencintai seseorang lantaran ketaatannya pada Alloh Azza wa Jalla, istilahnya, cinta di jalan Alloh. Biasanya seseorang cinta sama lawan jenis karena memang orang itu suka ato tertarik pada pasangan jenisnya saja (misalnya neh, karena kecantikan/ketampanan, pinter, kaya, ato hal lain yang menarik baginya. Dan tidak didasarkan cinta karena Alloh Tabaaroka wa Ta’aalaa). Hal itu bisa dilihat dari motif dasar dia mencintainya. Apakah dasarnya agama dan keshalihannya ataukah yang ‘dalem kurung’ tadi?

Trus, gimana cara ngedapetin cinta Alloh??? “Katakanlah! Jika kamu [benar-benar] mencinta Allah, ikutilah aku [Muhammad] niscaya Allah mencintai serta mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Katakanlah! Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak mencinta orang
-orang kafir” [QS: Ali Imron: 31-32]. Cintai Dia dengan sebenar-benarnya cinta, kemurnian cinta dan ketulusan cinta, seindah-indahnya cinta, cinta teristimewa, cinta yang paling sempurna, tanpa cacat, tanpa noda, tanpa henti, tak bertepi. 

Karena Maha Tahu, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dengan amat mudah dapat membedakan hamba yang benar-benar mencintai-Nya dengan hamba yang cuma pura-pura cinta karena pamrih. Bila kita cinta Dia, maka seluruh penghuni langit dan bumi akan memperlakukan kita sebagai kekasih mereka sendiri. 

Wallohu A’lamu Bish Showaab


kasih manusia sering bermusim
sayang manusia tiada abadi
kasih Tuhan tiada bertepi
sayang Tuhan janji-Nya pasti…


Nasyidan dulu ahhh…………


Cinta…
Begitu indah terasa

Duniapun slalu tertawa
Mendengar kisah cinta manusia

Cinta…
Mutiara manusia
Fitrah dari Sang Esa

Tumbuh berkembang daun-daun cinta

Karna Cinta tak dusta
Indahnya tumbuh dalam dada

Elok Cinta usang karna manusia

Karna Cinta tak buta
Wajarlah dalam mencinta
Cintailah Cinta karna Alloh semata..

Alloh Semata…

(Cinta, by Fatih)

 

      * *habis ngomong opo tho aku iki??

Mari, permisi…   

Posted in My Self. 1 Comment »

katanya,”Ikhwan bisa lebih jahat, Va….”

Sabtu sore, sebelum aku pulang dari Kampus B. Sambil menyeruput vanilla latte dingin, aku dan ika bertukar cerita. Tiba-tiba kami masuk ke pembicaraan tentang ikhwan.

”Ni Ka, belakangan Ziy banyak sms-an dengan seorang ikhwan. Yah sebatas diskusi-diskusi sih. Tapi lama-lama sebel juga, takut ni orang ngga adil. Khawatir dia Cuma sharing tentang hal-hal kemaren tu ke Ziy aja. Kan jengah juga,”

“ Hati-hati Ziy. Ika mah lebih baik diskusi sama yang ‘ammah sekalian. Soalnya ikhwan tu lebih jahat dari cowok biasa,” gantungnya

“Lebih jahat, Ka?” tanyaku heran

“Va tau sendiri kan, Ikhwan lebih banyak macemnya dari cowok biasa. Seringnya mengelabui, ngga pernah bisa ketebak.”

………..


Aku berpikir. Iya juga sih. Sejauh ini aku udah menemukan berbagai tipe ikhwan. Mulai dari awal sekali aku bertemu dengan ikhwan hafizh saat SMP dulu. Lalu ikhwan yang suaranya lebih lembut dari akhwat. Ikhwan yang TP (Tebar Pesona) well, meski ikhwan tsb memang diacungi jempol tentang jam terbang aksi dan kepeduliannya serta wawasannya. Ikhwan yang suka ngerjain akhwat. Yang kayak gini pernah ketemu lewat YM-an. Ikhwan yang kaku dan keras kepala. Ikhwan yang supel dan humoris. Ikhwan yang pecicilan kalo mesti terlibat via sms. Sampai ikhwan yang hanif banget. Yang benar-benar mampu menempatkan dirinya seperlunya, tidak berlebih-lebihan termasuk dalam adab pergaulannya dengan akhwat.


Tapi ada yang lebih ajaib lagi yang semakin menguatkan aku untuk menyetujui pendapat Ika bahwa ikhwan itu jahat.

Jadi, ceritanya aku mesti berinteraksi dengan seorang ikhwan yang adalah kakak tingkat di kampusku dulu. Karena sebuah sebab, yaitu properti milikku yang tak sengaja rusak saat dipakainya untuk sebuah acara dimana aku juga terlibat di kepanitiaan tersebut.

Awalnya dia minta maaf karena mesti mengembalikan properti milikku tersebut dalam keadaan yang berbeda dari keadaan semula. Dan sudah berkali-kali aku bilang bahwa tidak masalah. Nevermind. Lalu, di sms pun wajar-wajar aja. Tapi lama kelamaan dia jadi aneh. Dia bertanya. Dan tahukah apa yang dia tanyakan? ALAMAT RUMAHKU!

Yang semula dia memanggilku dengan sapaan antum jadi berganti dengan sapaan aku-kamu. Well, aku tetap memberi jarak dengan menggunakan sapaan saya. Tapi apa? Dia seolah tidak mengerti. Dengan gamblang dia bertanya,”boleh tidak, aq minta alamat lengkap rumah kamu?”

Tuing. Ni udah ngga beres nih!

Aku lantas bertanya mengapa. Tapi dia jawab dia tidak bisa menyampaikan maksud inti dari pertanyaannya tersebut. Lalu aku kembali menahannya dengan pertanyaan. Dan dia juga mengulurnya. Sampai akhirnya dia mengaku bahwa dia ingin menyampaikan sebuah pemberian sebagai tanda maaf atas perlakuannya saat itu. Lalu kemudian aku beri opsi. Berikan saja saat di kampus, saat aku kembali kesana sekalian aku memang ada keperluan dengan seorang sahabat. Niatanku adalah agar ada yang mengawasi kami. Mungkin dia jera, dia mal
ah meminta maaf. Bahwa yang dia lakukan adalah kesalahan, dan mengaku bahwa tidak pantas dia bertanya seperti itu padaku. Nah itu tau! Tapi juga dia bilang, dia punya alasan sehingga tidak bisa memberikannya di dalam kampus. Lalu aku balas kembali,”maaf saya tidak bisa memberikan alamat lengkap rumah saya. Saya menghormati kakak. Lebih baik tidak usah ada pemberian itu sekalian, afwan jiddan.” tutupku.

Tapi kemudian dia me-reply balik,”Apakah itu tidak mungkin??kamu mengira itu hal yang mustahil?? Di belahan bumi mana yang tidak mungkin terjadi jika Allah inginkan itu??”

Lama…aku tidak menjawab. Tapi dia terus menanyakan, mengapa tidak membalas smsnya.

Akhirnya, untuk terakhir kali aku balas.”Tolong jangan buat saya pusing. Saya semakin tidak mengerti!”



”Aq tidak ingin membuat ini semakin rumit. Maaf…memang semua ini adalah salahku. Aq yang tak tau diri…jadi..jangan kamu pusingkan lagi!”

….

Haa? Haa? Haa?

Ni orang bener-bener bikin aku jengah. Bikin kesel, marah, sebel. Jadi ingin memaki-maki. Sampai-sampai malam itu aku mengganggu temanku untuk bercerita.

Belum pernah ada ikhwan yang membuat aku sedemikian kesal seperti ikhwan ini.

Aku kesal. Mengapa dia bisa seperti itu?? Aku menghormati dia. Dia di luaran pun adalah orang yang aktif di LDF. Jam terbang kepanitiaannya juga sudah banyak. Tapi mengapa dia berlaku seperti itu?

Yang dia lakukan seolah mencerminkan bahwa dia ‘tidak mengerti’ padahal sudah jelas-jelas dia paham.


Bilakah nanti kebencian yang aku dapati di diriku, lunturkanlah ya Rabb.

Jangan sampai aku merasa kecewa dengan ukhuwah ini, karena sudah banyak yang terkecewakan dan berpaling..

Kembalikan dia, ingatkan dia dengan hidayahMu.

 

Akhwat CAKEP Seperti apa sih..!

Siapa kita? Apakah kita hanya seorang dengan label aktivis dakwah kampus dengan segudang kegiatan?atau seorang akhwat jilbab rapi yang penuh amanah?

Apa yang telah kita lakukan? Apa yang membuat kita begitu bangga dan pongah dengan semua itu? Apakah Allah memang sudah menjadi tujuan utama kita? Apakah memang kasih sayang Allah untuk kita? Atau kita hanya
seseoraang yang bangga dengan sebutan akhwat tanpa upaya perbaikan diri?

Lihat lah fenomena di kalangan akhwat saat ini, ikhtilat, VMJ, chatting,ruh yang kosong, seorang ukhti pernah bercerita tentang sosok akhwat yang saat ini sudah sangat jauh dari figur seorang aktivis dakwah, ana tidak menyalahkan dia, dia sama sekali tak bermaksud mengeluhkan saudari saudari seiman, namun kecintaannya membuat dia prihatin dengan semua yang terjadi saat ini. Kita sering kali menyalahkan para ikhwan yang terkadang menganggap akhwat terlalu kuat, sangat militan sehingga kadang sesuatu yang sebenarnya ikhwan yang sanggup melakukannya dilakukan oleh akhwat, namun apa itu lantas membuat kita lupa bercermin diri? Lihatlah fenomena kader yang begitu menurun semangatnya, Jika saja kita bisa mengambil hikmah dari hal hal yang terjadi di sekitar kita, bercermin pada saudara kita,.



Seharusnya juga ada istilah akhwat CAKEP

1. Confidence

Tentu saja c yang ana maksud di sini bukan chatting yang saya bicarakan diatas….tapi Confidence

Fenomena akhwat saat ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri, bahkan ada seorang ukhti yang menolak saat hendak di beri binaan, dengan alasan belum siap, lantas mau menunggu sampai kapan? Apa kita mau menjadi aktivis ketinggalan yang perlu lama menjadi dewasa di jalan ini? Atau aktivis yang tak pernah dewasa?Ya… memang banyak orang yang masuk ke jalan ini, namun terkadang
ia hanya berdiri saja di tepi tanpa mau melanjutkan perjalanannya dan melihat saja orang orang yang berlalu lalang.

Sungguh fenomena yang tidak lucu saat seorang akhwat menolak binaannya.

2.Adroit,Tangkas

Akhwat tangkas yang bisa membaca situasi

Sungguh banyak akhwat yang kuper, tidak tahu perkembangan saudara saudara saudara seimannya di berbagai belahan dunia..bahkan menjadi orang yang tidak di perhitungkan dimasyarakat, ana sungguh simpati dengan seorang akhwat yang tidak hanya aktif di kampus, namun juga di pandang di masyarakat karena kepintarannya bergaul, tapi jangan sampai menjadi akhwat yang kelewat gaul sehingga kita melupakan norma norma dan aturan, sehingga tak ada lagi figur seorang akhwat saat kita berada di masyarakat

Ana jadi ingat penuturan beberapa teman, ada akhwat yang tidak nampak “ tarbiyah” nya saat berada diantara teman-teman nya. Tak ada maksud ghibah disini, karena sesungguhnya harapan teman-teman kita tersebut adalah jua harapan Allah pada diri kita. Sepakat?

3.Kindness

Pernah dengar akhwat ketus? Judes?


Sesungguhnya warna celupan Allah itu indah bila di bingkai dengan keislaman, lihat saja Umar yang tetap keras atau abu bakar yang lembut setelah keislamannya tetap dengan karakter mereka , dan sungguh indah Rosulullah menggambarkan kedua sifat mereka tersebut.seperti ungkapan Salim A.Fillah” alangkah sunyinya dunia jika semua seragam,biarkan semua melekat sesuai yang Allah lekatkan pada diri kita, maka akan tetap ada akhwat jago karate seperti Nusaibah binti Ka’ab yang menyertai Rosulullah kemanapun beliau bergerak di medan perang, akan tetapi ada yang berkepribadian kuat dan berani seperti Ummu Hani’ binti Abu Thalib, tetap ada yang suka bermanja dan ceria seperti Aisyah, ada yang tetap bisa membentak dan tertawa terbahak seperti Hafsah akan tetapi ada yang lembut dan kleibuan seperti Khadijah”

“Celupan warna Allah . dan siapakah yang lebih baik celuipan warnanya daripada Allah. Dan kepada Allah saja kami beribadah”(Al Baqarah 13 8)

Namun yang kita bicarakan adalah karakter, jauh berbeda dengan sifat, yang bisa kita rubah, jadi tidak ada lagi akhwat judes, suka ngerumpi, berkata kasar hingga menyakiti saudara dengan alasan itu semua karena dari “sononya”…..atau akhwat yang kelewat tomboy, memang ada beberapa akhwat yang terlihat “gagah” atau suka mengenakan sepatu kets, namun sangat berbeda bila kasusnya adalah menggagahkan diri karena ingin disebut tampan?(maksud lo?) ya itu, kadang kita suka disebut akhwat kesatria sehinga menggagah gagah kan diri, baik cara berjalan ataupun saat berbicara. Atau akhwat yang kelewat tangkas sehingga selalu membantah qiyadah dengan alasan ia berkarakter kritis.nah lo?

4. Exclaim

Menyerukan. Aslih nafsaka, wad’u ghairaka

Perbaiki diri sendiri lantas seru orang lain, kalau kita selalu menunggu perbaikan diri lantas baru menyatakan kesediaan untuk menyeru atau menjadi seorang murobbi, sampai kapan gituuuu?, ingat, kita bukan orang suci, namun orang orang yang insya Allah selalu memperbaiki diri, dan saat kita menyeru kepada orang lain yakinlah saat itu akan seiring juga dengan usaha kita untuk memperbaiki diri, dan jangan putus asa de
ngan ampunan Allah, teruslah bertaubat dan tingkatkan ibadah, jadikan orang orang di sekitar kita cermin, antum akan tahu kondisi ruhiyah antum dengan memperhatikan sikap saudari saudari antum. Maka saat antum merasa jauh dari saudari saudari, cek lagi kedekatan antum dengan Allah. Tips yang mudah bukan. Kita akan tahu posisi kita di sisi Allah dengan melihat posisi Allah di hati kita.ok ukhtyfillah?

5. Patient

Patient disini bukan sakit, tapi sabar. Saat kita merasa kaki ini tak kuat lagi berdiri disini, yakinlah itu bukan karena kita lemah, namun karena kita tidak menyerahkan semuanya pada si pemilik semua kemudahan, mengadu saja padanya bahkan seorang Rosullullah saja mengadu pada Nya saat ia merasa goyah, apalagi kita, mungkin ada saatny kita
merasa saudara sadara kita tidak mengerti kondisi kita, atau kita merasa tak sanggup memikul sebuah amanah, jangan berbalik saudariku, jika kita keluar dari jalan ini, hidayah tuhan mana yang kita harapkan, jika saja Allah mencabut nikmat iman dan hidayah ini dari hati kita, tuhan mana yang sanggup mengembalikan?

Tiap kita pernah putus asa, tiap kita pernah lemah, namun tak berarti itu menyurutkan niat kita menuju cahaya Nya.ALLAHUAKBAR!!!!!


Sesungguhnya semua ini adalah jua sebuah cermin diri bagi ana. Keep spirit, keep fight saudariku.
 

No Idea

Ngeblank.. saat ini saya merasa seperti itu. Tidak ada kata, tidak ada cerita, tidak ada yang bisa dibagi. Tugas di kuliah pasca sarjana yang sangat padat membuat jenuh dan memaksa diri untuk mengeluh pfiuh…

Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri seminarnya dosen fisika ITS lulusan ITB bapak Agus Purwanto, dengan judul seminar sama dengan judul buku beliau yang berjudul, ” Ayat-Ayat Semesta”, bukunya kereeeeen punya, betapa hebatnya seorang ilmuwan yang terback-up terbalut nilai religius yang tinggi. Sehingga karya dan pemikirannya, berguna dan menjadi titik terang bagi seluruh manusia. Ya ia seorang scientist dan penulis! Seperti apa yang selama ini ku mimpikan, ketika beliau berkata ,membuat detak jantung berguncang hebat, membakar seluruh nadi dan denyut otak kiri. Hanya bergumam, subhanaLloh.. akankah bisa seperti dia?

Dulu saat menjadi mahasiswa baru, kami yang mahasiswa baru S1 diberi buku saku kopma. Di seluruh buku saku tersebut, semua berisi tulisan yang bermanfaat, tetapi ada 1 lembar yang aneh, dilembar tadi hanya tertulis “No Idea”
dan bergambar jeruk thok, jeruk kecil dan cuma setengah!. Rasanya tidak lengkap rumah ini, tanpa ada kata-kata itu juga, ” No Idea..”.

Teringat diri setahun yang lalu, ketika duduk termenung saat hujan mendesah menyirami rumahku yg asri, sore itu. Saya perhatikan gagang lampu merah bergaya artistik di depan rumah lengkung itu.
Lama sekali mata ini menatap kesana, lampu itu menyinari semua dengan sinar terangnya, agak sedikit redup tetapi menawan. Kelihatan angkuh, tetapi sebenarnya bersahabat. Andaikan lampu adalah buku, ia angkuh karena mahal dan susah untuk menulisnya, tetapi sungguh ia sangat bermanfaat dan menerangi. Aghh.. lampu merah… buyar seketika.. Saya harus mulai dari mana untuk membuat sebuah buku bagus. Duw guru-guru jurnalistik saya, dimanakah kalian???, tolonglah muridmu ini yang kehilangan arah dan semangat, dan juga orientasi diri..

Ada banyak yang ingin saya tulis, ada banyak yang ingin saya bagi, tapi serasa tidak sempat waktu saya untuk memberi kepuasan batin menulis untuk diri sendiri, sibukkah? Iya sibuk banget :. Sungguh, ada banyak yang ingin saya tulis,diantaranya: romantisme pejalan kaki, congculi,khwan genit ( baru setengah!), di jalan dakwah aku menikah (resume buku), dan seikat roti terbagi. Kapan bisa menulis sebuah buku yang bermutu, Hiks hiks menulis kali ini pun
dipaksakan :

I Have no idea for my book… Hv u any suggestion 4 me?
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Akhwat Bekerja

اسلام عليكم

Quote:
Sitti says, “Assalamu’alaykum ini email tetangga,yang menurut ana bagus. sekalian menanggapi pernyataan yang beredar tentang akhwat 2008 yang sebagian besar wanita karier. tidak ada maksud menyudutkan siapapun, seperti salah seorang ukhti ‘01 bilang ke ana. jadi apapun seseorang yang jelas dia sudah punya planning sendiri (ya tri??).dan yang jelas seorang wanita solehah, muslimah sejati, akhwat haroki, ga akan pernah menyia2kan amanah.“


Eva, ” bagus tuh ukh tulisannya.
jadi masukan juga buat akhwat kampus yang ingin tetap bekerja
supaya bisa semakin profesional mengurus rumah tangganya.
jika sudah berazzam untuk all out di rumah dan dunia kerja, insyaAllah antunna BISA!!!!!
tp ana kagum dengan akhwat kampus yang memutuskan untuk all out mengurus rumah tangganya.
mungkin kalo ada syair nasyid “istri cantik dan sholilhah” harus sedikit ditambahkan menjadi “istri cantik dan sholihah serta profesional” .

Diah, ” Wah tema yang cukup “hangat” untuk diperbincangkan, mungkin beberapa temen masih inget perbincangan di CF dl, kl g salah kmaren ad diah, reni, hana, astri ma neng y…
Wah seru, tapi ga ad titik temu, kita semua mentok pada kondisi yang emang sama2 kuat,
Di satu sisi secara fitrah kita emang pengen jadi ibu RT pure, biar bener2 bisa menerapkan konsep istri solehah tea geuning, tapi disisi lain ada pemikiran sekaligus pengalaman hidup seorang ummahat yang menjad
i bahan pertimbangan untuk tetep bertahan menjadi seorang wanita karier, yaitu kondisi ketika sang istri pd akhirnya terpaksa berjuang sendiri membiayai kebutuhan hidup keluarga karena ditinggal “syahid” sang suami, bayangkan kl saat itu dia g biasa nyari ma’isyah jg, mungkin bingung yg bener2 bingung kali y… (eh tp ini cmn asumsi ane sih)
Simalakama memang, mangkanya kita g dapet solusi waktu itu…… wah sekarang mencuat lagi nih..
Tapi dipikir2 lucu juga ya ukhtie fillah kebanyakan dari kita emang kerja, entah sebagai selingan menunggu “pemimpi” hidup kita, atau emang tuntutan keinginan untuk membuktikan potensi diri?

Wallahu’alam smua orang mungkin punya alasan masing2..
Tapi terserah lah dengan semua alasan kita untuk berkarir, yang terpenting adalah menemukan jawaban dari diskusi2 kita tentang ini, yaitu alasan paling kuat untuk kita ambil sebagai bahan pertimbangan memilih jalan hidup kita ke depannya, pure jadi ibu RT atooo.. disambi dengan karier.

Eh enya, teh va kl diah g salah tangkep tulisan itu menekankan kita untuk kembali kepada fitrah muslimah sebagai seorang ibu rumah tangga deh, apa diah salah tangkep y.. “

My Opinions:
Sebelum ane tanggepin tulisan diatas (tmsk tulisan aslinya), ane harus mengatakan dengan jujur kalau sebelum memulai proses ane minta dengan jelas&tegas  ke murabbi untuk akhwat yang 1.stabil =mature 2.have a bright-clear life vision 3.bisa masak. Ane minta seperti ini karena banyak pertimbangan dan diskusi panjang dengan murabbi.

Pertanyaan pertama yang biasa diajukan ikhwan berkisar pada kerja/nggak & bisa masak/nggak. Hayo..ikhwan…jujur ajalah 
Pendapat ane, afwan bagi yang g sepakat-i’m no offense, bisa masak adalah kriteria akhwat yang tau cara memenej RTnya. gak perlu masak sekelas chef di resto, biasa aja asal sehat bergizi. kalau memang selama di kampus gak pernah belajar cara ngurus RT, di rumah juga enggak, trus ngapain aja? Ane diskusi dg MB ttg manajemen RT, kurikulum pendidikan, tarbiyah istri bla…bla…dijawab singkat aja, kalau punya perhatian kesana pasti terlihat.


dan kalau baru blajar setelah nikah, ksian suaminya, ksian anaknya dapet ummi yang full experimental (biasa di lab seh). ndak bgitu penting sarjana ato nggak, toh gak bakal kepake di rumah smuanya, mau masang BTS di rumah?  yang bener aja. RT membutuhkan hal yang lain sama sekali. yang sering dilupakan, meski dibahas panjang-lebar cerita2nya.

Proses pembelajarannya memang panjang, manajemen RT-Kurikulum pendidikan anak-penghargaan thd prinsip2 syuro-hak&kewajiban RT bukan sesuatu yang bisa dipelajari secepat kilat saat mendapat panggilan ta’aruf. Stelah ane memulai proses, ane baru tau kalau ternyata banyak yang merasa ’siap’ tapi sebenarnya cuma ‘pengen’, tanpa pengetahuan memadai. afwan sekali lagi, cerita ini murni denger dari murabbi dan ‘a kind of’ lajnah munakahat di kampus.

More important rules, untuk kita para aktivis da’wah atau yang merasa demikian, LIFE VISION is one of the most important thing. mengapa banyak yang saat ditanya visi hidupnya, nunggu jawabnya kelamaan, atau
baru terpikir? kerja atau nggak? nggak penting banget pertanyaan  ini ada yang lebih jujur, “untuk apa kerja?” ane fikir pernyataan ukh diah lebih jujur. Apa tujuan antum kerja? Sejauh mana VISI yang kita miliki mengarahkan pilihan2 hidup kita. jangan2 kita udah kerja sekian puluh tahun tanpa tahu tujuan kita mau kemana. Kalau tujuannya hanya sekedar cari duit, sepertinya ada pilihan yang lebih profitable. eksistensi diri? ini untuk org2 yang percaya dg feminism dan-sorry- lack of self confident. Saat ikhwan dibebani keharusan mencari ma’isyah utk keluarga sehingga ruang2 da’wah profesi mengecil, bukankah akhwat yang notabene simbol riil dari da’wah bisa masuk ke ruang2 ini?

Antum ingin kerja sesuai bidang antum? go on!
Tapi lakukan dengan VISI, keinginan untuk mewarnai ummat dengan warna Islami. bukan sekedar ’selingan’ menunggu ‘jemputan’. Dan kita lakukan ini dengan profesional, sampai ke RT sekalipun. dan peghormatan thd prinsip syuro InsyaAllah akan menjadi prinsip penting dlm RT kita sebagai aktivis da’wah, patokannya adalah kontribusi kita pada ummat bukan diri kita sendiri.

Nafa’ni w iyyakum
 

Ta’aruf Vs Pacaran

Satu kalimat pembuka yang susah, mau tanya aja, ” Sudah punya pacar belum?” [ lho..?!?!? ]. Pacaran, sudah perkara basi untuk dibahas. Tapi kenapa juga, masih banyak orang yang pacaran. Bahkan kuantitasnya makin lama makin menjadi. Dan lebih miris lagi virus ini menjangkiti mereka yang katanya udah “ngerti” agama. Hayo..?!?!?

Teringat, sebuah pertanyaan teman ROHIS SMA yang sedang futur waktu itu. lantaran ada ikhwan yang menembaknya, [ wuih ternyata mati beneran ]. Dia pernah bertanya, ” Mang kalo mau menikah tanpa pacaran, mang bisa ?” Belum sempat saya menjawabnya ia emberondong lagi dengan pertanyaan yang lain ” Mang bisa kita menikah dengan orang yang ga jelas kepribadiannya?” ” Mang bisa kita langsung enjoy hidup dengan seseoarng yang kita kenal asal usulnya..?” ” Mang bisa…” Belum sempat aku menjawab, dia sudah ngeloyor pergi. Sebuah ekspresi yang sulit sekali aku melupakannya.[ Duw..]

Pacaran, kenapa dilarang?. Sudah ku katakan hal ini sudah basi untuk dibahas. Tapi ingatan itu masih terlalu jelas untuk tidak kutulis menjadi sebuah tulisan. sebuah tulisan yang tidak bermaksud untuk mendoktrin
, tidak bermaksud untuk menggurui, bukan maksud hati ingin menyakiti, dan bukan maksud hati pula sok suci. Open ur eyes, open ur mind. Sungguh.. i love u coz Alloh semata, tulisan ini kutulis untukmu. Sungguh, karena aku sangat menyayangimu, kuberanikan lagi menulis ini untukmu. Sungguh, karena aku sangat menghormatimu kubiarkan lentik jari terus menari.

Teringat lagi, sebuah perjalanan makan malam keluarga bersama umi dan abi. Warung sate, langganan kami. Tiba-tiba datang seorang bapak-bapak datang menyapa, memberikan setuas senyum kecil menawannya. kami-pun tersenyum padanya. Ada perasaan laen yang kurasakan, entah apa itu, hawa yang lain. Tiba-tiba pula datang seorang perempuan berjilbab kecil memberikan senyum manisnya untuk kami, kami-pun tersenyum padanya. Sungguh suatu aib jika membuka aib keluarga, tapi insya Aloh ini bukan aib. Seperti layaknya keluarga yang lain, manisnya keindahan keluarga kurang berasa tanpa garam. Begitu juga sebuah miniatur kebahagian keluarga adakalanya juga terkoyak oleh sesuatu apapun itu, namanya juga kehidupan ada suka dan duka saling melengkapi. Ceritanya, sehabis makan malam itu abi dan umi bertengkar. Sebenarnya ga mau nguping, tapi terdengar sendiri pertengkaran itu, hanya karena kedua orang yang kami temui di Warung sate malam tadi. Usut punya usut, ternyata kedua orang itu pada waktu mudanya pernah terlibat asmara dengan umi ataupun abi, katanya seh sempat pacaran. untung saja pertengkaran kecil tadi, cuman sebentar. Kalo lama-lama pasti saya udah nangis. [ hiks hiks ]

Dari sini saya berkesimpulan, mau ga mau hubungan 2 insan lain jenis, itu mampu menimbulkan kesan tersendiri. Entah itu nol koma berapa persen pasti ada kesan tersendiri, mungkin juga aku dengan kamu yang membaca tulisan ini pernah juga ada kesan. [ halah.. lha kok PD ]. So, boleh jadi kamu yang sekarang yang lagi pacaran, juga akan mempunyai kesan terhadap pacar kamu yang nantinya akan berefek ga baik pada keluarga yang kamu bina kelak.

Teringat lagi, akan sebuah cerita seorang temen yang suka ngajak curhat, ” Pacarku ga pernah bisa memberikan kebahagian kayak pacarku yang dulu.. ” ( sambil terisak-isak ) Saya harus ngomong apa coba, kalo diajak curhatan masalah beginian. Saya bilang nyeplos aja, ” Boleh jadi pacarmu berikutnya juga bilang hal yang sama seperti itu ” [ huu.. jahat banget seeh ]. saya juga ga nyadar juga, kata-kata sensitif itu akhirnya keluar juga, pada dasarnya saya benci pacaran, eh malah diajak curhatan beginian so hilang degh kesabarannya. Tapi ternyata ada ibrohnya juga, yups anda benar cewek tadi sekarang ga pacaran lagi [ Alhamdulillah tenan..]. Pacaran akan menimbulkan efek banding membandingkan.


Belum lagi kalo pacarannya ngenes, alias menyeramkan!. Dari sisi manapun. wanitanya selalu dirugikan. Yach, kalo cuman pegang-pegangan, kalo lebih dari itu lha sangat repot. Enak aja itu cowok, menikmati keindahanmu, sedang kamu ga diberikan imbalan apa-apa, paling-paling cuman rayuan, traktiran, dan barang pemberian, heran ya.. kok mau maunya keindahan diganti dengan barang yang kenikmatannya hanya beberapa detik saja. So, apa pendapatmu selanjutnya? masih mau pacaran?.

Terus kalo ga pacaran, gimana nikahnya?. Ya ta’ruf dong. Ta’aruf artinya perkenalan. Lalu berapa seseoarang memasuki tahap ta’aruf?. Sebenarnya ga ada dalil yang pas yang menerangkan dengan jelas. Tapi klo bisa ya secepatnya. Nah, yang ingin saya tekankan tuh disininya. Kadang memaknai ta’aruf dengan pacaran Islami. Jujur, saya sendiri sebenarnya paling sebel kalo nama sesuatu ditambah-tambahin dengan embel-embel Islami untuk melegalkan sesuatu yang semestinya tidak legal.


salah seorang teman pernah mengeluhkan, lha wong ta’arufnya sudah jalan selama 2 bulan eh kok ga jadi nikah seeh. Ya memang bukan jaminan, ketika ta’aruf langsung jadi nikah. Karena ada faktor x yang mungkin bercokol didalamnya. Trus ada teman lagi yang mengeluh, ” ihh ga syar’i banget seeh.. masak si ikhwan datang mulu ke kost..” yang lain nimpalin ” Eh gapapa no, khan mereka sudah ta’ruf 3 bulan lagi mau nikah ..”. Hah, jadi seperti ini potret remaja Islam kita. [ Sedih campur sebeel ]

Akhi wa ukhty yang namanya ta’aruf itu tuh bukan seperti pacaran Islami. Belum halal untuk dimiliki, walaupun sudah di khitbah. Khitbah ( peminangan ) itu aja sudah yang benar-benar mendekati fase-fase nikah aja masih belum halal untuk diperlakukan sebagai suami/istri. Egh ini malah-malah baru ta’aruf sudah seperti ini. ” Ya Muqollib Al qulub tsabiit, qulubananaa fii diniik! ” wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini selalu dalam agamaMu. Hati sesuatu yang tidak bisa ditebak, susah dimengerti, dan susah untuk dijaga. Seeiring berlangsungnya fase ta’aruf semoga hatimu selalu terjaga, masih terhijab olehNya, masih terhijab oleh takut akan siksaNya. Huallohu ‘alam saya nanti, tapi kalo sudah seperti kasus ini saya sangat benci. [ duw malah curhat..]

Saya sempet kaget, ada banyak metode berta’aruf dengan calon pasangan. Pernah saya berdiskusi dengan salah seoarng teman salafy [ entah salafy abu nida, atau abu isa, atau anu yahya]. Ta’aruf bisa dilakukan dengan 3 metode


1. Melihat muka dan telapak tangan. Ini hadis yang meriwayatkan ada lh0.. Telapak tangan yang bagus seorang wanita [ ini juga kata hadist neeh ..] yang runcing jarinya, dan di pangkal kuku ada putih-putihnya. Semakin lebar putih-putih
kukunya makin bagus, katanya seeh menandakan kesuburan wanita itu.
2. Melihat seluruh tubuhnya. Ya bukan calonnya yang melihat, tetapi menyuruh orang untuk melihatnya, apakah sesuai dengan keinginan atau tidak. Kalo tidak ya sudah dibatalkan, kalo sesuai ya lanjut. Tapi ada yang pernah bilang, calonnya juga gpp. [ wah pas waktu diskusi gitu, saya langsung marah-marah..! huu dasar ikhwan..! Fisik banget seeh]
3. Memberikan biodata diskripsi diri. watak dan fisik tanpa foto. Gitu ..
Beda lagi klo teman dari tarbiyah PKS [ hehhe bukan maksud hati menonjolkan golongan-golongan] hanya biar nampak aja perbedaan metode taarufnya. Setiap kader yang sudah siap nikah diberikan proposal pernikahan, jangan salah proposal nikah ini berbeda formatnya dengan proposal lembaga untuk nyari sponsorship [ hehe ]. setelah proposal nikah tadi diisi, bisa liat form proposal nikah di http:/dudung.net waktu itu masih ada tulisannya. Nah proposal berisi biodata diri, foto dan kriteria calon yang diinginkan. Boleh diberikan kepada calonnya langsung [ kl
o udah punya calon dan calon udah siap nikah juga ] atau diserahkan ke murrobi untuk selanjutnya diproses. kalo udah beberapa proses ta’aruf, eh ternyata ga jadi melulu, maka kader tadi akan diikutkan dalam dauroh. namanya Dauroh SAMARA. Ada 3 tahap dauroh SAMARA, dari dauroh SAMARA 1-3.Selang diikutkannnya dauroh, ia akan terlibat proses ta’aruf terus. Ya namanya juga dauroh SAMARA materinya juga mengulas tentang keluarga abis degh. Metode ini juga pas ta’aruf nya ditemani orang lain, biar syetan ga muncul diantara keduanya. So pacaran, metode pra nikah yang kuno dan ga syar’i berdosa lagi.

Tapi bagaimana mungkin bisa menjaga hati kalo ta’arufnya aja lama banget. Yach gimn lagi ada alasan ini alasan itu yang ga bis aditolelir, kunci nya cuman satu pren, jaga intensitas ketemu. Ga usah sering telpon-telponan, ga usah sering sms-an, klo tinggal nunggu kenikmatan sebentar lagi, kenapa harus nyuri-nyuri, kenapa ga sabar, sedang rosul saja begitu sabarnya menunggu aisyah sejak dipinang pada usia 9 tahun untuk menjadi istrinya, beliau juga manusia yang punya nafsu juga lho.. . Subhanalloh Rosululloh bisa, kenapa kita enggak. So benar-b
enar kita baru dalam kondisi istijrot, sedang diberi ujian kenikmatan maka janganlah lalai. Bahkan ada fenomena ngetek duluan, nembak dulu, nikahnya ntar pas abis lulus, duw lamanya, bisa tahan??. Bisa jamin kamu tidak mati dalam kondisi yang hati yang sakit karena ternodai?

” Sesungguhnya yang kutakutkan atas umatku adalah fitnah syahwat dan fitnah syubhat.. ” Rosululloh aja khawatir ke kita, kenapa tidak boleh aku khawatir terhadapmu.


Teringat lagi orang-rang kereen yang kukagumi, seoarng mbak kost ku dulu di AN-NISA. 3 hari sebelum hari H walimahan, ia mengumpulkan kami sambil makan bareng dia bialng kalo 3 hari lagi ia akan menikah, kita shock abis, kenapa ia ga cerita-cerita sama sekali ketika ia mengambil keputusan besar itu. Dan darinya kami tidak mendapati zina hati secuilpun, wuih kereen, bukanlah keren karena ia modis abis, bukanlah keren karena beliau cantik abis, tapi kereen yang bisa menjaga izzahnya sampai tak pacaran hingga pernikahan. Dan setelah hari H nya subhanalloh sekali ikhwan suaminya itu perfect banget keikhwanannya, sekufu degh. Sungguh alloh maha tahu, siapa yang terbaik untuk hambanya. Dan usut punya usut ikhwan tadi juga ga pernah tuh namanya pacaran, kereen tho. Semua pasti menginginkan yang masih benar-benar virgin hatinya, belum pernah menduakanNya, hingga akupun menginginkan orang yang menjadi pendampingku nanti adalah orang yang menjadikanku cinta pertamanya, belum pernah mencintai orang lain dan berpacaran dengan orang lain.. [ hehe .. just a dream ] Boleh jadi apa yang kita inginkan, tidak sama dengan apa yang kita dapatkan, semua Alloh-lah yang mengatur. Sekarang yang jadi kunci utamanya adalah perbaiki diri dulu, insya Alloh orang yang diberikan kepada kita adalah orang yang selalu memperbaiki diri, amien..!

” Sesungguhnya wanita yang baik untuk lelaki yang baik ”

saling memberi nasehat zaw, nasehati eva juga..
 

Posted in Campur. 0 Comment »

Dasar Akhwat [Part Three]

 Yiii-haaaa….
Pa kabar Prenz Fillah? Khoir kah? Alhamdulillaah…
Yup! Ketemu lagi dibagian ketiga cuap-cuap mengenai   si akhwat. Ada apa dengan akhwat?? Hmm..Sebelumnya qta dah bicarain 4 tipikal akhwat (hayooo…masih ada yang   ingat??). Sekedar mereview aja, 4 akhwat yang dah qta bahas “kemaren” yaitu: Akhwat LEMPER (LEMbut tapi PERkasa), Akhwat SOSIS (SOk SIbuk Sekalee), Akhwat NARASI (NARsis Amat Siee), dan Akhwat GRANAT (GR bANgAAAATTT). 


Nah, sekarang qta akan mengupas tuntas 4 “spesies” akhwat yang lain. Siapa saja mereka?? Mo tau…Mo tau??? Yak! Here we goes…..

5. Akhwat Dopping

Menurut Kamus Ilmiah Populer yang disusun oleh Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Doping adalah semua obat (ramuan, zat kimia) yang digunakan terutama untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan (stamina) tubuh. (Lha trus???) Hohoho….jangan ketipu Pren, jenis akhwat ini sama sekali gak ada hubungannya ama pengertian di atas. Dopping (double P) yang ane maksud di sini adalah DOyan shoPPING (hehe…kecele…!) Aduuh…ampun deh, ni akhwat sukanya belanjaaaaaaaa aja! dari hunting buku, beli baju, jilbab baru, aksesoris, alat-ala
t perawatan en kecantikan sampe ngeborong makanan ringan (camilan). Intinya, bagi penganut paham Dopping ini, Shopping is number one (baca: doyan).
 

 *Model akhwat Dopping

Hati-hati ukh, hal ini bisa sangat merugikan kesehatan, terutama bagi kesehatan kantong. Dan bila sakit ini bertambah parah, maka bisa mengakibatkan penyakit yang paling ditakuti manusia. Apalagi kalo bukan..(jeng..jeng..jeng)…Kanker! alias KANtong KERing (Waduh, ane sangat prihatin sekali pada ikhwan yang mendapatkan tipe akhwat ini karena bisa tekor tuh suami..ck.ck..). Yaah…ane gak bisa berkata apa-apa lagi. Sepertinya udah jelas banget deh efek yang bakal ditimbulkan dari hobby (baca: kedoyanan) yang menyesatkan ini. Ane cuma bisa berpesan, Wahai para akhwat Dopping, insyaflah dan kembalilah ke jalan yang benar (kalo anti gak mau dibilang “koncone” syetan coz pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syetan. hiiii….). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat…
Ayoooo donk akhwaaaattt….Hemaaaaaaaaatttt…!!!

6. Akhwat EM3

Hah? Gak salah tuh tulisannya? yang benar kan iM3 (yee….siapa yang ngomongin kartu perdana). EM3, cara ngebacanya emang sama persis dengan salah satu jenis kartu yang “diasuh” oleh Indosat itu. Tapi asal kalian tahu, akhwat EM3 belum tentu pengguna kartu yang paling diminati en digemari oleh kaum pelajar en mahasiswa tersebut. (murah gitu loch), karena yang ane maksudkan di sini adalah….kalEM, adEM, ayEM, yang disingkat dengan EM3 (jangan protes!).

 

   Model Akhwat EM3

Sesuai dengan namanya, akhwat ini emang lebih “jinak”, pendiem, en keep silent. Mungkin dari jenis-jenis akhwat yang udah qta bahas, tipe inilah yang paling sering qta jumpai. Doi terkesan lembut, manis, ramah, murah senyum, kemayu, bijak, tenang, ato malah sebaliknya??? Diam-diam, tapi menghanyutkan??? Wallaahu a’laam…Yang jelas, tipikal orang introvert seperti ini emang sulit ditebak karena dia tidak mau mengungkapkan apa yang dia inginkan dengan bahasa manusia pada umumnya, melainkan dengan ilmu kebatinan (heuheuh…emang bisa??).

7. Akhwat Dentis

Udah pernah denger istilah dentist kan? Yep! dentist dalam bahasa inggris berarti Dokter Gigi. So, akhwat Dentis adalah akhwat yang berprofesi sebagai dokter gigi (hehe…ngawur!). Dentis (gak pake ‘T’ di akhir kata) adalah singkatan dari DEmeN arTIS (hah? emanga da yah akhwat demen artis??). Oww…jangan salah Pren, Akhwat Dentis emang paling hobby mantengin berita-berita seputar artie en sebritis, apalagi kalo yang diliput adalah artis kesayangannya.
 

model akhwat Dentis

Do’i paling Up To Date ama urusan artis en sebritis. Dia selalu tahu kabar terbaru dari artis fulan en fulanah, lengkap dengan perkembangannya dari waktu ke waktu. Perlu diketahui, kebiasaan buruk ini akan mempengaruhi cara berpikir en apa yang diucapkannya, karena otaknya dah dipenuhi dengan artis, yang sering jadi topik pembicaraan gak akan jauh-jauh dari dunia artis en selebritis yang notabene kehidupannya glamour en hedonis. Barang koleksinyapun berbau artis idolanya. Sampe gaya-nya pun kadang ngejiplak ma stile artis kebanggaannya (Ck..ck.. Namanya juga Demen Artis….). Wuuaaah..Gaswat nih…!!
Bagi prenz Fillah yang menjumpai karakter akhwat macam ini, wajib untuk meluruskan dan mengingatkan saudaranya. Okey?!

8. Akhwat Tumor

Qta semua tahu, bahwa tumor adalah salah satu penyakit berbahaya yang timbul akibat pertumbuhan sel-sel yang tiada terkendali dan bersifat ganas. Yah! Tumor emang ganas. Apalagi jenis tumor yang satu ini. Dia akan sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Penderita akan sangat sulit sekali melakukan kegiatan (rutinitas) dan mudah sekali melewatkan hal-hal penting yang seharusnya dia lakukan. Akibatnya tugas-tugas jadi berantakan dan terbengkalai. Karena doi tak kuasa menahan penyakit yang dideritanya. (Separah itukah). Apa itu? Yah! Tumor>>> TUkang MOloR (eits…jangan menyepelekan penyakit satu ini). Akhwat Tukang Molor bisa tertidur pulas di mana saja
dan kapan saja (bahkan tanpa kasur dan bantal sekalipun). Di kelas saat Dosen menerangkan, di tempat kerja, di kontrakan (apalagii…), di kajian-kajian, ketika liqo’, bahkan saat syuro pun ni akhwat bisa sukses tertidur dengan lelapnya tanpa mengenal ruang dan waktu.

 

  Model akhwat Tumor

Mudah sekali mengantuk, itu cirinya. Gak peduli dengan suasana dan kondisi saat itu. Sebagai contoh, ane pernah menemukan tipe akhwat macam ini di kontrakan sendiri (ops!), yang sewaktu pulang kuliah di siang bolong (padahal di luar sana mentari sedang bersinar dengan teriknya, puanaass banget), eh si akhwat tiba di rumah langsung tergeletak tak berdaya, tidur pulas dengan jilbab rapi dan kaos kaki masih menempel di kaki (ane cuma bisa geleng-geleng kepala, ternyata bukan cuma suasana hujan yang enak dibuat bobo). Yaah..mereka memang tak mau peduli, yang penting tidur dan bermimpi…ZZzzzzzzzzz………………………………

Dasar Akhwat!

 

 Eh, masih nyambung lho yaaah….. 


 

 

Poling Khusus Ikhwan: Apa pendapat antum tentang akhwat...

Poling Khusus Ikhwan: Apa pendapat antum tentang akhwat... 

Assalamu alaikum

Sehubungan dengan buku yang tengah ane tulis, ane membutuhkan bantuan dari antum untuk menjawab beberapa pertanyaan ini.

A. AKHWAT DANDAN
Apakah antum tidak keberatan jika istri atau calon istri antum suka dandan? (Ya/Tdk)
Apa alas an dan pendapat antum tentang akhwat yang gemar dandan?

B. AKHWAT TIDAK BISA MASAK

Apakah antum keberatan jika istri atau calon istri antum tidak bisa memasak? (Ya/Tdk)
Apa alasan dan pendapat antum tentang akhwat yang tidak bisa memasak?

C. AKHWAT AKTIVIS
Apakah antum tidak keberatan jika istri atau calon istri antum aktif berdakwah di luar rumah? (Ya/Tdk)
Apa alasan dan pendapat antum tentang akhwat yang aktif berdakwah di luar rumah?

D. AKHWAT BELAJAR

Apakah antum tidak keberatan jika istri atau calon istri antum melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan paling tinggi? (Ya/Tdk)
Apa alasan dan pendapat antum tentang akhwat yang melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan paling tinggi?

E. AKHWAT ‘NEMBAK’ DULUAN
Apakah antum keberatan jika seorang wanita ‘nembak’ (mengajukan diri untuk dinikahi) duluan? (Ya/Tdk)
Apa alasan dan pendapat antum tentang akhwat yang ‘nembak’ duluan?

Mohon diisi pertanyaan di atas poin per poin. Untuk para akhwat, afwan karena ane membutuhkan pendapat ikhwan, maka disimpan dahulu keinginan untuk turut mengisi atau menjawab pendapat para ikhwan.

Dan agar tidak terjadi polemic, sangat diharapkan balasan email ini dikirimkan via evans(jalur pribadi) ke: diva_evans@yahoo.com


Jazakumullah khoiran katsira

Salam

Evans

 

Drama babak ON Akhwan Nembak Duluan

wah, judulnya menyeramkan! lah, kalo ikhwan ditembak akhwat gimana mau bereaksi, pasti udah mati kan.... kecuali kalo pistolnya ga ada pelurunya  
weheheheh.... mbukan nembak pake pistol loh... nembaknya pake gini nih......

<<drama satu babak ON>>
Akhy yang baik hati.....
sebenarnya, ana sudah lama menaruh perhatian kepada antum.... ana sudah lama tau, antum orang yang sholeh...baik hati....ramah....sabar...peny ayang...
pokoknya, semua kriteria ikhwan idaman yang ana impi2kan ada di antum semua....
terus, ana dengar, antum juga udah siap menikah...
<<akhwatnya diam sebentar. menunduk malu-malu, pipinya memerah>>

akhi yang baik.... afwan kalau ana lancang....
mm.... apakah antum sedang proses dengan seorang akhwat?
<<akhwatnya terdiam lagi. menunduk malu-malu, wajahnya memerah, tangannya mempermainkan ujung jilbabnya. ceritanya, ikhwannya menjawab belum

*pasti suaranya bergetar*>> 

mm... kalau begitu.... Bismillah ya akhy...daripada kekaguman ana ke antum bertambah besar dan sulit dihilangkan..... sehingga menyebabkan ana jatuh cinta buta....lebih baik ana sampaikan saja...supaya perasaan ini tidak berlarut-larut....
<<akhwatnya terdiam lagi. menunduk malu-malu, wajahnya memerah, tangannya mempermainkan ujung jilbabnya. ikhwannya berdebar-debar menanti.. hihi:>>


akhy yang baik.....
bersediakan antum menjadi imam bagi saya, menjadi pemimpin rumah tangga saya, dan menjadi pendamping hidup saya, dalam cinta dan sayang di dalam naungan keridhoan-Nya?
bersediakah antum menampung cinta dan harapan hati saya?


SELESAI ---------------------

 

nah, gimanah reaksimuh?  
 

Akhwat Nembak Duluan

 Assalamualaikum Wr.Wb

Mari kita amati tulisan saudara kita di bawah ini, silahkan di komentari dan kalau setuju jalankan sekalian, dengan penuh semangat. Bagus apa yg disampaikan ukhty kita.

tapi...slogan di awal yg dipakai ga ada yg lain kah?? kenapa masih saja loyal dengan slogan2 itu? apa ga ada yg di hasilkan ulama2 kita? bukan berarti kita tidak bisa mengambil nilai postifnya,

ana kira slogannya menafikan takdir Allah SWT, ekstrim sekali yah...sebagaimana apa2 yg disampaikan ukhty di tulisan2 nya juga ekstrim..meski tujuan sangat mulia, silahkan ukhty hanan komentari yah..juga ukhty2 yg lain

perlu untuk ukhty ketahui...pernikahan, adalah idealnya memang seperti apa yg di paparkan ukhty kita ini, namun
jangan sekali-kali menggampangkan urusan yg satu ini

bukan bermaksud memberikan sanggahan atau sejenisnya, namun tetap perbuatan yg mulia ini-pernikahan-haruslah dengan penuh persiapan yg maksimal dan dengan kesungguhan kemampuan.

bagi saya..sesuai dengan yg dikatakan ust.Anis Matta, pasangan yg dicari bukanlah yg kaya, ganteng atau segala kelebihan lainnya, tidak semua orang ganteng butuh yg cantik dst...yg benar adalah setiap manusia butuh pasangan
yg "tepat" baginya, kita bisa saksikan istri2 dari ulama2 dunia, terkenalkah?

dan banyak orang2 sukses lainnya yg istrinya hanya biasa-biasa saja, apa yg kita ketahui ttg istri yusuf al qaradhawi? aid al qarnhiy?benazir buto? dan banyak tokoh2 lainnya, sekali lagi pasangan yg TEPAT yg dibutuhkan setiap orang, itulah yg semestinya.

kenapa belakangan ini, banyak sekali..bahkan begitu gencar diadakan seminar2 ttg nikah ini...bahkan ana kira sudah melebihi sekali

ukhty rahmie yg menulis ini, berarti ukhty juga setuju dengan poligami?? kenapa tidak ukhty
gencarkan di tulisan ini, bukan kah itu hal yg mulia?? disyariatkan oleh rasulullah SAW

saya teringat, pada hakekatnya saya setuju dengan yg ukhty sampaikan, namun penuh pemahaman yg luar biasa untuk merobahnya sehingga akhwat dan ikhwah2 mampu seperti apa yg disampaikan di tulisan uhkty

satu lagi...tidak semua hal yg di HALALkan-spt hal akhwat nembak ikhwah dan juga poligami-harus atau mesti kita jalankan.

ukhty fillah...apa yg dicontohkan oleh ukhty kita ttg bersileweran di jalana
n,
berboncengan dan sebagainya adalah yg dilakukan orang2 ammah, sementara menurut pemahaman ana tulisan ini ditujukan pada kader dakwah yg aktivitasnya di penuhi dengan kebaikan2 dan interaksi dengan al quran

apakah ukhty memungkiri..klo sekiranya belum sanggup, berpuasalah. hal ini dilakukan saudara2 kita yg menegakkan diin ini dengan penuh semangat.

lalu, knp tulisan yg bagus ini-ana yakin ini memprovokasi kita semua-dilengkapi dengan contoh2 yg tidak ditemukan pada saudara2 ukhty? klopun ada itu kasus.

ukhty fillah...semestinya , tulisan ini di dahulukan dengan persyaratan dan persiapan2 pernikahan dan segala macamnya, dikhawatirkan, ada yg membaca ini, lalu langsung menjalankan tanpa perhitungan.

sesungguhnya...tidak hanya pernikahan lah satu2 cita2 kita.

bagi yg akan nikah , jangan lupa undangan untuk Balikpapan ya....

 
 
Nembak duluan? Jangan takut!

NEMBAK DULUAN? Jangan Takut!




Yang pasti-pasti aja!”

Ingat slogan iklan TV ini? Bukan untuk mempromosikan minuman produk Amerika yang membantu kaum zionis Israel itu, tapi dalam kalimat ini, saya sependapat. Betapa banyak hal di dunia ini yang tidak pasti dan sangat rawan untuk
terus difikirkan. Angan-angan berpanjangan bisa meluap dari situ. Baik, langsung saya spesifikkan, misalnya dalam mencari pasangan hidup.

Seorang perempuan yang sudah baligh sebenarnya adalah adalah kewajiban wali, orangtuanya lah untuk menikahkan dengan laki-laki yang sholeh. Alternatif lain, kumpulan orang-orang shaleh di sekitarnya bisa menggantikan peran itu. Tapi tidak selalu dua kondisi itu bisa digenapkan. Misalnya orangtua tidak bisa memutuskan mana laki-laki yang sholeh atau setelah sekian lama, belum ada ikhwan yang tergerak untuk melamarnya. Sedangkan urgensi menikah itu semakin kuat menelusup di celah di jiwa, kerinduan akan membangung keluarga Islami memuncak, ketakutan tergelincir pada kemaksiatan yang semakin membumbung atau kasus-kasus tertentu yang membuat pernikahan harus segera dilaksanakan. Kadang kata akhi Salim A fillah,dalam bukunya Agar Bidadari Cemburu Padamu, menawarkan diri bagi akhowat adalah pilihan yang agung.

Menawarkan diri pada lelaki yang pasti. Pasti agamanya, pasti kualitas akhlaknya. Di sini yang tak pasti cuma
satu,diterima atau tidak. Dan ditolak bukanlah kehinaan, hanya ladang kesabaran yang insyaAllah menjadi taman-taman berbunga cantik pahala. Daripada menunggu yang tak pasti, tak pasti agamanya ,tak pasti akhlaknya. Bahkan tak pasti pula datangnya.

Memalukan! Tradisi mengajarkan kita demikian. Perempuan yang menawarkan diri untuk menikah pada laki-laki dianggap tidak tahu kesopanan. “Kaya ngga laku aja” atau “Kegatelan banget sih cewenya”. Komentar seperti itu sungguh kejam dan tidak adil. Apakah memalukan untuk menggenapkan setengah dien, separuh agama? Adakah dal
am ingatan Anda, ibadah yang melebih setengah agama? Sementara perempuan yang berseliweran berboncengan, nonton berduaan, di café-cafe berpegangan tangan adalah hal yang dianggap hal biasa. Sudah jelas, kebenaran dan kemuliaan tidak terletak pada pendapat orang kebanyakan.

Ada juga yang mengemas pemikiran kuno itu dengan bentuk yang tampaknya lebih elegan “ Kalau imannya kuat, pasti dia akan sabar menunggu ikhwan datang melamarnya” 

Hhh..saya hanya bisa menarik nafas panjang sambil menuturkan cerita ini.


Anas ibnu Malik, Radhiyallahu ‘Anhu berkata: 


Ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Ia menawarkan dirinya kepada Rasulullah “Apakah engkau membutuhkan diriku?”. Anak perempuan Anas hadir dan mendengar kata-kata wanita itu, lalu berkata ”Alangkah memalukan dan betapa buruknya”. Mendengar itu, sang ayah (Anas ibnu Malik) menyahut ”Dia jauh lebih baik darimu nak. Wanita itu mencintai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya kepada beliau” (HR Al Bukhari). 

Dengarlah, dia jauh lebih baik dari kamu!

Atau bahkan ada beberapa “oknum” ikhwan yang entah dari mana mendapat generalisir ini “Kami,para ikhwan, pada hakikatnya punya insting memburu, dan aneh sekali bila akhowat yang mendekati” 

Coba tengok lagi cerita tadi, adakah Rasul berkata “wahai wanita, aku seorang laki-laki, tidak pantas bagimu menawarkan diri”?

Dan bisakah sekarang Anda menjawab, wahai lelaki, siapakah engkau dibanding Rasulullah??

Ohya, perlu sekali saya tekankan, saya tidak sedang bicara tentang “nembak” dengan senjara berlaras itu lho…Ngerti
aja kan? Tapi juga bukan tentang “nembak” seperti yang muncul di reality show yang mengklaim dirinya reality show cinta pertama di Indonesia itu. Sungguh, bukan itu. Kalau nembak jenis itu sih, saya sangat berharap Anda sudah mengerti tentang ketidakbenarannya. Nembak yang mulia bukan aplikasi kreatif ketidaksabaran, kekonyolan dan maaf, agak tidak tahu malu terhadap pelanggaran perintah Allah seperti itu dan jauh sekali dengan ikatan suci pernikahan. Tapi sssttt, katanya rating acara itu selalu tinggi. Anda tidak termasuk salah satu yang menaikkannya kan?

 Ohya (lagi), saat perempuan mengajukan diri untuk menikah, itu juga harus melalui pertimbangan dan cara-cara yang mulia. Ga mungkin dong, ketemu di perempatan lalu langsung minta dinikahi? Hehehe.. Bisa dengan minta diwakilkan orangtua, atau lewat orang-orang sholeh yang bisa dipercaya. Dan sudah seharusnya ada musyawarah sebelumnya dengan mereka dalam hal pemilihan calon agar sisi subjektif dapat dikendalikan. Misalnya karena dilihat cakep, sarjana, mapan kerjanya, kita menjadi lupa pada sisi akhlaknya yang pas-pasan. Tidak salah sih bila menginginkan ikhwan ganteng, pinter dan sebagainya tapi pertimbangan agama dan akhlaknya haruslah yang utama. 

Hasan bin Ali berkata “ Nikahkan puterimu dengan orang yang bertakwa. Sebab bila ia mencintainya pasti akan menghormati dan memuliakannya dan bila ia tidak mencintainya pasti ia tidak akan menzhaliminya”


Sambil berikhtiar, jangan lupa sholat Istikhoroh berulang kali. Petunjuk Allah adalah kemestian yang mesti dimohon selalu. Agar kita tidak menjadi hamba yang disindir Allah lewat ayat ini. 

…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al Baqarah :216)

Kadang sebenarnya, bukan karena ketidaktahuan yang membuat para ikhwan melambatkan pernikahan. Tapi semata karena ketidakpedean terutama masalah mahar dan ma’isyah. Nah, akhowat yang seyogyanya
juga ikut meyakinkan mereka bahwa Anda berani untuk menanggung bersama. Berani menjalani proses kehidupan apapun bentuknya. Kegembiraan, apalagi kesusahan. Anda berani, bukan? 

Ya, karena kadang ikhwan-ikhwan itu perlu dipecut agar tidak lagi menjadi pengecut. Agar mereka bertambah kuat iman kepada rezeki Robbnya dan tambah kreativitasnya. Pernikahan terbukti adalah salah satu bentuk media percepatan diri yang sangat efektif. 

Lalu, biarkan Allah membantu.

 Sudah ya, kita tutup dulu pembahasan ini. Sekarang waktunya menajamkan usaha memperbaiki diri dan memperkokoh niat. Memang perlu perjuangan untuk mengubah masyarakat dengan tradisi-tradisinya. Tapi setidaknya Anda tahu bahwa tradisi itu harus diubah. Dan Anda bisa memulainya lebih dahulu.  

Dalam suatu pertemuan, ada seorang teman berseloroh “ Jodoh itu di tangan Tuhan, tapi kalau tidak diambil-ambil, ya akan di tangan Tuhan terus”

Hal itu tidak urung memancing tertawa teman-teman yang lain, termasuk saya juga. Tapi untuk anda, wahai perempuan, semoga kelakar tadi semakin menguatkan. 
  ***


*untuk murobbiyahku tercinta...
"ini utang tulisannya mba...kisah kemarin sudah ada endingnya, bukan sad atau happy ending, tapi insyaAllah its the best ending...^_^ jazakillah untuk semua dukungannya ya mba sayank..."

 

BY Evans

SABAR MENYONGSONG PERNIKAHAN

                                                                                         

Sikap sabar sangat diperlukan manusia ketika ditimpa ujian, ketika menunggu sesuatu, dan ketika ingin berubah.

Bagaimana dengan urusan menikah ?
Membahas pernikahan berarti membahas masalah taqdir. Dan inilah ujian bagi sang penanti, sabar menanti datangnya jodoh dengan meyakini rahasia ALLAH tentang yang satu ini.

Ujian ini sangat lekat dengan ujian aqidah. Tidak sedikit orang yang berputus asa untuk menjemput taqdir ini, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Bahkan syetan yang ingin memperbanyak temannya di neraka menyusup, menggoda manusia untuk mencari peruntungan jodohnya ke dukun. “Cinta ditolak, dukun bertindak..” begitu katanya.


Seorang hamba ALLAH yang sholih tidak seharusnya tunduk kepada kemauan syetan, lantas menyerah dengan ujian ini. Maka, kesabaran sangat diperlukan. Ada tiga kesabaran yang perlu ditanamkan dan diperkuat dalam jiwa sehingga menjadi tembok besar penahan ujian. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghindari maksiat, dan sabar dalam menghadapi musibah.

Sabar dalam ketaatan, artinya teguh menjalankan ketaatan-ketaatan yang diperintahkan oleh ALLAH dan RasulNYA. Seorang penanti yang sabar akan selalu teguh dijalan ketaatan, sehingga proses-proses yang dijalani menuju pernikahannya pun dijalankan sesuai ketentuan dan ketetapan ALLAH dan RasulNYA. Mulai proses pencarian,
perkenalan, silaturrahiim, khitbah, sampai ijab kabul semuanya berjalan di atas rel ketaatan. Dan niat yang ikhlas karena ALLAH SWT adalah kuncinya. Karena syetan tidak akan berhasil menjerumuskan orang yang ikhlash.

Sabar dalam menghindari maksiat, artinya seorang penanti senantiasa teguh menanti dengan menghindari seminimal mungkin godaan-godaan yang melintas di depannya. Kedekatan kepada ALLAH menjadi kuncinya, yaitu melalui ketaatan yang terus menerus. Sesuatu yang diisi dengan kebaikan, maka keburukan akan menjauh.

Musibah kapan saja bisa terjadi, termasuk berkaitan dengan persiapan pernikahan. Ada yang calonnya meninggal di waktu-waktu dekat pernikahan. Ada salah satu pihak yang tiba-tiba membatalkan saat undangan sudah menyebar.
Inilah ujian yang bisa saja menimpa dengan sekonyong-konyong. Keyakinan kepada ALLAH dan taqdirNYA menjadi penguat langkah untuk tegar mengahdapi musibah.

Sabar adalah kekuatan seorang mukmin. Tetapi sabar bukanlah pasif yang hanya menunggu tanpa berusaha dan berdoa. Sabar dalam usaha dan doa adalah termasuk sabar dalam ketaatan.


ALLAH telah berfirman,

“Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah keadaaan sebuah kaum sehingga ia merubah apa-apa yang ada pada dirinya “( Ar Ra’d : 11).

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat “(Al Baqarah : 153 )

Wallaahu a’lam, semoga kita semua dikaruniai kesabaran dan keikhlasan dalam menempuh jalan ketaatan. Aamiin .


Posted in My Self. 0 Comment »

Sabar n Ikhlas, That’s the Key

Berbicara tentang kehidupan, mungkin akan banyak yang berubah dari masa ke masa. Makin banyak asam garam masuk ke tubuh kita, semakin banyak pula seseorang banyak belajar tentang kehidupan, entah suka maupun duka. Tapi sebenarnya ada esensi yang ga berubah dari zaman ke zaman, yang membuat seseorang terus mampu untuk menengadah menghadapi hidup. Tak ingin banyak berkata, mungkin saya ga sepintar anda yang membaca tulisan ini, saya hanyalah seorang anak kecil yang berbicara tentang kehidupan yang sederhana. Tapi harapan dan semangat berbagi akan tetap ada dalam setiap goresan tinta yang terukir.
< BR>
Hati seseorang seberapa bening, tak ada yang tahu. Hati seseorang seberapa tulus mencintai, tak ada yang tahu. Hati seseorang seberapa sabar menghadapi uji, pun tidak ada yang tahu. Hanya seseorang yang memiliki hati itu sendiri dan Zat yang Maha Mengetahui. Karena memang begitulah karakteristik amalan hati, ia tak bisa berkata, pun ketika berkata belum tentu kenyataanya demikian. Sedalam-dalam lautan pun masih ada lautan lain yang masih dalam.
Sederita luar biasa yang kita rasakan ternyata ada yang lebih menderita. Dan justru ketika kita melihat orang yang menderita, ternyata ia sendiri tidak merasakan deritanya sebagai suatu penderitaan. Memang aneh dunia ini, semuanya serba semu, ga ada yang Trivial [Trivial bahasa Fisika artinya Jelas!].
< BR>
Mari saling berpegang, biar tidak saling jatuh. Berpegang dengan apa yang telah kita lihat dalam kehidupan ini. Saling menceritakan apa yang kita lihat, saling menguatkan dan saling mendoakan. Semoga kita termasuk orang yan
g cerdas dalam bersahabat dengan kehidupan.
< BR>
Teringat, 2 tahun yang lalu saat saya KKN, saya ditembak teman-teman untuk mengisi kajian ibu-ibu [weks! Yang benar aje men!]. Klo nembaknya 3 hari atau 2 hari sebelumnya mah ga begitu masalah, ini ga ada H-3 jam [pendholiman masal neeh!], selama ini ngisi kajiannya untuk kalangan mahasiswa egh tahu-tahu disuruh di kalangan ibu-ibu ga ada persiapan lagi, tapi ga ada alasan untuk menolak. Tarik nafas, dan lakukan yang terbaik. Untung saja, saya punya teman didaerah sekitar tempat kajian, akhirnya menyabotase buku-bukunya.
< BR> Gaswatnya, tahu-tahu semua dalil yang duluw pernah dihapal hilang semua, tenang… masih ada sms, segera saya sms teman-teman suruh ngirim dalil materi kajian. Bingung juga waktu itu mau ngisi materi apa, yang kepikir adalah ‘sabar n ikhlas’. Pfiuh, diluar perkiraan ternyata ibu-ibu nya bisa nyanthol, dengan bahasa yang cukup belepot jawa –nasional, n kontemporer, giliran kontemporer si ibu-ibu pada lingak-linguk. Pun saya ga sadar klo saya pake bahasa planet untuk mereka. Tapi mungkin ujian kesabaran n keikhlasan saya waktu itu ga sederas akhir-akhir ini
. Dan malam ini saya kepikiran nulis ini karena terlalui mengusik kepala, setiap masa usia ujiannya berbeda-beda, kita nganggepnya ujian bagi yang lain entheng tapi ternyata bagi orang itu.
< BR>
Samudra itu bernama hati, hati yang bisa merasa saat kita sedih atau senang. Namanya samudra, ya harus luas. Nah itu dia, meluaskan hati dengan sabar n ikhlas, that’s the keys. Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, ia telah siap memberi yang lebih baik.
< BR>

Sabar, sabar, ikhlas dan ikhlas. Belajar ikhlas lebih susah daripada belajar kuantum. Belajar sabar pun butuh jam terbang tinggi. Seorang anak kecil dengan kulit terbakar matahari sambil membawa koran, seakan ia berkata mungkin kau lebih beruntung dari padaku teman, ya mungkin kau lebih beruntung karena kulitmu putih bersih, tanganmu tidak kotor seperti kami. Dan seorang bapak dengan kacamata minusnya pun berkata pada dirinya, mungkin aku tidak seberuntung si A yang bisa menyekolahkan anaknya hingga ke Yogya, dan mungkin kita-pun tak tersadar pernah berbisik andai saja ku punya lebih dari yang lain, punya keelokan fisik lebih, kepintaran otak lebih, teman-teman yang banyak, punya pendamping hidup yang cuantik n gantheng, punya penghasilan yang buanyak dsb. Ukuran normatif dunia, standard penentuan derajat martabat seseorang.
< BR>
Sabar, sabar, ikhlas dan ikhlas. Kunci keindaha
n dalam hidup, dan kecantikan hati. Saya mengenalnya sebagai anak kecil, anak kecil yang belum tahu banyak tentang kehidupan. Hingga saya akhirnya harus mendelete asumsi saya tentang dia. Namanya de’ Ani. Seorang gadis kecil yang manis, periang, seorang aktivis rohis di SMP nya. Saya paling suka melihat mata seseorang, ada sesuatu yang luar biasa dimatanya. Tak ada hujan tak ada angin dan tak ada badai, sebuah kanker leher stadium 4B merangkulnya. Sudah bergelas-gelas muntahan darah yang ia muntahkan setiap hari, sudah sangat kurus badannya. Dokter sudah mematoknya ga bisa sembuh dan umurnya sudah tidak lama lagi, ia tak sama sekali sedih dengan hal ini, apalagi ibunya terus optimis, dan keoptimisannya itu membuat saya tidak kuat memakan makanan yang begitu banyak terhidang di meja makan kala itu. Terasa berat walau hanya dengan menelan ludah. De Ani.. andai kau tahu kau orang yang hebat, gadis kecil yang hebat dengan mata yang indah. Indah karena kesabaran dan keikhlasan. Semoga Alloh memberi kekuatan lebih pada-mu de’…
< BR>
Selembut sutra kasih, kasih yang disulam dengan harapan dan doa setiap saat. Doa dalam tetes air mata pelabuh kapal impian dan cita-cita. Ketenangan adalah maharnya, kebahagian adalah lilinnya, dan pengertian adalah lambang cintanya. Bersemilah terus dihati duhai perindu cinta. Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari. Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan. Semua proses yang baik, butuh kesabaran yang lebih. Kupu-kupu yang cabtik, harus rela digedong sebagai kepompong. Mutiara yang elok haru
s rela bersemedi lama untuk menghasilkan warna yang gemilang. Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Begitu pula perjuangan rosul menyebarkan cinta untuk umatnya, tidak hanya satu tahun. Cinta yang suci berbuah sabar dan ikhlas untuk semuanya, untuk sesuatu yang lebih baik.
< BR>
Kadang Allah mendatangkan Petir, Menyembunyikan Matahari Dan kita menangis dan bertanya kemana hilangnya matahari, Rupanya kita tak tau akan diberi pelangi olehNya.
< BR>
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan
mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS 18:28)  
< BR>
Jangan terus merasa rapuh, karena banyak yang membersamai langkah kita. Sabar n ikhlas mungkin susah untuk dikedepankan saat ini, tapi harus selalu dibangun sebagai fungsi logaritma dasar kehidupan. Kala bibir digigit, tangan menggenggam pasrah, bola mata menciut, air mata meleleh, menahan sakitnya derita dan ujian, kau tahu dan kau rasa kita saat ini kita berada dalam kondisi paling lemah, tapi sebentar lagi Ia akan berikan kenikmatan yang terhingga harganya. Biarkan kesakitan-kesakitan ini menjelma menguasai jiwa, semoga ia mengganti rasa sakit ini dengan kenikmatan dan keberkahan, ketika kita sudah sabar n ikhlas dengan sesuatu yang memang ditakdirkan untuk kita. Sabar n ikhlas its the keys. Semua nikmat yang ada di diri kita adalah amanah, bukan suatu hukuman atau pemuliaan. Dalam riuh batinmu, apapun itu sebahagia atau semenderita kau saat ini, selalu memohon untuk semua tera
sa nikmat untuk dijalani, biarkan kata-kata ini menjadi teman dalam hatimu.
< BR>

“ Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amatlah sangat terbatas, sedang pengetahuan Alloh meliputi segalanya, Ia maha tahu apa yang terbaik bagi ku sedang aku tak tahu apa yang terbaik bagiku, keputusannya selalu yang terbaik, dan diriku pun harus husnudzon terhadap semua keputusannya. “
< BR>
Created special for
1. Seorang teman yang baru saja saya kenal (belum 7hari) dari web ini, lanjut via YM. Seorang ukhty yang mempunyai episode hidup dalam pertarungan kehidupan, semoga tetap bisa istiqomah ukh… Ujian ku tidak seberapa dibandingkan ujian anti. Ya mungkin saya jadi kebukak kenapa saya harus mengeluh terus sementara bersyukur lebih banyak menuai hikmah. Berusaha yang terbaik dan berusaha untuk menjadi orang yang baik, dan juga berusaha untuk menjadikan baik orang lain.
< BR>
2.Seorang adik angkat, Muh Adhib Ulil Abshor Barokallohu lakum .. semoga pernikahannya penuh dengan berkah, (28 Februari 2008). G aada petir ga ada hujan, ternyata ngambil jalan yang ini, met menempuh hidup baru ya Dhib..

< BR>
3.Sahabat saya, Ian Aswad barokallohu lakum.. semoga pernikahannya penuh dengan berkah (9 Maret 2009). heheh sahabat yang baik banget! Lucu keinget yang duluw, saya di kaderisasi beliau mas’ul nya, yang mimpin syuro n liqo bidang ikhwan beliau, anehnya yang disampaikan kultumnya selalu aja tentang nikah dini, waduw blenger n stress imelnya, lawong mahasiswa baru dagh dicekokin beginian, alhamdulillah sekarang dagh bisa ngebuktiin apa yang dikultumkan selama ini, hehe! Saluts pak!!
< BR>
4.Seorang teman, Mas Dyan barokallohu lakum.. semoga pernikahannya penuh dengan berkah ( Agustus 2009).
Undangane oey oey gek ndak di sebar, selak penasaran.
< BR>
5. Ellyn (16 Juli 2009 ) Barokaohu lakum.. hv a nice trip in the word, happy anniversary
 

ck…ck .. GB gitu?

 ” ck..ck.. abang itu ga mo liat gw..padahal khan gw cuma mo nyerahin ni proposal.” Keluh seorang cewek di remang-remang jalan. Yang diajak bicara menimpali ” takut jatuh cinta kali” disambut tawa
keduanya.


Ehm, Godhul Bashor (GB) begitulah saya menyebutnya. Godhul Bashor secara harfiah artinya menundukkan pandangan. Anda tahu, menundukkan itu apa?, Berbeda lho ma ospek di kampus sang tatib menjerit ” Tunduuuuuk De’!!!”. Aturan yang membatasi sebagai hijab antara ikhwan dan akhwat. Kenapa harus ada hijab, ya untuk membatasi keduanya untuk melakukan ikhtillath.

Terus terang saya menulis artikel ini bukan untuk menggurui saudara semua. Atau justru saya yang harus banyak berguru pada pembaca sekalian. Artikel ini dibuat tidak lain untuk menasehati diri saya sendiri karena pikiran iseng
saya, yoa lanjut.

Ikhtilath(campur baur dengan lawan jenis) jelas ga boleh,semua setuju itu. Tapi seberapa batasannya, suatu yang abstrak dan siapa yang berani memberi batasannya. Sangat mungkin sekali terjadi ‘dzon-dzon’ walaupun itu sangat sedikit. Tapi bukan karena hal itu, kita menjadi makhluk yang tidak bersosialisasi dengan yang lain. Masalahnya adalah bagaimana cara kita memanage agar pada ’sebelum’,’saat’, dan ’setelah’ pertemuan itu tidak membekas sesuatu apapun dari pihak lawan jenis. Sekali lagi ini tentang pertemuan ikhwan dan akhwat, mungkin masuk kedalamnya syuro’.


Dari pembuka artikel ini riskan memang, inginnya menegakkan sunnah dengan GB, tapi dimaknai lain oleh orang lain yang tidak sepaham dengan kita, apalagi ranah umum sosial dan budaya, ranah kampus lagi.Saya jadi berpikir kembali, memangnya yang disebut GB mempunyai arti sesempit itu. Menurut saya istilah ghodhul bashor bukan sekedar ghodhul ‘ain, meskipun kita bisa melakukan ghodhul bashor dgn cara ghodhul ‘ain. Tapi tdk setiap ghodhul ‘ain itu berarti bahwa seseorang sudah tunduk bashornya. bashor sama ‘ain itu kan beda…orang buta sangat bisa jadi punya bashor walaupun a’innya ga
bisa melihat. Pandangan merupkan racun bagi hati, sepakatkah? “Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : “Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis.” Untuk hijab setinggi dan sebesar apapun takkan bisa menghijab diri kita apabila bashor kita tdk tunduk, tdk tenang, dan selalu
jelalatan tapi ga ada larangan utk make hijab kain kok… tapi ingat bahwa kain cuman alat pembantu diri kita utk berhijab!
kumaha? bisa dipahami kan?

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)
Dalam tradisi pemikiran Islam hal semacam ini kayaknya juga dikenal
. Ada kaedah Ushul Fikh yg berbunyi: “Al-’Ibratu bi ‘umuumi’l lafdzi laa bi khushuushi al-sabab”, artinya satu teks itu harus dipahami sesuai dg maksud umum yg dikandungnya dan bukan sesuai dg penyebab khusus munculnya teks tsb. Memang ada kaedah tandingan yg berbunyi: “Al-’Ibratu bi khushuushi al-sabab laa bi ‘umuumi’l lafdzi”, hanya saja sebagian besar ulama berpegang pada yg pertama.

Nah, sekarang kita pahami bersama bahwa godhul bashor itu sunnah tidak hanya menundukkan mata tapi juga menundukkan hati. Berproses menuju kesana bukan langkah yang sangat mudah, tapi perlu perjuangan. Semangat Mel… ^0^!!

Sebenarnya Ghadhul Bashor ini hanya merupakan salah satu cara untuk menjaga / menahan (iffah). Masih banyak teman-teman Ghodul Bashar lainnya misalnya memelihara sikap malu, tidak banyak bercanda,tidak berkholwat,tidak berjabat tangan dengan laki-laki dsb.

Saya jadi teringat, kemaren salah seorang teman bertanya ” Mel, gimn cara godhul bashor.” Saya tersenyum tipis, Kalau secara teknisnya siih mungkin yang ikhwan cuma melihat di ujung-ujung jilbab akhwat saja, tidak melihat wajah. Saya rasa ini cukup untuk menjelaskan Ghodul Bashar untuk kategori Godhul ‘ain. Tapi untuk ranah lainnya umum dan antum rasa tidak bagus kalo melakukan GB ya Hijabi hati antum saja.[^_^]

Karena mungkin waktu itu saya masih ngeblank [he.he.he..biz ujian] saya jawab sekenanya ” Nikah Aje..!!”
Tapi Buru-buru saya cek lagi, ada pembatasnya bung… !! nih dia,…


“Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya.” (An-Nur: 33)
 

I’m a Moslem Women, Not Only Women!

Bicara mengenai wanita, memang selalu tampak indah. Mulai dari geraknya, bicaranya, semangatnya, serta kegigihannya. Itu baru wanita biasa belum wanita muslimah. Tentu saja muslimah lebih keren daripada wanita biasa. Bagaimana tidak keren, seorang wanita yang terbalut rapi jilbab menjulur di tubuhnya mempunyai keanggunan tersendiri. Bukan hanya anggun segi fisik tapi anggun dalam keluasan fikroh ( pemikiran), Keanggunan An-Nafsiyyah ( kepiawaian psikologis), keanggunan Syari’ah ijtima’iyyah ( sosial ), dan tidak pula ketinggalan keanggunan Al Qiyam ( nilai-nilai Islami).

Tak heran, “A Moslem women” mempunyai bargaining position lebih tinggi daripada “women” saja. Mereka yang sengaja memamerkan kiyut face dan sexi tubuhnya yang membuat bengong dan ngiler para penjelajah dunia friendster. Dan mendapatkan gelar top girls record friendster mah bukan apa-apanya dibandingkan seorang “A Moslem Women”. Mereka itu hanya pantas untuk dinikmati tetapi tidak pantas disayangi, begitu kata teman saya.
Sejenak kita perhatikan, betapa mulianya seorang muslimah dibandingkan dengan wanita biasa.

Tapi anehnya, seorang muslimah cenderung minder dengan identitas dirinya sebagai seorang muslimah. Sedang infus kajian dan liqo’ tak memenuhi suplemen gizi dalam ruhiyahnya. Ia biarkan dirinya hampa, ia biarkan hatinya meronta, sedang ketika ia bercerita permasalahan hidupnya dengan lain jenis, kehampaannya telah sirna seketik
a. Whats happen with u moslemah?

Teringat sosok Lubabah, dengan nama kunyahnya ummu fadhl, seorang yang mampu mengkader 6 orang anaknya untuk menjadi seorang yang muntij. Sehingga pengetahuan dien seorang Abdullah bin Abbas dapat kita dulang sampai sekarang. Seorang Asma’ binti umais juga berhasil membina ke-3 anaknya tumbuh menjadi searang anak yang akhlaqnya mirip dengan RosuluLloh, serta kesabaran menghadapi cobaan ketika suaminya kehilangan 2 tangannya dan keuletannya dalam berdakwah serta kebijaksanaannya dalam menghadapi hidup.

Yang terkenang dari seorang “ moslem women” adalah kemuliaan dunia akhirat yang tak tergantikan oleh apapun. Kemuliaan yang bersumber dari rasa takut yang luar biasa kepada Robb-nya, kemuliaan yang bersumber pada ketauhidan yang tinggi pengharapan surga dengan kerinduan bertemu dengan wajah Alloh. Jika ia sudah mengkristalkan keyakinan dirinya akan hal itu, maka segala coba dan derita tak akan mampu menembus keyakinannya, tak akan menghampakan hatinya, tak akan pula membuatnya lelah untuk bergerak. Terpatri dalam dirinya untuk berbuat lebih tidak sekedar sebagai “women” tapi seorang wanita yang bangga dengan ajaran dienya, seorang “ Moslem Women”.


Silahkan jujur pada diri sendiri, untuk sekian perubahan kita dari wanita biasa menjadi wanita muslimah, begitu banyak hal istimewa kita lalui. Keistemewaan yang mungkin tidak kita ceritakan kepada orang lain, cukup hanya Alloh dan kita sendiri yang tahu. Sungguh Allah, aku sangat takut pada-Mu, namun aku masih berharap ampunan-Mu, untuk itu Rabb, jangan biarkan disaat sakaratul maut menjemputku aku dalam kadaan bermaksiat atau dalam keraguan bertauhid kepada-Mu. Rabb, terangilah hati kami dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar, tanamkanlah kedalam dada-dada kami kecintaan dan ketaatan kepada-Mu, berilah kami kekuatan agar kami mampu istiqomah.
 

Galak

Galak

Kearoganan bila kata-kata itu terlempar.
Kesalahan bila kata itu akhirnya membuatku merasa beda

Bukan bukan bukan itu maksudmu…

Bukan, bukan bukan itu maksudku

Sosok, ga ada sosok yang sempurna

Bayang, ga ada bayang yang sempurna


Indah, ga ada keindahan yang sempurna

Lembut, ga ada kelembutan yang sempurna

Arogan, ga ada arogan yang sempurna

Sekalipun itu akhwat, ga ada akhwat yang sempurna

Sekalipun itu ikhwan, ga ada ikhwan yang sempurna


Dan semuanya hanya semu saja….

Semu dunia yang kadang sinarnya terlalu memukau mata

Dengar, kau mampu mendengar

Rasa, kau mampu merasa

Teriak, kau mampu teriak


Cela. kau mampu mencela

Nangis, kau-pun mampu menangis

Silahkan saja, tapi ada etikanya …

Entah, kumulai dari mana

Entah kau mulai dari mana

Saat semuanya indah terasa semrawut


Saat semuanya lembut, terasa menyakitkan

Saat semuanya tenang, terasa mengkhawatirkan

Galak, egois, arogan atau apalah namanya

Ke yang lain ga boleh, ke aku-pun jangan

Galak, andai kau tahu galak itu menyebalkan


Terasa sempit, terasa berat, terasa hina, terasa ternoda

Terasa terasing, terasa kekanak-kanakan

Terasa sangat memprihatinkan

Walau ku juga ga meminta kau harus memanjakanku

Kalaupun ga mau memanjakanku, jangan galak kepadaku

Kalaupun mau membenciku, jangan galak kepadaku


Kalaupun mau memarahiku, jangan galak kepadaku

Kalaupun mau menamparku, jangan galak kepadaku

Walau atas nama dakwah, Walau atas nama amanah

Walau katamu, untuk menjadikanku lebih militan

Semua bisa diatur dengan hati dan hikmah


Lihat saja, Hamzah mampu menahan marahnya, saat ia terkepung 3000 pasukan kafir

Lihat saja, Yusuf mampu menahan marahnya, saat ia dimasukkan ke sumur oleh saudaranya

Lihat saja, si tegar Aisyah mampu menahan marahnya ketika fitnah besar’selingkuh’ itu berhembus

Lihat saja, Umar mampu menahan marahnya ketika ia mau digulingkan hanya karena ada mis understanding 2 kabilah

Lihat saja, Salman Al Farisi mampu menahan marahnya, ketika ia diperlakukan sebagai kuli oleh warganya sendiri

Lihat saja, Rosululluh mampu menahan marahnya ketika ia dilempari kotoran unta

Lihat, Dengar dan Rasakan

Mari beristighfar dan bersholawaat

Marah yang ditahan, mampu mendatangkan
berkah.

Sabar yang diagungkan, mampu menuai kemuliaan.

Jangan lagi marah padaku, Maafkan aku…

Memang beginilah diriku, kuakui ku tak sesempurna yang kau kira.

Pikirku tak seluas pikirmu, kusadari itu

Biarkan semuanya menjadi lumrah, bukan berarti pasrah.

Dalam sabdanya Laa Taghdhob, jangan marah… (HA : 16)

Silahkan menampar dengan tulisan, jangan dengan lisan.

Silahkan berdebat dengan tulisan, jangan dengan lisan.

Silahkan mengacaukan segalanya dengan tulisan, jangan dengan lisan.

Saat kumerasa tulisan lebih mempunyai arti, saat lisan enggan berbunyi

Suer! Aku mau dinasehatin, Tapi aku ga mau digalakin

 

Posted in Puisi. 0 Comment »

Balikpapan Madinatul Iman

This is Is My City . . .  

 

 

 

 

In Oil City . . . .

 Mall In Balikpapan

 

Taman Bekapai

 

Di kala Senjaaaaa ....

Mau Malem yaks ...

 

View nya cantik ..... en seujeuk ....

I Love... My City in Balikpapan ...

 

By . Eva Oktafiani 

 

Posted in Campur. 0 Comment »

This Time 4 Married

Sebuah Intisari dari buku “ Saatnya Untuk Menikah”
Sekali lagi, dibuang sayang. Sebuah Tulisan sebagai tugas TTS (Tarbiyah Tsaqofiyah Sleman) untuk mata kuliah “Rumah Tangga Muslim”. Semoga bisa bermanfaat bagi semua. Sebuah inti sari dari bukunya ust Faudzil Adzhiem, penulis legendaris dan best seller tentang pernikahan.

Tidak ada pelabuhan yang dapat menjadi tempat kita menyandarkan kegelisahan selain menikah. Mengingkari panggilan hati untuk menikah sama hal nya mengingkari fitrah kita sebagai manusia.

1.Saatnya untuk menikah

Pernikahan tampak begitu indah bagi orang yang belum menikah, semata karena mereka merasakan panas
dinginnnya menahan gejolak cinta. Banyak di antara kita yang meluap-luap semangatnya untuk menikah, tetapi lupa menyiapkan bekal yang harus dibawanya setelah menikah. Demikian pula sebaliknya, banyak yang hampir tidak kuat menahan gejolak rindu yang mencekam, tetapi tidak berani melangkahkan kakinya untuk meminang. Kata Aiman bin Huzaim berkata, “ Tiada lagi resah saat bersanding dengan wanita resah itu hadit saat berjauhan dengannya.”

Kerinduan semakin melecut suatu waktu jika jarak sebelumnya saling berdekatan. Kuatnya perasaan terhadap pernikahan justru akan semakin menggelora pada orang-orang yang pernah merasakan gelak canda pernikahan. Jika anda sudah merasa gelisah jika pada malam-malam yang sepi mencekam tidak ada teman yang mendampingi, inilah saatnyua bagi anda untuk menikah. JIka anda sudah mulai tidak tenang saat sendirian, itulah saatnya anda perlu hidup berdua. Jika anda sudah begitu resah saat melihat akhwat di perjalanan, itulah saatnya anda menguatkan hati untuk datang meminang. Hanya dua Kalimat saja yang perlu anda persiapkan untuk meminang : Alhamdulillah bila diterima dan Allohu akbar bila ditolak.
Bekal sebelum memasuki pernikahan.



a.Bekal ilmu
Ilmu yang berkenaan dengan apa yang akan kita lakukan serta ilmu tentang bagaimana melakukan. Mengajarkan ilmu agama kepada istri berarti membutuhkan penguasaan dan pengajaran ilmu agama kepada istri.

b.Kemampuan memenuhi tanggung jawab
Tanggung jawab suami terhadap istri tak hanya pemenuhan materi saja tapi juga pemenuhan sexual. Umar Bin Khatab ra menetapkan aturan waktu maximal seorang tentara muslim bertugas meninggalkan rumah juga karena pertimbangan ini.


c.Kesiapan menerima anak
Banyak yang nikah muda tapi ga mau punya anak?. Satu hal yang digaris besari dari ilmu pernikahan adalah menyegerakan menikah berbeda dengan tergesa-gesa menikah. Anjuran untuk nikah dini tidak boleh ternodai oleh pernikahan yang tergesa-gesa serta desakan dari sejumlah pembimbing halaqoh yang belum mengenal betul bimbingannya.

d.Kesiapan Psikis
Membayangkan indahnya pernikahan, tapi terkadang tanpa belajar untuk siap menerima kekurangan dari orang yang kelak akan menikah dengannya. Banyak yang membayangkan indhanya kemanjaan Aisyah ra tanpa dibarengi dengan kesiapan bahwa Aisyah pencemburu berat. Betapa banyak yang mendambakan istri seperti Khadijah, tetapi tidak mau
menikah dengan orang yang usianya sedikit saja diatasnya. Kesiapan psikis untuk berumah tangga juga berarti kesiapan untuk menerima kekurangan-kekurangan orang yang menjadi pendampingnya.
Banyak keluh yang terucap dan kekesalan yang terlontarkan, ini bukan karena mereka menikah di usia muda, tetapi karena kesiapan psikis mereka yang belum tertata saat memasukinya.

e.Kesiapan ruhiyah
Kesiapan ruhiyah adalah jika seseorang yang hatinya telah terbuka terhadap kebenaran risalah-Nya, yang mendahulukan naqli daripada aqli , mendahulukan dalil yang jelas daripada ra’yu (zhan). Dan sadar betul Robb menghalalkan hubungan mereka dengan perjanjian yang amat berat (mistsaqon ghalizha). Sungguh, sekiranya seorang pemuda yang telah memiliki kesiapan ruhiyah datang meminang, ia lebih utama untuk didahulukan sekalipun belum memiliki cukup ilmu maupun bekal ma’isyah. Sebab orang yang bagus kesiapan ruhiyahnya dapat mengarahkan diri untuk belajar apa yang belum dimilikinya.

2.Bersiap-siap sebelum menikah

a.Mengenal istri
Cara untuk belajar menjadi istri terbaik, hanyalah melalui suami. Begitu juga sebaliknya. Tidak bisa melalui pacaran. Pacaran hanya mengajarkan bagaimana caranya menjadi pacar terbaik bukan suami atau istri terbaik. Jane Askham bilang bahwa lamanya hubungan pranikah serta tingkat intensitas hubungan pranikah, tidak memberikan sumbangan positif setelah mereka bersepakat untuk menikah.

Persepsi yang timbul selama berlangsungnya hubungan pranikah cenderung persisten, padahal sifat persisten akan menjadi penghalang bagi proses untuk saling melakukan perubahan setelah menikah.

b.Kesiapan untuk mencari nafkah
Bekerja berarti memenuhi amanah 4jJI dan soal rezeki untuk akan menjadi tanggunganNya, sedangkan menyebut jenis pekerjaan belum tentu menggambarkan bahwa seseorang itu memang betu-betul serius bekerja. Kesiapan member nafkah tidak berhubungan dengan adanya pekerjaan tetap bagi calon suami. Seseorang yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan besar, belum tentu memiliki kesiapan untuk member nafkah.

Siap atau tidaknya seorang suami berparameterkan:
1)Apakah ia lebih suka makan dengan hasil keringatnya sendiri ataukah dia lebih suka bahkan berharap-harap menikmati pemberian.

2)Apakah ia mendahulukan ikhtiar daripada menyerah pada keadaan.
3)Apakah ia telah memiliki ilmu tentang segala sesuatunya yang akan menjadi tanggung jawabnya: kewajiban – kewajiban yang harus ditunaikan untuk diri sendiri, ortu, istri dan orang lain.

3.Yang perlu Anda ketahui tentang Jodoh


Seperti halnya mata kita yang sering todak sanggup melihat yang sebenarnya di balik yang tampak, anggapan kita terhadap mereka, yang kita anggap “ tidak sepadan”, boleh jadi juga sepenuhnya salah. Kita mempertanyakan kebenaran janji 4JJI, tetapi lupa barangkali mata wadaq kita yang tidak sanggup melihat di balik yang tampak. Yang kelihatannya tidak sebanding, setara nilainya di hadapan 4JJI, sehingga tidak ada yang meleset dari janji 4JJI.
Boleh jadi, apa yang tampaknya tidak sepadan, tidak sekufu itu merupakan ujian yang apabila kita tulus, kita meperoleh derjat yang tinggi di sisiNya, pastikan kita termasuk orang yang husnudzon kepada ketemutuan 4JJI.



4.Sekali lagi, tentang sumber tentang sumber Informasi


Proses pernikahan Khadijah dengan Muhammad member pelajaran yang penting yang teramat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Usaha untuk memperoleh informasi hanya dari orang yang dikehendaki Khadijah dilakukan dengan sanagt hati-hati. Khadijah ingin memperoleh informasi hanya dari orang yang betul-betul mengenal secara pribadi Orang yang mengenal secara pribadi dengan criteria: pernah menginap bareng, menemani dalam perjalanan jauh, berhubungan dengan amanah keuangan, sikap terhadap permusuhan internal.



Jika kita terkecewakan dengan informan kita disebabkan karena :


1). Orang yang tidak dapat dipercaya
2). Informan seorang yang jujur, tulus, tidak suka mengelabuhi, tetapi ia mempunyai kekurangan terhadap berita yang didengarnya, atau sering tidak lengkap dalam mengingat informasi.
Sebaiiknya sikap longgar membuat kita terlalu menggampangkan apa saja yang telah dimudahkan oleh 4JJI, menyepelekan hal-hal yang telah disederhanakan, dan tersesa-gesa menyimpulkan perkara-perkara yang belum jelas kebenarannya, kecualikecuali sebatas sebutan si Fulan baik agamanya atau buruk akhlaqnya. Sesungguhnya, banyak kekecewaan yang sulit dihapuskan bermula dari sikap-sikap yang demikian. Atau perlu cari informan pembanding.

5.Mengapa kita sibuk meninggikan kriteria?

Secara sederhana, mempersulit diri adalah setiap halangan yang timbul karena kita membatasi hal yang telah dilapangkan Allah, mempersempit hal yang telah diluaskan-Nya, dan mempererat hal yang diringakannya sehingga kit atidak mampu mencapainya. Ini berbeda dengan riyadhah (latihan ruhani) yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin untuk membentuk sikap qona’ah dan zuhud pada diri mereka. Ketika seseorang telah menetapkan criteria yang sangat tinggi, ia akan cencerung sangat peka terhadap hal-hal yang bergeser dari kriterianya. Kekecewaan karena tidak terpenuhinya atau ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan setelah menikah, dapat menjadi sumber konflik. Kalau telah ada pemicu, konflik yang laten itu bisa berubah menjadi pertengkaran yang tidak terelakkan. Terkadang, kekecewaan bermula dari perkara sepele yang benar-benar remeh.


Seorang suami tak harus menuntut istrinya pintar memasak yang sesuai dengan seleranya. Agar mereka siap menerima apa adanya manakala menikah dengan wanita yang tidak bisa memasak, atau pandai memasak sesuai asala daerahnya, tetapi kurang pandai menyesuaikan dengan lidah suami. Begitu juga impian mempunyai anak laki-laki tidak harus dipaksakan, karena anak perempuan-pun tidak menjadi masalah karena anak pada dasarnya ia member bobot kepada bumi dengan kalimat laa illa ha illaLloh.. Kita hendaknya mengaca diri terlebih dulu sebelum menetapkan kriteria tentang pendamping hidup yang kita harapkan. Agaknya tidak realistis kita menuntut agar mendapatkan pendamping hidup yang sempurna, sementara ilmu diniyyah kita masih kedodoran dan akhlaq pun masih compang-camping.


Memiliki harapan boleh-boleh saja. Kita sah-sah saja berharap mendapatkan pendamping yang lebih kokh agama, akhlaq dan ilmunya sehingga bisa membantu kita untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi di hadapan 4JJI. Akan tetapi, terdapat perbedaab antara harapan dan penetapan criteria.

6.Lihatlah wanita yang akan Kau nikahi

Dikisahkan cerita Mughiroh bin syu’bah, seorang sahabat Nabi pernah menikah 70 kali dan semuanya gagal, dikarenakan ia ga mau melihat wanita yang akan dinikahinya. Memandang calon istri pada waktu diberikannya kesempatan nadzar memilki status hukum tersendiri dan tidak bertentangan dengan keumuman perintah untuk menutup aurot. Memenuhi takhsish (pengkhususan) tidak berarti melanggar ketentuan umum tentang aurot. Alasan diperbolehkan melihat wanita yang akan dnikahinya ini adalah:

a.Anjuran untuk memandang calon istri tidak bertentangan dengan ketatnya peraturan Islam agar para wanita selalu menutup aurot dan laki-laki menundukkan pandangannya. Aturan nadzar ‘memandang’calon istri dengan
pemandangan yang cermat dan penuh perhatian, merupakan takhshish.

b.Memandang dan memperlihatkan aurot yang diperbolehkan untuk dipandang pada waktu nadzar merupakan kebaikan.

c.Memandang (nadzar) dengan pandangan yang sungguh-sungguh merupakan perintah Nabi, memperlihatkan auro
t untuk dipandang oleh pelamar tidak merupakan pengkhianatan terhadap suami jika ternyata pelamar pertama tidak jadi meneruskan ke proses pernikahan.
Batasan nadzar ada 2 yaitu melihat seluruh tubuh si wanita seperti yang dilakukan oleh Muhammad bin Masalamah sewaktu akan menikahi Tsaniyah binti Dhakhkah, dan pendapat ini dijadikan fatwa oleh Imam Dawud Azh-Zhahiri, namun ada pendapat lain yaitu batasan nadzar adalah sebatas bukan aurot, termasuk muka, tangan, dan ada yang menambahkan betis.
Namum dalam rangka kehati-hatian ikhtiyath banyak yang memakai pendapat yang kedua. Dan disarankan tidak menggunakan foto, karna kualitas gambar foto tidak bisa dijadikan acuan. Kalau mau dirunut lebih jauh, ujungnya adalah masalah keprasahan terhadap Alloh dan rasul-Nya. Bagi seorang muslimah yang mengimani kebenaran ajaran Rosululloh dengan penuh kepasrahan, jadi menikah atau tidak, tidak ada yang merugikan baginya. Sebab kedua-duanya mendatangkan kebaikan yang pasti.



Lakukanlah nadzar jika memang bisa menjaga rahasia tentang hal yang anda dapatkan saat memandang calon istri anda. Rahasia itu perllu anda genggam disaat anda merasa mantap dengan calon istri anda, sehingga anda terdorong untuk segera menikahinya, maupun ketika anda tidak sreg dengan hal yang ada pada wanita yang akan anda pinang. JIka anda membuka rahasia tentang apa saja yang membuat anda tidak sabar lagi menunggu malam pengantin, anda telah merusak kehormatannya dan kehormatan anda sendiri. Adapun jika anda membuka rahasia tentang hal-hal yang membuat anda tidak sreg menikahinya maka anda telah berkhianat.

Wanita pun dibolehkan melihat calon suaminya, dan calon suami harus bersikap apa adanya, dan tidak menyembunyikan kekurangannya.


7.Sekali lagi tentang Nazhar

a.Sandaran untuk menolak, memilih pendapat yang paling sesuai, atau menyisihkan pedapat yang paling sesuai, atau menyisihkan pendapat yang paling sesuai adalah dalil-dalil naqli yang jelas, bukan perasaan kita terhadap pendapat tersebut.

b.Mencoba berpikir bahwa kehormatan wanita akan lebih terjaga jika kita mau menegakkan hukum nadzar.

Nadzar seringkali disoroti dengan perintah yang berkebalikan dengan Ghodzul bashor. Perintah melakukan nadzar yang mengeluarkannya dari keumuman larangan melihat lawan jenis, disebabkan adanya beberapa kemslahatan yang hanya bisa diperoleh dengan melakukan nadzar. Atau keburukan bisa terjadi manakala tidak dikecualikan hukum memandang bagi orang yang akan menikah. Artinya pengecualian itu hanya berlaku bagi orang yang akan menikah dengan lawan jenis yang dimaksud, atau dengan orang yang secara sungguh-sungguh ia bermaksud untuk mengetahui tentang kemungkinan adanya ketetapan hati untuk menikah apabila ada hal-hal yang membuatnnya tertarik untuk menikahinya.


Sebuah pernikahan akan lebih mampu menundukkan pandanagn mata dan lebih menjaga kemaluaan apabila di dalamnya ditemukan cinta dan kebersamaan. Di sana ada keindahan yang dapat direngkuh bersama-sama, dan pintunya adalah wajah. “Maka, laki-laki yang hendak melamar wanita,” kata Ibnul Qoyyim al jauziyah, “ disyariatkan untuk melihat wajahnya. Sebab, jika ia sudah melihat kecantikan dan keindahannya, tentu lebih bisa membuahkan cinta dan kebersamaan di antara keduanya. “

Keindahan saat memandang pertama kali adalah gerbang. Selanjutnya penerimaan yang tulus, kehangatan saat menyambut kedatangan, serta kegembiraan saat bersama jauh lebih penting daripada kecantikan. Tetapi, pengabaian terhadap masalah keindahan, dapat menjadi pintu kekecewaan yang dapat menyalakan api
pemberontakkan untuk mencari apa yang dapat melunakkan jiwanya.


Wanita boleh menolak nadzar jika ia tahu betul lelaki yang mau meminangnya tidak sungguh-sungguh untuk meminangnya. Tahu disini disertai dengan keyakina yang betul.

Ia berikan ujian kepada hamba-hamba-Nya agar denan itu orang-orang yang mengaku beriman, teruji keimannannya; dan orang-orang yang benar-benar mencintai-Nya dapat memperoleh kedudukan yang lebih tinggi di sisis-Nya. Ibarat kita sekolah, ada ujian yang harus kita tempuh ketika kita ingin naik kelas.dalam firmannya telah jelas QS. Ath Thalaq:7 dan QS Al Baqoroh: 286)


Bagaimana mungkin engkau bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana,sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagiamana mungkin engkau mendapatkan suami yang menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya selain kepadamu, sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bgaiamna mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda.


Menuanya usia kita menimbulkan kekhawatiran akan jauhnya jodoh, dimasa-masa seperti ini hnaya ketaqwaan dan husnudzon pada 4JJI-lah yang bisa menguatkan kita. Mungkin juga kita harus instrupeksi diri, terkadang kita mempersulit apa yang telah 4JJI mudahkan, sehingga kita mendapatkan kesulitan yang tak terbayangkan.



Bagaimana kalua muncul rasa sayang?, kita bisa menengok sejarah betapa para salafush shaleh terdahulu mengambil sikap yang sangat indah tentang dua orang yang saling mencintai. Mereka tidak memisahkan begitu saja, sebab tak ada yang tampak indah bagi dua orang yang saling mencintai kecuali menikah. Jika anda mendapati lelaki yang memiliki banyak keutamana kecuali dalam hal keberanian untuk menikah, boleh jadi yang anda perlukan adalah sedikit keberanian untuk menawarkan diri kepada laki-laki yang ia merasa mantap agama dan akhlaknya. Mereka tidak jatuh kehormatannya. Bahkan mereka termasuk orang-orang yang mulia.

9.Ketika wanita harus menawarkan diri

Sesungguhnya tidak ada halangan bagi seseorang wanita untuk menawarakan diri. Para sahabat nabi dan ulama saleh memandang sikap menawarkan diri sebagai sesuatu yang terpuji dan termasuk diantara kemulian seorang wanita. Belajar dari Khadijah ia pun juga menawarkan diri kepada nabi Muhammad, yang sebelumnya telah ia selidiki dulusedetail-detailnya kepribadian Muhammad.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menawarkan diri:
1.Carilah informasi seetail-detailnya sebelum memutuskan untuk menawarkan diri sehingga tidak terjadi ganjalan di tengah-tengah proses.
2.Hendaknya menawarkan diri melalui perantaan orang lain, bukan diri sendiri.

3.Orang yang diminta sebagai perantara adalah wanita yang setengah baya cenderung lebih mengerti bagaimana mengkomunikasikan maksud anda kepada laki-laki.
4.Proses menuju ke pernikahan tetap dilanjutkan dengan peminangan secara resmi pihak laki-laki.

Alasan pemilihan buku :



Buku ini sangat legendaris untuk dikupas, isinya rigid dan dekat dengan pembaca, gaya penulisan yang pas bagi anak muda. Karakter buku ini seperti seorang kakak yang menasehati adikknya , sedikit doktrin dan banyak menasehati. Yang saya terkesan dari buku ini adalah, kolaborasi pemikiran dengan siroh nabawiyah. Sehingga korelasi yang ada, menyebabkan problem solving yang koqnitif dan edukatif.


Buku ini sangat pas bagi mereka yang pengen sekali untuk menikah, dan saya yakin yang sudah pengen sekali menikah setelah membaca buku ini jadi menggebu keinginannya. Dan sekaligus ada trip trik cerdas dari pengalaman penulis.

Yang ga saya suka dari buku ini, doktrin kejama’ahannya kurang sekali, saya sedikit tidak setuju dalam hal, peremehan menikah berbeda dalam halaqohnya. Karena yang saya pahami, menikah adalah bagian dari ‘marotibul amal’ dan disana prosesnya memang murni ditujukan untuk berdakwah, mengembangkan dakwah, expansi dakwah lewat generasi yang dihasilkan dari sebuah pernikahan.


Dan diskriminasi keikutsertaan murrobi dalam penentuan pengambilan sikap dalam pernikahan juga saya kurang setuju. Ya pokoknya aspek keberjama’ahnya kurang banget dari buku ini, mengingat juga penulisnya bukan ikhwah. Wallohu alam bishowab.
 

Dasar Akhwat [part Two]

                                                                                         

Ngobrolin cewek, emang kagak ade matinye…ya gak prens? (iih, sapa yang ngobrolin cewek…. akhwat lagi ). Dari jaman dahulu kala sampe jaman Yusuf Kalla (ops!) kaum hawa, atau wanita atau perempuan atau cewek atau akhwat (apapun namamu!) emang menarik untuk diungkap. Kenapa menarik? Karena dia emang unik! Buktinya, perlu sebuah lembaga yang ngurusin masalah cewek. Makanya ada Dharma wanita, GOW (Gabungan Organisasi Wanita), ada keputrian en kemuslimahan di rohis, dll, dsb, dst. Sampe masalah syari’at pun, cewek butuh bab tersendiri untuk ngebahas persoalan-persoalannya. Ada buku Fiqh Wanita, Tanya-Jawab Muslimah, kajian for akhwat, umm…apa lagi ya? Ah.. Intinya, cewek itu unik. Sampe di sini ada yang nggak sepakat?! Pokoknya, harus sepakat! Titik.

Baiklah, pada bagian kedua ini ana akan mengungkap beberapa tipe akhawat yang sempat singgah dalam kehidupan ana yang sebentar namun syarat dengan makna ini (cailah!).


Setelah melakukan penelitian kecil-kecilan terhadap beberapa akhwat yang ane kenal serta berdasarkan data pengamatan, analisis, dan hasil observasi di lapangan, setelah menimbang, mencermati, dan memutuskan, akhirnya ditemukanlah beberapa “spesies” akhwat. Tipe-tipe tersebut yakni yaitu antara lain diantaranya adalah sebagai berikut: (warning!: Pemborosan kata yang   dipaksakan sangat tidak baik bagi kesehatan! Maksud lo??)

  mo tau? ni die neeh:

 

1. Akhwat Lemper

Bicara tentang lemper nie, jadi kebayang ama makanan yang dibalut dengan daun pisang warna ijo, terbuat dari beras ketan yang isinya daging sapi, daging ayam, atawa abon yang sebelumnya dikukus terlebih dahulu. Hmmm…nikmaaat..!! (Hus! Ngomong apaan sih! Gak nyambung lu va!)

Heuheueuh…Sowri Prens. Lemper di sini sama sekali gak ada hubungannya sama nama salah satu jajanan pasar favorite ane ntu. Ehem! Lemper di sini maksudnya…Yup! Tuh dah pada tau…

”LEMbut tapi PERkasa!”

Akhwat tipe ini memeliki karakter lemah lembut layaknya seorang wanita pada umumnya, namun ia juga memiliki keperkasaan, ketangguhan, dan kemilitanan yang gak kalah dari si ikhwan. Dia bisa bersikap lembut, ramah, dan halus pada siapapun, tapi di sisi lain ia juga bisa berlaku tegas, cakap dan berwibawa. Perkasa bukan berarti ia mampu mengangkat galon air atau kardus air mineral saat jadi panitia acara (kecuali kalo dia ada keturunan ama Mpok Supergirl ato Mbak Xena). Namun keperkasaan itu tampak dalam ketegarannya menghadapi musibah, ketangguhannya menghadapi masalah, kekuatannya dalam mengemban amanah, atau kemilitanannya dalam segala kondisi di medan dakwah dan bersegera menyambut seruan Allah. 


Gak ada kata “nggak siap” untuk amanah, atau “ntar dulu deh” untuk panggilan jihad dan dakwah.

 

                *model akhwat Lemper*

 

2. Akhwat Sosis

Eh, yang ini juga gak ada hubungannya sama nama makanan yah! Dan juga gak da sangkut pautnya ma golongan anak “kiri” di kampus yang biasa dipanggil anak sosis (paham sosisalis).

Nah, sosis yang ini beda pren, dia itu kependekan dari SOk SIbuk Sekaleee! (heuheheh…ada-ada ja lu va!). 

Akhwat model begini udah bisa ditebak memiliki jam terbang yang sangat tinggi. Kayaknya, gak ada waktu deh buat bersantai ria atau berleha-leha. Time is waktu, prinsipnya! (ya iyyalaah…!) Makanya do’I hobi banget mondar-mandir hilir-mudik bolak-balik riwa-riwi ke sana ke mari bak setrikaan. nggak tau ngapain aja, namanya juga, Sok Sibu
k Sekaleee!!. Gesit, lincah, aktif, energik, begitulah sepak terjangnya. 

Namun pemirsa, tipe ini juga punya kekurangan jika do’i gak bisa memanaj waktunya dengan baik. Hal ini akan berimbas pada pekerjaan-pekerjaan lainnya, misal: tugas-tugas kuliah yang keteteran, kamar yang berantakan, buku-buku yang berserakan, menggunungnya cucian, atau penampilan yang kurang mendapat perhatian. (ck..ck..ck…saking sibuknya!).

   *model akhwat Sosis*

Tapi, gak semuanya gitu koq. Ada juga yang rapi dalam segala hal. Sekali lagi, ini hanya menurut hasil pantauan sementara..

3. Akhwat Narasi

Alamaak..apa pula tu Narasi??!! (Jangan bilang kalo itu adalah salah satu jenis karangan dalam tulisan ya va?! Mentang-mentang anak kimia, apa hubungannya ya!)

Eit, eit…tenang Prens, bukan itu koq maksud ane. Narasi itu singkatan dari…NARsis Amat Siiiee…!! (kyaaa!!! Ngasal banget seh  ni orang!) Biarin! 

Adapun asal-usul pengambilan tipe Narasi ini disebabkan karena keprihatinan ane melihat kondisi akhawat sekarang yang sudah banyak terjangkiti penyakit berbahaya ini (taela!)

Ya! Penyakit ini telah mewabah di kalangan sejumlah akhwat en jilbabers. Sasarannya adalah akhwat yang memiliki banyak kelebihan namun tidak dibarengi dengan sikap ketawadhu’an.

Gejalanya, yang awalnya pendiem jadi over acting, yang tadinya minder en gak PD mendadak membangga-banggakan diri sendiri, yang mulanya pemalu jadi malu-maluin, yang asalnya tertutup jadi buka-bukaan (eh, nggak ding. Maksudnya senang menampakkan/memamerkan dirinya di depan umum). 

Parahnya lagi, jika penyakit ini dibiarkan atau malah dirawat hingga mencapai stadium tingkat tinggi, maka bisa berubah menjadi riya’ bin ‘ujub. 


Penyakit ini juga bisa menular dan menyerang siapa saja! So, waspadalah! Waspadalah!

  *model akhwat narasi*

   Pesan buat akhwat narasi: segera insyaf dan bertaubatlah   ukhti…semoga Allah mengampuni_amien!

4. Akhwat Granat

   Watch ouuut…ati-ati Pren! Jangan deket-deket, ntar meledak!

Emang napa? Dia teroris ya? Ato pelaku bom syahid? Pasti militan banget ya! Mujahidah syahidah kan?!

Eit..eit..jangan sok tau gitu deh! Jangan cepet mengambil kesimpulan. Kan yang bikin nama ane, jadi tabayyun dulu kek ke ane, key?!


Well, ehem..ehem.. akhwat Granat itu emang berpotensi meledak jika dia sudah mencapai titik puncak kulminasinya.

Duuuh, jangan berbelit gitu deh! Apa seh sebenarnya akhwat Granat itu?
Akhwat Granat itu….(jeng jeng jeng) akhwat yang GeeR bANgAAAT!! Gubraks! @#$%^&*? (Kalo bikin singkatan mbok ya yang keren dikit lah va! Kreatif boleh, tapi koq kesannya “mokso” gitu!)

  hehehe….suka-suka ane dunk, kan ane yang punya blog 

Yak! Perkenalkan, inilah akhwat yang paling doyan sama yang namanya pujian en sanjungan. Apalagi kalo yang ngasi sanjungan itu si ikhwan…Whoaaa…bisa meledak beneran tuh kepala!

 

 *model akhwat Granat*

Sstt…Apaaa??!! Nggak dengeeerrr..!! Ooo….ya! ya! ya!

Prens, barusan ada akhwat yang protes, katanya semua cewek itu pada dasarnya emang suka dipuji. Udah fitrahnya begitu. Okey, ane sepakat. Manusia emang suka dipuji. Tapi masalahnya, cara menyikapi sanjungan en pujian setiap orang itu kan beda-beda. Ada yang langsung GeEr trus lupa diri, bangga diri, sombong, angkuh, daaan seterusnya. Tapi ada juga yang langsung menyadari bahwa pujian itu gak pantas disandangkan pada dirinya. Hanya Sang Kholiqlah yang berhak atas segala pujian itu. Lalu dia bersyukur atas kelebihan yang Allah titipkan padanya dan beristighfar jika kemudian sombong dkk hinggap di hatinya. Bukan malah Gede Rasa! Kalo mendengar namanya dipuji, seketika tubuhnya terasa ringan bak balon gas, kakinya serasa tak berpijak di bumi, yang dia rasakan hanya terbang, melayang, membumbung ke angkasa tinggi, sambil bernyanyi..
I’m flying without wings…(woooii…nyadar Mbaaakk!!)

 

Duuh…Dasar Akhwat! *geleng-geleng kepala*

 

NB: Yang tipenya belum tercantum di sini, jangan khawatir, InsyaAllah akan qta kupas   lebih lanjut di lain kesempatan…

So, don’t miss it! 

  I’ll be back..!! 


 

To be continued… 



 

 

 





 

Poligami Oh Poligami

 Kaum Adam bicara tentang poligami, baca disini!

Baru-baru ini Indonesia khususnya daerah Jawa Barat dihebohkan dengan berita Aa Gym menikah kembali (baca poligami). Tidak sedikt dari masyarakat bereaksi terutama kaum hawa, terlebih komunitas ibu-ibu.

Perdebatan perihal poligami sebenarnya bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1937, seorang cendikiawan muslim Indonesia bernama Mr. Yusuf Wibisono, menulis sebuah buku berjudul “Monogami atau Poligami”:Masalah Sepanjang Masa. Aslinya buku ini ditulis dalam bahasa Belanda dan diterjemahkan oleh
Soemantri Mertodipuro pada tahun 1954.

Mr. Yusuf wibisono memberikan bukti-bukti ilmiah tentang keunggulan pandangan Islam yang membuka pintu poligami dengan syarat2x tertentu. Sistem ini merupakan “jalan tengah” dari sistem perkawinan kuno yagn tidak memberi batasan pologami atau sistem barat yang menutup pintu poligami sama sekali. Dalam pengantarnya untuk edisi Indonesia tahun 1980 Yusuf
wibisono menulis, ” Saya rasa umat manusia akhirnya akan dihadapkan kepada dua pilihan yang tidak bisa dihindari yakni poligami legal dan poligami tidak legal (gelap -baca pelacuran atau perselingkuhan/hubungan tidak syah)”.

Seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis, Georges Anquetil, pakar ilmu sosiologi. Menulis buku setebal 460 halaman, berjudul “La Maitresse
Legimitime”. Beliau mengatakan “Poligami akan memungkinkan berjuta-juta wanita melaksanakan haknya akan kecintaan dan keibuaan, yang kalau tidak akan terpaksa hidup tak bersama karena sistem monogami.”

Yusuf Wibisono dalam bukunya mengutip tulisan seorang ilmuwan Leonard, yang menulis, ” In a great measure polygamy is much more a theoretical than a pratical institution. Not one on twenty Moslems has even two wives. In any case it so not the proper and legitimate practice of polygamy, but in the abuse of it that the evil lies. ( Pada umumnya poligami lebih merupakan lembaga teoritis daripada praktis. Tidak ada satu dari dua puluh orang Islam beristri bahkan lebih dari seorang. Setidak-tidaknya keburukannya tak terletak dalam berpoligami menurut hukum. Akan tetapi dalam penyalahgunaan poligami).”

Bagi kamu laki-laki sendiri sepatutnya tidak bisa semena-mena ber-apologi dengan nash untuk melegalkan “keinginannya”. Setidaknya yang patut diketahui bagi kamu adam bahwasanya poligami sendiri bukanlah semata-mata hak bagi mereka. Namun ada melekat juga tanggung jawab dunia dan akhirat. Selain dituntut berlaku adil secara materi, juga dituntut untuk menjaga seluruh keluarganya dari api neraka. Tentu saja menjaga 4 istri lebih berat ketimbang menjaga 1 istri. Menjga 20 anak lebih berat ketimbang menjaga 2 anak.

Karena itu bagi seorang yang memeiliki pandangan berdimensi akhirat poligami adalah suatu hal yang berat, Suatu hal yang memerlukan pemikiran serius sebelum memperaktekannya. Islam membuka jalan, dan tidak menutup
j
alan. Islam adalah agama “washotiyah”, yang tidak bersifat ekstrim. Tidak melarang poligami sama sekali dan juga tidak membebaskannya sama sekali.

wallahu a’lam bi showab
(Dicontek dari berbagai literatur^_^)

 

 

By. Fia

Ikhwan Genit

Di edisi lalu temen saya membuat tulisan yang cukup menohok “ Akhowat Genit”. Sebenarnya dari dulu saya ingin membalas tulisan beliau dengan judul “Ikhwan Genit”, tapi karena banyak sekali pertimbangan (klo dikroscek lagi, apa pertimbangan saya waktu itu, saya lupa!) akhirnya saya tidak jadi menulis tentang itu. Kalau ada buku “Jangan Jadi Akhwat Nyebelin”, harusnya juga ada buku yang membahas “Jangan Jadi Ikhwan Nyebelin”. Setelah baca tulisan beliau, saya jadi pengen mengubah diri saya. Yagh, point penting, selalu pastikan diri menuju lebih baik dimana dan kapan pun berada. Hehhe.. biar ga berjodoh ama ikhwan genit  Disini pun saya akan menulis tentang “ Ikhwan Genit” dengan harapan ada yang pengen memperbaiki diri juga.

Mencermati, mendengar, dan melihat kondisi akhir-akhir ini, akhirnya saya berani menulis tulisan ini, Tidak lain untuk menasehati diri sendiri. Bila sudah nulis masak segh mau dilanggar, bila sudah menyeru ke orang lain masak segh diri sendiri tidak melakukannya, gengsi dunk ama Allah, nti di cap Allah sebagai orang yang “ Kaburo Maktan “ (Qs As-Saff 2-3) bisa gaswat total. Di cap genit oleh manusia segh ga begitu masalah, tapi bila di cap “genit “ oleh Alloh
sudah menjadi masalah yang teramat besar. [Ingat konteksnya “genit” pada lain jenis yang bukan mahramnya].

“ Ikhwan “ begitu kata bahasa arab yang artinya “ saudara laki-laki”, tetapi ternyata ada perkembangan makna, istilah bahasa indonesianya “ sinekdoke totem pro parte” ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke masjid, seorang aktivis dakwah, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers ahh.. begitulah ikhwan. Mencoba menyoroti, duluw saya n teman saya (link mae) membuat kriteria ikhwan black list di bum
i
mipa, menyoroti ikhwan-ikhwan yang agak nyleneh di mipa [heheh, ada ada aja ya]. Ya karena sifat n karakter mereka ga ikhwan bangetzzz jadi ya dimasukin dalam daftar ikhwan black list. Jujur, saya yang sekarang orangnya open mind, open source (emange linuxers ), n ga se saklek duluw (walau duluw juga ga begitu saklek) mencoba membuat kriteria ikhwan genit ( ditunggu bagi akhwat yang saklek, mungkin bisa menambahkan kriteria) Diantaranya sebagai berikut:

1.Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.

2.Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.

3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.


4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.

5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.

6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.

7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.


8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”

9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.

10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.

11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-ha
ti ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.

12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.

13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!

14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.


15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS nya.

16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.

17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu.
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-310″


18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.

19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.


Whuacch… Alhamdulillah terlaksana sudah, janji saya ke Dona, mau buwat 20 kriteria ikhwan genit. Bagi yang termasuk didalamnya, yuuk… marii.. perbaiki diri, [termasuk saya juga!]. Mari mengazzamkan diri menjadi insan yang baik dan terbaik di depan penglihatan Allah atas kita. Dari cerita teman liqo’ saya, yang katanya kualitas kader kampus saat ini menurun drastis, pakaiannya segh ikhwani dan akhwati tapi spirit ruhiyah, haroky dan keilmuannya minim banget. Melesunya dakwah kampus karena hegemoni sekuler dan tuntutan akademik yang mengharuskan untuk cepat lulus dengan IPK yang bagus. Semoga tulisan ini memberi sedikit kontribusi untuk dakwah kampus kedepannya.

Umar bin Utsman berkata: “ Ilmu itu adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engka
u harapkan.”

Abu Ja’far Al-Mihwali berkata: “ Haram atas hati yang mencintai dunia untuk mendapatkan ketenangan dan kehormatan ilahi. Haram atas jiwa manusia yang senang keduniaan untuk
mendapatkan kemanisan dan kelezatan akhirat. Haram atas orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya untuk dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa”

“ Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nisacaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

~ Ditulis oleh seorang akhowat yang mungkin bisa dikategorikan akhowat genit yang berusaha banget agar tidak menjadi akhowat genit, kecuali genit untuk suami tercinta nantinya J ~

 

Ikhwan Idola

Ikhwan Idola, Syiape Takuczzt!

Bermula dari diskusi dengan seorang teman, yang minta di jabarin kriteria ikhwan idola akhwat. Jujur! saya lumayan bingung dan geli. Tapi sepertinya dia butuh banget jawaban pertanyaanya, ga tega klo ga ngabulin. Rggghhh………… semoga tulisan dapat mewakili jawaban pertanyaannya.


Ikhwan = saudara laki-laki. Adapun yogya dipenuhi orang yang kreatif, sehingga makna “ikhwan” pun akhirnya ada ambiguitas makna. Begitu juga dengan kata “akhwat”. “ikhwah”, dan “asasi”. Next, back to topic. Ikhwan idola akhwat yang bagaimana.

Idealnya, ya namanya yang ideal pasti banyak yang bagus-bagusnya. Seorang ikhwan -akhwat idola ga ada bedanya seorang muslim yang berusaha memperbaiki diri menjadi muslim kaffah. Ehm ternyata muslim kaffah ini ga semudah melafadzkan namanya, Cuma 2 suku kata (dalam bahasa Indonesia, beda dengan yang bahasa Arab), “ Kaf –Fah” tapi begitu sampai aplikasi susye untuk dijalankan. Yang tidak ikhlas, yang tidak istiqomah, yang tidak sabar akan berguguran satu persatu. Muslim kaffah ? Mengacu muwashoffat (Sudah di buka tho muwashoffat nya..??) apa perlu ane tuliskan semua, heheh , buka di buku, “ Menjadi murrobi’ sukses”

Di muwashoffat itu lah yang urgent untuk dimengerti, batasan lainnya, adalah, ( suer! Bingung tenan kiy..) Siapakah ikhwan Idola itu, hem seperti disebutkan dibawah ini, tak menutup kemungkinan unsur subyektifitas dari penulis infiltrasi kedalam tulisannya.

1. Lelaki yang mengimani Alloh ta’ala sebagai Tuhannya, Muhammad sebagai nabinya, dan Islam sebagai agamanya. Ia cinta Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya, serta taat kepada keduanya. Juga membuat “jarak” dengan maksiat.



2.Lelaki yang bertakwa, khusyuk, rajin ibadah, dan zuhud di dunia. Ia kerjakan kewajiban agama dengan konsisten, tidak henti-hentinya melakukan amal sholih, menjauhi hal-hal yang haram dan menghindari hal-hal yang terlarang. Tanda-tanda iman terlihat jelas padanya, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan. Ia takut murka Alloh, siksa-Nya yang pedih, dan akibat menentang perintah-Nya.

3.Lelaki yang patuh pada orang tuanya, berbakti kepada keduanya, mencari keridhaan keduanya, “ngeri” keduanya murka dan marah kepadanya.

4.Lelaki yang menerapkan syariah Allah Ta’ala dan perintah-perintah-Nya. Ia amalkan
ilmu-nya dan berdakwah kepadanya.

5.Lelaki yang terlibat dalam aktivitas dakwah dimanapun ia berada, dan ia sadar dirinya adalah bagian gen peubah peradaban. Dan ia sadar kedudukannya sebagai kholifah fil’ ard. Harokers gee-thu loch…

6.Lelaki yang berprofesi utama sebagai murrobi’ dan profesi lainnya adalah profesi duniawi.

7.Lelaki yang punya banyak buku, sebagai referensi dan rujukan segala ilmu.


8.Lelaki yang mempunyai bakat potensi po terpendam

9.Lelaki yang bisa mendidik istri dan anak-anaknya, lembut kepadanya tapi tegas menyayanginya, mengajaknya kepada kebaikan, menasehatinya, dan menyenangkan dengan tidak bicara kasar kepadanya. Ia setia kepada istrinya dan menjadi mitranya dalam
kebaikan. Istrinya merasa “fres” dan tentram berada di sampingnya. Jika ia melihat istrinya, ia membahagiakannya, dan hatinya bersih. Ia percaya pada istrinya bahwa istrinya bisa menjaga harta dan anak-anaknya.

Dan hehe setelah dibaca, koq semakin aneh yak, ya sudah lah itu menurut ane, klo mau ada yang menambahkan dipersilahkan. Kriteria diatas mungkin ada unsur tendensiusnya. Maaph n afwan bagi yang meminta launchingnya tulisan ini tapi saya ga begitu optimal menuliskannya. Afwan…. Afwan dan Afwan … may be harus minta orang lain buwat judul yang sama.
 

Pink, I feel mezz up

 Bicara tentang pink, mengingatkan saya akan cerita 5 bulan yang silam. Di sebuah perbincangan yang bisa di bilang ” sengit “, ya tentang seorang ikhwan.

” Aneh ” kata itu yang terlontar ketika beliau mengkritik saya memakai baju pink. Timbul perang luar biasa di hati saya. Mungkin kau tak tahu rasanya?

Beliau mengatakan, ” Bila antum memakai baju pink akan lebih memancing orang lain untuk melihatnya “, Lagi lagi ada sesuatu yang bergejolak di hati saya, tapi tak mampu saya lafdzkan kepadanya, ” Memangnya itu semua mutlak salah wanita “. Ingatan saya langsung tertuju pada sebuah wacana tentang feminisme. Dimana wanita selalu saja disalahkan, walaupun belum tentu murni kesalahan dia. Whetever ….

Tapi, setelah benar-benar saya renungi lagi. Ada benarnya juga. wanita memang sumber fitnah. eit.. jangan marah!! ( bagi yang wanita ). Kita tilik lebih ekstrim lagi, salah satu pemicu banyaknya kasus kriminal dan kekerasan terhadap perempuan yang selama ini terjadi juga karena si perempuan yang kurang bisa menjaga diri. Sepakatkah ?

Sebagai makhluk hawa yang diciptakan ” indah ” olehNya, harus bisa menjaga dan menyembunyikan ke”indah”annya. Sesuatu yang diumbar akan bernilai sangat kecil daripada sesuatu yang di sembunyikan. Nah.. alasan ini bukan hanya sekedar alasan belaka. Untuk memperoleh kejelasan data, saya dengan dibantu beberapa temen saya memberikan polling lisan ke anak laki-laki, kebanyakan dari mereka memang merasa ” agak gimana githu ” melihat wanita alias cewek alias akhwat memakai warna merah and pink. Terbukti… !!!

Tapi disisi lain, apakah murni salah akhwat? Kalo saya boleh berpendapat, ga juga, ada kalanya ikhwan tak akan tertarik pada yang namanya pink malah ada yang tertarik dengan warna hitam, batik dsb ( Red: hasil survey juga ). terus siapa yang salah dunk …!!!

Salah keduanya. Yang akhwat kenapa harus memakai pakain pink, padahal mode warna yang lain khan ada. Dan yang ikhwan kenapa ga GB alias Godhul Bashor menundukkan pandangan gitu… Fenomena yang aneh memang.

Indahnya dunia tidak seindah surga. Ada kalanya semua yang kita nilai indah dimata kita, jelek bagi orang lain, atau sebaliknya. Saatnya untuk memulai ” memahami ” oang lain. Pink, i feel mezz up.
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Ya Ukhty, IKHWAN JUGA MANUSIA!

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Disaat seorang ikhwan baik-baik “menawarkan diri” kepada seorang akhwat untuk menikahinya, itu bukanlah hal mudah baginya. Ikhwan juga manusia! Tentu si ikhwan sudah berfikir dan memperhitungkan sebaik-baiknya apa dampak positif dan negatifnya, bagaimana besarnya maslahat dan mudhorotnya. Apakah Alloh ‘Azza wa Jalla meridhoi langkah-langkahnya atau justru Alloh ‘Azza wa Jalla murka dengan langkah yang dia ambil. Sepatutnya ia harus berfikir terlebih dahulu, bagaimana ia harus bersikap jika proposalnya di tolak dan bagaimana ia harus bersikap bila proposalnya di terima. Begitulah seharusnya seorang calon Imam mengambil langkah. Bila ikhtiar dan doa telah dilakukan, maka sepatutnyalah ia menyandarkan diri kepada Alloh Ta’ala, dan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya semata.

Sebagaimana disepakati oleh al-Bukhari muslim telah diriwayatkan, dimana Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa
Sallam bersabda : “Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin itu. Alloh tidak menetapkan suatu keputusan baginya melainkan keputusan itu adalah baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, maka ia akan bersabar, dan yang demikian itu lebih baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan, maka dia akan bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan hal tersebut tidak akan menjadi milik seorang pun kecuali orang mukmin.” (HR. Muslim no.2999. Dari Shuhain rodhiyalloohu’anhu)


 Seorang ikhwan baik-baik akan menawarkan dirinya secara baik-baik pula. Tidak akan melakukan hal-hal yang sekiranya dapat melukai hati seorang akhwat dan mendatangkan murka Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bukan dengan cara-cara yang tercela dan dilarang oleh syaria’t islam yang mulia. Karena ikhwan baik-baik tahu bagaimana harus memperlakukan seorang akhwat.

Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita yang baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok. Oleh karena itu, berwasiatlah kepada wanita dengan baik.” (Hadist shohih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.5185-5186) dan Muslim (no.1468 (62)), dari Abu Hurairoh rodhiyalloohu’anhu)


Dalam riwayat Tirmidzi, Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap kaum wanitanya (istri, saudara wanita atau anak-anak wanita”

Dan ikhwan yang baik-baik akan sangat berHATI-HATI dalam membawa HATI serta memikat HATI, karena ketakutannya dengan murka Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan Alloh Ta’ala memuji orang-orang yang takut didalam Kitab-Nya dan menyanjung mereka.

“Sesungguhnya orang-orang yg BERHATI-HATI karena takut akan (adzab) Robb mereka, dan orang2 yang beriman terhadap ayat-ayat Robb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Robb mereka (sesuatu apapun), dan orang-orang yg memberikan apa yg telah mereka berikan, dengan HATI YANG TAKUT, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Robb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mukminun : 57-61)

Sesungguhnya ikhwan baik-baik yang menjaga Alloh dalam setiap hembusan nafasnya, akan memiliki tiga pilar sentral, yaitu Mahabbah (Cinta), Khauf (Takut) dan Roja’ (Harap) didalam hatinya. Sebagaimana firman-Nya :

“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Alloh” (QS. Al-Baqoroh : 165)

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan HARAP dan CEMAS. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90)

Mereka tidak mengedepankan hawa nafsu dan syetan. Mereka memiliki visi dan misi untuk selalu memperoleh ridho Alloh Ta’ala, dengan mencari kebenaran yang tak henti-hentinya dan senantiasa ada taubat disetiap hembusan nafasnya.

Ya ukhty, KETAHUILAH DAN INGATLAH!!! Bahwa mereka tidak akan pernah mencapai tingkat kesempurnaan, karena mereka juga manusia, sama hal-nya seperti antunna. Tak akan ada yang mampu menyerupai ummul mukminin Khodijah binti Khuwailid. Sebagaimana Rosulullooh Sholalloohu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imron. Sebaik-baik wanita ialah Khodijah binti Khuwailid. (HR Muslim dari Ali bin Abu Thalib radiyallahu ‘anhu).

Tapi yang harus diperhatikan adalah “adakah didalam dirinya semangat untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan cara yang benar?”

Karena begitu banyak orang lain menginginkan kebenaran, tapi caranya salah! Sebagaimana Ibnu Mas’ud berkata : “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak benar caranya!”Sesungguhnya Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda : ‘Nanti akan ada kaum yang membaca al-Qur’an tidak melewati tenggorokan mereka!”

Untuk mengetahui hal ini, maka dapat dibuktikan dengan “pola berfikirnya”, apakah dia tunduk kepada Kitabulloh, Sunnah Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam & Sunnah Khulafaur Rasyidin atau justru tunduk kepada HAWA NAFSUnya dan syetan???


Jika akal tunduk kepada hawa nafsu & syetan, bukan termaksudkan nafsu syahwat saja, namun bagaimana dia mengedepankan hawa nafsunya dalam mencari kebenaran. Disinilah letak awal “siapa dia”.

Begitu banyak ikhwan lulusan pesantren-pesantren, tapi begitu banyak pula yang hasilnya bermain dengan hawa nafsu dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, terjadilah penolakan-penolakan terhadap sebagian firman-firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan sabda-sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam karena dianggapnya tidak sesuai dengan zaman saat ini. Na’udzu billah min zalik.

Mereka lupa atau pura-pura lupa… bahwa ISLAM SUDAH SEMPURNA dan Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam telah bersabda :


“Sungguh, aku tinggalkan kalian diatas ISLAM yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidaklah berpaling dari ISLAM yang putih bersih ini sepeninggalku, melainkan akan BINASA.” (HR. Ibnu Abi’Ashim & Ibnu Majah)

Begitukah taubat dan memperbaiki diri yang benar???

Menurut penulis, hidup bersama orang seperti itu adalah hal yang paling menakutkan.

Sebaliknya, walaupun kenyataannya lebih banyak laki-laki yang gila dunia dan lupa Sang Khalik (penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati). Tapi diantara mereka, ada laki-laki biasa. Dia tidak pernah mengikuti pesantren atau sekolah Islam lainnya, tapi memiliki keinginan untuk senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri dengan menundukkan akal-nya kepada Kitabulloh, Sunnah Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam & Sunnah Khulafaur Rasyidin.

Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“Sungguh ada beberapa kaum bila mereka banyak berbuat kesalahan-kesalahan, maka mereka bercita-cita menjadi orang-orang yang Alloh ‘Azza wa Jalla akan mengganti kesalahan-kesalahan mereka dengan kebajikan” (Hadist hasan riwayat al-Hakim (IV/252), dari Shahabat Abu Hurairoh)

Maka menurut antunna, mana yang lebih baik diantara mereka yang telah disebutkan diatas?

Jawabnya adalah berdasarkan sabda Rosulullooh Shollalloohu ‘alaihi wa Sallam :

“Setiap anak Adam banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat kesalahan adalah yang banyak bertaubat” (HR. Ahmad,at-Tirmidzi, Ibnu Majah & al-Hakim)

Mengapa dengan taubat?

Karena TAUBAT adalah langkah pasti untuk menuju istiqomah dan menyongsong HIDAYAH ALLOH Ta’ala, menjauhkan diri dari ketergelinciran dan kenistaan. Ia adalah pintu kehormatan yang dibuka bagi para pendosa untuk kembali tanpa DITUNDA-TUNDA.


“Sesungguhnya taubat disisi Alloh hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima ALLOH taubatnya, dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa : 17)

Orang yang bertaubat kepada Alloh ialah orang yang kembali d
ari perbuatan maksiat menuju perbuatan TAAT. Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah rohimahullooh mengatakan :

“Taubat merupakan awal persinggahan, pertengahan dan akhir perjalanan hidup. Seorang hamba yang sedang mengadakan perjalanan menuju Alloh Ta’ala tidak boleh lepas dari taubat hingga ajal menjemputnya. Taubat merupakan awal langkah seorang hamba kepada Alloh dan kesudahannya. Dan kebutuhan seorang hamba terhadap taubat diakhir hayatnya teramat penting dan sangat mendesak. Sebagaimana juga taubat dibutuhkan di awal perjalanan hidup seorang hamba.” (Madaarijus Saalikiin (I/98).

Itulah titik awal yang harus diperhatikan untukmu duhai Ukhty. Karena Alloh Ta’ala sangat mencintai orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana firman-Nya :


“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang TAUBAT dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh : 222)

Maka, selayaknyalah kita turut mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri. Bukan begitu?!? Dan tentu saja, untuk itu dibutuhkan ILMU. Maka terus meneruslah berada di majelis ilmu untuk menuntut ILMU. Karena menuntut ilmu syar’i hukumnya WAJIB! Dan Taubat adalah kewajiban seumur hidup!

Ukhtyfillah yang dirahmati Alloh Subhanahu wa Ta’ala, jika engkau menginginkan ikhwan baik-baik untuk mengkhitbahmu, maka sebagaimana dirimu, si ikhwan pun dianjurkan untuk mencari akhwat baik-baik. Yang harus
menjadi instropeksi diri adalah “apakah diri ini sudah menjadi akhwat baik-baik?” Karenanya terus meneruslah kita bertaubat dan memperbaiki diri dengan ILMU, Alloh Ta’ala berfirman:

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…” (QS. An-Nuur :26)

Ya ukhty,langkah selanjutnya ketika laki-laki baik-baik datang untuk mengkhitbahmu, maka perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam berikut :


“Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar.”

Masalahnya sekarang adalah kebanyakan akhwat masih LEBIH mempermasalahkan HARTA dibandingkan dengan AGAMA. Pengaruh materialisme telah banyak menimpa para akhwat dan orang tuanya. Tidak sedikit dari mereka, pada zaman sekarang ini, yang selalu menitikberatkan pada kriteria banyaknya harta, keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja dalam memilih calon jodohnya. Masalah kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur berdasarkan materi dan harta saja. Sementara pertimbangan agama tidak mendapat perhatian yang serius.


Padahal, Islam sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal pernikahan. Dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islam, insya Alloh akan terwujud. Tapi kafa-ah menurut Islam diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan banyaknya harta, status social, keturunan, dan lain2.

Hendaklah seorang akhwat dan orang tuanya benar-benar waspada terhadap fitnah yang akan ditimbulkannya, karena diantara manusia ada yang terseret oleh kecintaannya yang berlebihan terhadap seorang akhwat sehingga ia berbuat durhaka kepada orang tua, memutuskan tali silaturahmi dan berbuat kerusakan dibumi, sehingga laknat Alloh menimpanya.


Dan yang paling banyak diantara manusia ada yang diseret oleh kecintaannya kepada seorang akhwat untuk mencari harta yang haram guna memenuhi kecintaannya dan memuaskan syahwatnya. Maka hendaklah seseorang berhati-hati terhadap fitnah wanita.

“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (Shahih, HR al-Bukhari (no.5096) dan Muslim (no.2740(97)), dr Shahabat Usamah bin Zaid rodhiyalloohu’anhu)

Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Alloh menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada didalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh Karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani Israil adalah karena wanita” (Shahih, HR Muslim (no.2742 (99), dr Shahabat Abu Sa’id al-Khudri rodhiyalloohu’anhu)

Ya ukhty, sadarilah, bahwa kita adalah sumber fitnah yang paling utama. Sumber penyakit yang paling utama. Sadarilah, bahwa jika kita tidak mengekangnya, maka akan timbul kerusakan dimuka bumi ini…

Ukhty perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam berikut :

“Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni Neraka.” Dikatakan, “Wahai Rosulullooh, siapakah yang selalu berbuat fasik itu?” Beliau menjawab,”Para wanita”. Seorang Shahabat bertanya,”Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, saudara-saudari kita, dan isteri-isteri kita?” Beliau menjawab,”Benar. Akan tetapi apabila mereka diberi sesuatu, mereka bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak sabar.” (Shahih, HR Ahmad (III/428,IV/604) dr Shahabat ‘Abdurrahman bin Syabl rodhiyalloohu’anhu.

Ukhty, mari kita jaga diri ini dari siksa api neraka… Jagalah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, niscaya A
lloh Ta’ala akan menjagamu. Jagalah Alloh, maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu…

 Ya ukhty, Jika memang kau masih bersih kukuh juga dengan masalah harta, jika kau masih juga mempermasalahkan harta…. Maka simaklah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikut :

“Sesungguhnya HARTA dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Alloh-lah pahala yang besar.” (QS. At-Thoghoobun : 15)

Dalam kitab Ibnu Katsir dijelaskan, bahwa sesungguhnya harta dan anak itu akan menjadi bahan UJIAN DAN COBAAN dari Alloh Ta’ala bagi makhluk-Nya agar Dia mengetahui siapakah hamba-hamba-Nya
yang taat dan yang durhaka kepada-Nya. Dan disisi Alloh pada hari Kiamat kelak adalah PAHALA YANG BESAR.

Maka ukhty, berhati-hatilah dengan syirik yang tak nampak, yaitu dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap diatas batu hitam ditengah kegelapan malam. Syirik yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Syirik seperti ini adalah seperti syirik dalam ucapan (selain perkara keyakinan). Salah satu contoh yang sering kita jumpai adalah
MENGGANTUNGKAN NASIB KEPADA MAKHLUK YANG TIDAK DAPAT BERBUAT APA- APA. Lidah ini begitu mudahnya bersandar pada makhluk yang tidak mampu berbuat sedikitpun. Terlalu menggantungkan nasib kepada makhluk-Nya dengan memperhitungkan kemampuan manusia (PEKERJAAN & HARTA). Ada sebagian akhwat yang beranggapan bahwa ‘dia tidak dapat hidup dengan laki-laki yang penghasilannya jauh dibawah dia. Tak tahukah engkau ya ukhty, bahwa :

Rosulullooh Shollalloohu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya Alloh adalah Pencipta semua pekerja dan pekerjaannya.” (HR. al-Hakim I/31-32, dan Majma’ az-Zawa’id VII/197)

Demi Alloh, bukan kuasa kita untuk memberikan rizki kepada diri kita maupun keluarga kita. Bukan pula kuasa itu karena kemampuan suami. Alloh Ta’ala-lah yang berkuasa. Bahkan hembusan nafas kita-pun dikuasainya oleh-Nya. Lantas mengapa kita masih menyandarkan diri kepada selain Alloh Ta’ala?

Perhatikan font berwarna merah berikut :

 “Dan Allah jadikan bagimu dari diri-dirimu sendiri berupa isteri, lalu Dia jadikan bagimu dari isteri-isterimu berupa anak-anak dan cucu, dan Dia memberimu rezeki yang baik-baik.” (QS. An-Nahl : 72)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS An-Nur: 32)

Rosulullooh Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda: “Carilah oleh kalian rizki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga).“ (HR Imam Dailami dalam musnad Al Firdaus)

Ya ukhty, selayaknya bagimu untuk mempermudah ikhwan yang akan mempersuntingmu!!! Sungguh
mereka juga manusia yang dapat dengan mudahnya tergoda oleh syetan dan hawa nafsu yang disebabkan oleh FITNAH yang paling utama, yaitu WANITA.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi Shollalloohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya diantara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya.” (Hasan, HR. Ahmad (VI/77,91), Ibnu Hibban (no.1256-Al-Mawaarid) dan al-Hakim (II/181))

Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah” (Shahih, HR. Abu Dawud (no 2117), Ibnu Hibban (no.1262-al-Mawaarid), dan ath-Thobrani dlm Mu’jamul Ausath (I/221,no 724), dr ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyalloohu’anhu)

…Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan kebaikan yang banyak padanya” (QS. An-Nisaa’:19)

 


Ya ukhty, rubahlah dirimu, semoga Alloh menganugerahi seorang Imam yang sholeh. Amin

Selamat berjihad!!!

***************************************************************

“Ya Alloh, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri dengan kezholiman yang banyak dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Karena itu, ampunilah aku, dengan ampunan yang datang dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Al-Bukhari no.834 dan Muslim no.2705 (48).

“Ya Alloh, jadikanlah aku merasa qona’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah Engkau rizkikan kepadaku, dan berikanlah berkah kepadaku didalamnya dan gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan
yang lebih baik.” (HR. Al-Hakim I/510 dan dishahihkan serta disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Ibnu ‘Abbas rodhiyalloohu’anhuma)

“Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas kesalahana-kesalahanku, kebodohanku serta sikap berlebihanku dalam urusanku, segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripada diriku. Ya Alloh, berikanlah ampunan kepadaku atas canda dan keseriusanku, kekeliruanku dan kesengajaanku, dan semuanya itu ada pada diriku.” (GR. Al-Bukhari no.6399/Fat-hul Baari XI/196, dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyalloohu’anh
 

Dasar Akhwat! [Part One]

Hmm…Kali pertama ngeliat dia, langsung dah hati jatuh, eh jatuh hati! Pasalnya, ane kepincut ma senyumnya yang mwaaaniiisss kayak gula. Mana ramah lagi! Pokoknya bwaaaiiik banget!

Awalnya tuh, ane dikenalin ma kakak. Waktu tu kan ane masih remaja belia (alah!), pastinya pengen cari jati diri duuunk…. Nah, kakak tuh sering beliin kumcer, novel, buku, dan majalah-majalah yang berbau Islam. Dia juga sering cerita tentang si akhwat. Katanya cewek tuh harus begini, begitu, dan bla..bla..bla…Intinya, dia pengen punya adek model akhwat gitu lah! Awalnya sie, terus terang ane rada tersindir, abisnya dari sekian panjang ceramahnya (yang katanya waktu tu dalam rangka dakwah), ga da kriteria akhwat yang nyantol di ane (satu2nya persamaan, ane ma si akhwat sama2 cewek!). Kakak mulai mengkritik kerudung gaul ane, gaya bicara, cara berpakaian, sampai membatasi pergaulan dengan temen2 cowok ane. Jujur ane cemburu banget ma si akhwat. Gimana nggak, kakak ane jadi ceritain en muji2 dia mulu! Akhirnya ane penasaran banget tuh ma makhluk yang udah ngambil hati kakak ane satu2nya (hiks..hiks..). Baru deh ketemu wujud aslinya saat masuk SMA. Tepatnya di sebuah komunitas bernama, Rohis!


Sejak mengenalnya, hidup ane berubah! Drastis boooo!!! Sikap en sifat ane jadi terbalik 180 derajat. Jungkir balik dah! Eva yang dulunya cengengesan, malu-maluin, cerewet, bawel, ngambekan, langsung “punah” seketika (eh, nggak ding! masih ada sisa2nya koq…dikit seeeh ). Hijrah memang sebuah pilihan, dan ane sangat bersyukur dah milih hijrah kepada kebaikan.

Well…well…Gaul ama akhwat emang asyik banget! Yang paling ane senengin dari mereka tuh ya, enak banget kalo dijadiin ‘tong sampah’ uneg2 qta. InsyaAllah aman deeeh rahasianya…Oww..oww..but, ada juga lho akhwat yang ‘ember’ alias suka ngebocorin curhat qta, tapi itu kan kembali pada tipe manusianya. Yaah, tetep aja prenz, ‘akhwat juga manusia’…yang bisa salah, lupa, bikin dosa, en berpeluang masuk neraka…(iih…Na’udzubillah min dzaalik…).

‘Alaa kulli hal, ane salut banget deh ma akhwat! Dia tuh dah lulus ujian mental sosial.. Buktinya, dia nggak malu pake
baju yang kedodoran atawa jubahnya yang kebesaran. Dia gak ngeluh meski gerah akibat jilbab yang lebar en panjang. Dia juga nggak peduli saat pandangan heran bin sinis mengarah padanya. Atau ketika sindiran tajam, tudingan miring, en cemoohan mampir ke telinganya. Dia mah udah kebal ama yang begituan! Semua itu dihadapinya dengan kesejukan tawadhu’, ketebalan iman, dan keteguhan yang luar biasa! Ya! Mereka memang beda dari cewek biasa!

Jadi akhwat tuh mesti pinter bergaul, but jangan melebur, entar malah kecebur! So, hati-hati…jangan sampai citra baik yang dibangun akhwat selama ini, ambruk seketika karena ulah qta yang ngakunya akhwat (iih, nggak deeeh!)

Baidewei, eniwei, baswei, gak kerasa hampir 3 tahun ane tinggal seatap ma mereka (selain jadi mahasiswa, qta juga berprofesi sebagai kontraktor ^-^). Asyik banget lho.. Suka dukanya, pasti ada. Baik jeleknya juga ada. Posistif negatifnya, apa lagiii. Ambil hikmahnya aja!

Berbagai tipe akhwat pun ane kenal. Ternyata gak semua akhwat kayak yang diceritain kakak tempo dulu. Ada akhwat yang nyebelin, terutama kalo lagi BeTe! bawaannya cemberuuut aje! Biasanya nggak mau diganggu, ngurung diri di kamar, entar kalo dah pulih, berlagak biasa, seperti gak terjadi apa2. Trus ada juga akhwat yang mudah banget GeEr. Apalagi kalo yang muji si ikhwan (itu mah wajar, semua cewek mang gitu, dah fithrahnya wanita seneng dipuji en dipuja, palagi dimanja!) Eh, ada juga neh akhwat yang sibuker (kalo ini mah hampir semua akhwat yang ane kenal deh). Mereka jarang di rumah, sibuk kuliah, aktif di berbagai organisasi, sibuk syuting (syuro’ penting), ngedate ma madh’unya, atawa kencan ma Murobbiyahnya…Biasanya kalo dah sibuk gitu, sulit bagi si akhwat untuk ngebagi waktu (bentrok lagi dah ma Bab Tawazun). Akibatnya, kuliah keteteran, kamar berantakan, cucian dan ngantri nunggu di laundry, de el el. Masih untung kalo yang jadi korban cucian or kamar yang kayak kapal pecah, tapi kalo ruhiyah yang jadi korbannya, bakalan ngefek ke segala aspek, nyesel berkepanjangan, Non! makanya Tawazun penting banget!!Dari akhwat yang lembut, kalem, kemayu, sampe yang bergaya sporty, energik, en lincah kayak kutu loncat. Dari yang pendiam, tertutup, kaku, sampe yang kelewat gaul, terlalu supel, bahkan rada centil. Da yang tampilannya sederhana, apa adanya, sampe yang modis en fashionable. Yaaah, biarkan mereka dengan gayanya sendiri…toh manusia kan emang beragam. Yang terpenting, nggak nabrak batasan2 syar’ie yang dah diatur ama Islam.

Asyik banget ya ngobrolin akhwat. Apalagi bagi si ikhwan..(Ops! afwan…becanda koq…peace Man!). Makanya, kapan2 ane pengen ngelanjutin lagi ngobrolnya…

Diizinin kan? (Terserah ane dunk, wong blog, bloge dhewe koq…hihihi…)

 



To be continued…

 

Ikhwan Punya Inceran (?)

 Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Ikhwan punya inceran, boleh nggak sieh?”

Pertanyaan lugu binti polos dari seorang akhwat kemaren sempet membuat ane kelabakan, bingung mau ngejawab apa. Tulisan ini termasuk pesenan dari si ukhti. Harapannya, bisa didiskusikan dengan Prenz Fillah yang sengaja ato nggak buka-buka ni blog.

Sebelumnya, ane mohon maaph sejiddan-jiddannya pada mereka yang “gerah” sama postingan ane yang belakangan ini jadi ngomongin ‘bab beginian’. Sampe-sampe ada beberapa testi, sms, telpon yang isinya cuma nanyain, “hayoo…ada apa denganmu, Ida? Ngebet nikah ya? Ditunggu undangannya yhah….” Ehem! Terimakasih atas perhatian sodara-sodariku semua. Ada yang mau carikan? (lho?). Gosip ‘sedap’pun beredar. Sedap? Iya. Seneng aja denger temen-temen yang ngegosip kalo pemilik Akhwat_Zone ini bakal walimahan. Siapa tau didenger malaikat trus diaminin. Hehehe.. (Aaamiin, semoga segera terlaksana ^_^. Asal gak kedengeran ma orang rumah aja. Ops!)

Owkeh, balik ke topik. Sampe mana tadi? Oh ya, jadi ada akhwat yang nanya ke ane (lagi-lagi curhatnya ke ane? Kenapa sieh?? *GeEr mode on), “Ukh, kalo ikhwan punya inceran, boleh nggak sieh?”. Wooi..!! Ada yang bisa ngebantu jawab nggak?? *tereak dari balik layar kompi.


Umm…sekadar berbagi. Ada kasus nyata yang bener-bener terjadi di walimahannya sepasang aktivis dakwah.
Alkisah, seorang ikhwan yang dikenal sebagai kader militan, haroki, qowiy, dengan amanah yang bejibun dan menjadi Ketua di mana pun (pokoke TOP begete dah!) mempersunting seorang akhwat yang sudah menjadi incerannya sejak lama lewat jalur swasta (main ‘tembak’ langsung). Si ukhti yang juga sama-sama aktivis kelas beratnya -dengan senang hati- langsung menerima lamaran Al Akh tanpa mengkomunikasikannya pada Murobbiyah (siapa yang mau nolak ikhwan sekaliber dia? Begitu mungkin pikirnya). singkat cerita, desas-desus pernikahan dua sejoli itu pun tersebar di kalangan teman-teman aktivis dakwah lainnya. Dan, sampailah berita itu ke telinga sang Murobbi. Betapa kagetnya beliau mendengar kabar burung itu. Si Akh dan si Ukh pun dipanggil MR-nya masing-masing untuk ditabayyuni. Dan, benarlah…nasi sudah menjadi tumpeng. Mau bagaimana lagi? Tanggal pernikahan sudah ditetapkan, undangan pun akan segera disebarkan. Sang Murobbi hanya menyayangkan kedua kader tangguhny
a merahasiakan rencana besar itu sejak sekian lama. Proses tiga bulan ta’aruf + khitbah + persiapan walimahan diurus semuanya oleh si ikhwan sendiri. Dan, tragisnya…… (duh, ane gak tega nulisnya nieh), sang Murobbi/yah “memboikot” pernikahan dua sejoli ini (ngerti maksud ane kan?). Ya, Murobbi keduanya sepakat untuk tidak menghadiri resepsi walimahan mereka… (Astaghfirulloh…*sesek napas.)

Yah, fenomena di atas mungkin juga terjadi di daerah lain. Ane gak tau harus berkomentar apa. Tiap-tiap orang punya pandangan dan pendapatnya sendiri. Yang jelas, kasus ikhwan yang memiliki inceran sendiri untuk dinikahi gak sedkit jumlahnya. Fenomena semacam itu sudah menjadi hal biasa. Mereka hanya meminta Murobbi untuk menjadi perantara yang membantu proses dengan akhwat incarannya. Bagaimana tanggapanmu, Prens Fillah?

Wallohu Ta’aala A’laam…

 

IKHWAN KEGATELAN

Tak disangka ihkwan ini punya hubungan dekat dengan seorang penulis cerpen bernama pena Afifah Afra Amatullah. Istrinya mempunyai saudara kandung yang menikah dengan kakaknya penulis ini.
Karena saya telah membaca salah satu kumpulan cerpennya yang sudah dibukukan berjudul Genderuwo Terpasung maka saya pun meminta kepada sang ikhwan untuk memberikan nomor telepon seluler penulis muda itu.
Tapi apa coba sangkaannya kepada saya—walaupun ini diutarakan dengan nada bergurau, “akhi, ente mau cari istri kedua yah?”.
Yah, persangkaan yang salah telak. Dan ini tidak berhenti di situ saja. Ketika kemarin sore saya kembali meminta nomor telepon salah seorang akhwat yang sudah berkecimpung lama di forum diskusi ada pernyataan lagi yang muncul dari teman saya ini.
“Ck…ck…ck…Akhi, di sini sedang ditimpa musibah, ente telepon-teleponan sama akhwat. Nanti saya akan beri tahu nomornya via hape istrimu, yo…” suara jawa medoknya terdengar.
Salah telak yang kedua kalinya. Baru ia mengerti setelah saya beritahu bahwa sang akhwat ini sudah menikah ahad kemarin. So, saya cuma mau mengucapkan selamat dan sebuah doa: Barakallahu laka….

Dari dua kejadian ini saya berpikir kembali dengan semua sangkaannya itu. Memang saya ikhwan kegatelan apa? Sehingga selalu ada tuduhan-tuduhan itu ketika saya menanyakan sesuatu tentang lawan jenis. Apalagi dengan tuduhan meningkatkan status kejantanan seorang pria dengan beristri lebih dari satu.
Bagi yang pertama hanya untuk menyampaikan pujian dan kekaguman saya terhadap tulisannya itu. Saya pikir ini adalah untuk menunaikan salah satu haknya. Itu saja. Dan pada kenyataannya sampai tulisan ini dibuat pun tidak ada satu pesan pendek yang saya kirim. Atau berusaha mencoba dial nomornya. Tidak. Tidak sesekalipun.
Untuk yang kedua, jelas saya tidak bisa datang ke sana. Karena selain saya pun mendapatkan informasinya terlambat, lokasi yang jauh sekali (ini sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan utama), belum bisa memberikan apa-apa sebagai hadiah pernikahan, dan terpenting adalah banyaknya agenda yang harus saya jalani akhir pekan kemarin, maka sudah selayaknya saya cuma bisa memberikan ucapan saja. So what getu loh…

Saya hanya ingin meniru apa yang dilakukan Hasan AlBanna yang sanggup menyentuh sisi-sisi terdalam dan paling sensitif dari seseorang yakni hatinya. Yang sanggup mengingat nama dan mengenal al-akh cuma karena ia menandatangani kartu keanggotaan jama’ahnya. Al-akh itu pun terkejut dan tersentuh hatinya ketika Hasan AlBanna yang baru pertama kali berkunjung ke daerahnya itu sanggup mengenalnya dari ribuan anggota jama’ah lainnya.
Maka hati adalah pintu untuk masuknya hidayah dan cahaya kebenaran. Hati adalah gerbang penentu penerimaan seseorang terhadap dirinya. Hati adalah segumpal buhul dari silaturahim. Maka dengan sentuhan hati dakwah ini menyebar ke segala penjuru mata angin.

Saya sungguh belumlah sanggup meniru apa yang Rasulullah saw sering lakukan dengan memberikan hadiah kepada banyak orang dan menjadikan ini sebagai sunnah buat ummatnya. Atau meniru apa yang dilakukan Hasan AlBanna dengan gampangnya ia mengingat nama orang, yang sebaliknya bagi saya seringkali mudah dilupakan.
Maka hanya ini yang bisa saya lakukan. Dan itu pun tidak hanya untuk makhluk bernama wanita, perempuan, akhwat, gadis, ibu-ibu, nenek-nenek atau apapun sebutan yang biasa engkau sandingkan. Tidak. Karena saya tahu dan engkau tidak tahu apa yang saya lakukan setiap hari.
Maka hanya ini yang bisa saya lakukan dengan menelepon ketika ia telah bertambah umurnya, menjenguk ketika ia sakit atau mendapatkan anugerah berupa sang penerus kehidupan, memberikan hadiah, mengirim
kan surat, bersilaturahim tanpa direncanakan dan diberitahukan terlebih dahulu kepadanya. Atau bila ada rezeki berlebih maka menyisihkan sebagian rezeki itu untuknya. Dan masih banyak cara lain untuk menyentuh sensitivitas hati seseorang.
Insya Allah dengan ini, engkau akan menjadi terpercaya dimatanya. Memudahkan engkau menjadi mata air yang akan mengalirkan air kebaikan kepadanya. Engkau akan dikenang bukan untuk dipuji atau dikultuskan, tapi dikenang untuk dicontoh. Contoh dari prototype penuh kebaikan.
Sungguh, keutaman ada pada kebaikan walaupun kecil tapi dilakukan dengan istimroriyah, kontinyu, berkelanjutan. Niscaya unta merah pun engkau akan dapatkan. Insya Allah.
So, kiranya: julukan ikhwan kegatelan semoga tidak ada pada diri saya. Kalau iya, semoga masih ada obatnya di apotik.

 

Ikhwan Narziez

ah… ini judul kok begitu…hmmmm. ga tau. sama nggak Narsis=Narziez? (di sini disamakan aja, biar tambah kuerenzzz). Narziez? bahasa mana itu. sebetulnya aku ga terlalu faham makna kata Narziez  itu hanya, sudah menjadi konsumsi publik, bahasa yang terkesan aneh jadi enak aja. mirip seperti kata Gokil, Mboh ah. kuwi boso ngendi.., mungkin awalnya itu bahasa luar angkasa, diolah dengan suhu terjaga, trus di racik dengan bumbu penyedap cap “gauls” jadilah makanan public judul yang tertera tepatnya juga begini “Ikhwan (akhwat juga) Narziez”

mendengar kata Narziez imaji kita akan melayang (emang punya sayap), kepada sosok yang suka nampang, suka difoto, atau memfoto diri sendiri, pamer tampang dan body (duileee…). mirip Ade Ray aja… tetapi jika narziez ini disematkan kepada kalangan Jenggoter yang lebih umum disebut Ikhwan. maka jadilah sebutan Ikhwan Narziez.

Ikhwan Narsies (bakwan sosis kalie).. tidak sedikit kita jumpai di acara-acara. dengan dalih sebagai dokumentasi, tidak lupa sebagai ajang nampang.. mumpung aja. ada tempat menyalurkan bakat nampang. mau ikut audisi Cover Boy majalah “GHauLS” atau sejenisnya, nanti jadi salah kaprah, gengsi donk. mosok ikhwan ikut kaya’ gituan. Hancur
reputasinya.

jika hanya sebatas dokumentasi dan dijadikan acuan atau rujukan akan kegiatan serupa di lain waktu, atau “dikomsumsi” sendiri di rumah (bareng istri  biar ketawa cekikian bareng) dengan syarat sudah punya istri jangan istri orang lain, lha kalau yang belum punya piye?? … kiranya tidak menjadikan banyak pertanyaan di kemudian hari. tetapi jika kemudian gambar narziez di pajang di web atau ditempat umum yang bisa dikomsumsi public bisa jadi banyak persepsi… mulai dari sebatas kenangan semata, mengenang saat-saat bahagia bersama duch bahasanya, sampai pada benar-benar nampang. tetapi itu kembali kepada urusan masing-masing yang memajang gambarnya.

terlebih jika kemudian Narziez ini menghinggapi kalangan akhwat (lhoooo). dengan alasan yang sama dengan ikhwan
ketika hanya menjadi konsumsi pribadi rasanya masih wajar-wajar saja. maklum akhwat juga manusia. sekali lagi jadi Konsumsi Pribadi dan keluarga. jika sudah membuka akses untuk jadi konsumsi public, tinjauannya bisa jadi lebih jauh dari pada ikhwan Narziez. lho kok??
Pintu Fitnah yang ditimbulkan Akhwat Narziez akan lebih besar dari pada ikhwan Narziez. dalam pandangan ikhwan, seorang akhwat yang nampang akan sangat jauh dibanding ikhwan nampang dalam pandangan akhwat. walaupun tidak menutup kemungkinan juga menimbulkan efek yang sama. maksudnya??

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah
kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (Ali Imron : 14).  

akhwat dalam pandangan ikhwan akan sangat berbeda. bisa terlihat lebih menarik, mempesona, lho…… tetapi berbeda halnya jika ikhwan dalam pandangan akhwat. magnet ikhwan dalam pandangan akhwat tidak sekuat magnet akhwat dalam pandangan ikhwan. hihihihi buka kartu

secara Fitrah seorang laki-laki akan sangat tertarik dalam pandangannya kepada wanita, sebaliknya seorang wanita
akan sangat tertarik bukan kepada laki-laki, tetapi lebih kepada perhiasan (baca : harta benda). Sok tau aja!! sehingga secara fitah, wajar jika seorang lak-laki “mengumpulkan” istri dan seorang wanita suka mengkoleksi dan menyimpan berbagai perhiasan, misal cincin, kalung. Lho kok sampai sini ngomongnya….

belum lagi jika Gambar Akhwat bisa diakses dengan gratis, tidak menutup kemungkinan “peng-akses”nya tidak hanya sebatas kalangan ikhwan jenggoter saja. manusia yang mempunyai watak usil dan jahil lagi dekil (baca : manusia parah), sehingga, meng-edit edit gambar tersebut kemudian di posting lagi dalam keadaan yang jauh berbeda. jika menjadi lebih bagus, kelihatan sedang melaksanakan umrah itu sihh jadi seneng, tetapi jia hasil akhir dari edit-edi
t tersebut menjelekkan dan menghancurkan reputasi pengemban “risalah” jadi gemez pengin njitak orangnya (hehehe). hancurlah semuanya.
membangun kepercayaan publik bagi seorang “pengemban” risalah butuh waktu yang panjang, bahkan seumur hidup. tetapi untuk menghancurkan kepercayaan tersebut cukup waktu setengah jam atau bahkan kurang dari itu.

akhirnya silahkan semua manilai akan niatan narziez tersebut, baik kalangan jenggoter atau jilbaber.. Gud lak!
 

Cantik Luar Dalam

Panduan Tambahan Kecantikan

1. Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali
sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan, biarkan menitis dan
kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a.

2. Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah ‘olahraga’. Cukup dengan
memperbanyakkan solat. Ketika solat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu
berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do’a.

3.Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di

bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan ‘kata kunci’, "Allahuma
Kamma Hassanta Khalqii Fahassin
Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau
telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlaqku).
(HR Ahmad) - DOA TENGOK CERMIN

4. Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak
berbohong
atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.

5. Agar tubuh langsing, mulus, diet yang teratur dengan berpuasa semin
ggu 2
kali,
Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS selang satu
hari.
Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih.


6. Untuk mengembangkan
diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian
kita akan banyak dikenal dan disayangi.

Rahasia 13

Inilah dia rahasia as-solat, sebagai peringatan bagi yang sudah tahu atau
panduan bagi yang baru tahu……

1. Niat
Sembahyang, sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.

2. Berdiri Betul. Fadilatnya ketika mati dapat meluaskan tempat kita di
dalam kubur.

3. Takbir-ratul Ihram. Fadilatnya sebagai pelita yang menerangi kita di
dalam kubur.

4. Fatihah. Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.

5. Ruqu’. Sebagai tikar kita di dalam kubur.

6. I’tidal. Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam
kubur.

7. Sujud. Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.


8. Duduk antara 2 Sujud. Akan menaung panji-panji
nabi kita di dalam kubur.

9. Duduk antara 2 Sujud (akhir). Menjadi kendaraan ketika kita di padang
Mahsyar.


10.Tahhiyat Akhir. Sebagai penjawab bagi pertanyaan yang ditanyakan oleh
Munkar & Nankir di dalam kubur.

11.Selawat Nabi. Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.

12.Salam. Memelihara kita di dalam kubur.

13.Tertib Akan pertemuan kita dengan Allah S.W.T.

 

Peringatan Keras Untuk Ikhwan!! (Wajib Baca!!)

Ketika Akhwat Tersinggung

 

Eeeggghhhhh!!!!!!       Ikhwaaaaannn!!! Ente mau bikin masalah lagi yah? Kenapa sieh?? Qta kan Sodara, koq tega-teganya dikau menyakiti hati sodara antum sendiri (akhwat)??

Duh..Va, Va...Vans..!!
Tenang, tarik napas dulu dalam-dalam (Hmmmf..), yak, hembuskan....(Fyuuuh..)
Slowly, Gals. Sekarang, ceritakan pelan-pelan, ada apa seeh??

Ugh! gimana nggak kesel, si ikhwan cari masalah lagi!! Dia sengaja mancing2 kemarahan kami (akhawat). Kemaren, pas ane browsing buat bahan skripsi (tentang media blog), tanpa sengaja ane kesasar di blognya seorang ikhwan (pantaskah dia disebut ikhwan???) yang (syumpah) nyebelin banget!!

Emang alamat blognya apa?


Tau ah!! lupa!! males ane nengok ke blog itu lagi!! Nggak sudi ane menginjakkan kaki ke blognya untuk yang kedua kali!! Nggak sudiiiiiiii!!!!!!

Emang napa seeh??

Syumpah, gondok banget ane!! (Duh, Astaghfirullah...*sambil ngelus dada*).
Enaknya, diapain yha ni orang?? Kita kasih dia dua pilihan, "kue bogem mentah atawa dorprize timpukan sand
al", gimana, setuju??

Sodara-Sodara, Akhi, Ukhti, Brother, Sista, en Prens Fillah di manapun kalian semua berada....Jika Antum bertemu dengan sosok berinisial Ibnuara, bilang, ditantang ma akhwatzone!! Kami, cewek, perempuan, wanita, akhwat, sebagai Makhluk Tuhan Yang Paling SeNsi, dengan sepenuh hati menyatakan: Amat Sangat Very Tersinggung Sekali Banged Jiddan atas artikel yang Antum buat!! Dan dengan ini, kami meminta Anda untuk segera mencabut kembali kata-kata yang tertulis di blog Anda!! Atau kalau tidak, Anda akan menyesal!! Camkan itu!! (Beeuh, keren juga lu Van!). Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!!

Bagi siapapun yang tidak tergerak hatinya untuk memprotes, memboikot, dan mengecam -pendapat nyeleneh dari orang aneh ini- atau berlaku masa bodoh, mendukung, bahkan mengamalkan "madzhab" ini dengan kesadaran penuh, maka bersiap-sipalah berurusan dengan kami, akhwatzone!! Kami tidak akan tinggal diam!! Sebisa mungkin
akan kami usut perkara ini dan kami ajukan ke Majelis Pengadilan Ikhwah atas tuduhan "Pencemaran Nama Baik Ikhwan dan Pelecehan Terhadap Harga Diri (Izzah) Seorang Akhwat". Sebagai barang bukti, berikut ane lampirkan (baca: copas-kan) keempat artikel yang ane maksud. Gak peduli walau artikelnya bakal menghabiskan banyak tempat di blog ini. Biar temen2 tau! Koq ada sieh, ikhwan kayak gini???? Heran ane!!
 

Menggapai Cinta Sang Akhwat

 Assalaamua’laikum… (tumben-tumbenan nih…)

Apa kabar semua…?, rasanya udah lama dech aQ gak bikin postingan. Sebenarnya yang melatar belakangi telat mosting adalah ide, gak ada bahan tulisan yang emang bener-bener menarik (ini juga sebenernya maksain nulis aja, biar tampilannya penuh, he…he…)

Btw, sebelumnya aQ pernah nulis soal Akhwat (cari dan lihat postingan sebelumnya) dan ditulisan itu aQ janji mo ngasih tips dan trik buat dapetin akhwat (kek yang betuuul, aja…), nah ini dia tipsnya, enjoy it.

Tips Dan Trik: Menggapai Cinta Sang Akhwat

Sebenarnya ada banyak cara meluluhkan hati seorang akhwat, dari mulai berlebay-lebay soal agama atawa sok keren karena pernah menimba ilmu dipesantren. Nah dari banyaknya jalan menuju roma (lho… mo ke Roma ato nyari
Akhwat sih…?), ini dia salah satu tips untuk menggapai hati Akhwat (kamana atuh menggapai…!).

1. Pastikan kalo orang yang Kamu incer adalah akhwat tulen (jangan yang setengah akhwat setengah ikhwan, apalagi stengahnya banci, berabe donk!, dan sebab lain karena jurus ini gak akan mempan sama yang kayak gitu, sumpah…!)

2. Jangan terlalu banyak berkomunikasi verbal secara langsung, minta seseorang untuk jadi perantara (mak…! comblangin kita dong…!), dan pastikan kalo orang itu teman dekat akhwat inceran Kamu atawa bisa dipengaruhi dengan mudah oleh Kamu.

3. Nah…, sampaikan pada si Akhwat Salam (salam sejahtera para penghuni sorga, kik kik kik kik…) melalui si perantara tersebut.

4. Jangan terlalu mencolok kalo Kamu lagi PeDeKaTe sama si Akhwat, buat seolah-olah Kamu emang baik gitu kesiapapun (berprilaku ramah, bersahabat dan SOLEH, INGET S-O-L-E-H!!!).

5. Kamu boleh berlebay-lebay soal agama (meskipun sebenarnya kemampuan Kamu dibawah rata-rata, he…), tapi jangan terlalu parah n’tar belangnya ketauan.

6. Lihat respon Dia sama Kamu, kalo baik lanjutin ke tips no 7, kalo enggak, Wassalaam (yu dadah… babay…).


7. Nah abis gitu kamu berlebay-lebay masalah hidup dan kehid
upan, berfilosofi ria soal banyak-banyak (jangan kebanyakan, gak bagus juga buat kesehatan, he…).

8. Terus tanam (maksudnya…? kayak pohon gitu…) sebuah kepercayaan yang mendasar bahwa Kamu adalah orang terbaik buat Dia (kik kik kik…), kalo masalah kayak gitu gak usah di kasih tau kan?.

9. Jangan coba pegang-pegang, kalo Kamu gak mau ditampar (dan itu terjadi pada 137 jomblo yang pengin nyobain megang akhwat), apalagi daerah terlarang, sumpah “jangan bangaet“, itu bakal ngerusak semua yang udah dilakuin.

10. Perbanyak percakapan melalui bahasa tubuh (biar tubuh yang bicara Cinta, huek…), jangan kebanyakan boong, gak bagus juga buat catetan amal Kamu (masih mencoba buat insyaf, he…).


11. Kalo berhasil, aQ tunggu undangannya ya… (he…).

Semua yang ditulis ini telah dibuktikan oleh 1935 jomblo yang susah cari jodoh. Selamat mencoba meluluhkan hati Akhwat. Semoga sukses.

PERINGATAN KERAS!!!
Jangan mempermainkan hati Akhwat kalo gak mau kena Azab (kalo sekali-kali boleh sih… asal jangan keterusan dan mendapat gelar “Play Boy Cap Ikhwan” aja, otreh…). Cayo…

Tipe-Tipe Akhwat

Assalaamualaikum…

Hmm… sebernya sih awal-awal bikin tulisan soal akhwat nih cuman iseng-iseng (iseng apa ise…ng), tapi pas ngeliat kemaren di blog stat, ternyata banyak (banget, sumpah dan itu bisa dibuktikan) ikhwan yang ngebaca pembahasan masalah akhwat di tulisan sebelumnya (”Menggapai Cinta Sang Akhwat”), dan beberapa permintaan lain (termasuk minta foto dan biodata akhwat, yang sayangnya tidak bisa dipenuhi, karena ini bukan blog buat nyari jodoh, he…) maka aQ lanjutin deh tulisan tentang akhwat (so banget ya…).

Nah, yang sekarang mo dibahas adalah tentang beberapa tipe akhwat. Bila rekan-rekan (cie… rekan) ada yang berstatus mahasiswa atau pelajar yang berkecimpung atau pernah bergelut dalam dunia rohis (kek yang betul aja ya, he…), pasti pernah bertemu dengan makhluk yang suka disebut sebagai akhwat (kita sebut saja makhluk tuhan paling soleh -MTPS- he… he…).


Dari banyak akhwat yang kita temui tersebut (kalo ketemu ya…), kita bisa ngebedain akhwat tersebut kedalam beberapa jenis. Mo tau kan, nah ini dia pembahasannya:

1. Akhwat Garis Keras

Nyang model gini yang paling yahut nih, mulai dari A to Z semuanya berlandaskan Al-Qur’an N Sunnah. aQ jamin kamu kagak bakalan bisa ngajak akhwat model gini pacaran. Kalo mo nyoba sok ajah, paling ente ntar dapet wejangan masalah hubungan antara pria dan wanita dalam islam (amsyong deh ente, he…).

2. Akhwat Garis Depan

Nah kalo nyang model gini sebenernya gak jauh beda ama nyang pertama tadi, cuman bedanya diaktifitasnye aja. Akhwat model gini biasanya aktif di organisasi keislaman (baik kampus atau masyarakat), trus pas ada demonstrasi biasanya bediri paling depan (makanya namanya akhwat garis depan, he… ngasal banget ye…)

3. Akhwat Garis Tengah

Nyang satu enih, agak lumayan. Suka aktif di organisasi juga, cuman biasanya gak terlalu loyal (biasa-biasa aja, makanya namanya garis tengah, he…). Antum (cie… antum…) bisa berkomunikasi dengan lancar apabila berhadapan dengan nyang model gini, tapi tetep juga harus islami (jaga pan
dangan, gak megang-megang, dll, he…).

4. Akhwat Garis Belakang

Akhwat macam ini, biasanya baru masuk dalam organisasi ato belum menguasai bidang keilmuan islam secara utuh, yang biasanya dipegang teguh (cie… he…) oleh para akhwat nyang diatas. Akhwat seperti ini aQ istilahkan sebagai akhwat dalam proses perkembangan iman (ha…ha…) ato juga yang sebenarnya udah lama cuman masih tetep belom bisa berubah sepenuhnya.
Dan akhwat macam ini masih bisa didekati oleh antum, tapi tetep harus hati-hati (karena pasti dalam bimbingan murobbinya, cie…). untuk mendapatkan akhwat model gini cara yang kemaren dibahas dalam “Menggapai Cinta Sang
Akhwat” dapat digunakan (dengan catatan harus hati-hati menggunakan trik tersebut, jangan ampe tahu kalo trik entu ente dapet dari sini…).

5. Akhwat garis belakang banget

Nah, kalo nyang modek gini biasanya bisa dipacarin, meski berkedok taaruf (telah dibuktikan oleh 87 dari 129 jomblo ikhwan yang iseng…). tapi antum juga meski menjaga jarak ma ni akhwat, karena kalo enggak bisa kek bumerang (senjate makan tuan, he…).

6. Akhwat Tanpa Garis

Kalo nyang kayak gini biasanya cuman kesing-nya aja, tapi isinya kagak ada apa-apanya. Status akhwatnya cuman karena dia akhwat secara harfiah (akhwat=sodara perempuan), tapi kalo dari prilaku, ENGGAK!. Lo bisa dapetin akhwat model gini dengan atau tanpa trik n tips yang tersebut diatas.

Secara garis besar, cuma segitu aja ya… Males nulisnya kalo banyak-banyak, bacanya juga males kan?. Nah buat antum yang akan mengejar serta menjemput akhwatnya, GUD LUK aja…

PERHATIAN:


- Tulisan ini hanya sebagai bahan perbandingan, bukan untuk dijadikan patokan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

- Trik tidak dapat diterapkan pada Akhwat yang udah tau belangnya ente, so… ati-ati milih inceran.
 

Kalo Ikhwan Nyari ‘Gebetanâ€

Ikhwan nyari gebetan? Gak salah nih? Eit, jangan suudzon dulu ya. Meski panggilan ikhwan identik dengan cowok pengajian, mereka juga kan manusia. Sama seperti cowok laen. Punya rasa punya hati dan nggak punya antivirus merah jambu. Itu artinya, ikhwan juga bisa kepeleset jatuh hati ama pesona lawan jenisnya. Terutama pada kalangan cewek pengajian yang biasa dijuluki akhwat. Soalnya mereka kan beraktivitas pada dunia yang sama. Dunia dakwah gitu, lho. Wajar dongs!

Bedanya ama cowok laen, cowok pengajian mungkin lebih punya pertimbangan mateng untuk jatuh cintrong. Ciiee, sori bukan narsis lho. So, nyari gebetan di sini bukan berarti nyari gandengan yang bisa diajak kencan atau jalan berduaan. Tapi untuk diajak serius melabuhkan cintanya di jalan yang halal. Loving you, Merit yuk? Enak..enak..enak..! 

Nah, kali ini kita mo ngorek informasi dari temen-temen ikhwan seputar komentar tentang Liga Champions, eh tentang akhwat idaman mereka. Informasi berharga nih. Penasaran? Yuk!

Akhwat idaman di mata ikhwan
Ngobrolin soal akhwat nggak bisa lepas dari sikap, karakter, dan aktivitas dakwahnya yang dengan mudah tercium oleh ikhwan. Ada yang lincah kayak bola bekel, ada yang rame mirip Nirina Zubir, ada yang aktif banget sampe nggak terlalu mikirin penampilan yang seadanya, dan lain sebagainya. Pokoknya mah bervariasi banget deh. Tapi, seperti apa sih akhwat yang disukai ikhwan?

Seorang teman dari negeri jiran, Hadi, via FS (Friendster)-nya ngasih komentar: .perempuan yang aku suka adalah sejuk mata memandang dek terlihat keluhuran akhlaknya menjadi sumber ketenangan jiwa bila hati bergelora?.?

Kalo menurut ?penkhianat yang telah musnah (pytm) dalam YM(Yahoo Messenger)-nya, yang jelas ngaji. Masalah pendiem, kalem, jaim, rame itu mah selera. Ram
e asyik dibawa ngobrol. Kalem asik kayak punya bidadari yang bisa diapain. Hahahaâ... ?

Lain lagi pendapat Zubair, mahasiswa IPB (Kimia) 2002, akhwat yang disukainya adalah yang?Pandai berkomunikasi dalam bentuk verbal, sehingga dengan modal dasar ini mudah-mudahan setiap masalah yang ada mampu dikomunikasikan dan diselesaikan dengan
kepala dingin, bahkan jadi modal yg sangat cukup untuk dakwah?.
Gimana dengan akhwat yang agak agre. Maksute, akhwat yang punya inisiatif berjuang setengah hidup nyari info tentang ikhwan idamannya. Walau diam-diam, tapi aktif tanya sana-sini-situ. Mungkin udah ngebet kali ye ama ikhwan
incarannya en takut keburu dicantol ama yang laen. Hehehe.....


Kalau buat pytmâ  bilang saat chatting, akhwat agre bukan tipe yang disukainya. Lantaran khawatir timbul fitnah bin gosip yang nggak bisa dipertanggungjawabkan. Mereka lebih suka yang kalem. Akhwat banget, gitu lho. Rada pendiem en bisa jaim di tempat umum. Mungkin tipe-tipe akhwat yang nunggu diajuin proposal ama ikhwan gitu deh. Kayak mo tujuh belasan pake ngajuin proposal? Hihihi

Tapi bagi Zubair, akhwat agre adalah tipe kesukaannya. ¦karena kalo orangnya terlalu pendiem, kita nggak tau secara persis keadaan dia kayak gimana, kalo agresif alias ekspresif kan enak tuh, kalo ada masalah ketahuan jadi
mungkin kita bisa bantu tolong.? Dengan kata lain, doi nggak gitu nyetel ama akhwat yang kalem, … soalnya kalo yang kalem susah ditebak isi hatinya?.

Oh ya, untuk tipe agresif meski nggak umum di kalangan akhwat, bukan berarti ?celaâ lho. Karena Siti Khadijah pun termasuk yang ?agresif hingga berani menawarkan diri kepada Muhammad bin Abdullah setelah terpikat oleh sifat dan karakter beliau.

Oke deh sobat, itu segelintir komentar temen-temen ikhwan tentang tipe akhwat yang disukainya. Yang pasti, mau yang agre ataupun kalem, semuanya sama baiknya selama sholehah. Tinggal pandai-pandainya kita aja mensikapinya. Dan yang nggak kalah pentingnya, akhwat yang bersangkutan suka juga ama kita. Biar nggak
bertepuk sebelah tangan. Huehehe…

FBI= Female Bidikan Ikhwan
Sobat, dari komentar ikhwan-ikhwan yang kena todong EVA pas ditanya soal akhwat idaman, mereka nangkepnya lagi ditanya soal sosok yang bakal jadi istrinya. Geer banget kan? Tapi wajar aja sih kalo kegeeran, itu kan gejala normal seorang jomblo. Padahal untuk calon istri, mungkin lebih khusus lagi kriterianya. Kayak gimana sih?

Menurut Anas, Tipe yang Anas suka..tipe yang memang benar-benar pantas jadi istri. Simpel kan? Dia harus bisa jadi benteng pertama dari sisi apapun bagi anak-anaknya..karena (mungkin) tugas suami adalah mencari nafkah (cenderung keluar)..?

Kalo pendapat Zubair, …Sopan, cukup ekspresif, pandai komunikasi, wajah lumayan cantik, kulitnya putih kalo bisa enn sabar. Bahkan kalo ada sih yang ilmu keislamannya baik + akhlaknya baik, jadi bisa ngingetin kita kalo salah…?

Namun kini, kondisi yang meminta kehadiran wanita di dunia kerja tak bisa dihindari. Ada aja akhwat yang sudah kerja di kantoran, menjadi buruh pabrik, atau pengen kerja meski udah merit. Gimana dengan akhwat model gini?

Kalo buat pytm, ..pengennyah sih punya istri tuh di rumah ajah. Meski bisa dongkrak ekonomi dalam negeri, tapi tetep ajah amanah di rumah lebih gede. Boleh kerja tapi di sekitar rumah. Ga boleh jauh. Trus yang ringan. Jadi guru TK ato apalah…?

Sobat, sosok FBI alias female bidikan ikhwan sepertinya nggak harus punya kelebihan secara fisik, status sosial, suku, status pendidikan, atau dandanan. But, nggak berarti cuek banget, hanya saja bukan prioritas. Itu aja kok. Nggak lebih.

Syakhsiyahmu yang kumau
Bagi bagi seorang ikhwan, mikir-mikir dulu kalo mau menominasikan lawan jenis yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. Apa pasal?

Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudar dimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bin cinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikat kita itu. Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya.

Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayal semata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan. Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untuk menjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabat dekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundung musibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaan dalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catet tuh!

Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.? (M. Fauzhil Adhim, ?Kupinang Engkau dengan Hamdallah)

Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermin dalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuran standar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangun rumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kita ngelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pake standar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteria itu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik. Yeee…itu mah sama aja atuh!

Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerima cinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakin deh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi pada diri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!

Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran. Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadi kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itu karena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidak taat beragama).? (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Jangan egois donk!

Allah swt berfirman:

wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..? (QS an-Nuur [24]: 26)

Dari ayat itu, Allah emang Maha Adil. Dia menjanjikan wanita yang baik untuk pria yang baik pula. Sebagaimana layaknya Aisyah r.a. menjadi istri Nabi saw. Pria yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Itu berarti kalo pengen dapetin akhwat yang sholehah, kita juga kudu sholeh dong. Jangan cuma mikirin keinginan diri sendiri. Nggak adil tuh. Mengidamkan akhwat yang baik tapi kitanya sendiri jeblok. Karena kaum hawa juga berhak mendapatkan tipe-tipe primus alias pria mushola yang sholeh. Tul nggak sih?

Makanya kita jangan egois. Kita juga punya kewajiban yang sama seperti kaum Hawa untuk memoles kepribadian dan menghiasinya dengan akhlak Islam. Percaya deh, syakhsiyah Islam akan membantu kita untuk lebih bijak dalam mensikapi hidup. Kita jadi punya standar untuk berbuat atau menilai suatu perbuatan. Termasuk dalam memilih istri.
Nggak asal nunjuk. Trus, di mana kita bisa dapetin syakhsiyah Islamiyah?

Yang pasti, syakhsiyah Islam nggak dijual bebas di pinggiran jalan, klub malem, pub, atau diskotek. Tapi kita bisa dengan mudah dapetinnya di forum-forum pengajian. Yup, di tempat pengajian kita diperkenalkan lebih dalam dengan Islam dan aturan hidupnya yang sempurna dan cocok buat kita. Ini yang bisa menjadi benih tumbuhnya syakhsiyah Islamiyah. Perlu perawatan yang rutin dengan getol mengkaji Islam jika kita ingin pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan dibubuhi pupuk keikhlasan semata-mata ingin dapetin ridha Allah (bukan cuma pengen dapet calon istri solihah.. ehm..), syaksiyah Islam akan mengantarkan kita pada predikat kemuliaan. Di hadapan manusia, dan yang menciptakan manusia. Bukankah ini yang kita harapkan?

So, jangan tunggu hari esok. Mari kita sama-sama menjadi bagian dari generasi anak ngaji (Ngaji Generation). Membentuk syakhsiyah pada diri kita dan menanamkan akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Sekaligus memperkuat barisan perjuangan untuk memuliakan diri kita, Islam, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Moga-moga Allah masukin kita dalam daftar orang-orang yang berhak dapetin pasangan hidup yang sholeh/sholehah. Mau dong? Yuuuk!   
 

Posted in Campur. 2 Comment »

ikhwan-akhwat narsis sok puitis juga sok romantis, mari tobat bro and sis!

yoo Muslim,, assalamu�alaykum warohmatuLLOH wabarokatuh,,

sebelumnya saya mau menegaskan,, tulisan ini saya buat bukan karena saya tidak seperti itu,, juga bukan untuk menyinggung salah satu dari kalian,, tapi hanya sebagai sarana untuk saling mengingatkan dalam kebenaran,,

sekarang jaman semakin maju,, abad millenium katanya,, jauhnya jarak antar manusia tidaklah jadi masalah,, karena berbagai kemajuan teknologi sudah tidak memberikan batas jarak dan waktu,,

berbagai fasilitas pun tersedia,, ada yang mencari informasi terkini sampai mencari suami/istri,, fenomena-fenomena kekinian memang cukup mengkhawatirkan,, pasalnya negara ini terlihat jelas semakin mengarahkan kemudinya
kepada kebebasan,,

para musuh ISLAM mencoba melemahkan kaum Muslimin dengan memberikan serangan dari dalam dan luar,, dengan berbagai sarana-sarana pendukung lainnya,, media massa pun dapat kita rasakan bahwa mereka semakin condong kepada kemunkaran dan kebathilan,, dan sadar atau tidak,, inilah indonesia,, yang sedang digrogoti dan
dirongrong oleh pasukan zionis najis,,

kemaksiatan menjadi hal yang lumrah,, bahkan kebaikan menjadi tabu untuk dilakukan,, para orangtua semakin memprihatinkan,, karena semakin banyak yang membolehkan bahkan memarahi bila anaknya tidak pacaran,, oh-emji,, bersabarlah kalian wahai peminang bidadari,,


kondisi ini semakin parah,, karena mereka (mungkin juga saya atau kalian yang merasa punya tugas dalam da�wah) mulai terpengaruh dengan kondisi jahiliyah ini,, walau terbekali dengan ilmu yang mumpuni,, tapi hati telah di hinggapi dengan perasaan cinta duniawi,,

blog di isi dengan �cinta� yang terungkapkan melalui cerita dan puisi,, "oh sang pangeran, kapan kah kau kan datang?"
Lalu ada yang menjawab di bagian komen, "tenanglah bidadari, tunggulah aku dengan pasti. Ku sedang berjuang melawan segala rintangan." Dengan nada becanda dan hati tersipu, dijawab lagi, "Oh pangeran, betapa mengagumkannya dirimu. Aku akan setia menantimu." Selanjutnya akan terjadi saling
balas komentar yang mulai memakai hati,, kata-kata manis dan romantis tercipta,, persis seperti cinta palsu nan semu di film-film yang ada di televisi,,!!

tak terasa,, makin sering berkunjung ke blog si dia,, liat-liat fotonya yang narsis,, bergaya-gaya lucu tapi bikin napsu (uppss),, ngomentarin puisi dan tulisan tentang walimahan,, iseng-iseng nyoba peruntungan,, gunakan fasilitas personal message,, siapa tau ketemu jodoh,, katanya sih githu,, tanpa mau memikirkan asas syar�i qur-ani apalagi pesan baginda nabi,,

oh tidak,, perang pemikiran lebih dahsyat bahayanya dari perang beneran,, untuk itu,, mari kita sadar kawan,, bangkit bersama dari segala keterpurukan,, sucikan kembali hati yang telah ternodai,, luruskan kembali niat yang telah terkotori,, susun kembali hari-hari yang fitri,,


buat yang belum mampu walimah (seperti saya),, pintar-pintarlah menjaga pandangan dan perasaan,, aturlah emosi dalam diri,, buatlah perisai hati agar ia kembali dan senantiasa suci,,


ahh,, saya semakin sok tau,, bahkan mulai gak nyambung,, mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan,, mohon kesediaannya untuk memaafkan,, silahkan ditambahkan agar semakin dalam,, cukup sekian,,

 

WANTED: Ikhwan Idaman!

Siapa sih yang nggak ngarepin kebaikan? Kita yakin banget bahwa setiap orang pengen dapetin kebaikan. Ia berdoa dan berusaha untuk mendapatkan kebaikan tersebut.

BTW, nggak ada salahnya juga kalo ngarepin kebaikan dalam urusan pendamping hidup. Namanya juga pendamping hidup, berarti harapannya, selama kita hidup ya si dia menjadi pendamping kita. Begitu pun sebaliknya.

Sobat muda muslim, kalo pekan kemarin kita bahas dari sisi ikhwan yang punya hajat, sekarang kita pengen menelusuri harapan dan impian para akhwat tentang ikhwan
. Maksudnya biar adil (satu sama), gitu lho.

Oya, buat kamu yang masih SMA (apalagi SMP), tolong jangan merasa kalo bahasan kita kali ini tuh dewasa banget. Jangan ya. Soalnya, kalo kamu udah baligh kan disebut dewasa juga. Itu sebabnya, insya Allah masih cocok. Cuma mungkin perlu dengan catatan tambahan, bahwa kalo sampe mikirin nikah sementara masih berseragam putih-biru dan putih-abu, jangan dulu deh. Oke? Jadiin aja tulisan ini sebagai info penting buat ke depannya.

Yup, pembelajaran seperti ini insya Allah penting banget. Sebab, kita juga ngeri dengan perkembangan temen-teman yang kayaknya udah siaga satu? dalam kasus pergaulan bebas (termasuk seks bebas di dalamnya). Bahaya banget gitu lho. Jadi intinya, daripada anak-anak SMP or SMA dijejali dengan gaya hidup permisif dan hedonis, yang akhirnya membuat mereka salah asuh dan salah arah, mendingan kita kenalkan model pergaulan dalam Islam, khususnya dalam membentuk prinsip mencari pendamping hidup. Bukan mencari teman kencan saat pacaran. Tul nggak?

Sobat muda muslim, setiap perbuatan yang kita lakuin tuh pasti sesuai dengan cara pandang kita terhadap perbuatan tersebut. Lebih luas lagi cara pandang kita tentang hidup. Kalo kita memandang hidup tuh sekadar tumbuh, berkembang, lalu sampai titik tertentu mati (dan nggak ada kehidupan akhirat), maka perbuatan kita pun bakalan ngikutin apa yang kita pahami tentang kehidupan tersebut. Kita bisa bebas berbuat apa saja sesuai keinginan kita, karena kita merasa bahwa hidup cuma di dunia. Kehidupan setelah dunia kita anggap nggak ada. Artinya, kita jadi nggak kenal ada
istilah pahala dan dosa.

Sebaliknya, bagi kita yang meyakini bahwa kita berasal dari Allah Swt. yang menciptakan kita semua, terus hidup di dunia juga adalah untuk ibadah kepadaNya, dan setelah kematian kita akan hidup di alam akhirat sesuai dengan amalan yang kita lakukan di dunia. Kalo banyak amal baik yang kita lakukan, insya Allah balasannya pahala dan di tempatkan di surga. Sebaliknya, kalo lebih banyak atau selama hidup kita maksiat, jelas dosa dan kita ditempatkan di akhirat di tempat yang buruk, yakni neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Nah, dengan sudut pandang terhadap kehidupan yang benar, maka ketika berbuat apapun kita akan menyesuaikan dengan cara pandang kita tentang kehidupan yang benar itu. Termasuk ketika mencari pendamping hidup kita. Nggak sembarangan lho. Nggak asal seneng ngeliatnya aja. Nggak asal bisa dipamerin (emangnya piala?). Nggak asal cuma banyak harta. Intinya sih, kita bakalan berpikir gimana seharusnya menurut aturan Islam. Bukan berpikir sebagaimana adanya kehidupan tersebut.

Ini penting dan perlu. Sebab, kalo yang berpikirnya sebagaimana adanya kehidupanâ?, ya akan berpikir bebas nilai. Misalnya ketika manusia itu dianggap berhak melakukan apa saja, maka tentu akan berbuat apa saja sesukanya (berzina, minum khamr, konsumsi narkoba, judi, pacaran dsb). Karena merasa mereka berhak ngelakuin hal tersebut. Nggak terikat aturan yang benar.

Sementara yang berpikirnya sebagaimana seharusnya?, maka ia akan nyocokkin dengan aturan yang benar. Karena menganggap kehidupan yang ada ini harus sesuai aturan yang benar, gitu lho. Dan Islamlah yang benar.
BTW, kayak gimana sih ikhwan yang dicari, diharepin, dan diinginkan akhwat?

Keimanannya dong yaâ
Sebagai seorang muslim, tentunya setiap perbuatan kita wajib menyesuaikannya dengan aturan Islam. Nggak boleh sesukanya. Nah, termasuk dalam hal memilih calon pendamping hidup, baik ikhwan maupun akhwat. Tapi di edisi pekan ini kita pengen tahu pendapat para akhwat soal ikhwan idamannya.

Sebut saja Mawar, ia punya kriteria ikhwan idaman, Yang saleh, baik, cakep, pengertian, ngerti agama,? paparnya via e-mail yang pertanyaan udah disebar STUDIA via beberapa mailing list.

Kalo aku sih pengennya tuh ikhwan taat beribadah alias sholeh, hormat sama ortu, sopan, baik hati, pinter. Tapi yang jelas yang pertama agamanya harus OK dan punya semangat berjuang di jalan Allah dengan istiqomah,? tulis Ninink dalam e-mailnya.

Mila, bukan nama sebenarnya ikutan ngasih komen Tipe ikhwan yang disukai, biasa, standar akhwat: Baik agamanya, baik akhlaknya, baik sama? keluargaku, mengerti aku
(egois banget ya? Hehe..), lebih pinter dari aku (tapi? bukan pinter ngeboong ya), punya inner (enak dipandang juga boleh), udah punya? penghasilan en mapan (kalo ini request-an ibuku… hehehe),? Mila ngejembrengin via e-mailnya.

Hmm.. para ikhwan, kedengarannya sederhana ya? Pengen ngarepin tipe ikhwan yang sholeh. Nah, masalahnya, amal sholeh tuh kan selalu digandeng dengan keimanan. Sebab, nggak mungkin ada amal sholeh tanpa keimanan. Nggak mungkin pula ada orang yang sholeh tapi nggak beriman. Tul nggak?

Cakep? Boljug deh…
Ehm… akhwat juga manusia lho. Maka wajar dong kalo kepengen ?gandengannya™ (truk kaleee..) tuh sedap dipandang mata. Meski nggak semua ngelihat tampang, tapi ada juga yang ngarepin nilai plusnya. Artinya, imannya oke tapi ganteng juga dong. Boleh-boleh aja sih.

Jujur aja kalo ngeliat ikhwan yang cakep mupeng alias muka pengen juga kali ya, apa lagi kalo dia rajin beribadah. Tapi kayaknya hanya suka sebatas penglihatan aja kali. Syukur-syukur sih bisa berjodoh ama dia he..he..he..? tulis Ira di surat elektroniknya.

Sebut saja akhwat berinisial “sg�, doi nulis begini dalam e-mail yang dikirim ke STUDIA, Tergantung sih, saya bukan tipe orang yang gampang suka ama cowok cakep. Sebab, saya suka cowok yang punya kekhasan cara pandang (ideologis gituuuh), rambutnya gondrong, celananya rombeng, berani berbicara, seneng baca buku (kecuali komik), terbuka/bijak (dalam arti, saat menemukan sesuatu yang benar mau menerima dan beralih dari cara pandang sebelumnya), wawasannya luas, tegas, PeDe, bertanggungjawab, cerdas booo, jidatnya nggak item, celana nggak nyongklang.? Waduh, nih sih diborong semua dong? Hehehe.. nggak apa-apa tiap orang kan berbeda selera.

Silakan aja kalo mo nyari yang ganteng or cakep. Sah-sah aja. But, pastikan dong yang Arjuna-mu itu taat beribadah dan sholeh. Tul nggak? Kalo cuma cakep doang sih rugi. Tapi kalo ada yang keimanannya oke, ilmu agamanya oke, dan cakep pula, boleh juga diincer. Asal ada syaratnya, dia juga suka sama kamu. Gubrak! (iya dong, masa™ sih kita harus bertepuk sebelah tangan”Pupus dong jadinya)

Perilakunya menyenangkan
Umumnya sih, ikhwan yang udah oke keimanannya, insya Allah oke juga kepribadiannya. Sebab, setiap apa yang dilakukan itu pastinya ngikutin cara pandang kehidupannya. Artinya, apa yang diilakukannya sesuai yang dipahami. Tapi, kadang praktek beda ama teori.

Nah, gimana nih dengan ikhwan yang jaim? Atau gimana pula menurutmu kalo ada ikhwan yang caper bin ganjen ama akhwat?

Aku nggak suka kalo ngeliat ikhwan yang jaim. Kayaknya dia tipe orang yang nggak pede untuk menunjukkan jati dirinya (cieee). Apalagi kalo ngeliat ikhwan yang caper dan ganjen ama akhwat, aku nggak suka banget. Karena biasanya ikhwan yang kayak gitu orangnya rese¦ kan nggak semua akhwat suka diganjenin (99,99 % nggak suka),? tulis Ira ke STUDIA.

But, karena menurut Ira 99,99 persen akhwat nggak suka, ternyata masih ada tuh dari 0,01 persen akhwat yang suka tipe ikhwan yang jaim. Sebut aja Yanti, menurutnya, Suka, sebab kita-kita jadi tengsin kalau mau jailin ikhwan jaim. Tapi kalo ganjen dan caper nggak sukaaaaa…. ikhwan kok nggak inisiatif cari kerjaan selain caper-in akhwa
t? paparnya.

Keimanan so pasti dong ya kudu jadi pilihan utama. But, perilakunya juga harus mencerminkan keimanannya. Jadi aku nggak suka sama ikhwan yang ganjen, yang suka caper sama akhwat, yang sombong, yang nggak mau akur sama ikhwan lainnya, yang ngomongnya nggak sopan. Meskipun dia ilmu agamanya bagus dan rajin berdakwah,“ jelas Arini.

Waaah… harap hati-hati buat para ikhwan. Jangan sampe para akhwat udah nggak sreg duluan sama kita pas ngelihat tampilan kita kayak gitu. Memang sih, ikhwan juga manusia (yeee.. nggak mau kalah sama akhwat yang juga manusia). Karena manusia, maka nggak bisa lepas dari kelemahan dan keterbatasan. Memang sih, tapi kan bisa dipermak jadi oke. Soalnya yang namanya afektif (perasaan or emosional) itu bisa dilatih dengan pembiasaan.

Jika si dia melamarmu…
Maaf, maaf, jangan keburu kepikiran pembahasan ini khusus dewasa. Ya, mungkin ini lebih baik, daripada ditulis: jika si dia memacarimu…?. Tul nggak? Justru kita harus membiasakan pemahaman bahwa hubungan akrab pranikah (baca: pacaran”gaul bebas-apalagi seks bebas) itu salah. Sementara hubungan yang sah untuk saling mencurahkan kasih-sayang dan perhatian antara ikhwan-akhwat, tentunya lewat pernikahan. Ini yang
harus terus dikampanyekan. Itu sebabnya saya lebih memilih diksi alias pilihan kata, âmelamarmu?. Setuju kan? Awas kalo nggak setuju (idih, ngancem!)

Sobat muda muslim, kalo suatu saat kamu udah siap nikah, terus ada ikhwan yang mo ngelamar kamu, apa yang bakalan kamu lakukan?


Ehm… siapa pun ikhwan yang dateng. Aku nggak bisa langsung memutuskan. Sholat istikharah adalah solusinya. Tapi urusan fisik en materi, kayaknya nggak zamannya lagi dipermasalahkan (yang harus dilobi tuh ortu, coz siapa sih ortu yang rela anaknya hidup miskin. Kedengeran matre sih, tapi sebenernya ortu bersikap kayak gitu, aku yakin alasan mendasarnya bukan karena matre, mereka cuma pengen anaknya hidup bahagia. Ciee.. sok bijaksana gini nih).? Mila menulis barisan kata-kata ini via e-mailnya ke STUDIA. Bener nih?

Eh, kalo ada ikhwan yang gagah, keren, pinter, tsaqafah Islamnya juga tinggi, anak orang kaya, rajin berdakwah, sholeh, keimanannya mantep (wuih, ada nggak sih se-perfect ini di dunia nyata?), terus kamu ngarepin jadi pendamping hidupnya nggak?

Oh… so pasti gitu looh! Eh, tapi ikhwan yang seperti itu langka ditemukan,? Tika ngasih jawaban.

Ingin banget, tapi semua keputusan akhir kan Allah yang nentuin, kita mungkin cuma bisa usaha,? Ninink menjawab dengan bijak.

Tapi, gimana kalo setelah sekian lama menanti ikhwan idaman hati, eh, yang dateng tuh ikhwannya dengan kriteria: wajah pas-pasan, miskin, ilmu agamanya biasa aja, hanya rajin sholat dan dakwah. Gimana tuh?

Its ok. Ill receive. Yang jelas dia orang yang terbuka, bijak, dewasa, dan merdeka. Kekayaan baginya adalah pemikiran yang diejawantahkan dalam kehidupan dan perjuangan. Dan atas dasar itu pula, mencuatlah kesadaran dalam dirinya utk menunaikan kewajiban-kewajiban yang dipanggulnya. Cukup itu, tidak lebih.� papar akhwat yang punya inisial “sg� dalam e-mailnya ke STUDIA.

Sobat muda muslim, kayaknya kalo ditampung semua pendapatnya bisa panjang urusannya neh. Tapi yang jelas, kita bisa punya kesimpulan bahwa umumnya para akhwat mencari ikhwan idaman yang imannya mantep, sholeh, pengertian, perhatian, dan punya jiwa pengemban dakwah. Wuih, sederhana dan sangat wajar. Semoga ini menjadi pegangan dan ukuran kita semua. Karena, yang namanya keimanan (akidah) tuh kriteria number one euy dalam prioritas pilihan kita untuk mencari pendamping hidup. Nggak bisa ditawar lagi.

Oke, tulisan ini sekadar melengkapi aja dari tulisan di edisi pekan kemarin yang udah dibahas panjang-lebar (lengkap dengan dalil-dalilnya sebagai panduan bagi ikhwan dan akhwat). Artinya nih, tulisan di edisi ini sekadar penekanan aja dengan lebih banyak mengeksplor pendapat para akhwat. Mengungkap fakta aja dan sedikit ngasih penjelasa
n tambahan. Semoga bermanfaat dan jadi bahan renungan kita. Makasih.

 

Posted in Campur. 2 Comment »

Laa Tahzan, innallaha ma ana..

 Rabb..
Ternyata dunia ini memang penuh sekali dengan warna. 
Dulu ketika sd-smp, orientasi bermain dengan penuh canda tawa, belajar yang belum serius selalu penuh tawa dan keceriaan, berlanjut ke sma, orientasi hanya belajar, organisasi inter sekolah dan teman sejawat yang penuh kombinasi warna, corak dan rupa.

Ketika kuliah, orientasi mulai merambah menuju ke organisasi tingkat fakultas, kampus, dan menuju ke masyarakat yang lebih berwarna-warni seperti pelangi.

Dan sekarang, telah masuk ke dunia kerja..
tiada kata yang terucap selain, tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan istighfar… 
Warna kehidupan itu sungguh menakjubkan…
kadang ia kan menorehkan goresan senyum, guratan tawa, dan juga kan sering memberikan sayatan luka…


Ya, hidup itu demikian, ia akan indah jika kita mampu menelaah dengan penuh kesabaran. Menanti takdir dengan terus melakukan usaha yang terbaik. Walaupun hasil yang dinanti tidakkan selalu sesuai dengan apa yang selama ini dinanti. Yah, itulah hidup. Kalau kita tidak merasakan cobaan maka itu artinya kita belum hidup dalam arti yang sebenarnya.

Teringat ku, seorang alim berkata, Allah tidak memberikan apa yang kita minta tapi Ia selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Lihatlah bayi, bukankah untuk berjalan ia harus melalui cobaan.. jatuh, bangun, terduduk, bahkan bisa jadi ia terluka. Tapi ia terus berupaya, bagaimanapun caranya, dan akhirnya setelah dewasa ia bahkan dapat berlari. Itulah yang diberikan oleh Allah kepada makhluk yang dicintainya ‘Manusia’
.

"Sungguh indah peribadi seorang muslim, jika ia menderita kesulitan maka ia bersabar dan jika ia mendapatkan kebahagiaan maka ia kan bersyukur".

Rabb… Apakah hambamu ini tergolong hamba yang mampu tuk bersabar dan bersyukur serta ikhlas men
erima keputusanMu..
Sungguh hanya Engkau yang tahu..
Karena Engkau-lah ‘Rabbul Izzati’…

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Wahai Ikhwan… wahai akhwat

Nih, eva dapet bacaan yang…?? Geerrr!!!

Seorang ikhwan yang aktifis kampus, sekolah dan syabiah karena masih menjadi seorang jejaka, maka tak jarang ia sering membatin, berangan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya). Juga menjadi ‘imam yang adil’ yang akan memimpin dan
mengarahkan isteri dan anak-anaknya.


Namun sayang disayang cita-cita, harapan hanya tertinggal dalam pikiran saja, hanya baru menjadi angan angan. Padahal semangat sudah mengebu gebu, sang ikhwan masi
h meragu karena berpikir belum lah mampu, atau karena ia belum yakin untuk menyerahkan urusan Jodohnya hanya pada Allah. Atau karena maisyahnya belum seberapa, atau kriteria calon istrinya setinggi langit sebesar dunia. Karena itulah sang ikhwan melakukan Proses Studi Kasus, atau penjajakan pada beberapa akhwat. Dengan komunikasi dua arah, memberi perhatian, menjadikan sang akhwat teman curhat, teman diskusi, sahabat ataupun dengan tedeng adik kakak.

Selain itu juga termasuk dalam mencermati kebiasaan dan cara pandang dan aktivitas dalam etika melamar dan mendekati seorang akhwat. Dalam Islam memang tidak dianjurkan untuk berpacaran HTS, TTM atau apapun namanya, yang realitasnya hampir sama dengan pacaran dan memang terbukti sekali mendekati zina minimal zina hati dan pikiran. Tapi kebanyakan yang terjadi, banyak para ikhwan yang mempermainkan perasaan si akhwat yang terjaga tersebut, si akhwat dibuat Ge-eR sedemikian rupa dengan diberikan perhatian-perhatian yang intens (padahal si ikhwan cuma sekedar ingin uji coba aja dan belum memiliki nyali untuk melamar apalagi untuk menikah).

Kebanyakan kasus, si akhwatnya yang menunggu dan mengharap-harap cemas ingin segera dilamar, tapi si prianya cuma memanfaatkannya sebagai teman curhat atau teman untuk pendekatan saja untuk selanjutnya lihat saja nanti. Kalau cocok dan sreg di hati maka bisa dilanjutkan ke ta’aruf yang sebenernya

Memang harus diakui, bagaimanapun kami seorang akhwat tetaplah seorang wanita yang
akan merasa senang dan tersanjung bila diberikan perhatian dari seorang ikhwan, apalagi bila ikhwan tersebut terlihat memiliki niat yang serius. Sangat disayangkan pada realitasnya banyak di kalangan akhwat yang tidak menyadari bahwa ikhwan ikhwan yang datang dan memberikan perhatian kepadanya, tidak semuanya berniat untuk meminang dengan serius. Tapi kebanyakan hanya sekedar untuk penjajakan semata. Hanya untuk melihat bagaimana karakter dan pola pikir si akhwat. Lagi-lagi tetap saja pengambilan keputusannya ada pada si ikhwan, pertimbangan apakah si akhwat sudah berharap banyak atau tidak, sayang sekali tidak banyak dipikirkan oleh si ikhwan.

Tentunya para akhwat yang jeli tidak akan sudi diperlakukan demikian, dipermainkan perasaannya hanya sekedar guna penjajakan saja. Apa bedanya dengan orang-orang yang lain yang melalui proses berpacaran, bedanya toh hanya kemasannya saja.

Karena itu wahai ikhwan Rujulah (bersikap jantan ) lah engkau, karena kami (wanita) makhluk yang dimuliakan oleh Allah, dijaga betul kehormatannya agar tidak diganggu dan dilecehkan oleh orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya. Karenanya tata car
a berpakaian dan etika pergaulan kami juga dijaga ketat oleh syariat Islam, dengan tujuan agar kami tetap terjaga dan terhormat. Dan yang cenderung lebih serius untuk komitmen dan berusaha konsisten untuk menjaga diri sesuai dengan syariat Islam, kebanyakan dilakukan oleh kami para akhwat.

Jika memang berniat menikah maka benahi dulu ibadah, karena kualitas dan kuantitas ibadah sangat mencerminkan kualitas diri, luruskan niat, bahwa menikah itu karena ingin mendapat pahala dan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala serta tidak ingin mendapat dosa dan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menikah bukan karena keinginan nafsu belaka, ingat menikah bagi seorang aktivis merupakan awal tonggak baru perjalanan dakwahnya karena itu niatkan menikah sebagai ibadah, bukan sebagai penenang hati yang resah. Walaupun memang benar dengan menikah hati menjadi lebih tenang, dan bersemangat dalam dakwah, karena ada pendamping yang selalu menyemangati, memberi dukungan, mendoakan, mengkritisi dan lain lain.

Semoga pernikahan yang akan terjadi memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang mereka maksud Lillah , ialah niat menikah itu karena Allah. Proses dan caranya harus Billah , sesuai dengan ketentuan dari Allah. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah , tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah. Sehingga dalam penyelenggaraan pernikahan nanti tidak bermaksiat pada Allah


Intinya, Wahai Ikhwan Rujulah lah engkau, jangan permainkan kami, dan kepada saudari saudari ku yang lain, jangan mau dijadikan lawan HTS-an, TTM-an atau apapun namanya, karena ketegasan ada pada akhwat, jagalah diri dan kehormatan kita, sebagai akhwat kita juga punya izzah, dan juga belum tentu ikhwan yang selama ini paling asyik dan paling cocok berkomunikasi dengan kita itu adalah jodoh kita, wahai ukhti kasihanilah suamimu nanti, bila hati mu tak lagi perawan, betapa banyak dan panjang daftar pengakuan kita nanti pada suami. Wahai akhwat tenang sajalah, jika sudah saatnya menikah maka jodoh akan datang dengan sendirinya, “Pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, dan Pria yang Keji akan mendapatkan Wanita yang Keji”

Oh ya satu lagi, yang sering terlupakan oleh ikhwan maupun akhwat yakni Tata Krama yang berlaku umum untuk lelaki dan perempuan (termasuk dlm akhlak seorang muslim)

1. Komunikasi antara keduanya harus dalam batas ucapan yang baik, tidak mengandung kemunkaran, tidak mengandung hal yang tidak bermanfaat,dsb (QS.33:12)
2. Menundukkan pandangan (QS.24:30-31) kecuali dalam hal pendidikan, kesehatan/kedokteran, jual beli, dan
meminang.


3. Menghindari percampuran antara lawan jenis (ikhtilat)

4. Tidak berkhalwat / berduaan antara lawan jenis melalui media apapun, perbincangan. k

5. Menghindari posisi syubhat yang memungkinkan munculnya pandangan negatif dari orang lain



afwan jiddan jika apa yang saya tulis menggores hati beberapa orang disini, sesungguhnya ini bukan sindiran atau apapun namanya, saya juga pernah merasakan akibat tidak enak dari hal hal diatas, saya hanya ingin menjadikan hal tersebut sebagai bahan pelajaran bagi diri saya, sekaligus agar ukhti ukthi yang lain juga dapat mengambil hikmahnya, saya tak punya dendam pribadi dengan yang namanya ikhwan, karena sesungguhnya suatu saat nanti saya akan punya pendamping juga (yang pasti ikhwan, tidak mungkin kan akhwat?????).


Barakallahu laka wa baraka ‘alaikum wa jama’a bainakum fii khoir..

Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…


BY : it’s_me ^_^

 

Eva Oktafiani
 

Air Mata Menetes, Membaca Profil Ahmadinejad

 Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran saat ini yang patut menjadi teladan, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
 

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menteri nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.


5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satu nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk
menjaganya.
 

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menteri nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menteri nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto,
atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut
merendahkan posisi presiden?
 

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawal nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat.
Seberapa sederhanakah beliau ini? 

Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar.


Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau adalah walikota Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara yang dikuasai oleh para mullah. Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belantara Jakarta. Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, umpamanya?


Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab.
Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bangga
bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali.


“Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran.”Katanya tanpa berusahauntuk tampil sok sederhana. Di belahan dunia lain sosoknya mungkin dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang bersifat religius seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman
lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin setiap pekan, dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri memilih tinggal di
rumah pribadinya di kawasanNarmak yang miskin yang hanya berukuran luas 170 m persegi. Ia bahkan
melarang pemberian sajianpisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan
buah yang sangatmahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkandirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya

agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu.

Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor dibidang manajemen transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedaruntuk diketahui, kemacetan kota Teheran begitu parahnya 


Secara dramatis ia berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan mencopot
lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar balik yang sangat efektif. Setalah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalamfinalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk Ahma dinejad.

Tapi itu baru awal cerita. Pada tanggal 24 Juni 2005 ia menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah
para tokoh yang memiliki hampir segalanya dibandingkan dengannya? Dalam jajak
pendapat awal kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing, Akbar hasyemi Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, MohammedBhager Galibaf,
Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas Ahmadinejad paling buncit. Pada masa
kampanye ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk
mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi uang untuk menarik simpati rakyat.


Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama Ahmadinejad menyodok ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot politik yang jauh lebih senior di atasnya, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mahdi Karrubi. Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi pemilu ini mengingat reputasi dan tangguhnya mesin politiknya. Tapi rakyat Iran punya rencana dan harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61 % sedangkan Rafsanjani hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir balik olehnya.

Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak berasal dari
mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki
modal asketisme, yang untuk standar Iran pun sudah menyolok. Ia seorang revolusioner sejati sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahmadinejad
justru tampil sangat merakyat, mudah dijangkau siapapun, mudah dipahami
dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk
dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata.


 

Posted in Campur. 4 Comment »

Hati yang Merindukan Surga

Wanita itu lebih mahal daripada harta simpanan dan lebih berharga daripada kekayaan

Berbahagialah dengan kehidupan sebelum kematian datang menjemput Petiklah semua bunga kehidupan sebelum angin datang merontokkannya.

Pernah engakau mendengar kisah tentang istri Shahih Ibn Hay? Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dan memliki dua putra.Disebutkan ,ketika keduanya telah tumbuh dewasa,wanita shalehah ini senantiasa ini senantiasa mengajarkan kepada mereka tentang ibadah,ketaatan pada Allah, dan shalat malam.

Ia pernah berkata kepada anaknya,"Hendaknya tidak sedikitpun dari waktu malam lewat di rumah kita,keculai ada seseorang yang berdiri mengingat Allah." Keduaya berkata,"Apa yang engkau kehendaki,wahai ibu?" Ia berkata, "Kita bagi malam hari menjadi tiga bagian. Salah satu dari kalian harus bangun sepertiga pertama yang pertama.yang lain sepertiga malam yang kedua dan aku akan bangun pada sepertiga malam yang terakhir.Setelah itu aku akan membangunkan kalian untuk dhalat Fajar."

Keduanya berkata, "Kami akan memperhatikan dan mentaatinya,wahai ibunda." Dan benar, ketika sang ibu meninggal dunia,kedua anak itu tidak pernah meninggalkan sahalat malam. Itu karena ketaatan dalam ibadah sudah memenuhi hatinya.Maka dari itu,waktu yang terindah bagi keduanya pun adalah ketika keduanya melaksanakan shalat malam. Keduanya membagi waktu malam menjadi dua bagian.Bahkan, ketika salah satu dari mereka jatuh sakit,maka salah seorang dari keduanya menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah.

 

Indahnya kehidupan yang tampak di sekeliling kita merupakan panggilan hakiki untuk memperoleh kebahagiaan. 

Posted in . 0 Comment »

Tuhan Berikan Aku Cinta

Tuhan Berikan Aku Cinta

Walau aku senyum bukan berarti
Aku selalu bahagia dalam hari
Ada yang tak ada di hati ini
Di jiwa ini hampa

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta

Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku
Mungkin akan ada cerita cinta
Namun ada saja cobaan hidup
Seakan aku hina

Tuhan berikanlah aku cinta
Untuk temaniku dalam sepi
Tangkap aku dalam terang-Mu
Biarkanlah aku punya cinta

Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta

Dear Diary ....

 

 

 

Fi ga tau harus bagaimana .... ?  Fi bingung dengan mama, yang ingin fi hijrah ke sebuah kota yang fi ga inginkan .... fi harus bagaimana, fi ga bisa ninggalin nie semua disini ? sobat ada yg tau bagaimana solusinya ?

 

Fi ga sanggup nie, "fi disuruh belajar tarbiyah yang banyak karena umur fi dah 23 Thn saatnya fi meninggalkan rutinitas dunia, haruslah fi mengejar akhirat sekarang kata nya mama ."  fi bingung nie ....     

Ya Allah fi memohon pertolonganMu, fi harus meninggalkan Balikpapan untuk Hijrah ke

 

 

Semarang  bersama kakak fi, fi ga tau nie apa bisa tinggal lebih lama disana ? fi harus bagaimana ? 

 

ada yang bisa bantu fi  sobat ? pliss... mohon sran dan nasehatnya ... ?

syukron jiddan sobat .... 

 

Posted in My Self. 4 Comment »

Anda Harus Berani Menghadapai Diri Sendiri

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan ornag-orang yang berbuat baik"

Perihnya lapar dapa ditepis dengan septong roti yang basah jadi, untuk apa aku banyak bersedih dan terus dihantui oleh kecemasan ?

Tanyakan kepada dirimu beberapa pertanyaan di bawah ini dan jawab dengan bijaksana:

1.   Tahukah bila engkau akan melakukan perjalanan yang tidak pernah akan kembali lagi?      Apakah engkau sudah  mempersiapkan bekal yang cukup untuk perjalan itu?

2.   Apakah engkau sudah membekali diri dengan amal sheleh sebagai penawar gelidahmu         di liang kubur nanti?

3.   Berapakah usiamu saat ini?Berapa lama lagi engkau akan hidup? Apakah engkau               menyadari bahwa setiap permulaan itu pasti ada akhirnya, dan akhir dari segalanya         adalah hanya surga atau neraka?

4.   Apakah engkau pernah membayangkan ketika malaikat turun dari langit untuk                   mencabut ruhmu,dan saat itu  engkau dalam keadaan tak sadar?

5.  Apakah engkau pernah membayangkan hari itu,saat terakhir dalam hidupmu,ketika            engakau berpisah dari  keluarga,anak-anak,kekasih,dan para kerabat? Itulah                  kematian dengan masa-masa sulit menjelang  kedatangannya beserta penderitannya          yang begitu sakit untuk dirasakan. Itulah kematian ... itulah kematian!

Setelah ruh terpisah dari jasadmu,engkau akan dimandikan dan kemudia dibungkus dengan kain kafan.orang-orang membawamu menuju masjid untuk dishalatkan.Selanjutnya engkau dipanggul di atas punggung pertama alam akhirat. Bisa jadi kuburan itu merupakan taman di antara teman-taman surga, atau sebuah liang di antara liang-liang neraka.

 

Belajarlah dari Kegagalanmu !

 

Hayooo sobat silahkan jawabannya di Koment ya ? 

 

Jangan Suka Mendendam,Karena Engkau Sendiri yang Akan Menjadi Korban Pertamanya

Sekali-kali tidak akan tersusulsesungguhnya Tuhanku bersamaku,kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku."

Sesungguhnya Tuhan telah mencukupkan untukmu

Semua yang terjadi kemarin,

Dan Dia akan mencukupkan pula untukmu

Apa saja yang akan terjadi besok hari

Ada sebagian orang yang sangat murah hati: tidak pernah mempersoalkan hak-haknya yang dizalimi ornag lain.Bahkan kadangkala ia seperti acuh dalam banyak persoalan yang menyangkut kepentingannya.Singkatnya,ia tidak pernah berpikir macam-maca dalam segala hal:tidak suka memperuncing perselisihan,tidak pernah ingin mengorek lebih dalam tentang maksud perkataan orang lain,dan tidak meu direpotkan oleh masalah-masalah kecil seperti ini.

Namun,ada pula orang yang bersikap sebaliknya tidak punya toleransi,selalu menuntut setiap haknya sekalipun tidak seberapa dan sering memaksakan diri untuk mendapatkan hak-haknya,bahkan yang kadangkala bukan haknya sendiri.Dengan kata lain,ia selalu merasa kurang dengan apa yang ada.

Dan biasanya,orang yang pemurah itu hatinya lebih bisa berkenan,pikirannya lebih tenang dna terhindar dari kegelisahan.Selain itu, ia juga lebih bisa dekat dengan hati banyak orang dan mudah mendapatkan simpati mereka.karena itulah,pintu-pintu kesuksesan pun lebih terbuka bagi mereka daripada bago ornag-orang yang selalu mengorbarkan apa permusuhan terhada sesama hamba-Nya:orang seperti ini biasa suka bermanis-manis kata dan sikap dnegan tujuan yang buruk,sehingga mereka selalu dihantui oleh kegelisahan.Dan akibatnya,ia banyak dibenci orang dan pintu kegelisahan.Dan akibatnya,ia banyak dibenci orang dan pintu keberhasilan pun tetutup untuknya.Diriwiyatkan,setiapkali diminta memilih antara dua hal,Rasulullah s. a.w. selalu memilih yang termudah selama hal itu bukan perkara yang mendatangkan dosa.Jika itu dosa,maka beliau orang yang paling jauh darinya.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Allah menyayangi hamba yang lemah lembut ketika menjual,membeli,dan ketika menegakkan hukum."

Bersungguh-sungguhlah hari ini, dan jangan gelisah dengan apa yang kan terjadi besok. 

 

 

Posted in . 0 Comment »

Pujian Allah Saja

Alhamdulilah aku lega membaca surat Anti kali ini. Tak ada nada kedukaan lagi di sana. Namun, isinya justru merupakan ujian bagiku. Berikut petikannya.

     

Apa kabar Mba ? Aku kangen sekali denganmu. Aku tak akan melupakan semua itu. Kesabaranku,ketegaranku,juga keikhlasanku dalam menjalani dan menerima ujian dan cobaan  dalam hidup ini, tak lain karena bimbinganmu yang telah Allah SWT kirimkan untuk menjadi jalan dalam kegelapanku.

         Seperti yang pernah Mbak bilang, Allah sangatlah dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Aku juga ingin dekat dengan-Nya Mbak, seperti Dia yang selalu dekat dengan hamba-Nya.

      Mba, jangn pernah bosa untuk mengajari aku tentang kehidupan yang baik dan benar.Aku belum pernah bertemu Mba secara nyata tapi semua itu tidak mengurangi rasa sayangku pada Mba sebagai saudara atau kaka buatku.

Sanjungan Anti menutupi mata hatiku.JIwa ini seakan melayang tinggi,beberap saat aku tka mampu menguasai diri,dan akhirnya jatuh terhempas.Entah bagaimana caranya tiba-tiba kepalaku terbentur tembok keras.Astagfirullah, aku terhenyak.Begitulah Allah mengingatkanku. Perlahan aku tersadar dan menuliskan Anti secarik pesan.

      Adikku, seandainya saja engkau tahu Mba penuh dengan kekurangan,tentunya pujian itu tak akan pernah terlontar dari mulutmu.Semua yang engkau terima hakikatnya adalah dari Allah.Karena itu,pujian Allah saja.Pujianmu padaku bisa-bisa akan menyisakku di dunia ini dan akan melemparkanku jauh ke neraka. Astagfirullahul�aziim.

      Karena itu,tolonglah aku dnegan doa�mu agar senantiasa ikhlas melakukan segalanya hanya untuk mengharap ridha Allah saja.

      Pujian hanya akan membuat hati sombong, dan balasan Allah terhadap makhluk-Nya yang sombong adalah neraka.

     Kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat,sedang mereka tidak menyombongkan diri .(QS An-Nahl, 16:49)

Yang kutulis hanya bentuk usaha,dan usaha ini baru dimulai perlahan.Apakah karena pujian kita menjadi lupa akan niat semula ? Ibarat segelas air,jikalau tercampur noda sedikit,maka keruhlah semuanya.Begitu pula Allah dalam melihat qalbu dan amal perbuatan kita.

     Sehebat-hebatnya insan, ia tetap hamba Tuhan yang tak akan pernah bisa menembus bumi dan sekali-kali ta akan sampai setinggi gunung.Hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi ini dnegan rendah hati karena Allah tidak menyukai ornag-orang yang sombong dna suka membaga-banggakan dirinya.

    Bagaimana mungkin kita bisa sombong sedangkan hidup kita sendiri pinjaman dari Tuhan? Bagaimana hidup kita bisa merasa lebih dari orang lain sedangkan kita dari unsur yang sama-sama hina? Jangan pernah lupa dari apa asal kita,jangan pernah lupa kelak kita akan mati,kembali masuk tanah dan menjadi tanah,tinggal tulang-tulang berserakan.

     Ingatlah bahwa Allah murka terhadap iblis karena iblis merasa dirinya lebih tinggi dibandingkan manusia.Ingatlah bahwa Fir�aun,Qarun dan haman mati binasa karena kesombonganny. Segala apa yang ada di langit dan semua makhluk melata di bumi dan juga para malaikat,mereka semua bersujud kepada Allah dan mereka semua tidak pernah menyombongkan diri.

Sekian surat dari Mba,jangan sedih lagi ya ...

     "Tidak ada yang lebih dipuji selain Allah SWT,karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri.dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah,karena itulah Dia mengharamkan segala keji." (HR. Muslim).

      Rasulullah s.a.w. berkata pada para sahabat yang menghormati kedatangannya."Janganlah kalian menyanjung diriku sebagaimana orang-orang nasrani menyanjung-nyanjung Isa putra maryam.Sesungguhnya aku ini hanyalah seornag hamba,maka katakanlah,"hamba dan utusan Allah " (HR Iman Ahmad)

     Seorang laki-laki memuji orang lain dekat Nabi s.a.w. lali Nabi s.a.w. berkata, "Celakalah kamu,bebarti kamu memenggal leher saudaramu.Apabila seseorang kamu memuji saudaranya,seharusnya dia berkata,"Cukuplah bagi si Fulan Allah yang menilainya.Tidak ada yang lebih pantas menilainya selain Allah Ta�ala sekalipun temannya tahu dia begini dan begitu." (HR. Muslim). 

 

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Denting

                                                                                                                 

 

 

pertama kali aku tergugah
dalam setiap kata yang kau ucap
bila malam tlah datang
terkadang ingin ku tulis semua
perasaan

kata orang rindu itu indah
namun bagiku ini menyiksa
sejenak ku fikirkan
untuk ku benci saja dirimu
namun sulit ku membenci


pejamkan mata bila
ku ingin bernafas lega
dalam anganku aku berada
di satu persimpangan
jalan yang sulit ku pilih

ku peluk semua indah hidupku
hikmah yang kurasa sangat tulus
ada dan tiada cinta
bagiku tak mengapa

namun ada yang hilang
separuh diriku

pejamkan mata bila
ku ingin bernafas lega
dalam anganku aku berada
di satu persimpangan
jalan yang sulit ku pilih


 

Posted in Puisi. 1 Comment »

Berakhlak Mulia itu Menentramkan Hati

"Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu,lalu (hati) kamu menjadi puas."

Kuterangi jiwa dengn cita-cita yang kukejar Alangkah sempitnya hidup ini jika keluasan cita-cita tidak terbentang 

Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain. Jika seseorang berbudi pekerti luhur terhadap orang lain,maka orang lain pun akan berlaku serupa terhdapnya.Sehingga, urat sarafnya akan selalu tenag tanpa gejolak dan hatinya akan senantiasa damai. Berikutnya, ia akan merasakan bahwa dirinya hidup dalam masyarakat yang bersahabat.

Sebaliknya, bila seseorang berkepribadian buruk dan bersikap keras terhadap orang-orang di sekitarnya, maka mereka pun akan berlaku serupa terhdapnya.Dan barnagsiapa tidak menghormati ornag lain, maka orang-orang tidak akan menghormatinya.

Seorang yang berakhlak baik lebih dekat kepada ketenangan,jauh dari kegelisahan, dan keadaan yang menyengsarakan. Lebih dari itu, akhlak yang baik merupakan ibadah kepada Allah dan termasuk yang sangat dianjurkan oleh islam. Allah berfirman, " jadilah engkau pemaaf,serulah orang-orang yang mengerjakan kebaikan dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (QS. Al-Araf:199). Dan firman Allah tentang kepribadian Rasulullah s.a.w. "Sebab rahmat dari Allah, maka kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,tentulah mereka menjauhkan diri darimu.Karena itu, maafkanlah mereka,memohonlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka.kamu telah berbulat tekad,maka bertawakallah kepada Allah.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali Imaran:159) Rasulullah s. a. w. bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya,yang selalu merangkul kerika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi.Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba,yang memisahkan antar orang yang saling mengasihi, dna mencari-cari aib orang yang bersih."

Keraguan,rendah diri dan membelenggu diri dalam satu hal persoalan tanpa cita-cita itu hanya akan membuat manusia gelisah dan hilang keseimbangan.

 

Ajari Aku

 

 

                                      

 

 

Ajari aku ‘tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu


Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku


Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu

Hanya engkau yang mengerti, semua inginku


ajari aku
‘tuk bisa mencintaimu
ajari aku  
‘tuk bisa mengerti kamu

Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ‘tuk bisa mencintaimu

 

Teruntuk Ikhwanku mksie semuanya . . .

 

Salam Fia 

 



 


 
 


 

Posted in Puisi. 4 Comment »

MELIHAT DIRIKU DI SETIAP SISI1

Dalam islam wanita tidak pernah sedikitpun dikebiri kebebasannya dalam meningkatkan kualitas dirinya untuk maju. Wanita seperti halnya lelaki diberi kebebasan dalam menuntut ilmu, bekerja (membantu suami) dll. Kita tahu Khadija, istri nabi yang memiliki kekayaan berlimpah sebagai bisnis women yang sukses. Kita tahu Aisyah, yang dengan kecerdasannya mampu menghafalkan ratusan hadits-hadits rasullullah. Dan kita tahu bagaimana seorang Syafiah turut berperang/berjihad di dalam salah satu peperangan bersama nabi.

Aku masih bertahan di depan komputer. Rasa kantuk yang datang telah coba diusir dengan segelas Susu Coklat. Kebiasaan buruk itu memang susah dihilangkan meski sebetulnya dalam salah satu muwashofat yang harus dipenuhinya adalah tidak mengkonsumsi kopi, teh dan minuman yang tidak baik untuk kesehatan. Apa boleh buat.. aku  harus bertahan dan membaca sebagian files yang diwariskan oleh para pendahuluku. Aku ingin belajar dari sejarah. Bukankah belajar sejarah adalah keharusan untuk menjadi maju dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Ada pula yang mengatakan bahwa orang yang bijak adalah orang yang mau belajar dari sejarah.


Gadis 23 tahun ini menghentikan aktivitasnya begitu mendengar HP yang diletakkan di meja sebelah bergetar. Ada satu pesan masuk.

“Teruntuk U’Eva. Bismillah.. Ukhti, Insya 4JJi ana akan menggenapkn dien ana. Tgl 5 Juli jam 7 pgi (Akad&walimah). Mhn doa dan kehadirannya. Syukron. Wulan.”

Aku tersenyum. Subhanallah! Alhamdulillah! Berulang-ulang tasbih dan tahmid pun terlantunkan dalam hatiku. Teman ngajinya masa SMA satu demi satu menggenapkan diennya.
Kapan giliranku?


Tanya itu kemudian ditepisku. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan. Aku ingin ketika masa itu tiba aku telah benar-benar siap. Baginya menikah adalah rekayasa dakwah, bukan lintasan keinginan yang harus dituruti. Emangnya seperti buat mie instant?  Aku lagi-lagi tersenyum. Fragmen-fragmen yang berserakan yang telah dilaluinya pun hadir menyapa; menghentikan aktivitasku beberapa waktu.

 

SEPENGGAL FRAGMEN SEORANG ‘MBAK’

 

“‘Wanita yg baik adl utk laki2 yg baik & laki2 yg baik adl utk wanita yg baik2’. Mba’ ukuran wanita baik2 tu seperti apa?& bagaimana? Aq bingung, apa ya hrs pake kerudung/jilbab besar? Af1 ganggu”

Malam itu HP sengaja tidak kuaktifkan. Rasanya tiap SMS yang masuk, membuatku semakin tertekan. Biasa, kalo’ lagi
stress tiap bunyi dari ‘kotak unyil’ itu terdengar berisik dan mengusik ketenangan yang beberapa hari terakhir ini tak kutemukan. Esoknya ketika HP kembali aktif, beruntun SMS masuk memenuhi inbox. Salah satunya berisi pertanyaan Ika, salah satu adik binaanku. Pertanyaan yang cukup menarik, yang menurutku wajar ditanyakan oleh seorang gadis yang mulai menginjak usia dewasa.

Astaghfirullah!

Beberapa kali kulantunkan istighfar, teringat janji untuk siap dihubungi kapan saja.


“Pokoknya kalo’ ada permasalahan hubungi mbak. Kapan saja, Insya ALLAH online 24 jam.”

Boleh free talk, dong Mbak?”

Aku tersenyum dan mengangguk, “Kalo’ nggak diangkat berarti nggak dengar.”

Ya! Ternyata aku nggak bisa memenuhi janji apalagi kalau pulsa lagi kosong.. Free talk sih Oke, tapi kalo’ SMS? Nggak bisa ngasih a good service, dong! Tapi Alhamdulillah, sebagian telah mengerti. Semacam kesepakatan nggak tertulis:kalau nggak membalas SMS artinya nggak punya pulsa.


Namun yang terjadi sekarang: aku telat membalas SMS bukan karena pulsa. Aku sedang tidak ingin dihubungi oleh siapapun. Hmh… something wrong with my hearth. Biasa sedang banyak deadline. Astaghfirullah. Aku harus ber-istighfar dengan benar.

Kubaca SMS itu sekali lagi. Beberapa kali aku tertegun, mencoba mencerna kembali pertanyaan itu. Kata-kata yang sebenarnya lebih tepat untuk kumamah kembali. Sebab menjadi wanita yang baik memerlukan proses dan tidak bisa dicapai dalam sekejab. Aku jadi teringat lembar kajian muslimah yang kususun waktu masih di keputrian Rohis SMU. Dari beberapa buku rujukan, disebutkan kriteria tentang wanita yang baik (baca: shalihah). Kriteria yang cukup singkat tapi masih memerlukan banyak penjabaran. Tiga diantaranya, yang sampai saat ini masih kuingat, adalah wanita wanita yang taat kepada Allah, yang taat pada Rasulullah, dan berjihad di jalan-NYA.


Aku tak menemukan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan wanita yang baik. Apalagi via SMS. Akhirnya aku mengirimi Ika beberapa kalimat yang kuketik dengan ‘kotak unyil’ku.

“Jangan jadikan ukuran kerudung sebagai parameter. Sebab itu hanya penampakan dzahir saja, De’. Ukuran besar kecilnya kerudung tidak selalu berbanding lurus dengan keimanan seorang muslimah. Yang penting menutup aurat dengan baik. Ngerti maksud, mbak, kan?”


“Lantas tentang laki-laki yang baik, Mbak?”

What? Apa maksud adikku.
“Mbak jelaskan pada pertemuan rutin kita, ya!,”

Islam ingin memuliakan wanita menjadi wanita yang aktif yang berinteraksi dengan realita baru,berpartisipasi dalam memeliharanya dan ikut aktif dalam pengembangannya menuju universilitas islam. Ajaran islam yang berkaitan dengan wanita ditujukan untuk mencetak wanita haraki yang aktif dalam pembinaan diri, keluarga, pekerjaan dan masyarakatnya.bila ia mampu menjadi wanita yang aktif lagi positif,wanita baru akan merasakan nilai dari kedudukannya yang hakiki sebagai wanita

Sosok itulah yang seharusnya ada dalam diri kita (akhwat) wanita yang memilki kekhasan yang menjadi dirimya “luar biasa”di mata Allah dan mulia juga di mata sesamanya.yaitu:
Wanita yang memilki kepribadian yang kuat,berani dan percaya diri, berpikir rasional, sistematis, memilki kemempuan intelektual dalam mengkritik,mengevaluasi,membangun,menentang dan memilih serta mandiri

Untuk itu saudariku kita dalam proses menuju ke sana dan hal ini harus dimulai dari sekarang dan satukan semua tekad dan optimalkan potensi diri, ambillah bagian dalam barisan para syuhada ALLAHU AKHBAR..

 

“…wahai Rasulullah, manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dengan bidadari bermata jeli? Jawab Rasulullah Saw., wanita-wanita dunia lebih baik daripada bidadari-bidadari bermata jeli sebagaimana bagian luar lebih baik daripada bagian dalam. Mereka lebih baik karena sholatnya, puasanya, dan ibadahnya kepada ALLAH SWT….” (HR. AThabrani)
 

Posted in My Self. 2 Comment »

Bekal Dakwah Akhwat

                                                                         Setelah wanita muslimah menjadi shalih secara pribadi. Beriman kepada Allah dan menegakkan syiar-syiar ibadah-Nya. Komitmen menjaga nilai-nilai dan manhaj-Nya dalam seluruh aktifitas hidupnya (buku 1). Ia harus berusaha menularkan keshalihan pribadinya kepada lingkungan sosial di sekitarnya. Menjadi seorang da’iyah. Inilah giliran berikutnya setelah hidayah itu bersemayam kuat di dalam lubuk hatinya dan ketentraman hidup di bawah naungan keimanan telah dirasakannya. Wanita muslimah hendaknya mulai menatap lingkungannya, melihat kebobrokan dan mengurai benang kusut permasalahan yang lazim dihadapi oleh manusia modern. Dengan dengan analisanya itu ia mulai merencanakan upaya perbaikan secara bertahap, berkesinambungan, dan menyeluruh. Sebagaimana proses penshalihan diri yang terjadi pada dirinya.    

1. Bekal Akhlak
Islam bukan agama hanya asesoris dan simbol. Bukan hanya penampilan dan gaya. Seorang muslim harus melengkapi keindahan pakaian islaminya dengan pakaian pekerti. Hingga kepribadiannya lebih menarik dan simpatik. Lebih-labih sebagai seorang da’i dan da’iyah. Akhlak menjadi bekal yang sangat penting karena beberapa hal: Urgensinya badi kehidupan muslim dan muslimah, kelalaian banyak orang terhadap akhlak, dan hubungannya langsung dengan tugas dakwah. Di antara bekal akhlak yang mesti dimiliki seorang da’iyah adalah Kejujuran (As-Shidqu), Menepati Janji, Dermawan, Tawadhu’, dan Tidak Memalingkan Muka.


2. Interaksi dengan Al-Qur’an
Yang dimaksud dengan interaksi di sini tidak sekedar membacanya secara rutin. Lebih dari itu agar seorang da’iyah mempunyai ikatan spiritual yang kokoh dengan Al-Qir’an yang terlihat dalam dua hal: Ketentraman jiwa di kala membaca hingga membuantnya berlari dari kegundahan dunia dan kesibukannya, keingingan kuat untuk merealisasikan ayat-ayat dan hukumnya dalam kehidupan nyata. Untuk itu seorang da’iyah mesti melakukan tiga hal:
1. Memahami Al-Qur’an yang dibacanya.

2. Mempelajari kandungan Al-Qur’an melalu kitab-kitab tafsir.
3. Komitmen terhadap Al-Qur’an dalam hal waktu, amal, dan pemikiran.

3. Interaksi dengan Sunnah
Sebagai sumber hukum kedua dan penjelas bagi Al-Qur’an. Seorang da’iyah mesti mempunyai tingkat interaksi dengan sunnah secara intens. Setelah memahami kedudukan hadits dalam Islam dan kebutuhan seorang muslim untuk berbekal dengan hadits-hadits Rasulullah. Ia harus mulai berinteraksi dengan sunnah Rasulullah secara intens dengan cara:
1. Meneliti dan melihat adat kebiasaannya sehari-hari. Adakah di antaranya yang tidak sejalan dengan sunnah Rasulullah.
2. Menjadikan Nabi sebagai teladan.

3. Segera mengamalkan sunnah yang sanadnya shahih.
4. Mengajak orang lain untuk menjadikan sunnah sebagai pedoman hidup.

4. Memulai Tugas Dakwah
Dakwah merupakan tugas setiap muslim dan muslimah sebatas kemampuan yang diberikan Allah. tugas dakwah tidak semata demi kepentingan ‘orang lain’, tapi untuk kebutuhan ‘diri sendiri’. Dakwah ini akan terus bergulir dan akan ada orang-orang yang setia mengembannya sampai hari Kiamat, dengan atau tanpa kita. Jadi, kita perlu bergabung dengan kafilah dakwah untuk mendapatkan keberkahan dakwah dan keberkahan jamaah.
Setelah kita mempunyai keyakinan tentang kewajiban dakwah, kita harus tanam keyakinan itu hingga menjadi kemauan kuat untuk menyampaikan Islam kepada orang lain. Setelah itu siapkan
langkah-langkah da’awi sebagai berikut:
1. Memilih calon objek dakwah (mad’u).
2. Menentukan sasaran.

3. Menentukan metode (hadiah, kunjungan, bantuan).
4. Memberi keteladanan.
5. Menjauhi hal-hal yang kurang simpatik (menggurui, sombong
,
membicarakan diri sendiri, menggunjing, membual, emosional, dan kikir).
6. Tasamuh.
7. Iltizam.
Kita tidak sendiri jalan ini, ada banyak orang yang melintasi jalan jauh sebelum kita. Para nabi
dan rasul telah lebih dahulu melewati jalan ini. Bahkan tidak hanya kaum laki-laki, kaum wanita pun bahu membahu bersama untuk mengemban rugas kenabian
ini. Sejarah telah mencatat banyak barisan kaum wanita yang mempersembahkan seluruh potensi yang mereka miliki demi tugas mulia ini. Mulai zaaman sahabiyah hingga dewasa ini. Jadi, jika mengalami kegagalan, sungguh mereka telah mengalami hal yang sama, bahkan mungkin lebih pahit dari kegagalan yang kita rasakan.
5. Menyikapi Kegagalan dalam Dakwah
Tentu saja kegagalan yang dimaksud adalah kegagalan dalam tataran realisasi dari semua program dan langkah dakwah yang telah kita rencanakan. Asal tetap komitmen terhadap nilai-nilai Islam, menjaga keikhlasan, menempuh sarana yang baik, dan tujuan yang mulai, seorang da’i dan da’iyah tidak pernah mengalami kegagalan. Meskipun untuk itu harta dan jiwanya terenggut. Sebab tujuan dakwahnya hanya dua dan ia akan mendapatkan, paling tidak salah satunya; kemenangan atau mati syahid. Kegagalan manusiawi tentu akan dihadapi seorang da’iyah. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengobati ‘luka hati’ ini. Agar tidak larut dalam kesedihan dan kembali termotivasi melakukan aktifitas dakwah kembali.
1. Evaluasi
2. Menghibur diri
3. Meninggalkan objek dakwah.

4. Tidak Menyerah.
5. Rintangan Dakwah
Mengetahui rintangan dakwah akan menyiapkan mental seorang
da’iyah untuk mengarungi medan dakwah. Agar ia selalu bersikap waspada untuk menempuh jalan paling aman demi mencapai tujuan. Di antara kendala dakwah adalah:
1. Orang-orang di sekitar kita

2. Kehidupan modern.
3. Kecenderungan jiwa.

6. Panduan Meningkatkan Kualitas Diri

Hidup perlu diatur dan dijalani dengan strategi yang sistematis. Tindakan yang dilakukan tanpa bekal dan persiapan yang matang akan menghasilkan penyesalan. Jikapun setelah direncanakan dengan baik ternyata masih gagal dan jatuh, cara untuk bangkit
kembali relatif lebih mudah. Dan keberhasilah selalu berpihak kepada strategi yang matang dan persiapan yang memadai. Ada beberapa strategi persiapan diri yang perlu diterapkan oleh seorang da’iyah agar ia mempunyai kesiapan yang memadai.
1. Aspek ruhiyah. Dengan upaya tazkiyatun-nafs. Berkawan dengan orang shalih, membaca buku-buku pelembut hati, dan amal ibadah.

2. Aspek fikroh. Baik fikroh Islam yang diembannya juga fikroh lain. Mengetahui fikroh yang berseberangan sangat penting agar bisa melakukan tindakan antisipatif dan preventif.
3. Aspek harakah. Yakni dengan cara mengaktualisasikan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Agar Islam menjadi rahmat bagi alam semesta.
Wallahu A’lam.

                             
                   

                     

Posted in . 0 Comment »

Menerima atau Menolak Cinta ?

Biarkan cinta yang datang padamu memberikan

jawabannya. Karena sesungguhnya yang tahu

mengenai hatimu adalah dirimu sendiri.

Akan tetapi, segala perasaan cinta dan sayang

tidak bisa direkayasa dan tidka bisa dipaksakan . . . 

 

 

 

Posted in . 2 Comment »

Kebahagiaan dan Kebaikan Seseorang Tidak akan Pernah Sempurna

"Barangsiapa  bertakwa kepada Allah,akan dijadikan untuknya jalan keluar."

HIlangkan kegalauan dengan mengingat Zat

tempatmu bergantung satu-satunya

tinggalkan malam yang penuh dengan hawa nafsu

dan jahilah ia selama-lamanya

 

 

Adalah salah besar,bila engkau berpikir bahwa hidup ini harus memberimu kebaikan seratus persen.Itu hanya akan terwujud di surga nanti. Di dunia ini, segala sesuatu bersifat nisbi: tidak semua yang engkau inginkan dapat menjadi kenyataan.Bahkan,apa yang disebut dengan musibah,ujian,dan cobaan itu pasti akan datang menerpa;kepada siapa saja dan dimana saja.

Maka,bersyukurlah engkau tatkala mendapatkan kesenangan,dan bersabarlah ketika tertimpa kesenangan, dan bersabarlah ketika bertimpa musibah.Jangan mengkhayal bahwa dalam hidup ini engkau akan sehat tanpa pernah sakit,selalu kaya dan tidak pernah miskin,mendapatkan suami yang tanpa cela dan teman tanpa aib:semua ini mustahil terjadi.

LIhatlah hal-hal positif dan tutup matamu dari hal-hal yang negatif.Hendaklah engkau selalu berbaik sangka dan suka memaafkan kesalahan orang lain. Dan hendaklah engkau hanya bergantung kepada Allah semata.Sebab,manusia sangatlah tidak pantas untuk dijadikan sandaran dan tempat menyerahkan segala urusan. "Sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak membutuhkan Allah sedikit pun."(QS.Al-Jatsiyah:19)

 

Posted in . 0 Comment »

Mar’atul Shalihat

Sesungguhnya Al Islam menerima kebenaran dan menolak kebatilan tanpa melihat loyalitas dan permusuhan. Ibnul Qayyim berkata,”Barang siapa yang mendapat hidayah dari Allah untuk menerima kebenaran bagaimanapun jenisnya dan dengan siapa kebenaran itu, walaupun ia bersama orang yang dibenci dan dimusuhinya, walaupun juga kebatilan itu bersama orang yang dia cintai, maka dia termasuk orang yang mendapat hidayah untuk mengetahui kebenaran yang diperselisihkan. Allah berfirman: “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sautu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”(Al Maidah:8)

                             

SUNGGUH sangat beruntung bagi wanita shalihah di dunia ini. Ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Kalau pun ia wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari di akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan pendamping hidup setia.

Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah Saw. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal.

Allah berfirman dalam QS. An Nuur ayat 30-31, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) - nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji-
nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak dari padanya.


Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).

Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya.

Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati laki-laki.

Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan dengan sebaik mungkin.

Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah itu adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari beraneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai . Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia polos tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukan hati tiap-tiap orang di sekitarnya. Karena ia yakin betul bahwa Allah tidak akan pernah meleset memberikan karunia kepada hamba-Nya. Makin ia menjaga kehormatan diri dan keluarganya, maka Allah akan memberikan karunia terbaik baginya di dunia dan di akhirat.

Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka banyak-banyaklah belajar dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. Seperti Siti Aisyah yang terkenal dengan kecerdasannya dalam berbagai bidang ilmu. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau adalah seorang istri yang bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.

Bisa jadi wanita shalihah itu muncul dari sebab keturunan. Bila kita melihat seorang pelajar yang baik akhlaknya dan tutur katanya senantiasa sopan, maka dalam bayangan kita tergambar diri seorang ibu yang telah mendidik dan membimbing anaknya menjadi manusia yang berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses yang memakan waktu. Disini faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan dan lain-lain. Apa yang nampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan yang Allah pimpinkan. Dan aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja berlaku bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri yang berumah tangga. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya. Usahakanlah kita mampu memberikan warna yang baik bagi orang lain, bukan sebaliknya malah kita yang diwarnai oleh pengaruh buruk orang lain.

Jika para wanita muda mampu menjaga diri dan memelihara akhlaknya, maka iman kaum laki-laki akan semakin kuat. Cahaya keshalihahan wanita mukminah akan menjadi penyejuk sekaligus peneguh hati orang-orang beriman. Apalagi bagi kaum muda yang sangat rentan dari godaan syahwat. Mereka harus dibantu dalam melawan godaan-godaan.

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga dan bahkan negara. Kita pernah mendengar, bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka bisa dibayangkan, berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Dalam sebuah keterangan diyatakan bahwa bejatnya akhlak wanita bisa menyebabkan hancurnya sebuah negara. Bukankah wanita itu adalah negara? Bayangkanlah, jika tiang-tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah, sehingga tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Jadi kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita. Wallahualam.


 
 

Posted in . 0 Comment »

Hikmah dari Cangkir yang Cantik

                         

Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir yang cantik. Pada saat Tuhan membentuk kita mengarungi hidup ini, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan kekuatan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya and
a menjadi sempurna dan utuh, tidak kura
ng suatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk anda. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan membuat penderitaan. Namun, percayalah, setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan menghasilkan anda.


—————————————————————————————————————————

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja ke sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. “Terima kasih untuk perhatiannya. Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda
berputar.


Kemudian ia mulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing. Stop! stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata, “Belum!” Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, “Belum!
Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata, “Belum!” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini!
Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi, orang itu tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya karena di hadapanku berdiri cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang
l
alu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Teman, seperti itulah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan
kemuliaan-Nya.


Teman, anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Tuhan sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.


 

Cinta Dibalas Dusta

semudah itu kau ucapkan
kata maaf kekasihku
setelah kau lakukan lagi
kesalahan yang sama

 dimana perasaanmu
 saat kau melakukan salah yang sama
 inikah cara dirimu
 membalas tulus cinta yang tlah kuberi

 menyakitkan bila cintaku
dibalas dengan dusta
namun mencintamu takkan kusesali

karna aku yang memilihmu 

 

                        
 

Posted in My Self. 1 Comment »

Mehndi

NIe tangan baru di mehndi, gmn sobat cantik kan en art nie hehehhhe 

 

Posted in My Self. 5 Comment »

aku apa adanya … 3A ^__^

                                         

 

aku adalah aku …                                                                                          
kuharap engkau menyadari siapa aku …

aku adalah aku…

aku adalah manusia yang lemah …
aku adalah manusia biasa..
aku adalah manusia yang miskin
aku bukanlah manusia yang sempurna

aku adalah manusia yang lemah …

tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Qowiyy – Maha Kuat

aku adalah manusia biasa
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Segalanya

aku adalah manusia yang miskin
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Kaya …

aku adalah manusia yang hanya bisa berusaha dan berdoa
berusaha dan berdoa sebagai hamba dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang


aku adalah manusia yang dipenuhi salah dan dosa
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Mengampuni Kesalahan dan Dosa

aku bukanlah manusia yang sempurna
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Sempurna …

aku adalah aku apa adanya
bukan seperti dia, mereka, atopun kamu…
beginilah diri ini apa adanya …
penuh khilaf

penuh dosa
penuh kealpaan

tapi, karena aku adalah hamba dari Yang Maha Membalas Kebaikan…
maka aku kan berusaha menjadi hamba yang berbuat baik di setiap nafas

tapi, karena aku adalah hamba dari Yang Maha Mengampuni Dosa
maka aku tak kan bosan untuk selalu kembali kepada-Nya …

tidak peduli …
apa kata orang …    

aku adalah aku , bukan mereka …
aku adalah hamba Allah yang Maha Melihat, Mendengar, Membalas segala yang kulakukan
aku adalah seorang anak yang berusaha menjadi kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi kedua orangtuaku
aku adalah seorang yang akan terus menjadi pembelajar dan masih terus ingin belajar …

dan aku adalah …

seorang manusia biasa, dengan segala kekurangan yang ada …
tapi dengan sebuah harapan yang Luar biasa …
menjadi kekasih Allah Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat … Amiin

 


 

Posted in My Self. 0 Comment »

Mutiara Kata

Bismillah .. dihalaman ini , saya persilahkan para blogger semua men share kata-mutiara , kata-kata Motivasi, pembangkit semangat, kata-kata bijak, pesan dan nasehat dari oleh dan untuk kita semua … Karena, bisa jadi apa yang kita tuliskan , dibutuhkan sekali oleh sodara-sodara kita untuk penyemangat, pengingat, serta motivator bagi yang lain ….                                 

semoga bermanfaat
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Olahraga

take time 7 menit dan matikan telepon anda, ajak teman2 mu... keluargamu saudaramu ... :D ayo ikuti senam ringan ini... gerakan yg betul...

semoga bermanfaat

--mulai--
 

ni ala taichi dikit .. sebagai intro n warming up..

tirukan gaya spt ni... untuk mengendurkan otot bahu dan leher..
selanjutnya ... (akan banyak gerakan2 penghilang stress) :D, bersiap-siaplah

wa..wa.. aaaakula pahlawan bertopeng , gerakan tebar pesona

gerak ke kanan kemudian ke kiri.. yiihaaaa....

gerak ke kiri kemudian ke kanan... biar imbang balik in lagi arahnya...

ikuti aja ... jgn banyak comment

ambil kayu / bata pukul kuat kuat di dahi..kalau ga ada boleh pakai setumpuk paper work atau quotation ini tips untuk menghilangkan ngantuk.. jamin jesplengggggg......

habis i tu buat gerakan tangan dan badan... buat gaya happy aja.. jgn lupa senyum biar enak di liat....

kemudian goyang2 kaki dan badan ... memperlancar sendi bahu.... namanya goyang rege sebagian... cik..cik..bum..cik..cik..

buat secara aggresive pula... jangan peduli apa orang lain bilang.. lepaskan semua bebannnnnn..... "lepas...lepas...lepas...."

lenyap la semua stress... "lenyap....lenyap..."

lihat wajah di cermin sambil goyang2 n gaya .. cute ...

tahap akhir sekali, tahap manggil hokie.. "hoki...hoki.. lai.... lai....hoki hoki lai.... "

 

 

Posted in Campur. 0 Comment »

kekuatan Hati Vs Nafsu …. godaan setelah istikharoh !!!

saudaraku, Allah ‘Azza Wa Jalla begitu sayang dan memiliki kasih yang begitu besar untuk umat islam, umat yang beriman, dan umat yang selalu tahu kepada siapa dia akan menyembah dan meminta pertolongan. Contoh kecil saja, ketika manusia kebingungan untuk memilih atas beberapa pilihan yang ada , kasih sayang Allah nampak melalui islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan memberikan tools untuk mendapatkan dan memantabkan pilihan yang insha Allah terbaik buatnya. yaitu dengan istikharoh,

Namun, sesuai fitrah manusia pula, yang mempunyai nafsu dan syahwat, kadang ketika kita sudah melalukan istikharoh berkali-kali dan dengan izin Allah, beberapa isyarah/tanda datang dalam memantabkan sebuah pilihan … pilihan yang terbaik untuk kita dari Allah, nafsu dan syahwat ini seolah mengatakan “aku tidak cocok dengan pilihan itu, itu kan begini …. itu kan begitu … kan sayang kalo ini harus ditinggalkan, … kan udah kadung seneng sama yang ini …” dan sederet protes kecil dari nafsu atas pilihan itu. Begitulah fitrah manusia, mudah mengingkari sesuatu yang sekiranya tidak seiya sekata dengan nafsu. Di sisi lain, ketika proses istikharoh dilakukan untuk putaran kedua (kayak pilpress aja )     , hasil yang sama tetep berpihak pada isyarat-isyarat pilihan pada putaran pertama, seolah isyarat itu mengatakan, “Teteplah … secara yang Mengetahui itu Allah Ta’ala gitu lho, jadi kayaknya ini pilihan buat mu deh , bener-bener mantab dan terbaik untuk hamba-Nya” 

saudaraku, kalau kita bareng pahami lebih lanjut .. di sinilah, diuji keimanan dan keikhlasan kita untuk menjalani hidup ini. Hidup sesuai jalan yang diridhoi oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Nah, bagaimanapun juga, sebelum keimanan dan keikhlasan itu diuji, maka jiwa dan hati ini perlu sering-sering diasah dengan ilmu agama , yaitu ISLAM dengan segala kedahsyatan yang ada dalamnya.

Oleh karena itu , wahai saudara dan saudariku di jalan Allah, ikhwah fillah, menerima apa yang Allah berikan kepada kita dengan rasa syukur dan qona’ah adalah penerimaan yang terbaik yang bisa kita berikan kepada Allah , sebagai Dzat yang telah memberi kita kehidupan yang kompleks dengan setiap permasalahan yang ada di dalamnya. Tetap semangat menjalani setiap proses, di setiap aksi ada reaksi, dan bersiap-siaplah dengan reaksi yang tidak mengenakkan hati sekalipun, karena pada dasarnya itu adalah ujian dan tarbiyah (pembelajaran ) dari Allah untuk lebih menguatkan hati kita. Dan jangan lupa … apapun masalahnya, kembali pada Allah adalah langkah pertama yang harus ditempuh … Bismillah !!! setelah itu baru tahap kedua ketiga dan seterusnya mengiringi ikhtiar kita sebagai manusia yang hidup di dunia dengan proses-proses teknis dan duniawi.


keluh kesah, penyemangat diri yang tumpek blek …. :


Life must go on !!!
Never give up !!!
Don’t worry be happy !!!
You will never know, if you never try !!!
Do your best in your life !!!
Give your best , n Allah will give you the truth Happiness !!!
Insha Allah
Inna Ma’al ‘Usri yusroo … 
Setelah ada kesulitan ada kemudahan

Jagalah hati . Allah akan menjagamu …
Allahu Akbar
berharap untuk selalu mencintai dan dicintai oleh Allah, serta mencintai orang lain karena Allah …
Bismillah mengawali setiap proses hidup !!

semoga bermanfaat

“karena berharap pada Allah adalah pengharapan yang tak akan pernah membuat kita kecewa” – selalu penuh hikmah tanda cinta-Nya pada kita 

Posted in My Self. 2 Comment »

Bila Aktivis Dakwah Jatuh Cinta

Sobat muda muslim, ternyata cinta juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk aktivis dakwah. Kok bisa? Iya, karena cinta nggak cuma bisa mengubah penampilan aja. Dia juga bisa membelokkan niat yang udah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi saat VMJ meradang. Ini yang kudu diwaspadai.

Hudzaifah.org – Di mana aja, kapan aja, dan siapa aja dijamin nggak akan bisa lolos dari serangan virus yang satu ini. Bukan DBD, Flu Bu-rung, atau Worm. Tapi virus yang kekuatannya bisa bikin sang pejuang mati-matian ngapalin lagu melankolis First Love-nya Nika Costa atau Shoulder to Cry On-nya Tommy Page. Meski nilai bahasa Inggris di raport-nya delapan ngakak alias 3! Pede banget kan?

Yup. Virus yang dikenal dengan julukan virus merah jambu (VMJ) pembangkit rasa cinta ini kagak ada matinya. Malah mungkin kita berharap nggak mati-mati. Coz, hidup kita bakal terasa garing bin monoton tanpa kehadiran cinta. Baik
cinta kepada yang Maha Pencipta maupun kepada lawan jenis. Ali bin Abdah berkata, tak mungkin seseorang menghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah. Maka berbahagialah orang-orang yang masih bisa mencintai dan dicintai. Ciee .Aa Gym banget neh!

Bener sobat, nggak lengkap rasanya jadi manusia kalo kita nggak bisa mencintai dan dicintai. Karena ini fitrah. Jadi wajar aja kalo virus ini merajalela mencari mangsa di setiap kesempatan. Maka di kalangan selebritis dikenal istilah cilok alias cinta lokasi
. Sebutan untuk pasangan seleb yang terlibat jalinan asmara karena sering ketemu di lokasi syuting.

Ssttt .jangan bilang-bilang ya. Ternyata di kalangan aktivis dakwah juga ada cilok lho. Hah?! Masa sih? Beneran. Cuma di kalangan jilbaber en jenggot simpatik ini, cilok
berubah menjadi CBSA. Mentang-mentang mayoritas pelajar. Do you know CBSA? Ini nih: Cinta Bersemi Saat Aktif. (ehm..ehm..KLBK euy!) Tapi jangan salah, meski Cilok dan CBSA sama-sama mengandung unsur cinta, tapi keduanya tetep beda. Kalo CBSA, lebih terjaga dari kontaminasi. Sementara cilok lebih kepada cinta yang ternodai. Ups!

So, kalo kamu pengen tahu lebih banyak tentang CBSA, kamu bisa tanya guru SD masing-masing. Tapi, kalo penasaran ama CBSA, kamu dah bener kalo baca Studia kali ini. Yuuuuk!

ROMANTIKA AKTIVIS DAKWAH
Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong eh, kok jadi lagu sih?

Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu. Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel. Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar aneh dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya!

Nah, masalahnya, kita sering bertanya-tanya, gimana mungkin bisa terjalin rasa cinta di antara mereka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti
menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis? Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga mengharuskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!

Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota diva alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepanitiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitas teleconference. Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya. Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan?

Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lai
n
saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati. Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau!

Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan cilok
ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang qualified buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah.

Firman Allah Swt:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula. (QS an-Nur [21]: 26)

MENGENDALIKAN RASA CINTA
Sobat muda muslim, nggak salah kalo cinta bisa mendera siapa aja. Termasuk para aktivis dakwah. Tapi tetep kita kudu waspada ama VMJ ini. Soalnya orang bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti nggak berubah jadi Ksatria Baja Hitam. Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Di antaranya sebagai berikut: Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah.

Nah, lho? Ternyata cinta bukan cuma Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki seperti kata Sheila On Tujuh. Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk aktivis dakwah. Kok bisa? Iya, karena cinta nggak cuma bisa mengubah penampilan aja. Dia juga bisa membelokkan niat yang udah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi saat VMJ meradang. Ini yang kudu diwaspadai.

Tentu kita nggak pengen dong, aktivitas dakwah kita yang mulia jadi kacau-beliau gara-gara kita terpana pesona cinta. Makanya kita kudu pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja neh!).

Pertama, dari dalam diri kita. Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta yang membabi buta. Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-
pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca al-Quran, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga doa kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yang qualified dunia-akhirat. Mau dong?

Kedua, dari luar diri kita. Ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor lingkungan gampang banget meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita kudu bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, meminimalisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis. Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry, bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri. Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para macan (makhluk cantik) mau pun terhadap media syerem yang bisa memacu adrenalin kita.

Kita kudu nyadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain. Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan ama tingkah lakunya, tapi juga umat. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, perilakunya nggak beda ama aktivis pacaran. Apalagi pake ngeles dengan istilah pacaran islami. Idiih malu ama umat tuh! Firman Allah Swt: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS ash-Shaf [61]: 3)

MENENTUKAN PRIORITAS
Sobat muda muslim, kalo kamu udah bisa atau minimal lagi belajar mengendalikan rasa cinta, sekarang kamu udah pantes buat belajar menentukan prioritas. Karena untuk urusan ekspresi cinta, Islam cuma mengatur dua tahap. Khitbah dan nikah. Nggak ada lagi. Masalahnya, kadang para aktivis dakwah yang mayori-tas pelajar terbentur dengan banyak hal sampe kerepotan memilih satu di antara dua pilihan itu. Kalo pun ada yang berani, lebih didominasi faktor emosi. Bisa jadi was-was sang target disamber duluan ama yang laen (Emangnya bis kota maen serobot?)

Kalo mau khitbah dulu, kecil kemungkinan bisa bertahan sampe kamu lulus sekolah atau kuliah terus dapet kerja. Bawaannya pasti pengen segera ijab qabul. Padahal, segala kebutuhan keuangan masih disubsidi penuh ama ortu. Bakal berabe ke depannya. Perhatian kamu bakal terpecah. Antara beresin kuliah atau matengin rencana nikah. Bisa-bisa nggak
optimal dua-duanya. Padahal kehidupan rumah tangga bakal menuntut suami untuk mencari nafkah materi. Nggak cuma bermodalkan cinta. Sementara ijazah pendidikan pun adakalanya punya peranan bagi sang suami demi memperoleh nafkah.

Nah, kalo udah gini bagusnya kita pusatkan perhatian pada aktivitas tholabul ilmi yang lagi digeluti. Biar masa depan juga terbingkai dengan rapi. Tapi, bukan berarti kita
ngelarang kamu mikirin soal nikah lho. Nggak. Silakan aja kalo kamu mau mulai mempelajari soal pernikahan lebih dalam. Karena terpancing ama senior yang bilang nikah itu nikmat, indah dan ibadah, misalnya. Tapi kamu kudu siap hadapi risiko yang bakal menyedot perhatian kamu. Berani ambil risiko? Pikirkan dengan mateng!

Oke deh sobat. Kita percaya kamu-kamu bisa mengambil pilihan dengan bijak. Jangan sampe CBSA bikin aktivitas dakwah kamu kendor. Catet, sekali lagi kita ngingetin, dakwah itu untuk mendapat ridho Ilahi. Bukan karena orang yang dikasihi. Dan jangan takut keduluan, karena jodoh masing-masing nggak akan kelayapan. Oke? Tetap semangat!
 

Begini Begitu, Bingung

Aku maunya begini
Kamu maunya begitu
Kita tak pernah setuju
Pada satu cinta

Kali ini ku bicara kejujuran
Yang dengarkan saja
Lebih baik kau dan aku sudahi saja

Aku maunya begini
Kamu maunya begitu
kita tak pernah bertemu 

 

Posted in My Self. 3 Comment »

Pandangan Mata Cinta

Kau akan melihat telaga jernih di matanya, jika

hatinya semata-mata dipenuhi kasih sayang.Kau akan

melihat keruhnya air rawa, jika hatinya semata-mata

diliputi kebohongan dan ketidaksungguhan . 

 

 

GIRLS banyak hal yang dapat dilihat,dirasakan,dan dipahami dari pandangan mata. Mata,kejernihandari nurani manusia,menjadi telaga sumber segala gejolak nurani apakah itu cinta,cemburu,benci,sedih,bahagia,iri, dan sebagainya.Seberapa jernihkah mata? Seberapa jernihkah nurani manusia?

"Kalau kamu mau memandang maaku selama lima menit saja, aku akan langsung menerimamu.Jika kau kuat selama lima menit, itu sudah sangat hebat!Artinya kau telah benar-benar siap hidup bersamaku."kata seornag pemuda kepada pacarnya.

Mungkin di antara kita pernah berkata seperti itu,atau pernah ditantang seperti itu. Lalu timbul pertanyaan,se-dahsyat itukah pandangan mata?

Tanpa berkata-kata dengan suara,mata bisa berbicara paling jujur.Maka,ketika seseorang ingin mengetahui kesungguhan itu lewat pandangan mata sang kekasih.

"Matamu adalah kepribadianmu.ketika kau berani memandang mataku,berarti kau siap menghadapi kenyataan apapun yang bakal kita hadapi.Tak terkecuali bertanya medan dakwah dan medan perjuangan untuk tetap hidup di dunia."

Benar saja, ketika seseorang berbohongdengan apa yang dia katakan atau tidak sungguh-sungguh,bisa dipastikan mereka tidak berani memandang lawan bicaranya.Mereka akan menunduk,memandangi dinginnya lantai.mereka akan merasa ketakutan,jika memamng di dalam hati mereka menyimpan keraguan,kebohongan,kesalahan,ataupun niat buruk.

Ketika melihat tayangan kriminal di televisi,beberapa kali saya menangkap kecendrungan para tersangka tidak berani menatap kamera,mereka justru berusaha sembunyi dari sorotan mata kamera.Demikian pula ia tidak berani memandang polisi yang melakukan interogasi.

Akan tetapai ada pula dari sekian tersangka kasus kriminal begitu berani dan tidak menghindar dari pandangan mata siapapun.Kemungkinan mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah.Kalau tidak demikian maka mereka memang telah mati hatinya sehingga ia bangga dnegan kesalahan yang telah mereka perbuat.

Kedua hal tersebut merupakan satu ibarat saja,bahwa manusia dengan segala fitrahnya tidak bisa berbohong dnegan kata-kata dan bersilat lidah.Kebenaran dan kekeuatan kepribadian semata-mata datang dri dalam diri manusia.Tidak lahir dari ucapan akan tetapi lahir dari kejujuran dan kejernihan nurani.Kejernihan nurani tidak lain adalah pandangan mata.

Pandangalah mata kekasihmu jika kau ragu padanya.Atau jika kau sangat mencintainya.Atau jika kau hendak mengetahui kejujuran dan kebeningan nuraninya.Kau akan melihat telaga jernih di matanya,jika hatinya semata-mata dipenuhi kasih sayang.Kau akan melihat keruhnya air rawa,jika hatinya semata-mata diliputi kebohongan dan ketidaksungguhan.

Maka sebaik-baiknya pandangan adalah pandangan Allah kepada makhluk-Nya padangan Ar-Rahman bagi seluruh makhluk di dunia tanpa membedakan apapun,juga pandangan Ar-Rahim yang penuh keadilan dalam memandang hamba-Nya yang taqwa dan yang ingkar. pandangan yang enjadikan manusia sebagai makhluk mulia dengan dikarunia hati nurani dan akal pikiran.

Maka, berbahagialah manusia yang senantiasa mempunyai pandangan keimanan,yang senantiasa menyadri pandangan Allah di setiap amal perbuatannya. Mereka mempunyai koridor yang jelas dalam setiap langkah. "Karena Allah selalu memandangku dengan Cinta Kasih.Aku tidak tahu lagi cara berpaling dari-Nya.Setiap detik yang berlaku aku terkesima oleh lembutnya pandangan Allah kepadaku.Sehingga aku merasa tidak ada satu pun di dunia ini yang menandingi pandangan mata Cinta.   

Posted in . 0 Comment »

Dear Ukhti

" Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. 
Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya... "

 

                                                Untuk Ukhti Tersayang    

Dear Ukhti...
apa kabar imanmu hari ini
semoga selalu menapak maj
u
a
pa kabar hatimu hari ini
semoga selalu bersih dari debu juga kelabu
apa kabar cintamu hari ini
semoga selalu berpeluh rindu pada Nya.
..

Ukhti..
sungguh indah hidup setelah menikah
apa yang sebelumnya haram menjadi halal
semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya
suka duka dilalui berdua

senang sedih ada yang menemani
tawa tangis pun bersama


Ukhti..
menikah adalah setengah dien
dan ia menggenapkan dien menjadi satu
sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah
dikunjungi sebelumnya

apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi
seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka
begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu

pernikahan ini
"bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah..."

Ukhti..
menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat

pernah ada yang berkata..
"saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu
perjanjian
berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis
disana..tangis

suka, tangis duka..."
Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap
dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini


Ukhti..yang sedang menanti "terkasih"
nanti-lah dengan sabar
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu

siapkan dirimu, hatimu..
sangat mudah bagiNya memberikan "terkasih" untukmu ataupun tidak
berharap dan mintalah padaNya..
pemilik alam raya dan pencipta "terkasih"mu


Ukhti..yang sedang menjelang akad
berdoa-lah selalu padaNya
penentu segalaNya...
mohon petunjukNya jika "terkasih" adalah yang terbaik untukmu

kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti
sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..
siapkan dirimu, hatimu..


Ukhti..yang telah menikah
jagalah nikmatNya yang besar ini
hanya dengan izinNya dirimu dan "terkasih"mu bersatu, tiada yang lain
jadilah penyejuk hati dan pandangannya. .
menjadi istri sholehah dambaan..


Ukhti..
bahagiamu adalah bahagiaku
sedihmu juga sedihku
tawamu, tawaku juga
tangismu adalah tangisku
semoga Allah Yang Maha Indah,
memudahkan langkah ini..

memberikan yang terbaik menurutNya
dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah 

 

Nie dari Milis teman Kirim by email, afwan ngutip deh 


               
















 

Posted in . 0 Comment »

Pikirkan Apa yang Akan Engkau Perbuat Hari Ini Saja

"Sesungguhnya Allah, jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya."

                                                 Janganlah mereka mengira bila kebaikan itu

                                      tidak ada keburukan setelahnya.

                              Jangan pula mereka enyangka bila keburukan itu

                                      seperti pukulan yang terus membekas

 

Seseorang yang telah hidup bahagia mengatakan,

           "Hari yang indah adalah hari ketika kita berhasil menguasai dan mengontrol dunia,bukan sebaliknya. Dan hari yang indah adalah hari ketika kita sanggup mengarahkan nafsu dan keinginan kita, serta kita tidak jatuh terpedaya olehnya.

            Hari-hari tersebut selalu kuingat dan tidak bisa aku lupakan. Di anatara hari-hari tersebut adalah :

            Sebuah hari yang bisa menguasai diriku dan keluar dari segala bentuk keraguan adalah hari yang amat sangat indah.

           Indahnya sebuah hari dimana aku sempat bimbang antara akan melakukan suatu perbuatan yang karenanya orang lain memujiku dan amalan yang tak bakal mendatangkan pujian serta tak diketahui oleh seorang pun, tetapi aku lebih memilih untuk mengabaikan pujian orang lain itu dan kemudia mengerjakan amalan yang tidak diketahui orang lain.

           Indahnya sebuah hari ketika kantongku penuh dengan uang dan dihatiku tidak ada kedermawanan, tetapi aku kemudian lebihmemeilih untuk tidak punya apa-apa daripada hatiku hampa.

          hari-hari tersebut indah. Dan yang paling indah, adalah manakala bagianku pada hari itu sangat sedikit,tetapi ia memberitahuku akan sejauhmana kemampuanku dalam mengerjakan apa yang aku kerjakan. Dengan begitu bagian yang sedikit pun, alhamdulilah terasa banyak."

 

Bahagialah dengan apa yang engkau peroleh, terimalah dengan senang hati segala pemberian Allah, dan abaikanlah mimpi-mimpi yang tidak sesuai dengan kadar dan kemampuanmu."

Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi


Tuhan pasti ‘kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

 

Posted in Campur. 0 Comment »

Mengadulah Pada Kekasihmu

Ketahuilah,bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (QS Al Hadiid, 57:20)

Dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis ( QS. An Najm, 53:43)

Sahabat, kita ini sesungguhnya sedang bermain dalam sebuah panggung kehidupan yang diciptakanNya.Dengan berbagai peran,keadaan, dan penjiwaan.

Peran apa yang sedang engkau mainkan? Seorang yang kaya ataukah miskin? Kaya jiwa ataukah harta? Miskin harta ataukah bathin? Seorang insan yang penuh duka ataukah seorang hamba yang senantiasa ceria dan bahagia? Suatu ketika kita akan tertawa,dan lain waktu kita juga akan dipaksa menangis.Masya Allah, itulah Kuasa-Nya Allah. (Subhanallah,walhamdulilah,walaailaa ha ilallah,Wallaahu Akbar)

Duahai yang sedang dilanda duka,La tahzan wala takhof,janganlah sedih dan janganlah takut.Allah SWT berfirman:

Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu. (QS. Ad Dhuha, 93:3)

Dekati Dia ...

Bukankah dengan Sifat Maha Penyayang-Nya engkau sebut Dia yang Tersayang? Bukankah dengan Sifat Maha Pengasihnya engkau sebut Dia Sang Kekasih?! Mengadulah Pada Kekasihmu!

Dia akan menguatkan jiwamu,meneteramkan qolbumu.Dia sebaik-baiknya penolong.Sebaik-baik pelindung. Percayakan semua pada-Nya karena dalam cinta,harus ada kepercayaan. Ucapkan padaNYa, "Yaa habibi ... wahai Kekasihku, aku ingin mengadu padaMu."

Dengan kelebutan-Nya, Ia berfirman :

Bangunlah untuk shalat di malam hari. 9Yaitu seperduanya atau kurang dari padanya sedikit.Atau lebih atasnya. (QS. Al Muzzammil, 73:2-4)

Shalatlah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan. Itu akan membutmu khusyu. Kemudian tumpahkanlah segala yang menyesakkan dadamu. curahkan segala isi hatimu,gundah gelisahmu,sampaikan semua pada-Nya. Dengan ungkapan pilu, ataupun didirngi tangisan yang lembut. Karena sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik Pendengar.

Dan Berdoalah dengan penuh harap,rendah diri, dan suara perlahan. Seperti doa yang diajarkan-Nya.:

Rabbi adkhilni mudkhala sidqi-wa akhrijnii mukhraja sidqin-waj al lii min-ladunka sulthaanan nashiraa.

Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar keluarkanlah(pula) akan secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong . (QS. Al Israa, 17:80)

Ataupun doa-doa lain yang menjadi keinginan. Hantarkan ia dengan bahasa yang mudah bagimu, dan jangan pernah merasa sunkan.

Rasullulah s. a. w. bersabda:

Sesungguhnya Raabmu itu pemalu lagi pemurah, merasa maulu apabila tidka mengabulkan doa kepada hamba-Nya yang mengangkat  kedua tangannya untuk berdoa lalu dikembalikan kosong. ( HR. Muslim )

Nah, bagaimana keadaanmu sekarang? Terasa ringan, bukan ? Insya Allah. Dan saat-saat yang indah bersama-Nya ini takkan pernah kau lupakan. Di mana engkau akan senantiasa rindu dan ingin selalu menjumpai-Nya. Jika tak bertemu sehari saja. ada sesuatu yang hilang. Dia pun semakin sayang dan cinta padamu.

Sesungguhnya, Sang Kekasih itu senntiasa ada bersamu, tak pernah jauh. Dia begitu dekat, sangat dekat. Mampukah engkau menangkap keberadaan-Nya?

Dia ada disini ... melihat aku menulis untukmu.

Dan melihatmu ... yang kini sedang meresapinya.

Dengarkanlah bisik qalbumu ... dan engkau pun akan merasakannya ... 

 

Mawar

Mawar Pertama :                         

Ingatlah,Tuhanmu akan mengampuni orang yang minta ampunan,menerima tobat orang yang menyesali dosa-dosanya,dan menyambut setiap hamba yang kembali ke jalan-Nya.

Mawar Kedua : 

 Sayangilah orang-orang yang leamah,niscaya engkau akan bahagia; bantulah orang-orang yang membutuhkan,engkau akan mendapat kepuasan;janganlah engkau tebarkan kebencian,agar engkau selamat.

Mawar Ketiga :

Optimislah,kaena sesungguhnya Allah selalu bersamamu,para melaikat senantiasa memohonkan ampunan untukmu dan surga telah menantimu.

Mawar Keempat :

Hapuslah air matamu dengan berbaik sangka kepada Allah.Usirlah segala duka dengan mengingat semua nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepadamu!

Mawar Kelima :

Jangn pernah menyangka bahwa di duni ini ada orang yang bisa mendapat kebahagiaan sempurna,karena ta seorang pun bisa memperoleh semua yang diinginkannya.

Mawar Keenam :

jadilah seperti pohon kurma; tinggi cita-citanya, kebal dari penyakit, dan bila dilempar batu, ia membalas dengan buah kurmanya!

Mawar Ketujuh :

Pernah engkau mendengar bahwa kesedihan dapat mengembalikan sesuatu yang telah berlalu dan duka lara dapat memperbaiki sebuah kesalahan? Bila tidak, untuk apa engkau bersedih?

Mawar Kedelapan :

Janganlah mencemaskan datangnya ujian dan bencana,tapi sonsonglah kenyamanan,kedamaian, dan keshatan yang pasti datang atas izin Allah.

Mawar Kesembilan :

Padamkan api kedengkian di dadamu dengan memaafkan semua yang pernah berbuat salah kepadamu!

Mawar Kesepuluh :

Mandi,wudhu,wewangian,siwak, dan kerapian adalah oabat mujarab untuk mengatasi segala kerisauan dan kesempitan .

 

 

Posted in . 0 Comment »

Tahajud dalam Taman Cinta

 

                                                                                                                                                         

Selayaknya sajadah yang senantiasa dibasahi air mata

tahajud seornag pecinta, dunia ini

adalah sebuah keniscayaan untuk tetap berdiri

tegak di tengah badai.Seorang  pecinta yang hanya bisa bersimpuh di atas sajadah

 

menghiba mengharap Cinta,terkulai tak berdaya.

Tetapi, Tuhan .... syurgaMu seluas langit dan bumi!

Maka hanya kepadaMu kupinta kekuatan ...

Aku lemah,aku lemah,aku lunglai ,,,,

                Dalam sujud panjangku,aku meratap                    

                Tuhan,belailah aku,peluklah aku

                 Biarkan aku bersandar

                 menenangkan jiwa yang tergoncang

Sungguh, tidak semstinya dunia ini

mmembuatku terpuruk

Terlalu hina, duni ini untuk membuatku

terlunta-lunta dalam harapan yang tak pernah

ada kepastiannya!

                Tuhan Cinta Sejatiku,

                Tidak ada lagi mampu mengobati luka

                 memarnya hati,

                 Kecuali Engkau

                 Tuhan, tidak ada lagi yang sanggup

                  kecuali bertemu dengan Mu

Tuhan,tidak ada lagi yang mamapu

menghiburku dalam patah hati

Kesulai Engkau

Tidak ada lagi yang sanggup menghapus duka

derita ini

Kecuali Engkau 

 

 

By Eva Oktafiani                                             

 

             

 

Posted in Puisi. 0 Comment »

Agar Engkau Menjadi Wanita Tercantik di Dunia

Segala bentuk bencana,seberat apapun deritanya,niscaya memiliki jalan keluar yang pasti datangnya

Dengan kecantikanmu,engkau lebih indah dari matahari;dengan akhlakmu,engakau lebih harum dari aroma minyak misik;dengan rendah hatimu,engkau lebih mulia dari bulan,dan dengan kelembutanmu engkau lebih lembut dari rintik hujan.Maka, jagalah kecantikanmu dengan keimanan,kerelaanmu dalam menerima apa yang ada dengan senang hati, dan haraga dirimu dengan jilbab.

Ketahuilah,perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua rakaat menjelang Subuh,dahagamu di tengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kepada Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan. Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik di dunia, meskipun bajumu terkotak. Kenakanlah mantel kesantunan, agar engkau menjadi wanita tercantik di dunia, kendati engkau tak memakai alas kaki.

Berhati-hatilah terhadap wanita pelacur,kafir suka menipu,dan melancong. Sungguh mereka adalah bahan bakar neraka Jahanam.

 

Pencerahan :

Di setiap tempat,engakau pasti menemukan kegelapan. Karena itu, nyalakanlah pelita di dalam dirimu. 

Posted in . 0 Comment »

Kunci Kebahagiaan Adalah Sujud

"Sesungguhnya jalan keluarr itu datang bersama persoalan." 

 

Bagiku,kebahagiaan bukanlah tumpukan harta 

Melainkan orang bertakwalah yang paling bahagia

 

Lembar kebahagiaan pertama dalam buku agenda harian dan kartu pertama dalam jadwal kegiatan sehari-hari adalah Shalat Subuh.Maka,mulailah hari-harimu dengan Shalat Subuh dan awailah semua kegiatanmu dalam setiap hari dengan Shalat Subuh.Dengan begitu,engakau akan selalu berada dalam jaminan Allah,ikatan perjanjian dengan-Nya,perlindungan-Nya,pengawasan dan pengaman-Nya.Allah pun akan senantiasa memeliharamu dari segala keburukan,menuntunmu pada kebaikan dan membawamu pada keutamaan.Sungguh,berkah Allah tidak akan turun pada hari-hari yang tidak diawali dengan Shalat Subuh dan Allah tidak akan menghidupkan sebuah hati yang tidak dimulai dengan Shalat Subuh.

Shalat Subuh merupakan tanda pertama diterimanya seorang hamba disisi  Allah,judul pembuka buku keberhasilan dan sisi penting dari sebuah kemenangan,kemualiaan,kemapanan, dan keberhasilan.Maka,selamat bagi mereka yang senanatiasa melaksanakan Shalat Subuh dan celakalah mereka yang tidak memulai hari-harinya dengan Shalat Subuh.

 

 

Wanita Seperti Apa yang Kau Cari Akhi ?

Untuk segala sesuatu, Allah telah menciptakan berpasang-pasangan. Tumbuhan, pepohonan, bunga-bunga, Allah ciptakan dengan keserasian dan keseimbangan. Binatang-binatang memiliki pasangan dari jenisnya, dimana mereka bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya dan bisa mengembangbiakkan keturunan.

Demikian pula manusia, Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sangat indah, dan untuk mereka Allah ciptakan pasangannya. Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikan kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya dengan perasaan dan kecenderungan alamiyahnya perempuan merasakan kesenangan tatkala didekati laki-laki.


 Allah SWT berfirman, Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang” (QS. Ali Imran: 14).

Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Islam datang dengan membawa ajaran pernikahan. Sebuah ajaran suci yang menampik kehidupan membujang di satu sisi, namun juga menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan di sisi yang lain. Nikah adalah jalan tengah yang membentang antara dua ekstrem tersebut.


Pernikahan akan bernilai dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya. Dalam memilih jodoh, pikirkan kriteria pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan calon jodoh tersebut, dipertimbangkan juga kemaslahatan secara luas. Selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah: apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? Walaupun dalam hadits Rasulullah SAW jelas disebutkan bahwa dalam memilih istri hendaknya mengutamakan akhlak dan agamanya, namun kenyataannya sekarang banyak ikhwan yang lebih mendahulukan kecantikan dibanding agama. Apakah memilih wanita cantik dilarang? Tidak. Itu juga sah-sah saja. Namun hendaknya kriteria cantik ini tidak membuat kita lupa akan kriteria akhlak dan agamanya.

Mari saya beri contoh berikut. Diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap nikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula dengan tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian usia berusia 25 hingga 30 tahun, dan yang lainnya dibawah 25 tahun. Mereka ini siap menikah, siap menjalankan fungsi dan peran sebagai ibu di rumah tangga.

Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang akan anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih?

Ternyata anda memilih si A, karena ia memenuhi kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, pandai dan usia masih muda 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda ini salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! Anda telah memilih calon istri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasullah saw bertanya kepada Jabir ra:

Mengapa tidak (menikah) dengan seorang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu? (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan inilah jawaban dakwah seorang Jabir ra: Wahai Rasullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. Janda ini saya harapkan mampu menyelesaikan persoalan tersebut, kata Jabir, Benar katamu, jawab Rasullah.

Jabir tidak hanya berpikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia bisa memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang amat tinggi. Kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan apabila menikahi gadis perawan.

Nah, apabila semua laki-laki muslim berpikiran dan menentukan calon istrinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia lima tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang usianya diatas 25 tahun, atau diatas 30 tahun, atau bahkan diatas 35 tahun?

Cantik Tapi…

Sebagaimana yang sudah kita dengar dan baca, bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Terlebih lagi wanita yang telah Allah ciptakan dalam keadaan bengkok. Secara kodrat, mereka lebih banyak kekurangan dan kelemahan dibandingkan pria, sebagaimana sabda Rasullah, …Tidaklah aku melihat orang yang kurang akal dan kurang agama lagi potensial melemahkan laki-laki yang kuat selain salah seorang dari kalian (para wanita)…
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hal demikian menuntut para lelaki untuk lebih banyak mengerti wanita, juga lebih bisa memahami kekurangan mereka. Menyangkut kekurangan ini, bukanlah hal yang aneh bila ada wanita yang secara fisik cantik tapi pemboros, atau abid (ahli ibadah) tapi tak bisa memasak, atau ahli memasak tapi pencemburu berat, dan lainnya. Yang demikian itu adalah biasa. Hampir terjadi dan ada pada setiap wanita.

Bagi anda para bujangan, wanita mana yang akan kau pilih, semua tergantung pada anda. Pada dasarnya ini menyangkut kriteria utama anda yang anda tetapkan dan kekurangan-kekurangan yang masih bisa anda toleransi. Tentunya setiap ikhwan berbeda-beda satu ikhwan mungkin menjadikan kecantikan sebagai standar utama, tak peduli bisa masak atau tidak, sementara ikhwan lain mugkin lebih mengutamksn ibadahnya dan tak peduli kekurangan–kekurangan yang lainnya, dan seterusnya. Yang jelas tak ada wanita di dunia ini yang sempurna seratus persen. Pasti ada saja kekurangannya. Ini hal pertama yang hendaknya dipahami betul.


Kalau Bisa Seperti Nabi…

Kalau kita sedikit menengok sejarah nabi, bagaimana beliau memperistri wanita atau kriteria wanita atau kriteria yang ditetapkan oleh beliau bagi wanita yang menjadi isterinya, maka akan kita dapati nabi lebih mengutamakan agama dan akhlaknya dibanding fisiknya. Itupun masih didasari pada manfaaat dan madharatnya bagi perkembangan Islam. Itulah mengapa Rasulullah hanya menikahi satu wanita yang masih perawan, yaitu Aisyah ra. Sedangkan yang lainnya para janda yang pada umumnya sudah tua. Pelajaran yang bisa kita ambil dari pernikahan Rasulullah ini, bahwa agama hendaknya dijadikan patokan utama dalam memilih seorang wanita, agar nantinya rumah tangga bahagia dunia dan akhirat.

Bagi para Akhwat yang belum memiliki suami, semestinya anda terus menggali potensi untuk meningkatkan kualitas diri. Adapun tuntunan dari Rasulullah agar menjadi seorang wanita pilihan:


1. Taat

Seorang gadis yang biasanya taat kepada orang tua, akan mudah taat pada suami ketika menikah nanti.

2. Enak Dipandang


Tidak harus cantik, dengan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suaminya.

3. Cinta dan Pasrah

Seorang pria tentu berharap mendapat seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dam menjauhi hal-hal yang mendatang kebenciannya.

4. Suka membantu

Wanita shalihah adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah SWT, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan sang suami.

Walaupun kita tidak mendapatkan pasangan ketika di dunia, tetapi kalau kita ahli ibadah Insya Allah akan mendapatkan pasangan ketika di akhirat kelak. Amien… []

(Dari berbagai sumber)


Hari-Hari Penantian 

Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus memburunya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya.

Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah-masalah perkawinan akan meningkat secara cepat.


Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.

Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. Terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "ikhwan" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.

Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.


Tentang hal diatas, Al quran dengan apik mengisahkan ketidakberdayaan seorang wanita menghadapi masa penantian. "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali ..." (QS. An Nahl:92).

Pernikahan memang bukan fardhu. Tidak ada dosa atas seseorang yang tidak menikah selama ia memang tidak menentang sunnah Rasul ini. Jadi, sekarang atau nanti kita menikah, bukanlah problem utama. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi masa-masa penantian ini dengan hal-hal yang positif ataupun aktifitas yang berkenaan dengan persiapan pra nikah.


Persiapan berawal dari hati. Kebersihan hati akan membuat seseorang tenang dalam melangkah. Istilah "perawan tua" tidak akan menggetarkan perjalanannya dan membuat dia berpaling dari jalan dakwah. Kalaupun tak berjodoh di dunia, bukankah Allah akan menggantikannya di akhirat kelak sesuai dengan tingkatan amalnya?

Kebersihan hati juga akan sangat menentukan sikap qonaah (ikhlas menerima dan merasa cukup) terhadap pemberian Allah. Sehingga ia dengan senang hati menerima, jika sekiranya Allah memberinya jodoh seseorang yang secara fisik (selain agama) tidak sesuai harapannya, agar tidak kaget melihat standar kebahagiaan yang diluar bayangannya.


Orang tua dan keluarga juga perlu dikondisikan, agar mereka tidak menyalahkan Islam. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jilbab adalah yang selama ini menjadi penghalang anaknya tidak mendapatkan pasangan.

Selain itu, bersabar dan berdoa nampaknya merupakan kunci mutlak untuk menstabilkan moral (akhlaq). Dengan kesabaran, ada pintu-pintu yang terbuka yang barangkali tak terlihat ketika kita sedang sempit dada. Dengan doa, ada jalinan mesra dengan Sang Pemilik. Mungkin tidak saat itu juga doa-doa kita akan segera dikabulkan, tetapi bukankah doa adalah ibadah? Jadi, semakin banyak doa terucap, semakin banyak pula ibadah dilakukan.

Buat para muslimah yang baru saja menikmati keindahan meneguk bahtera rumah tangga, tampaknya ada sikap yang harus dilakukan untuk menjaga perasaan muslimah yang belum menikah. Istri-istri baru itu, biasanya senang
"mengompori". Sebenarnya sikap ini sah-sah saja, agar tampak bukti bahwa menikah tanpa pacaran, menikah dalam rangka dakwah adalah "pengorbanan" yang menyejukkan. Tapi jika hanya sekedar memanasi tanpa solusi, sebaiknya sikap seperti itu ditahan. Apalagi jika si muslimah
itu tidak siap dengan cerita-cerita seputar nikah itu, bisa jadi akan memedihkan perasaannya.


Namun demikian, lain halnya dengan muslimah-muslimah yang bandel, yang dengan berbagai alasan kerap menolak untuk menikah meski seharusnya sudah siap. Baik tuntutan dakwah maupun tuntutan lainnya.

Menikah adalah ibadah. Tapi, ia bukan satu-satunya ibadah. Masih banyak alternatif ibadah yang bisa dilakukan. Alangkah naifnya bila kita malah banyak membuang waktu untuk memikirkan masalah pernikahan yang tak kunjung juga teralami. Masih banyak pekerjaan dan hal lain yang membutuhkan penyaluran potensi kita. Mumpung masih gadis, optimalkanlah potensi diri. Karena kelak, jika kesibukan menjadi istri dan ibu menghampiri kita, waktu untuk menuntut ilmu, menghapal ayat Quran dan hadits, bahkan untuk bertemu Allah di sepertiga malam, tentu saja akan berkurang. Nah, kenapa tidak kita optimalkan sejak sekarang?

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar" (QS 3:142)



 

Gombalisasi Apa Puisi

 "Bila musim memberimu dengan kesedihan, katakanlah dengan kalimat penghinaan yg menakutinya. Sejenak akan tampak maunya, dan selesai setiap Urusannya. Allah Swt meminumkan, ketika aku menyepi dari wajahmu. Sedang sirnanya cinta, menghiasi di taman sukaria tertawa. Kami Menghuni masa, sedang mata terasa sejuk. Suatu hari jadilah kenangan yang terindah, suatu masa yg benar-benar indah tiada tara".

"Kutulis dengan cahaya cinta, sebagai hadiah untuk menyukai sang belahan jiwa. Kupersembahkan kepada jiwa yg sungguh mempesona, Untukmu wahai Ukhty Eva".

"Ketika aroma cinta mengemban dalam tugasnya, tatkala Senandung bercinta membawa misi dalam tujuannya, pada saat itulah cinta kan bersatu padu bila saling berirama".

Ya Ukhti, Mohon maaf yg sebesar-besarnya saya haturkan dari lubuk hati yg paling dalam, jika ada perkataan yg
menyinggung hati Ukhty eva..
Apabila ada kekhilafan kata2 saya, atau tindak tanduk saya, atau tutur kata saya yg kurang berkenan di hati ukhti, saya pribadi mohon maaf yg sedalam2nya.

 

Menurut Kalian Nie GOmbal seorang ikhwan atw apa sie? 

Van baru dapet nie lewat sms ? so ... What do you think ? 



 

Posted in My Self. 5 Comment »

Puisi

The Rain
Hujan kali ini ...
Hujan yang tiada berbeda
Hujan di kala ku menanti
Rintik menghujamkan asa
Membekas walau tak biasa
Lama jika kau menantinya
Akan tiada pernah habis waktu yang ada
Dimana ku menanti saat waktu telah melangkah
tiada pernah ada akhir pada pada putaran roda perjalanan kehidupan
Saat suatu itu terbang tinggi tak pernah kembali
melayang menggapai apa yang tlah di impikan

pernah kah terlintas tuk melihat pusaran
hujan turun ,hujan ini yang kunanti
hujan yang akan menggembalikan semuanya

 

Posted in My Self. 0 Comment »

“Doa Seorang Akhwat”

Inilah goresan pena dari sang akhwat yang mendambakan ikhwan sholeh, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.
Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku

Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai wanita shalehah ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang
Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya

Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup
Aku tidak mengharap orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanya mengharap seorang ikhwan akhir zaman,

Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat

Karena aku sadar aku bukanlah semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman
yang punya cita - cinta
Ya…..Rabbii …….

Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi akhwat yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya

Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan…
Amiiiin…


 

Taaruf Miskol2 -an

marisa_sweet› aku bete d rmah ka so mnding aku chat aja mustofa41,  
14:41:51 ‹Sandika› http://mengenal-islam.t35.com/...lah.htm 
14:41:58 ‹Sandika› Assalamualaikum..... 
14:42:07 ‹irham_pa17›  
14:42:13 ‹amr86› Menikah muda ataupun tua, adalah semata-mata soal pilihan. Yang harus dipertimbangkan adalah persiapan yang matang, karena menikah bukan melulu soal seks dan menjaga kehormatan, tetapi tanggungjawab. Toh, masih ada pilihan lain untuk menjaga syahwat. Seperti sabda Rasul, "bila belum mampu, berpuasalah…" 
14:42:15 ‹irham_pa17› alaikum salam 
14:42:22 ‹nyantri› Sandika, waalaikumsalam... 
14:42:22 ‹evans86› وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
14:42:22 ‹Sandika› Sodaraku sekalian ,telah hadir lagi Situs yang menggangu 
14:42:30 ‹amr86› Sandika, وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
14:42:31 ‹Sandika› http://mengenal-islam.t35.com/...lah.htm 
14:42:35 ‹marisa_sweet› kak amr86, kmren dah ku bangunin loo 
14:42:39 ‹zulfi19› ‹marisa_sweet› bete itu sejenis kacang2an ya kacang bete... 
14:42:41 ‹Sandika› Mohon untuk dilaporkan 
14:42:52 ‹irham_pa17› BT = bibir tebel 
14:42:55 ‹amr86› bangunin apa de..... 
14:43:02 ‹amr86› kapan 
14:43:09 ‹irham_pa17› suimsuit..aq kok ga diangunin, dek risa? 
14:43:14 ‹zulfi19› وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
14:43:32 ‹evans86› cieeee bang amril dibagunin tuh ma risa nie? 
14:43:42 ‹marisa_sweet› tahajud,kaka kan minta 
14:43:43 ‹Sandika› Ada yang bisa laporin ni ga??? 
14:43:45 ‹evans86› iam kan molor trus hehhehe  
14:43:46 ‹Sandika› http://mengenal-islam.t35.com/...lah.htm 
14:43:55 ‹evans86› yah ketauan tuh bang amril 
14:44:04 ‹amr86› apa cie de.... 
14:44:11 ‹amr86› ga ko..... 
14:44:20 ‹Sandika› Laporin dunk 
14:44:22 ‹irham_pa17› suimsuit..jodoh ni 
14:44:22 ‹zulfi19›  
14:44:25 ‹amr86› ana juga ga tau.... 
14:44:35 ‹nyantri› wah wah 
14:44:39 ‹irham_pa17› aq kok ga dibangunin ya 
14:44:43 ‹evans86› moso sie? cieeeee bnul am jodoh 
14:44:48 ‹marisa_sweet› ko g tau/? 
14:44:56 ‹evans86› hehhehhe mknya am kasih dunk no hapenya ma risa 
14:44:59 ‹irham_pa17› awalnya miskol 
14:45:04 ‹amr86› pake apa de... 
14:45:10 ‹irham_pa17› selanjutnya sms..trus telpon deh 
14:45:16 ‹evans86› udh bang ga usah boong, masa pura2 ga tau ya ga am ? 
14:45:27 ‹evans86› kekekekkekke bnul am 
14:45:40 ‹zulfi19› ) 
14:45:46 ‹amr86› ga ko cuma ana mau taaruf aja..?? 
14:45:46 ‹evans86› selanjutnya terserah anda hehhehhehe 
14:45:50 ‹irham_pa17› semoga jadi aja deh..daripada kebablasan 
14:45:52 ‹nyantri›  
14:46:04 ‹evans86› aminnnnnn 
14:46:15 * fareedha keluar (waktu habis) 
14:46:19 ‹irham_pa17› kekekee 
14:46:25 ‹evans86› besok jadwal 
14:46:32 ‹evans86› mw ke spa nie 
14:46:33 ‹marisa_sweet› ana bingung sendri nie.. 
14:46:37 ‹irham_pa17› om evans kapan kita miskolan 
14:46:49 ‹evans86› nahlo, sama td bang amril juga bingung risa? 
14:46:59 ‹evans86› ntar am, kalo vans ga sibuk yo ? 
14:47:06 ‹irham_pa17› oke om evans 
14:47:15 ‹zulfi19› semuaaaanya zulfi pamit... 25 menit lg bndng ashar.... 
14:47:18 ‹irham_pa17› nanti malem bangunin pas beduk maghrib yak 
14:47:18 ‹evans86› maklum vans banyak fansnya 
14:47:32 ‹evans86› ya deh seepppp 
14:47:36 ‹irham_pa17› kekekeke..termasuk tukang tamba ban kmrn ya 
14:47:51 ‹evans86› kekkekkekke iyah 
14:47:58 * naurahsyafiqah bergabung CyberMQ Online Chat 
14:48:08 ‹zulfi19› maaf & makasih.... wassalamualaikum,wr,wb...... 
14:48:16 ‹evans86› وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
14:48:22 ‹amr86› tuhh kan jadi omongan dehhh... 
14:48:42 ‹irham_pa17› ga pp, om amr..kan jadi contoh  
14:48:45 ‹evans86› sapa yg ngomong bang amril? emang bisa didengar ? 
14:48:51 * red_one27 keluar (waktu habis) 
14:48:55 ‹evans86› bnul tuh  
14:48:59 ‹amr86› contoh apa irham_pa17, 
14:49:15 ‹evans86› contoh bwt kita ber2 ya am ? 
14:49:17 ‹irham_pa17› contoh apa, om evans?  
14:49:22 ‹irham_pa17› yoi, om evans..kekekeke 
14:49:36 ‹evans86› kkekkekkekke  
14:49:42 * ayuna bergabung CyberMQ Online Chat 
14:50:00 ‹evans86› kayak na risa rajin yah bangunin orang di tengah malam hehhehhe 
14:50:05 ‹irham_pa17› kurang ahsan klo akhwat miskol ikhwan 
14:50:14 ‹irham_pa17› kecuali klo om risa ikhwan jg. kekekeke 
14:50:18 ‹irham_pa17›  
14:50:24 ‹evans86› kkekkekkekkeke  
14:50:29 * mustofa41 keluar (waktu habis) 
14:50:31 ‹irham_pa17› aneh2..taaruf kok gitu 
14:50:33 ‹irham_pa17› 

 
 
 
 
 


 
 
 

Posted in Campur. 0 Comment »

Kisah Bidadari Surga

Hiks...  

Siapkan tissue untuk membaca kisah ini  ......  

 

Semoga menjadi hikmah, selamat membaca

 

Namanya Aini. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya. 

 

Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan dakwah ini. Seorang muharrik dakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa
sang ikhwan begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan
singkat yang penuh makna "Alhamdulillah..jazakillah ummi sudah membantu...mohon doa agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.


Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai Aini mengisi sebuah ta’lim , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah. 

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..." 


Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya. 


Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan. 

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang ikhwan pun mencium kening Aini serta membacakan doa diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap
menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Dia telah menjemput seorang bidadari...

Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi....


Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya...

" ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan..."

Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan dakwah dengan ikhlas,
tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."

Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....



(bait kenangan terakhir bersamamu; ummi tidak bisa menulis seindah tulisan2mu, tapi yakinlah ummi mengiringimu dengan indahnya do"a ...semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya...amiin)   



 

Akhwat Militan

Hari ini aku teringat kejadian tiga setengah tahun yang lalu di Sekretariat FOSI…
Siang itu, Aini datang agak tergesa-gesa…setelah memberi salam pada semua akhwat yang ada di sekretariat, dia langsung buat pengumuman…

“eh…ada ikhwan yang nyari akhwat satu juz. Ada yang bersedia gak?” semuanya ketawa lalu gak peduli lagi dengan pengumuman Aini. Hanya aku yang tertarik bertanya.

“akhwat satu juz? Maksudnya?”

“ada ikhwan yang mau nyari calon istri. Aku dapet informasinya dari murabiyyah ku. Tapi ikhwan itu maunya akhwat yang hapal satu juz, paling gak, hapal juz 30.”


“kalo, misalnya ada yang mau jadi istrinya, tapi gak hapal juz 30, gimana?”

Aini senyum.

“ya…insyaallah gak apa-apa. Katanya sih selain hapal satu juz, syarat lainnya akhwat yang mau jadi istrinya harus bisa masak, bisa ngurus anak dan ngurus rumah. Dilut mau?”


Aku ketawa.

“aku hanya nanya, bukan berarti aku mau. Lagipula aku belum hapal juz 30.”

“gak apa-apa…yang penting bisa masak, bisa ngurus anak dan bisa ngurus rumah.”

Aku senyum.

“memangnya siapa sih nama ikhwan itu? Aku mau ketemu ama dia. Aku mau nanya langsung ama dia, dia mau nyari calon istri apa nyari calon pembantu rumah tangga? Kenapa dia gak langsung aja buat pengumumannya di papan informasi? tuh…papan informasi fakultas masih kosong.”


Aini beristighfar…

“Va….gak seperti itu.”

“apanya yang gak seperti itu? Kenapa mau menikah harus pake syarat? Seperti kontrak saja. Lagipula kenapa syaratnya sulit? Bukannya Rasul bilang kalau kita harus memudahkan pernikahan? Lagipula, ikhwan itu kala
u mau membuat syarat yang bagus dong bahasanya. Buat syarat calon istri kok kayak buat syarat calon pembantu rumah tangga. Kenapa gak buat syaratnya menjadi: akhwat yang sayang dengan keluarga dan anak-anak. Aku jamin, akhwat yang sayang keluarga dan anak-anak, dia bisa mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak. Tapi akhwat yang bisa mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak, belum tentu sayang dengan keluarga dan anak-anak.”

“Va …dirimu benar.” aini senyum sambil menepuk-nepuk punggung tanganku

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Akhwat yang hapal juz 30 gak pantas mengharapkan Ikhwan yang hapal 30 Juz”

Itu kata-kata mbak ila sewaktu ngisi taujih keputrian UKM ROHIS beberapa tahun yang lalu…

Tapi ndut mengucap hamdallah setelah tau ada salah satu ustadz yang al-hafidz mempunyai seorang istri yang juga ustadzah yang belum hapal 30 juz…

“alhamdulillah, berarti aku masih ada kesempatan dapat suami yang al-hafidz…” itu kata ndut.


Waktu itu aku senyum dan mengaminkannya….

Siapapun orang yang nantinya di takdirkan oleh Allah sebagai suami kita…
semoga dia akan menganggap kita bidadari di dalam rumahnya
dan sebagai teman dakwah dalam jihadnya...
bukan sebagai pembantu rumah tangga seperti ikhwan yang aini bilang itu...

Aku percaya Allah menetapkan jodoh kita bukan dengan seberapa banyak hapalan yang kita punya. Tapi seberapa kadar keimanan kita…

Wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik….


Walaupun ada kita lihat, ada seorang wanita yang baik mempunyai suami yang pemabuk. Perlu kita ingat juga bahwa baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah…

Aku setuju dengan salah satu syair lagu nasyid…

“….kekasih kan datang sesuai
dengan iman di hati
Sabarlah menanti
Janji Allah ‘kan pasti….”

Dan aku juga percaya…
jodoh kita gak akan pernah tertukar-tukar. Semua sudah di tetapkan.

Kita hanya menanti janji-Nya. Tapi bukan berarti tanpa usaha apapun.
Walaupun orang tua kita pernah bilang, jodoh kita ada di tangan Tuhan…
tapi kalo gak diambil-ambil…yaa…selamanya akan terus berada di tangan Tuhan…
iya kan….??????


Apa ada aktivitas cari jodoh? Atau…apakah jodoh memang harus dicari? Yang pasti, setiap orang normalnya ingin menikah. Meskipun ada yang karena satu dan lain hal menjadi tak ingin atau tidak ditakdirkan berjodoh di dunia.

Aktivitas cari jodoh itu ada dan sudah sejak zaman dahulu banyak budaya melakukannya. Konon budaya valentin didasari budaya semacam itu.


Apakah Islam juga menyediakan aktivitas ini untuk muda-mudi kita? Sejujurnya penulis belum pernah menemukan sebuah ritual resmi atas nama Islam tentang ini, yang ada dan cukup banyak adalah berbagai arahan tentang mencari jodoh, memilih, dan memutuskan yang mana.

Mencari jodoh:
Ada sebuah tuntunan sangat praktis langsung dari Allah SWT.

” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nur 26).


Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT sudah menjodohkan setiap orang bersesuaian jiwanya satu sama lain, mereka yang ”sesuai” akan cenderung betah satu sama lain dan karenanya akan mudah berjodoh. Jika kita masih lajang dan ingin cari jodoh, maka jika kita ingin mendapat jodoh yang baik berarti kitalah yang lebih dahulu harus menjadikan diri kita baik, maka Insya Allah kita akan dijodohkan dengan yang baik oleh Allah. Mudah ’kan? Itu langkah adalah langkah pertama.

Langkah pertama ini jika diyakini dengan sepenuh hati Insya Allah menjadi doa sekaligus usaha yang diajukan kepada Allah SWT tentang calon pendamping seperti apa yang kita inginkan.
Apakah kriteria ”baik” itu? Bagaimanakah kita ingin jodoh yang baik dengan cara kita berusaha menjadi baik terlebih dahulu?


Ketaqwaan adalah ukuran baku dari Allah SWT. Kadar ketaqwaan ini berdampak luas kepada semua sisi kehidupan seorang manusia. Ketika ia sedang diuji dengan kesenangan, ia akan bersyukur dengan pas, tepat, akurat, sehingga Allah menambah nikmat dariNya. Ketika ia diuji dengan musibah dan kesulitan, ia bersabar, sehingga Allah bertambah menyayanginya dan memberikan pahala yang banyak.

Hanya saja angka ketaqwaan tak dapat ditera manusia. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu kadar ketaqwaan manusia. Bahkan si manusia itu sendiri tak pernah tahu berapa derajat ketaqwaannya, sebab ia sebagai manusia selain sarat dengan khilaf, lupa dan lalai, juga seringkali tidak mempertajam matahatinya sehingga semakin buta hakikat.


Manusia hanya mampu ”khawatir tak diterima Allah” (khouf) dan berharap ”agar ia diterima oleh Allah” (roja’). Khouf dan Roja’ ini seyogyanya ada dalam diri manusia yang sadar ia manusia yang sangat mungkin salah. Panjang lebar berbagai ulama modern maupun ulama salaf membahas dalam topik-topik tentang taqwa dan manajemen hati. Di situlah taqwa dibina.

Orang yang terbiasa mengelola hatinya Insya Allah juga mampu memprogram dirinya untuk maju menjadi lebih baik setiap harinya tanpa terjebak rasa sombong dan pongah bahwa ia sudah sampai kepada ”maqom” taqwa padahal sesungguhnya belum. Alah bisa karena biasa. Pepatah ini benar adanya.

Hendaknya kaum muda sibuk mengelola hatinya, sibuk meningkatkan taqwanya dengan keyakinan itulah kelak tiketnya ke surga dan ke pelaminan. Janganlah kaum muda muslim harapan ummat malah sibuk ”te-pe te-pe” (tebar
pesona) di berbagai mal maupun layar kaca atau media lain dalam rangka membangun masa depan mereka.

Ada yang pernah bertanya kepada penulis: kalau begitu kapan berkesempatan berkenalan dengan orang banyak? Kalau sibuk menata hati kapan berjumpa orang-orang yang potensial menjadi calon? Bukankah harus ”gaul”?

Tergantung apa makna ”gaul”. Jika ”gaul” bermakna harus ikut segala tren dan mode, segala hura-hura dan pesta-pesta, maka itu tak perlu. Berapa banyak remaja dan anak muda justru terjebak mendapat jodoh buruk di tempat pergaulan semacam itu, dan bahkan bertemu dengan narkoba!


Bergaul normal, sebagaimana aktivitas sehari-hari, itu cukup. Bahkan aktivitas zaman ini tidak terbatas di lingkungan fisik belaka, ada dunia maya yang juga dapat menjadi ajang silaturahim. Sejak ketemu di dunia maya, lanjut ke dunia nyata, maka selanjutnya terserah anda.

Itu cukup, asalkan dalam bergaul sehari-hari, patokan bergaul terus dipegang sesuai aturan Islami. Ini sangat penting.

Dalam pergaulan, cara seseorang bergaul akan menentukan siapa selanjutnya kawannya. Seorang gadis yang berhati-hati dalam bergaul maka sikapnya akan menyingkirkan pemuda mata-keranjang sebab gadis ini ogah diperlakukan sembarangan. Sebaliknya jika si gadis selalu memberi ”lampu hijau” bagi teman-teman prianya untuk memperlakukan dirinya dengan sembarangan, maka dirinya hanya akan dipermainkan kemudian dicampakkan.

Jangan khawatir sikap yang ”penuh aturan” ini akan menjauhkan teman, sebaliknya, akan menseleksi dengan baik. Lagipula, buat apa punya teman yang hanya ingin mempermainkan?
Allah SWT tak pernah lupa dan tak pernah tidur. Allah SWT selalu memberikan kita bimbingan dan petunjuk, asal saja kita mau melihatnya.

Allah juga selalu menguji kita, hanya saja kita sering tak sadar. Kadang kita menyangka sedang ditawarkan sesuatu yang baik karena seolah indah dan baik (tampaknya), padahal sesungguhnya itu adalah ujian yang harus kita hindari dan jauhi karena di balik itu ada keburukan tersembunyi dan bahaya kepada agama.

Ada banyak anak muda muslim dan muslimah yang tertipu dengan manusia-manusia penuh misi pemurtadan. Para misionaris ini memang sengaja menjadi ”kawan terbaik” bagi calon sasarannya. Tujuannya adalah menjadi kawan akrab, kemudian, pacar, kemudian menikahi, kemudian m
emurtad-kan.

Entah ini memang sebuah gerakan terselubung atau hanya aktivitas pribadi, yang pasti fenomena ini sudah sangat banyak dan sudah berlangsung sejak puluhan tahun di bumi pertiwi ini. Ahh, andai saja setiap pemuda-pemudi muslim tetap berpegang pada aturan Islam dalam bergaul, berteman, bersahabat apalagi mencari jodoh, niscaya segala kisah pemurtadan seperti itu tak pernah terjadi. Waspadalah.
Wallahua’lam


 

Posted in . 2 Comment »

Belum Menikah

Memang susah jadi ikhwan bujangan, pasti banyak sindiran dan provokasi yang
datang setiap saat untuk segera menyempurnakan separuh dien ini. Apalagi jika ia
juga berprofesi sebagai seorang murobbi, maka setiap pertemuan mingguan pasti
ada sindiran-sindiran kecil dari para madunya yang rata-rata juga belum
menikah. Sebenarnya sang murobbi ini nggak enak dan takut juga kalau status
bujangannya ini menghalangi anak buahnya untuk segera menikah.

Akhirnya pada suatu kesempatan mingguan, setelah sekian lama para madunya
menanyakan masalah yang satu itu, sang murobbipun berpesan singkat di hadapan
para ikwah di hadapannya,

" Ikhwan sekalian, untuk masalah pernikahan.. jangan jadikan status ana sebagai

penghalang kalian menikah, cukup jadikan saja saya sebagai contoh atau tauladan
..! "

Para ikhwan yang mendengar pun terbengong-bengong keheranan.

Kriteria ( 1 )

Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negeri ditanya oleh ustadnya
mengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealisme
sebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskan hampir
lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnya tersebut.
Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yang pertama dia
harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda, berkacamata, lulus
dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikian seterusnya. Setelah
diproses
oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwa tidak ada akhwat yang bisa sesuai
dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sang Ikhwan mengurangi kriterianya menjadi 9,
setelah diproses sekian minggu ternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan
mengurangi satu lagi dari kriterianya menjadi delapan. Dan setelah ditunggu
sekian lama hasilnya tetap nihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian
seterusnya setiap kali gagal sang
ikhwan mengurangi satu kriteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang
Ikhwan akhirnya menemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya
tinggal satu!

Kriteria ( 2 )

Seorang Akhi ditanya sang Murobby tentang kriteria seorang akhwat yang
diinginkannya. Setelah beberapa saat berpikir, sang Akhi menjawab dengan
malu-malu,


"Yang pertama Ustad, dia harus seorang yang cukup cantik."

"Astaghfirullah Akhi, bukannya Rasulullah menyuruh kita untuk mengutamakan
agamanya dulu ? "

"Yang itu sih bukan masalah ustad ? "

"Bukan masalah bagaimana akhi, ada hadist nya lho .."

"Khan yang namanya akhwat pasti berjilbab gede, berarti semuanya kita anggap
sudah punya pemahaman agama yang cukup baik, sekarang tinggal kriteria
selanjutnya yaitu yang cantik "


" Antum bisa aja cari alasan !"

Kriteria (3)

Lagi-lagi seorang Ikhwah diinterogarsi oleh murobbinya tentang calon akhwat yang
diinginkannya. Ikhwan yang satu ini tampaknya sudah kena blacklist sama
murobbinya karena selalu menolak memberi kriteria ketika ditanya.

" Akhi, ini yang terakhir kalinya, kira-kira seperti apa akhwat yang antum
inginkan menjadi pendamping antum dalam berdakwah"

"Sudah deh ustad, ane nggak banyak minta, yang asal-asalan aja "

Sang Murobbi pun bengong dibuatnya, "Asal-asalan bagaimana maksud antum ?
Antum kan punya hak untuk mengajukan kriteria."

"Maksud ane, asal sholihah, asal cantik, asal kaya, asal hafal Quran, asal
pintar, dan asal-asalan yang lainnya ."

"Pantes saja antum nggak nikah-nikah !"  


 

Posted in Campur. 1 Comment »

"BUKAN SEKEDAR WANITA BIASA”

De’..cariin pendamping buat kakak yaa ?? Mas Rizal udah siap nikah nih !!”, begitu tulis e-mail Mas Rizal, kakakku yang kerja di Batam kepadaku, singkat dan jelas..tapi susah !!

Sebab, aku akhir-akhir ini ngerasa jengah banget dengan kriteria macem-macem dari kakakku. Susah juga punya kakak yang bujang lapuk banget seperti dia..abis usianya sudah bisa dikategorikan tua banget, 27 tahun. Memang, menurut dia belum tua banget, abis temen-temen kakak di Batam, sama juga seperti kakak, belum ada yang nikah di usia segitu..bujang lapuk, gitu aku menyebutnya.


Padahal banyak wanita, banyak akhwat yang siap menikah dan tak urung sering mendekatiku agar dikenalkan dengan kakakku. Apalagi didukung postur tubuh dan wajah imut kakakku, yang orang lain takkan menyangka bahwa usia kakakku sudah 27 tahun, kelihatannya sih masih 20 tahunan gitu… Aku sebenarnya mau sih nyariin Kakakku, tapi..dengan kriteria seabreg yang disodorkan kakak padaku, aku jadi nggak tega nyariin buatnya. Pernah kutanya kriteria minimalnya..”Mas, ada kriteria minimalnya nggak ??, coba kusentil dengan pertanyaan seperti itu..

J
awabnya, “Minimal mirip De’ Rani aja ya ?? Tapi sepuluh kriteria yang Mas Rizal sebutin tempo hari.. minimal harus ada !! Udah yaa..Mas banyak kerjaan nih, kalo bisa dalam satu - dua bulan ini Mas Rizal nggak nelfon-nelfon lagi, dan lebaran nanti pas Mas Rizal pulang, harus ada !!”, nada perintah kakakku terdengar mantap dan jelas, aku sampe terlongong didepan telpon. Tak sadar bahwa Mas Rizal sudah menutup telpon dan mengucapkan salam.

Kubaca lagi kriteria Mas Rizal dalam e-mail yang dikirimkan padaku dua bulan yang lalu. Aku bermaksud akan mencetak e-mail mas Rizal yang panjang tentang “Sepuluh kriteria Mas Rizal itu, diantaranya adalah : Agama dan akhlaknya bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami Al Qur’an ) ; Berjilbab ; Sabar ; Cerdas / Smart ; Harus bisa masak, terutama makanan thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop ; Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah ; Putih ; Tinggi ; Langsing ; dan Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen. Trus kriteria lain : Kalo bisa matanya bening, dan jernih ; punya lesung pipit yang manis ; pipinya merah delima ;
bibirnya merekah ; tubuhnya bersih (tak ada cela) ; bau badannya selalu wangi ; lehernya berjenjang ; mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) ; jari-jemarinya lentik ; dan bisa naek sepeda (sebab di Batam, kemana-mana musti naek sepeda !!) .. entar kalo ada yang kurang, Mas Rizal telfon ade’ lagi deh, ok ? Teman-teman ade’ khan banyak, cariin ya??” Aduuhh..aku sibuk mencari siapa yaa yang cocok untuk Mas Rizal dari kesemua teman wanitaku. Aku lelah, capek.. tanya ke Ustadzah dengan kriteria seabreg gitu..malu banget rasanya.. Mana ada wanita sesempurna seperti pilihannya.

Sepatah kalimat muncul di nokia mungilku, “De’, jangan patah semangat yaa..cariin yang terbaik untuk Mas Rizal !!”. Mas Rizal, lagi-lagi dengan sikapnya yang misterius terus mendesakku.. apakah mas Rizal bener-bener siap dengan segala kriteria yang diajukannya ?? Aku sungguh tak mengerti !! Lekas kubalas SMS singkat pula, “Mas Rizal, kalo bisa minta tolong Ustadz - ustadz Mas Rizal sendiri di Batam, yaa..?? Jangan tunggu calon dari ade’..SUSAH !!”. Terus terang, kadang aku minder banget dengan kriteria mas Rizal yang bejibun banyaknya, aku saja tak memenuhi kriterianya. Pusiiiingg !!! Ya Robb, tunjukkan hidayah bagi mas Rizal !! Itu calon Mas Rizal, kakakku satu-satunya, bagaimana juga dengan calon para Ikhwan di luar sana ?? Deuuy..tahu begini aku tak menyuruh Mas Rizal cepat-cepat nikah !! Anganku melayang kemana-mana, sebab memang aku yang mendesak Mas Rizal nikah, karena usiaku yang tak terpaut jauh darinya pun ingin segera menggenapkan setengah Dien juga. Tapi dengan permintaan Mas Rizal dan harus secepat ini ?? Tak tahulah aku !! Malam ba’da Qiyamul Lail, aku sengaja menyeleksi beberapa orang wanita atau akhwat kenalanku yang sekiranya memenuhi persyaratan ideal Mas Rizal yang kesepuluh. Pertama Si Fitri, “Semuanya cocok, tapi..ups.. dia agak tulalit orangnya, dan satu lagi ia suka latah kalo kaget, aku menggumam sendirian. Si Wati, Nita, Via, Risa..Ahh… capek.. tak ada yang memenuhi syarat kesepuluh dari Mas !! *******************************************

“Tiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt…”, terkaget aku mendengar suara jam beker memekakkan telingaku..sudah hampir subuh.. Ahh, aku ketiduran semaleman ditemani biodata teman-temanku. Bersijingkat aku dari tempat tidur, segera mengambil air wudlu.. “Alhamdulillah..”, segar pagi itu terasa sangat menyejukkan hatiku. Hampir jam tujuh pagi, sebelum menyiapkan diri untuk berangkat mengajar di sebuah SMU, aku mencari-cari catatan kriteria Mas Rizal yang kemarin sudah kucetak. Kurang sebulan lagi sudah lebaran, aku harus berusaha keras mencari data akhwat ke teman-temanku yang lain, rencanaku sepulang dari mengajar nanti. Kusimpan baik-baik alamat beberapa
teman SMU, teman kuliahku dulu, agar nanti tak kerepotan aku mencari sendiri. Aku akan minta tolong mereka juga. Ikhtiarku..

“Kring..kring..”, telfon di dekatku langsung kusambar, “Assalammu’alaikum..”, terdengar sahut salam di seberang sana, “Ini De’Rani, yaa ?? De’..ini Mas Rizal.. gimana khabarnya ?? ‘Afwan, Mas Rizal sengaja telfon pagi-pagi gini. Tadi ada acara di rumah Ustadz Mas Rizal, jadi sekalian Mas Rizal telfon ade’, pengen tahu perkembangan pencarian buat mas Rizal, yang memenuhi kriteria ada nggak ?”, intonasi suara Mas Rizal terdengar mantap dan agak riang. “Belum Mas !! ‘Afwan yaa..Ade’ ndak punya temen seperti kriteria Mas Rizal !!”, suaraku mantap. “Ya udah deh, nggak usah repot-repot..Mas Rizal nggak mau ngerepotin ade’ !”.

“Bener nih ?? Ntar ade’ nggak jadi nikah dong Mas ?? Sebab, Ibunda bilang kalo Ade’ pengen nikah, musti nunggu Mas Rizal nikah dulu, lagipula ade’ nggak mau duluan dari Mas Rizal nikahnya ??”, aku mencoba beri pengertian pada Mas Rizal. Sebab Ibundaku mulai khawatir aku menjadi perawan tua, nggak laku kawin gara-gara nunggu mas Rizal nikah.

De’, makanya ade’ nggak usah repot-repot nyeleksi akhwat untuk Mas Rizal. Insya Allah, ada khabar baik dari Ustadz Mas Rizal….”. terdiam lama mas Rizal. “Halo..mas Rizal masih disitu ?? Khabar baik apaan mas ??”, ucapku bersemangat.

“Insya Allah, permata dunia seperti kriteria Mas Rizal sudah tersedia. Dan tadi Mas Rizal udah ta’aruf dengan akhwat itu, jadi ..Mas minta Ade’ kasih tahu sama Ibunda dan Ayah, kalo dalam waktu dekat Mas mau mengkhitbah akhwat pilihan Mas Rizal, sekaligus mohon restu, agar pernikahan Mas Rizal akan diadakan secepatnya di Batam - rumah akhwat calon Mas, kalo di Jakarta, rumah kita, Mas Rizal mau aja, tapi bilang ama Keluarga, Mas Rizal mau secara sederhana saja, sebab waktu cuti kerja buat Mas Rizal cuma seminggu. Kalo Ade’ dan keluarga pengen ikut ke Batam, biayanya Mas Rizal transfer aja ke rekening ade’ dalam waktu dekat.. kasih tahu Mas Rizal yaa..?? gimana ??”.

Aku hanya bisa terpana mendengar tuturan panjang Mas Rizal, jadi..jodoh Mas Rizal sudah ada ?? “Subhanallah.. Barakallah.. Alhamdulillah, ade’ nggak repot-repot nyariin buat Mas Rizal. Mungkin, cuma Ibu ama Bapak, dan Ade’ aja yang ikut, yaa ? Keluarga besar kita ndak ikut ke Batam ?? Trus kesana pake’ uang ade’ dulu aja, entar kalo mas Rizal abis nikah, mas Rizal ganti yaa ??”, ucapku merajuk

“Ya, udah dech De’..By The Way..kriteria Abang yang kemaren itu, semuanya sudah dimiliki oleh Akhwat, calon istri pilihan Abang. Mas Rizal harap Ade’ dan keluarga nggak kaget yaa entar kalo melihat akhwat tersebut !! Ok ?? Eh, udah dulu yaa.. pulsanya jalan terus nih, entar keburu abis pulsa HP Mas Rizal..udah yaa ? Wassalammu’alaykum Wr.Wb”.

Kuletakkan gagang telfon setelah mengucapkan salam. Khabar baik dari Mas Rizal telah menemukan apa yang selama ini dicarinya, akhwat pilihan Mas Rizal, entah sempurna seperti apakah pilihan Mas Rizal, kriteria yang bejibun banyaknya yang membuatku minder, mudah-mudahan wanita, akhwat pilihan mas Rizal memang paket special dari Allah untuk mas Rizalku yang cakepnya juga diatas rata-rata..

Sujud Syukur segera kutunaikan, karena tak perlu hari ini aku berpayah-payah mencari ke beberapa temanku untuk mencari wanita spesial buat mas Rizal, karena toh akhwat itu ternyata tak jauh dari tempat Mas Rizal bekerja di Batam. **************************************

Rombongan Mas Rizal, aku, kedua orangtuaku, dan Ustadz Mas Rizal serta beberapa dari teman ikhwan Mas Rizal mendampingi Mas Rizal di hari resepsi pernikahan yang lumayan sederhana. Aku dan pihak keluarga masih belum dikenalkan oleh calon Istri Mas Rizal. Mas Rizal belum mengijinkan, sebab itu surprais dan kejutan manis buat kami sekeluarga.

Aku masih berada di belakang mas Rizal, ketika akad nikah berlangsung, akhwat-calon istri Mas Rizal masih di dalam kamar pengantinnya. Setelah resmi akad nikah dilakukan dan kedua calon mempelai dipertemukan serta melakukan sholat sunnah. Tibalah aku dipertemukan dengan istri Mas Rizal yang ternyata.. Subhanallah..Allahu akbar..

Berdegup jantungku, melihat Mas Rizal memanggilku dan kedua orangtuaku…”De’, sini deket ama Mas Rizal, sama Ibu dan Bapak yaa..Mas Rizal mau kenalin nih ama Istri Mas tercinta”, ucap Mas Rizal sambil berkedip kearah istrinya yang saat itu menggunakan gaun putih pengantin, sementara Mas Rizal mengenakan jas, serasi dengan gaun istrinya.

Mbak Izzah. De’ Rani..udah kenal ama Mbak khan di Jakarta ??”, suara lembut wanita itu singgah ke otakku. Allahu Robbi..Aku tak percaya melihat sosok wanita dihadapanku..sosok akhwat mulia yang menjadi pendamping Mas Rizal..Allahu Akbar..kiranya inilah bidadari sempurna yang diberikan Allah pada Mas Rizal di dunia, dan lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan semua yang muncul sekilas dihatiku dan ingin segera kukatakan pada Mas Rizal. Tiba-tiba..dari sudut mataku, aku menangis terharu.. bahkan kedua orang tuaku pun demikian, tak percaya dengan wanita pilihan Mas Rizal..yang bukan hanya sempurna, tapi memang bukan sekedar wanita biasa.. Kami telah mengenal wanita itu sejak lama.. Subhanallah.. ****************************************


Yup..Wanita atau Akhwat Spesial pilihan Mas Rizal, adalah seorang Janda (istri dari salah satu ikhwan yang telah meninggal dalam usahanya berdakwah di Ambon, menegakkan Ad Dien), usianya pun sudah hampir 32 tahun, anak Beliau sudah empat, mirip ketika Nabi SAW menikahi Ibunda Khadijah r.a..yang hingga akhir hayatnya setia mendampingi Rasulullah SAW.

Alhamdulillah..agaknya kedua orangtuaku pun setuju dengan
pilihan Mas Rizal, karena sejak dulu Ibundaku sangat menghormati Mbak Izzah Syifana, istri Mas Rizal, bahkan ingin segera menjodohkan Mas Rizal dengan Beliau meski statusnya sudah menjanda. Tetapi Mbak Izzah terlanjur pindah mengikuti kehendak kakaknya yang Ustadz juga di Batam. Tak tahunya..jodoh memang tak kemana, di Batam pula akhirnya Beliau dipertemukan dengan Mas Rizal, Kakakku tercinta. Baru aku tahu, kenapa banyak kriteria yang Mas Rizal ajukan, sebab Mas Rizal memang orang yang spesial, sehingga berbesar hati dan berlapang dada menerima akhwat yang terlampau lebih spesial dari kriteria Mas Rizal sendiri !! Semoga Barakah dan limpahan rahmat senantiasa menyertainya..Amin. Dalam e-mail Mas Rizal, dua bulan sejak resepsi sederhana diJakarta, rumah kami sekeluarga, Mas Rizal baru menerangkan kenapa banyak sekali kriteria yang diajukan Mas Rizal kepadaku, sebab hampir-hampir saat ini memang tak ada akhwat sejenis itu di Jakarta, kecuali akhwat produk jaman kuliah Mas Rizal, yang memang aku mengakui sangat bagus ghirah atau semangatnya dalam berdakwah.

Teman-temanku yang pernah memendam hati pada Mas Rizal serentak ‘agak’ kecewa, setelah kusampaikan kabar terbaik tentang pernikahan Mas Rizal, karena Mas Rizal perfect banget orangnya.
Lantas, Mas Rizal menuturkan kembali, tentang kriterianya satu persatu : “De’ Rani, tahu ngga’ kenapa harus banyak kriteria untuk istri Mas ? Mas Rizal ingin ade’ seperti Mbak Izzah, istri Ms untuk meningkatkan kualitas pribadi ade’, diantarannya ialah : Agama dan akhlak ade’ musti bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami Al Qur’an) : Mas Rizal pun hingga kini belajar capai semua dengan
susah payah, sampai menunda nikah di usia yang ke-27, sebab lelaki yang jadi Qowwam / pemimpin dalam keluarganya dan ketika di rumah, sang Istri wajib kiranya mengajari hafalan Qur’an pada jundi - jundiyahnya..

Berjilbab : karena ia sering membersihkan / mengeramasi *RAMBUT*nya dengan *JILBAB* yang akan menghilangkan *KETOMBE* dari pandangan lelaki yang belum tentu menjadi *JODOH* nya ! Sudah jelas khan De’ kriteria seperti ini ?? Yang pasti Akhwat dong De’..:).. Istri Mas musti Sabar dan tahan bantingan : he..he.. maksud Mas Rizal, sabar saat suka dan duka .. mendampingi Mas Rizal yang kurang sabar..he.. he.. ketahuan yaa De’..tapi hingga saat ini, Mas Rizal belajar sabar dari..Mbak Izzah !

Cerdas / Smart : Ini perlu, untuk kelanjutan visi dakwah Mas Rizal, menegakkan Islam di Bumi Allah dan bisa mengambil kebijakan ketika Mas Rizal mengalami kesulitan..Amin..

Harus bisa masak, terutama makanan yang thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop : Ups..yang satu ini musti De’, tapi jangan diketawain yaa, sebab apa gunanya bisa masak doang, tapi nggak taunya ada yang haram dalam bumbu atau gak bergizi tuk perkembangan jundinya kelak..:).. Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah : Maksud Abang, Akhwat tersebut harus selalu berhias dan pake’ bedak di *WAJAH*nya dengan *AIR WUDLU*, niscaya akan bercahaya diakhirat, dan menyejukkan pandangan Abang, ketika melihat muka Beliau sepulang Abang dari kerja..

Putih : Seputih ruhani dan hatinya akibat sering Sholat Sunnah di malam hari, hingga hatinya senantiasa bebas dari penyakit hati, seperti dengki, iri, hasutan, dan lainnya, ade’ pasti tahu mengenai hal ini..

Tinggi : Sebab ia selalu memasang *SEPATU JIHAD* pada *KEDUA KAKI*nya untuk menegakkan Kebenaran dan Keadilan di bumi ?, bukan untuk membuatnya Tinggi hati / sombong !!

Langsing : dengan tubuhnya yang langsing ia mampu QANAAH dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami kelak, ini diperlukan, agar ia mampu Zuhud, berkecukupan dengan ma’isyah atau penghasilan dari Mas, baik sedikit maupun banyak, sehingga dan satu lagi..ia biasa Shoum / Puasa sunnah..Alhamdulillah, yang pasti ade’ juga donk !!

Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen : Untuk mendidik jundi-jundiyah Mas Rizal kelak, agar mampu berkiprah di tengah masyarakat dan mengahadapi tantangan jaman..

Kalo bisa matanya bening, dan jernih : Akhwat tersebut mampu menjadikan *GHADDUL BASHOR* (Menundukkan Pandangan) sebagai *HIASAN KEDUA MATA*nya, niscaya makin bening dan jernih.

Punya lesung pipit yang manis : sebab ia selalu merawat *LESUNG PIPIT*nya dengan *MASKER SENYUMAN*, niscaya dihadapan Mas Rizal senyum-nya akan semakin berseri-seri menawan hati..ehm

Pipinya berwarna merah delima : Ia harus menggunakan *PEMERAH PIPI* pada pipinya dengan Kosmetika *RASA MALU* yang dijual di *SALON IMAN*, agar ia terlihat anggun di depan Mas Rizal..

Bibirnya merekah : karena setiap berhias, ia senantiasa mengoleskan *LIPSTIK KEJUJURAN* pada *BIBIR* nya, niscaya akan semakin indah. Tubuhnya bersih (tak ada cela) => sebab ia senantiasa membaluti *TUBUH*nya dengan *PAKAIAN TAQWA*, niscaya ia makin bersahaja, begitu juga dengan telinganya yang selalu dipakaikan *GIWANG MUSTAMI’ (PENDENGAR)*, agar selalu taat dan patuh kepada ? dan Rasul-
Nya, serta nurut pada suami tentunya..yaa De’ ??

Bau badannya selalu wangi : sebab ia selalu memakai *SABUN ISTIGHFAR* untuk meng-hilangkan semua dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Lehernya berjenjang : Tak lupa ia selalu mengenakan *KALUNG ‘IFFAH (KESUCIAN)* di*LEHER* jenjangnya, niscaya akan semakin berkilauan. Jari-jemarinya lentik : karena ia menghiasi *KEDUA TANGAN*nya dengan *GELANG TAWADHU’ (RENDAH HATI)*, niscaya orang akan kagum padanya dan memberi *JARI-JARI LENTIK*nya dengan *CINCIN UKHUWAH Islamiyah* (persaudaraan di Jalan Allah - ?), niscaya ia makin disayang banyak orang, terutama Mas Rizal..:)..

Mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) : agar ketika Mas Rizal di PHK atau nggak kerja lagi atau berangkat Jihad atau Dakwah, Beliau - Istri Abang mampu memberi asap untuk dapurnya.. Lagi pula, Mas Rizal rencananya pengen Poligami..ups.. of the record deh ! Tunggu Bulan Madu yang belum selesai..dan nunggu Mas Rizal punya rumah mewah, mobil de el el..eh mungkin ndak yaa De’ ?? J

Dan bisa naek sepeda : yang ini nih belajar tirakat juga, abis kalo di Batam, kemana-mana musti naek sepeda, Mas Rizal kan belum bisa beli Motor / Mobil sendiri !! Biaya hidup di Batam mahal..dua kali lipat di Jakarta De’..jadi musti hemat !! Di Akhir e-mailnya yang terlampau panjang, Mas Rizal menuliskan kata-kata : “Kalo kita berkualitas dan spesial di hadapan Allah, niscaya jodoh yang akan datang kepada kita pun demikian seperti halnya kita”. ***************************************

EPILOG : Allahu Akbar..begitu panjang penjelasan kriteria Abang, yang aku sendiri belum bisa mencapainya hingga saat ini.., aku tak tahu sejak kapan mas Rizal memperoleh kriteria yang Subhanallah, tak sanggup aku menjadi wanita sempurna seperti makna yang ada didalamnya, tapi aku tetap bertekad untuk belajar membaiki semuanya seperti apa yang diinginkan Mas Rizal..kakakku sayang.
No body’s perfect !! Kini, diusiaku yang ke-24 tahun, saat nikah itupun tiba.dan telah hadir pendamping disisiku.
. kriterianya pun tak jauh seperti Mas Rizal..Beliau seusia Mas Rizal, 27 tahun.

Beliau tidak seperti kebanyakan lelaki biasa, bukan sekedar ikhwan biasa, Beliau teramat spesial yang dihadirkan Allah untukku. Namanya Bang Arif, begitu aku memanggilnya.. Bang Arif sudah beristri.. dan aku sudah mempercayakan biduk rumah tanggaku padanya.. tuk bersedia Poligami.. Selama ini hubunganku dengan mbak Aisyah, istri Bang Arif pun baik-baik saja, dan hingga kini pun ada perasaan rughbah (kesenangan) diantara kami berdua. Dari beliau, Mbak Aisyah juga aku bisa belajar menjadi wanita sholehah idaman ikhwan..eh maksudku ..idaman Insan !! Karena dari tangan-tangan wanita Sholehah akan terlahir mujahid-mujahidah dakwah baru yang akan menegakkan Islam di Bumi Allah..

Disamping itu, kami..Aku, Mbak Aisyah dan Bang Arif tak pernah henti untuk saling memotivasi.. Allahu Akbar..!! [..saat detik-detik "Mati" seakan tertatih dan kerap menghampiri..Ya Robbi.. sabarkan aku meniti panjangnya jalan dakwah ini.. Amin !!]

 

Masih mau Sekolah

Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sang
Murobby. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodoh terbaik
baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapi juga siap
menikah. Lho, apa bedanya ?.

Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya ia
menginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti -
untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisa jadi ia
ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak, cerdas, penyabar
dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yang lebih spesifik misalnya
seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yang berasal dari suku tertentu.
Lebih parah lagi jika �ingin menikah� di sini berarti : ingin menikahi ukhti A,
B atau C. Yang jenis ini bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, kurang elegan.


Lalu bagaimana dengan siap menikah? Siap menikah bagi seorang akhi berarti
kesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuan
dirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapa yang
akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan : " yang penting
ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapun dia, toh ana
juga yang harus membimbingnya ". Yang jenis ini lebih elegan. Artinya siap
mental dalam menikah.

Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah. Sang
murobby yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat. Betapa
tidak? bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yang dijodohkan
adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi dan visi untuk
dakwah?

Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobby. Dari
mulai tukar biodata sampai ta�aruf belum terlihat ada masalah. Namun ketika sang
murobby mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sang akhwat menolak.
Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisa beralasan pada sang
murrobby :" Afwan ustad, saya masih mau melanjutkan sekolah dulu.."


Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati,
mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkan
sampai proses taaruf ?

Sang murrobby pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balik penolakan
ini ?.

Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobby pun kembali dengan
senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimana yang
pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertama kembali
terulang. Masih dengan alasan yang sama : sang akhwat masih mau melanjutkan
sekolah.

Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untuk
berinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya ? Atau ada kesalahan kah saat
taaruf kemarin ? Ah , rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak ada masalah.

Atau masalah penampilan fisik?. Ah, benarkah itu masih menjadi kriteria yang
prinsip di jaman ini? . Sang akhi bingung, ia benar-benar belum menemukan
jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya.


Sang murroby tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakan tersebut.
Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut, sang murrobby
pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan ia mempunyai adik
perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakan briefing yang
intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohan keduanya. Biodata adik
sang murroby pun berpindah ke tangan sang akhi ini. Dengan seksama di baca semua
point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar foto ukuran post card juga diperhatikan
agak lama.

Sang Murobby yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakan kesediaan
sang akhi untuk meneruskan proses.

"Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan? "


Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya.
Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali,
sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus dan mengganggu.

"Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya ? "

Pertanyaan sang murobby menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetes
dari dahinya. Ia menunduk agak lama.

Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulai mengangkat
kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa dua akhwat yang
terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik !! Kriteria fisik , kedengarannya

memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitu kontemporer. Selalu saja ada
di mana saja dan kapan saja.

"Gimana akhi, bisa di jawab sekarang?? "

Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab,

"Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya " masih mau melanjutkan
sekolah " saja ustad ... "

Lemes tubuh sang murrobby. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati ia
berkata : Dasar aktifis jaman kini, masih teguh mempertahankan kriteria
fisik!!!. Andakah salah satunya?   


 

Posted in Campur. 5 Comment »

Saat Tuntutan itu Datang

Ada seorang kawan yang pernah bertanya, “Adakah sepetak dunia tanpa tuntutan?”

Begitupun saya seringkali turut mempertanyakan hal serupa saat mengingati beban hidup yang terasa begitu menyesakkan.

Saya pikir, alangkah indahnya jika dunia seperti itu benar2 ada. Dunia dimana saya “merasa” bisa menjadi diri saya seutuhnya, tanpa perlu memainkan peran apapun karena alasan apapun. Dunia dimana saya bisa menghela nafas sedalam-dalamnya, tanpa perlu merasa nyeri ketika menyadari bahwa langkah tak boleh terhenti, dan saya harus terus berlari atau mati. Dunia dimana pundak saya akan terasa lebih ringan hingga rasa lelah pun enggan berkawan dengan saya.



 

Posted in My Self. 0 Comment »

Merasai Waktu

Waktu itu memburu..atau diri kita yang terlalu terburu memaknai waktu?..mewarnai langkah tapak hidup ini. Kadang kita terlampau nafsu memburu asa, mencemooh nasib, lalu menangis, tertawa kala hikmah itu datang menyapa. Lihatlah sekeliling, hirup aroma udara pagi yang suci, tersenyum pada pagi, siang, sore lalu malam yang sebenarnya tak begitu kelam. Adakah kita masih enggan bercengkrama dengan waktu. Waktu yang terus melaju kala kita tak kuasa mengimbangi muatan kegiatan rekaan manusia. Kesibukan, kejerihan, kepenatan yang oleh kita sendiri?

Aku hanya mencoba berjalan kala berjalan mulai menjadi tabu bagi pelari. Ku ingin merasai napas, udara yang terhempas, bercengkerama dengan partikel debu, merasai regukan udara yang kucuri sekedar memperpanjang detak. Ah waktu….adakah kau masih bisa kunikmati setelah ini?


 

Posted in My Self. 0 Comment »

TERUNTUK SEORANG IKHWAN SHOLEH …

Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
KU unggkap getar ini dalam ragu yang tertahan…
Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang…
Aku bersama semua baktiku yang tertunda
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila tidak juga kau ada…
Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana
Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..
Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu…
Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana

Ketahuilah…
Bahwa aku wanita asing bagimu

Nanti terangkanlah apa - apa yang tidak kumengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu…
Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu…
Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..

Menjadi rumah yang lapang untukmu…
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu…
Menjadi penyejuk hatimu…
Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku…

Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu…
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi - jundi Allah…
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu…
Bersama menggapai perjuangan ini…
Yang karenamu Allah semakin sayang padaku…
Pada dakwahku…


 

Posted in . 8 Comment »

Iseng ja

  Halo sobat semua vans dapaet kontrak kerja lagi nie                                                        

                                    

                                          Tapi vans spertinya perlu kerja keras lagi nie ?

 

                                                                            

 

                         Tetap Semangat  Vans..... You  Go Girl ....

 

Ternyata ada banyak halangan yang menghambat nie ? 

 

                                                  

 

                                                                  Ternyata perlu kerja keras lagi nie .... 

 

                                                    Wah jadi Puyeng nie ? banyak bgt Tugasnya .......

 

 

                                    Wah......... dah Deadlinee chat mulu sie .......... Dealineeeeeee .........

 

 

                                Ready....... time is up .... Selesai juga kerjaanya ... Semangat Vans ....

 

 

 

 

Posted in My Self. 2 Comment »

Menjadi Pribadi yang Tangguh

 Tentu saja secara ideal adalah pribadi tangguh yang terbentuk dari kesadaran bahwa kehidupan seorang anak manusia tidak terlepas dari orang tuanya.Pribadi yang tidak hanya cerdas intelektual,akan tetapi lebih dari itu adalah pribadi yang siap menghadapai tantangan jaman dengan adanya akhlak dan prilaku yang terpuji.

"SETELAH melalui begitu banyak permasalahan kehidupan,kesalahan,ketidakenakkan,dan segala yang pahit-pahit tidak akan dijumpai selain pribadi yang tangguh"

Tidak melulu bahwa kehidupan di dunia ini terdiri atas hal yang enak-enak saja dan lurus-lurus saja.Pastinya ada termin kehidupan yang membuat kita berurai air mata bahagia,kemudian ada pula termin yang lain membuat kita berurai air mata kesedihan. Dengan kedua hal tersebut,manusia akan mengalami banyak pepmbelajaran untuk melanjutkan misi kehidupannya di dunia ini.

Ada kalanya kebahagiaan dtang menjadi sesuatu yang diimpikan dan diharapkan manusia.Boleh dibilang,kebahagiaan adalah puncak dari perjuangan-perjuangan manusia.

Seseorang berjuang untuk mendidik anaknya dari mendidik di kandungan,saat bayi,saat anak-anak,hingga bersekolah dari bangku TK sampai perguruan tingi.Perjuangan berat orang tua untuk mendidik anaknya melalui berbagai kondisi,baik kondisi anak yang terkadang berhadapan dengan pergaulan dan perkembangannya psikologis maupun kondisi orang tua yang terkadang kesulitan dalam biaya pendidikan formal tersebut.

Puncak dari semua itu adalah ketika menyaksikan anaknya berhasil dalam pendidikan formal.Tidak hanya lulus dengan memuaskan, akan tetapi juga anak tersebut telah menjadi manusia dewasa yang mempunyai kepribadian dan moral. tidak hanya itu saja,puncak keberhasilan orang tua itu ketika melihat anaknya mulia dalam akhlak dan prilaku.

Akan tetapi tidak semua orang dapat mengecap semua itu.Di lain sisi, ada pula orang tua yang gagal  mendidik moral,dan akhlak anak-anaknya.Entah bermualai dari mana,akan tetapi si anak-anak tidak menemukan jati dirinya sendiri sehingga ia menjadi anak yang cacat sosial.menjadi pecundang bagi lengkungannya.Hal tersebut bagi orang tua merupakan satu kegagalan.

Orang tua merasa bahwa ia telah gagal.Kesedihannya melebihi perasaan sakit hatinya karena telah mengorbankan tenaga dan material untuk membiayai hidup anaknya itu dari kandungan hingga dewasa.orang tua semakin terlunta-lunta ketika prilaku anak tidak lagi menghormati mereka dan tidak lagi mempunyai etika terhadap mereka.

Dua kepribadian yang terbentuk dari segala hal yang sama:pengorbanan dan perjuangan orang tua.Pribadi yang tangguh manakah yang akan kita capai?Tentu saja secara ideal adalah pribadi tangguh yang terbentuk dari kesadaran bahwa kehidupan seorang anak manusia tidak terlepas dari orang tuanya.Pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual,akan tetapi lebih dari itu adalah pribadi yang siap menghadapi tantangan jaman dengan adanya akhlak dan prilaku yang terpuji.

Akhlak dan perilaku yang terpuji sesungguhnya masih bersifat luas.Akan tetapi ada poin-poin penting yang dapt dijadikan pegangan,sperti halnya ketaatan beribadah,cara bergaul dengan lingkungan dan teman-temannya,cara menyikapi permasalahan yang dihadapi,dan cara menilai diri sendiri.

Kepribadian yang mencerminkan kearifan tersebut tentu tidak diperboleh begitu saja.Ada proses pembelajaran secara langsung atau tidak langsung yang membuat seseorang menjadi pribadi tertentu.pembelajaran secara langsung atau tidak langsung adalah berbagai pelajaran yang diperoleh di bangku pendidikan baik formal maupun non formal.

Kepribadian yang tangguh terbukti ketika seseorang berhasil melewati masa-masa dalam hisupnya.Setelah melewati masa sulit,harus mampu bangkit dan melajutkan kehidupannya.Tekad hidup yang demikian hanya akan diperoleh dengan adanya tempaan-tempaan pengalaman.

Ketika seseorangh dihadapakan kepada permasalahan kesulitan ekonomi,banyak potensi perilaku yang akan timbul.Ada potensi manusia untuk terus berjuang agar lebih baik dan berpotensi pula untuk menyerah.Seseorang akan melalui kesulitan ekonomi dengan berusaha pantang menyerah.Jalannya adalah bekerja.Ia mendapatkan tekad seperti itu ketika motivasi seseorang sangat tinggi.Tidak diragukan lagi,hal itu hanya diperoleh ketika seseorang mempunyai tingkat spritualitas yang tinggi.

Potensi seseorang untuk melakukan jalan kesesatan dalam kesulitan ekonomi terjadi ketika menyerah.Ia tidak mau melawan kesulitan itu.Ia hanya menyerah dengan melakukan hal-hal di luar kontrol.Maka tidak heran jika kemudian ada praktek-praktek menyembah setan,tidak mau bekerja keras untuk melalui kesulitan ekonomi.Ia hanya ingin melampaui masa sulit itu dengan jalan yang mudah atau jalan pintas seperti mencuri,merampok,korupsi,dan sejenisnya.Padahal,secara tidak disadari ia tengah menghancurkan diri sendiri secra perlahan-lahan.

Kepribadian ang tangguh,puncaknya adalah menusia berhasil menempuhi jalan kehidupan dan misi kehidupannya di dunia dengan ketenangan dan keprcayaan diri.Hal tersebut terlepas dari spirit dalam dirinya akan kekuasaan Tuhan.Seseorang yang bermula dari ketaatannya kepada Tuhan dialah yang akan menjadi pribadi tangguh yang sesungguhnya.

 

So Girl semangat trus ya ....  

 

 

Posted in . 0 Comment »

Filosofi Malam

 Hening.Sesekali suara jangkrik bernyanyi mengisi sunyi.Gelap,hening dan…jangkrik, perpaduan unik Lama kuterpekur begitu juga dengan dia,perempuan yang duduk di depanku, parasnya ayu,seayu pikirannya yang tlah lama kukagumi. Sedari tadi mimiknya sama,matanya terpejam dengan tubuh berselanjar kebelakang, tapi kutahu ia tidak tidur, begitulah caranya menikmati malam,menekurinya dibalik gelapnya pandangan. Dan aku menikmati malam dengan menikmati tingkahnya. Tak jemu, baginya nikmatnya Suasana malam adalah meresapi hingga keheningan sejati terasakan, bagiku dialah pesona malam.

Apa kau percaya nilai In?tanyaku pelan,mencoba mengusik meditasinya perlahan.Tak bergeming, tetap terpejam, hanya sunggingan yang menandakan ia menyimak ucapanku. 
 

Maksudmu?

 Maksudku kepatuhan manusia terhadap nilai yang sudah ada.Bukankah nilai telah ada tanpa
persetujuan kita?lantas, mengapa kita harus tunduk?Toh, bisa jadi kita punya patokan nilai atau bahkan nilai itu sendiri?

 Va,mengapa harus ada nilai?apakah kau butuh itu setidaknya untuk hidup?tanyanya datar, kali ini dengan mata terbuka.

Nilai itu ada karena dibutuhkan, kebutuhan itu ada karena keyakinan, keyakinan adalah percaya.lanjutnya,

aku sudah bisa menebak tipe jawabannya, tapi itu yang membuatku suka dan tak jemu berdiskusi dengannya, bukan tipe penjustifikasi apalagi pendoktrin.

  Lalu seperti diskusi kami yang sudah-sudah, aku akan lama bergeming, memahami maksudnya. Biasalah, otakku terlalu lemot mencerna struktur kalimatnya yang unik.

 Lalu nilai mana yang kau persoalkan?terlalu banyak nilai dan penilaian bukan? Tatapnya tajam kearahku, seperti silet yang siap merobek tirai keraguan tanyaku

Iya ya, nilai yang mana, terlalu banyak ambiguitas patokan nilai yang kulalui, hingga tak kuingat detail yang mana, batinku ragu.

 Sejenak, kutatap bola matanya,sorot matanya tak setajam tadi, lebih teduh. Sepertinya, ya sepertinya lagi ia tahu segala kegelisahanku. 


Nilai, tanpa persetujuan kitapun akan tetap ada Re, sejauh apapun penolakan kita. Terkadang permasalahannya bukan pada nilainya tapi patokan, sign yang dijadikan patokan manusia.

 
Ehm….mungkin.Patokan, patokan yang menyebabkan ketertindasan akan siapa yang melanggarnya, dominasi manusia terhadap yang lainnya. Aku menimpali

Ia tersenyum, entah apa makna senyumnya. Sahabat diskusi yang satu ini susah kutebak, meski beberapa sisi dirinya sangat kupahami.

 
Yaaah…begitulah Vaaaaa. Mumet klo bicara makhluk yang namanya manusia!

Whuam…katanya sambil menguap, lalu meregangkan tangannya keatas, seolah selesai hibernasi

Namanya juga terbatas, keterbatasannyalah yang sering membuat ambigu patokan nilai yang dibikin misalnya….

 Demokrasi yang batasannya sendiri ambigu, makna hak asasi yang dibuat dan digunakan seenak udel siapa yang ngomong, atau nilai kesopanan berpakaian terkait pornoaksi yang masih jadi pertentangan kanan kiri

Celetukku mencoba menggenapi ucapannya

 Hemm….makanya tadi kutanya Nilai yang mana, tergantung… ia kembali merebahkan badannya kebelakang, memejamkan matanya, kembali bermeditasi bersama malam, lalu aku akan asik menatapnya, sambil berfilosofi.



Hihi…aku geli. Filosofi, sok menjadi filosof. Filsafat bikin puyeng. Tapi bukankah itu yang setiap kali kulakukan, bahkan diskusikupun sering mempertanyakan suatu yang telah mapan, dimulai dari mempertanyakan keraguan, lalu berpikir penyelesaian. Yah jika bisa selesai dan terbantu menyelesaikan. Payahnya jika sebaliknya, maka kau akan terjebak dan tersedot lubang hitam keraguan, sejenak bahkan mungkin selamanya. Ngeri…

 
Maka sekali lagi kupandangi sosok di depanku, Sahabatku. In, cukup aku memanggilnya In, seperti pula cukup ia memanggilku Va. Ya… katanya namaku kepanjangan, jadi Ia memotong sepenggal kata di nama keretaku. Katanya Va lebih keren, Va bisa berarti kembali, bisa juga dewa mitologi Jepang, Dewa matahari, Dewa Va. Katanya lagi, seperti keraguan dan keingintahuanku yang menyala besar laksana matahari, tapi tak selalu membakar karena akan Kembali dingin, sedingin Bulan. Ah In, penggambaranmu aneh, pembandingan yang tak sebanding. Matahari dan Bulan, siang dan malam.


Jangan lupa Va, baik siang dan malam, tetaplah sama, berbeda warna, terang dan gelap samar, Bulan dikenal karena sinarnya di malam hari, tapi itu hanya pendaran sinar matahari yang tertangkap banyak mata di planet biru ini. Mereka satu kesatuan. Seperti bara yang kan selalu ada dalam keingintahuan, kekritisan manusia selama manusia itu tak menjelma menjadi makhluk stagnan, lalu mereda sebanding proses yang dijalaninya. Ia adalah sistem, maka pengetahuan dan ilmu itu terus ada.

 
Ah In, sejauh mana kau ingin menyelamiku?terkadang ketajaman pisau analisismu sukses menelanjangiku. Hingga aku me re-pikirkan keraguanku yang terkadang tak beralasan. Lalu kau akan bilang Perlukah selalu ada alasan atas pertanyaan? Itu wajar Va, suatu saat kau akan sering menemui pertanyaan, pertanyaan keraguanmu yang lebih mirip lompatan. Semacam spontanitas, spontanitas terhadap realitas.

Kupandangi Langit malam yang tak mutlak hitam, entah perpaduan biru hitam atau hijau hitam, yang penting tak hitam kelam.. Penilaian manusia nisbi jika sign itu sendiri juga nisbi. Selama itu pula aku berpendapat sangat wajar mempertanyakan, mencoba apatis bukankah melatih kekritisan?

 Lalu dimanakah kemutlakan itu In? Tanyaku tiba-tiba


Nisbi pada yang nisbi mutlak pada yang mutlak. Jawabnya singkat tanpa titik, tapi itu cukup membuatku tak segera melanjutkan tanya lagi.

Lucu juga ya diumur kami yang tak terlampau jauh berbeda….Ia seperti Sensei bagiku, kalo berdiskusi akulah yang selalu banyak tanya. Selain karena ingin banyak paham juga menghindari tanyanya yang cukup membuat dahi mengernyit. Jujur aku tak ingin terlampau cepat tampak tua, banyak kerutan di dahi bagiku mirip keriput nenekku.

 
Nah siapa yang mutlak itu Va? tiba-tiba ia bertanya

Suatu yang tak ada kemutlakan diatasnya, bukan seperti langit yang berlapis-lapis

Lu kate kue lapis?tanyanya banyol


Hehe..kami tertawa kecil

 
Ia, entah dzatnya seperti apa,seperti katamu…tak ada kemutlakan diatasnya, Ia yang tak bisa melihat sesamanya, Ada dengan sendirinya, tak berawal dan berakhir

 
Yang jelas bukan manusia dong…

 Lalu…entah manusia, tumbuhan, Jin, hewan yang jelas..tentulah suatu itu bukan Makhluk.


 
Ya…

Nilai..nilai..Daripada ngitung berapa banyak nilai mending dikau tanya mengapa nilai itu ada Vaaa…


Nggak ah..ngantuk

 

Mo turun?tanyanya sambil menguap lagi

 Ya iyalah…masak tidur di atap….Yang bener aja Loe. Aku g kebal malu In, klo ntar kepergok trus sialnya disangka maling…Malulah aku

Apa kata dunia

 Sebelum langkah terakhir meninggalkan tempat favorit kami berkontemplasi, kupandangi langit, kuresapi malam, malam yang tenang menghanyutkan, mencambuk jiwa yang gemar berpetualang,…mencari dan terus mnecari menggenapi makna eksistensi diri. Kaulah filosofi malamku In, sepertinya aku harus berlatih lebih banyak memahami hidup sepertimu.

 

G bisa tidur, daripada bengong    



 

Posted in My Self. 0 Comment »