Dear Diary . . .

Dear diary . . .

Diary vans sedang dihukum sekarang karena perbuatan vans sendiri, vans tau telah banyak elakukan kesalahan daitu kesalahan fatal sekali yang vans lakukan , vans tlah melukai orang tuanya sedangkan vans khilaf, vans melakukan itu semua karena ambisi vans yang ingin terbaik buat keluarga vans, maafin vans ...

Vans menyesal melakukaannya, vans janji vans akan menebus semuanya dengan memintaa maaf langsung dengan yang vans lukai, sekarang vans juga tlah di hukum dengan disuatu tempat yang jauh, vans sekarang sedang menjalani hukuman itu, begitu pedih vans rasakan ..

Vans ga bisa melakukan aktifitas seperti biasanya, vans sendirian dan sepi ...

Hanya Allah sekarang yang membantu vans, Ya Allah maafkanlah segala kesalahanku, maafkanku...

Vans hanya diam dan menunggu . . . .

Kusimpan sepiku, di gurun, di kaki gunung dan bayang-bayangmu . . . .

 

Posted in My Self. 1 Comment »

About Vans now

 

seorang manusia yang mencari jati diri. Terucap cinta dan salam kepada baginda junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya. yang kesemuanya itu diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT. AMIN..ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang disekelilingnya terutama untuk membahagiakan kedua orang tuanya
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Puisi Seorang Evans ...

Dulu aku mengenalmu,
Sejak pertama komentar di statusmu,
Lalu kau balik komentar di statusku
Semua interaksi yang terkesan biasa
komentar yang semua biasa.

Suatu hari aku tersentak kaget,
Dengan statusmu yang sama dengan statusku,

Di wall mu dan di wall ku tertulis:
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`” (QS. Al-Baqarah:75)

Aku lagsung koment, bilang kalau status kita sama,
Kau tampak biasa, aku pun sama

Beberapa hari berikutnya
Di wall ku tertulis:
“Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)”

Kau langsung koment, status kita sama lagi,
Beberapa kali berikutnya begitu
Lagi dan lagi
Dan bukan hanya sekali dua kali

---------------------------------------------

Semakin lama kita semakin dekat
Interaksi seakan begitu padat
Dari situ aku mulai terpikat
Betapa hati ini seakan terikat


------------------------------------------
Yang begitu membuatku semakin kaget
Pada hari itu,
Handphoneku berdering, dari no. tanpa nama
Aku angkat…
Salam dari Suara ujung sana terdengar
Suara seorang ibu.

“Assalamu’alaikum.. Nak”,
“wa’alaikumsalam Bu,”

“Koq, suaramu seperti seorang perempuan Nak?”
“Aku memang perempuan Bu,”

Belakangan baru aku ketahui,
Bahwa itu Ibumu,
Yang nyasar ingin menelponmu
Tapi malah sambung ke no.ku

No. HP kita ternyata hanya berbeda satu angka,
Dan itu membuat ibumu nyasar menelponku.

Tidak tahu, apakah ini hanya kebetulan semata?
-----------------------------------
Sejak itu, obrolan berlanjut via HP.

Bercanda,
Berkenalan,
Aktifitas apa?
Kuliah di mana?
Jurusan apa?
Semester berapa?
Dan lain-lain..

.

Lagi - lagi aku terkesima
Jurusan kita ternyata sama

Aku semakin Tak mengerti, apakah ini masih di anggap kebetulan semata?
----------------------------
Beberapa hari berselang
Kau mulai mengurangi ritme interaksi kita
Aku tidak paham
Kau pun mulai diam
--------------------------------
Dalam perjalananku pulang kampung waktu itu
Malam ku sendiri tak terlelap
Dalam kereta,
Aku mencoba membuka akunmu

Tak bisa terbuka,
Ternyata kau meremove ku
Aku menangis,
Aku pun risau,
Apakah salah ku?
Mencoba untuk tetap tenang dalam tidurku

Mimpi…mimpi…
Mimpi yang membuatku bangun seketika
Di tengah malam itu



Perasaanku semakin tak enak,
Gemetar tubuhku,
mengetik SMS untukmu,
ku awali menanyakan sujud mu malam ini?
Dan menanyakan
Apa alasanmu meremove akunku?

Ku tunggu balasanmu
Tak ada

Akupun mendesak mu
Tolong dibalas
Agar aku bisa tenang
Agar aku bisa kembali bermimpi



-----------------------------

Cahaya pagi mulai menyapa
Menembus sela-sela ruang yang menerpa
Kau membalas SMS itu,
Kau bilang tidak ada apa-apa

Kau meminta ku
Untuk SMS seperlunya
Tanpa canda,
Tanpa sia-sia,
Tanpa ada kata percuma,

Waktu pun ikut berbicara
Tidak juga di atas jam 9 malam,
Tidak dini hari,
Tidak usah mengingatkan Sujud malammu

Kau bilang takut menimbulkan fitnah
termasuk untuk menetralisir perasaan
dan untuk meremove ku dari fikiranmu.



Aku sepakat dengan syaratmu.
Aku pun menangis sejadi-jadinya,
Ternayata selama ini aku begitu,



-------------------

Semua Akun FB ku, kau blokir
No.HP mu kau ganti
Semua celah kau tutup rapat

Tak ada komunikasi
Tak ada lagi interaksi

Aku memilih sepi,
memilih sendiri,
Sepi dalam tangisan mata
Sendiri dalam linangan gerimis jiwa



Tangisan tak tertahankan
Di sepertiga malam terkahir
Aku memohon ampunan
Ya Ghofar
Ya Syahiid

Ampuni Hamba-Mu ini
Saksikanlah gemuruh pengharapan
Pengampunan atas segala dosa

--------------------------

Wahai kau yang ada disana
Kini Aku akan menikah

Di hari pernikahanku nanti
Aku ingin kau datang
Sebagai penenang hatiku
Bahwa kau telah bahagia



Jika semua berjalan sesuai rencanamu
Seharusnya kau sudah menikah di bulan Syawal tahun lalu
Di bulan sebelumnya aku pernah menunggu
Menuggu akan ada telepon lagi dari ibumu
Tapi bukan karena nyasar
Tapi menunggu kabar dari ibumu
Bahwa kau kan melamarku

Tapi ternyata tidak
Hampa
Kosong
Tak bertuan

----------------------

Aku tahu,
Aku memang tidak pantas untukmu
Aku yang pernah mengotori hatimu
Maafkan aku

Karena kau pernah bilang :
“jika menginginkan sesuatu yang suci, maka harus di tempuh dengan jalan yang suci pula”

Wahai kau yang ada disana
Aku memang tidak pantas untukmu

Terimakasih atas semua

Kau lebih pantas dengan yang lebih terjaga juga

----------------------------


Kini Aku akan menikah

Menikah dengan orang yang belum pernah aku kenal sebelumnya
Semua aku serahkan pada kakak laki-laki tertuaku
Tanpa Ta’aruf
Tanpa Nazhar

Aku percaya pada kakakku untuk memilih yang terbaik untukku

Sejak kejadian itu
Aku putuskan semua interaksi dengan lawan jenis
Aku menjadi terlalu sensitife dengan mereka

Karena kau pernah bilang
“seorang yang mengaku dirinya hamba, tidak akan mengulangi kesalahan berulang-ulang kali”

-----------------------

Kini Aku Akan Menikah…

Maafkan aku menulis begini
Kau tak lagi mungkin membaca catatanku ini,
karena ternyata blokir lebih kejam dari remove
Dan memang bukan itu yang kuharapkan..



Ku hanya ingin mengingatkan pada yang lain,
sebagai pelajaran untuk semua
Just It..

---------------------------

karena Aku Akan Menikah

Posted in My Self. 1 Comment »

Ya Allah izinkan aku ke Sana ....

 




KEMBARA CINTA SUDAH BERMULA…


Sudah mula berbondong-bondong manusia ke sana. Membawa hati yang lara mencari cinta. Walaupun tanahnya gersang, tetapi hati manusia yang menuju ke sana sentiasa basah dengan rindu dan cumbu. Kami datang, kami datang… Semuanya menyeru untuk bertemu dan bertamu. Tetamu-tetamu Allah itu pasrah menyerahkan segalanya, meninggalkan semua demi bertemu-Nya.

Di kejauhan ini aku berdoa untuk kalian. Apalah yang dapat kukirimkan sebagai pamitan dan bekalan… Aku masih tertahan menunggu giliran, menanti panggilan. Aku rindu, tetapi apakan daya, layangan jiwa ini masih perlukan sayap yang nyata. Itu aku tak punya.

Untuk mu tetamu-tetamu Allah, sudi apalah kiranya menatap puisiku walau sekilas cuma. Doaku untuk mu semua. Dan mana tahu, seorang darimu sudi mendoakan aku… pengemis cinta-Nya yang masih terbelenggu ini.

Pergilah saudara-saudaraku, pergilah menuju Allah. Jika cinta kita SATU… pasti satu ketika kita akan bertemu juga di situ. Di Kaabah itu! Tataplah pusi ini (yang ku tulis sejak lama dulu)…

KEMBARA CINTA SUDAH BERMULA...

Pergilah tetamu Allah
Pergilah menuju Allah…
Pergilah membawa hatimu yang pasrah
Tiada lain yang kau cari
Kecuali kasih-sayang Ilahi

Haji ertinya menuju…
menuju Allah yang satu
Namun jalan cinta itu penuh sembilu
Kan bertandang ujian beribu liku
Merintang diri dan hati
Kerna setiap cinta itu pasti diuji…
Apakah sejati atau ilusi.

Sebelum melangkah mulakan muhasabah
Bagaimana belanja kita ke sana?
Apakah keringat sendiri yang mengalir?
Apakah dari sumber yang bersih?
Apakah dari pekerjaan yang baik?
Tanpa penipuan, tanpa penzaliman
Hasil usaha ‘halalan taiyiban?’Kemudian muhasabah pula diri kita seikhlasnya
Leburkan mazmumah semampunya
Hasad, dengki, marah, bakhil ditekan sekuatnya
Mensucikan hati di pohon keampunan
Minta kemaafan dari manusia
Mohon taubat segala dosa…
Barulah nanti terlerai rantai di hati
Terasa ringan melangkah kaki!

Pakaikan kain ihram di tubuh
Serah diri seluruh…
Pangkat, derjat, bintang dan gelaran meluruh
Kini kita hanya seorang hamba
Yang benar-benar hina di hadapan-Nya

Datanglah bagaikan hamba tawanan
Yang bertelut gementar… menanti hukuman
Labaiklallah humma labaik!
Hambamu datang ya Allah…
Dengan hias rohani
Di cermin matahati katakan pada diri:
Aku tidak punya apa-apa
Harta, keluarga dan milik Mu jua
Asalku hanya dari titisan air yang hina …
Jahil, miskin, lemah dan tidak berdaya…
Namun Hambamu datang jua ya Allah…
Labaikallah humma labaik
Aku datang wahai Tuhan
Aku datang… menyahut panggilan

Tuluskan niat kita ketika memulakan
Haji ini, ibadah ini…
Bukan untuk ihsan manusia
Bukan lanjutan urus niaga
Pun bukan kerana riak dan bangga
Tetapi benar-benar kerana kita hamba
Yang mengharap wajah dan keredhaan-Nya

Niat yang suci itu perisai hati
Menangkis kelalaian sepanjang destinasi
Ikhlas itu sangat maknawi
Namun kesannya zahir pada diri

Ikhlas melahirkan sabar…
Sabar kita dengan karenah insan
Demi mengharapkan rahmat Tuhan
Ikhlas melahirkan syukur…
Syukur dengan ruang yang sempit
Demi mengharap keampuan yang melangit

9 Zulhijjah…wukuf di Arafah
Dalam himpunan terbesar gambaran Mahsyar
Tiada bezanya derjat dan pangkat
Yang kaya atau melarat
Semuanya tenggelam dalam dalam zikir dan munajat

10 Zulhijjah… bermalam di Mudzalifah
Talbiah, tasbih dan selawat
Bangsawan, hartawan, marhein dan miskin
Segalanya sama seputih kain
Moga-moga perrhimpunan ini menginsafkan
Hanya taqwa… nilaian Tuhan

Tuhan tidak menilai rupa
Tuhan tidakmenilai harta
Tuhan hanya menilai hati
… hati yang bertaqwa kepada-Nya

11, 12, 13 Zulhijjah…
bermalam di Mina melontar 3 Jamrah
Genggam butiran batu itu dengan tangan kita
Tapi lontarkan ia dengan satu rasa
Di Jamrah itu kita perangi musuh Allah
Simbolik satu kebencian
Metafora sebuah peperangan
Melawan syaitan dalam kehidupan
Nyahkan ia jauh-jauh…
Perangi ia sungguh-sungguh…
Usah berpaling lagi
Pada bujukannya… kita tak sudi!

Nun di sana kelibat Kaabah mula menyapa
Rindu tiba-tiba semakin membara
Hati hiba tanpa diminta
Tanda disedari mengalir air mata kita
Oh! situ pernah melutut Ibrahim
Di situ pernah sujud Ismail
Dan di situ pernah menangis Muhammad SAW
Abu Bakar, Umar, Uthman dan Ali…

Bagaikan ‘melihat’ wajah Allah
Di hitam warnanya ada nur kesucian
Langkah kian cepat… kian mendekat
Tawaf, tawaf, tawaf tujuh pusingan
Tiga pertama bagaikan lari dari dosa…
menuju pahala
Empat yang kedua lepas dari kesalahan…
menuju pengampunan

Lambaian istilam tanda kerinduan
Dikucup tangan tanda kecintaan
Tuhan cintaku hanya pada-Mu…
Walaupun cinta itu sering terganggu!

Bawalah hati yang lara di Safa dan Marwah
Saie ke sini ke sana bagai seorang sandera
Cemas bila dirasuk azab…
Tenang seketika dibujuk harap…
Ke sana khauf…
ke sini raja’…
Bimbang tenang berulang datang
Bagai gelombang tanpa tepian

Oh! Tuhan siapakah diriku
pada pandangan-Mu?

Kepalamu kau cukur
Helaian rambutmu pun gugur
Luruh bersama simbolik dirimu yang lalu
Kini bangun dirimu yang baru

Bukan sekadar membunag setipis rambut…
tetapi mengungkai fikiran yang berkabut
Bukan sekadar membersih kepala…
tetapi hakikatnya menjernih minda

Itulah rahsia tahallul
Meninggalkan diri yang kotor
Hijrah ke dunia yang luhur!

Di Madinah… di masjid Nabawi
Hati kita kan tersentuh oleh imbauan azannya
Terbayang sejarah anak yatim yang kesepian
Terbayang gembala kecil di padang pasir
Luka kakinya di Taif
Hilang kesayangannya di Badar
Gugur giginya di Uhud
Atap rumahnya dicecah jari
alas tidurnya berbekas di badan

Sujudlah, bertelekulah di situ
Tunduk malu di makam nabi
Di sana tersimpan jasadnya yang mulia
Rasul yang tak pernah jera berkorban…
Demi umatnya
Tega baginda pada semua derita

Hayatilah betapa malunya Rasul di Masjid Qiblatain
Ingin merayu tapi lidahnya kelu
Qiblat itu hak Tuhan…
tak layak dirinya memohon pertukaran
Namun Tuhan Maha Mengetahui resah di hati Rasululah
Lalu beralihlah qiblat dari Masjidil Aqsa… ke Baitullah
Rintihan Rasul-Nya terjawab sudah

Di Badar kita diajar bertawakkal
Betapa golongan sedikit bisa mengalahkan golongan yang ramai
Tetapi bila disiplin robek godaan harta
Uhud mengingatkan kita pada sebuah alpa
Pada batu-batu yang terdampar di kuburan Baqie
Terimbau deretan sahabat bagaikan bintang di langit

Terlalu banyak hikmah dalam kembara ini
Jika segalanya dilihat dengan matahati
Jiwa akan kukuh disepuh iman
Akal akan bersih disuluh iktibar
Fizikal akan kuat menempuh kesusahan

Haji kemuncak ajaran Islam
Haji kemuncak mehnah dan ujian
Padanya tersimpan rahsia kekuatan
Sudahkah terserlah apa yang tersimpan?

Bertamu tak jemu…
Berpisah tak gelisah…
Kenangan di Makkah dan Madinah
Adalah bekal safar abadimu…
bertemu Allah!

***DIPETIK DARIPADA BLOG USTAZ PAHROL

 

Posted in My Self. 2 Comment »

Berkhidmat dan Berbakti Pada Suami

Ketika seorang suami pulang dari tempat bekerja, yang biasa ia lakukan adalah mengisi waktu untuk beristrirahat. Namun sering juga kita menjumpai fenomena di mana mereka justru masih disibukkan dengan segala macam urusan pekerjaan rumah tangga, sementara sang istri malah asyik ngerumpi dan ngebanyol di serambi rumah tetangga. Lalu bagaimana istri shalihah menyikapi hal ini?


Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang istri yang shalihah yang menandakan baiknya hubungan interaksi kepada suaminya adalah berkhidmat dan berbakti kepada sang suami dan membantu menyelesaikan pekerjaan suami sebatas yang ia mampu. Wanita Sholihah tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri, sementara ia sendiri duduk berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan oleh suaminya. Wanita Sholihah akan merasa enggan bila sang suami sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti memasak, merapikan tempat tidur, mencuci, dan sebagainya, sementara ia masih mampu untuk menanganinya. Sehingga tidak mengherankan bila kita mendapati seorang istri shalihah menyibukkan diri melalui hari-harinya dengan memberikan pelayanan terhadap suaminya, mulai dari menyiapkan tempat tidurnya, makandan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, kerelaan dan kelapangan hati disertai niat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh ini merupakan bentuk perbuatan ihsannya seorang wanita sholihah kepada sang suami, yang diharapkan darinya ia akan memperoleh kebaikan.


Berkhidmat dan Berbakti kepada suami ini telah dilakukan oleh wanita-wanita utama lagi mulia dari golongan shahabiyyah, seperti yang dilakukan Asma’ binti Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ’anhuma yang berkhidmat kepada Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu ’anhu, suaminya tercinta.


Ia mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3 farsakh *1 farsakh kurang lebih 8 km atau 3,5 mil*" (Hadist Riwayat Bukhari no. 5224dan Muslim no. 2182)


Demikian pula khidmat dan berbaktinya Siti Fathimah bintu Rasulillah, Shallallahu ’alaihi wa sallam di rumah suaminya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu ’anhu, sampai-sampai kedua tangannya menjadi lecet-lecet karena menggiling gandum. Ketika Fathimah datang ke tempat ayahnya untuk meminta seorang pembantu,sang ayah yang mulia memberikan bimbingan kepada yang lebih baik:


ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูŽุฏูู„ู‘ููƒูู…ุงูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ุงูŽ ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ุงูŽ ู…ูู†ู’ ุฎุงูŽุฏูู…ูุŸ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽูˆูŽูŠู’ุชูู…ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดููƒูู…ุงูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎูŽุฐู’ุชูู…ุงูŽ ู…ูŽุถุงูŽุฌูุนูŽูƒูู…ุงูŽ ููŽูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽุง ุฃูŽู‹ุฑู’ุจูŽุนุงู‹ ูˆูŽุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุณูŽุจู‘ูŽุญุงูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซุงู‹ ูˆูŽุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุญูŽู…ู‘ูุฏูŽุง ุซูŽู„ุงูŽุซุงู‹ ูˆูŽุซูŽู„ุงุซููŠู’ู†ูŽุŒ ููŽู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ุงูŽ ู…ูู†ู’ ุฎุงูŽุฏูู…ู


"Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua apa yang lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Apabila kalian mendatangi tempat tidur kalian atau ingin berbaring, bacalah Allahu Akbar 34 kali, Subhanallah 33 kali,dan Alhamdulillah 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu." (Hadist Riwayat Al-Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727)


Seorang Shahabat Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam, Jabir bin Abdillah radhiallahu ’anhu, menikahi seorang janda untuk berkhidmatdan berbakti kepadanya dengan mengurusi saudara-saudara perempuannya yang masih kecil. Jabir bercerita: "Ayahku meninggal, dan beliau meninggalkan 7 atau 9 anak perempuan. Maka aku pun menikahi seorang janda. Laku Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya padaku:


ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌู’ุชูŽ ูŠุงูŽ ุฌุงูŽุจูุฑุŸ ููŽู‚ูู„ู’ุชู: ู†ูŽุนูŽู…ู’. ููŽู‚ุงูŽู„ูŽ: ุจููƒู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู…ู’ ุซูŽูŠู‘ูุจุงู‹ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู: ุจูŽู„ู’ ุซูŽูŠู‘ูุจุงู‹. ู‚ุงูŽู„ูŽ: ููŽู‡ูŽู„ุงู‘ูŽ ุฌุงูŽุฑููŠูŽุฉู‹ ุชูู„ุงูŽุนูุจูู‡ุงูŽ ูˆูŽุชูู„ุงูŽุนูุจููƒูŽุŒ ูˆูŽุชูุถุงูŽุญููƒูู‡ุงูŽ ูˆูŽุชูุถุงูŽุญููƒููƒูŽุŸ ู‚ุงูŽู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽู‡ู: ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุจูŽู†ุงูŽุชูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูŽุฑูู‡ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุฌููŠู’ุฆูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ูู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ููŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌู’ุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ุชูŽู‚ููˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุชูุตู’ู„ูุญูู‡ูู†ู‘ูŽ. ููŽู‚ุงูŽู„ูŽ: ุจุงูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ู‚ุงูŽู„ูŽ: ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง


"Apakah engkau sudah menikah, wahai Jabir?"
"Sudah," jawabku.
"Dengan gadis atau janda?" tanya beliau lagi.
"Dengan janda," jawabku.
"Mengapa engkau tidak menikah dengan gadis, sehingga engkau bisa bermain-main dengannya dan ia bermain-main denganmu. Dan engkau bisa tertawa bersamanya dan ia bisa tertawa bersamamu?" tanya beliau.
"Ayahku, Abdullah, meninggal dan ia meninggalkan anak-anak perempuan dan aku tidak suka mendatangkan di tengah-tengah mereka wanita yang sama dengan mereka. Maka aku pun menikahi seorang wanita yang bisa mengurusi dan merawat mereka," jawabku.
Beliau berkata: "Semoga Allah memberkahimu", atau beliau berkata: "Semoga kebaikan bagimu." (Hadist Riwayat Al-Bukhari no. 5367 dan Muslim no. 1466)


Sahabat Hushain bin Mihshan berkata: "Bibiku berkisah padaku, ia berkata: "Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam karena suatu kebutuhan, kemudian beliaupun bertanya:


ุฃูŽูŠู’ ู‡ุฐูู‡ู! ุฃูŽุฐูŽุงุชู ุจูŽุนู’ู„ูุŸ ู‚ูู„ู’ุชู: ู†ูŽุนูŽู…. ู‚ุงูŽู„ูŽ: ูƒูŽูŠู’ููŽ ุฃูŽู†ู’ุชู ู„ูŽู‡ูุŸ ู‚ูู„ู’ุชู: ู…ุงูŽ ุขู„ููˆู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ุงูŽ ุนูŽุฌูŽุฒู’ุชู ุนูŽู†ู’ู‡ู. ู‚ุงูŽู„ูŽ: ููŽุงู†ู’ุธูุฑููŠู’ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ุงูŽ ู‡ููˆูŽ ุฌูŽู†ู‘ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽู†ุงูŽุฑููƒูŽ


"Wahai wanita, apakah engkau telah bersuami?"
"Iya," jawabku.
"Bagaimana engkau terhadap suamimu?" tanya beliau.
"Aku tidak mengurang-ngurangi dalam mentaatinya dan berkhidmat padanya, kecuali apa yang aku tidak mampu menunaikannya," jawabku.
"Lihatlah di mana keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu," sabda beliau. (Hadist Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan selainnya, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Al- Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal. 179)


Namun di sisi lain, suami yang baik tentunya tidak akan membebani istrinya dengan pekerjaan yang tidak mampu dipikul oleh istrinya. Bahkan ia melihat dan memperhatikan keberadaan istrinya kapan sekiranya ia membutuhkan bantuan.


Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam adalah gambaran suami yang terbaik. Di tengah kesibukan mengurusi umat dan dakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau selalu menyempatkan waktu untuk membantu keluarganya dan mengerjakan apa yang bisa beliau kerjakan untuk dirinya sendiri tanpa membebankan kepada istrinya, sebagaimana diberitakan istri beliau, Aisyah radhiallahu ’anha ketika Al-Aswad bin Yazid bertanya kepadanya:


ู…ุงูŽ ูƒุงูŽู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูุŸ ู‚ุงูŽู„ูŽุชู’: ูƒุงูŽู†ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ูููŠู’ ู…ูู‡ู’ู†ูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู -ุชูŽุนู’ู†ููŠ ุฎูุฏู’ู…ูŽุฉูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู-ููŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽุถูŽุฑูŽุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู


"Apa yang biasa dilakukan Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam di dalam rumah?"
Aisyah radhiallahu ’anha menjawab: "Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat." (Hadist Riwayat Al-Bukhari no. 676, 5363)


Dalam riwayat lain, Aisyah radhiallahu ’anhaa menyebutkan pekerjaan yang Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan di rumahnya:


ู…ุงูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ูููŠู’ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูุŒ ูŠูŽุฎู’ุตููู ุงู„ู†ู‘ูŽุนู’ู„ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฑู’ู‚ูŽุนู ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽ ูˆูŽูŠูุฎููŠู’ุทู


"Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya." (Hadist Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 419dan Al-Misykat no. 5822)


ูƒุงูŽู†ูŽ ุจูŽุดูŽุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุดูŽุฑูุŒ ูŠูŽูู’ู„ููŠ ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุญู’ู„ูุจู ุดุงูŽุชูŽู‡ู


"Beliau manusia biasa. Beliau menambal pakaiannya dan memeras susu kambingnya". (Hadist Riwayat Al- Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 541, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 420dan Ash-Shahihah 671)


Wallahu a’lam bish-shawab, semoga Artikel Islami ini dapat memberi manfaat dan menambah hazanah keilmuan kita, Amiin

Posted in My Self. 0 Comment »

Beratnya Cinta Hanya Untuk Dia

Manusia dan Cinta tak pernah terpisahkan, setiap manusia pasti memiliki cinta, dan cinta ternyata mampu membius segalanya, ini fitrah. Ketika cinta telah berbicara, apa yang dapat mengalahkan. Hanya saja kita terkadang lupa, siapa sebenarnya yang pantas kita cintai?.


Manusia bisa saling mencintai, sesama jenis dalam konteks shilah, maupun dengan lawan jenis dalam perspektif ukhuwah. Namun ketika ditanya, Apakah engkau mencintai tuhanmu lebih dari segalanya?, jawabannya rata-rata ia. Namun pada prakteknya sering berseberangan. Ini yang sulit dimengerti.


Sepertinya saya tidak salah jika mengatakan betapa Berat cinta hanya untuk Dia, karena memang inilah kenyataannya. Manusia lebih akrab dengan duniawi daripada TuhanNya. Sehingga sering terjadi cinta terhadap duniawi mengalahkan cinta terhadap Tuhannya. Padahal Cinta kepada Allah adahal yang sangat utama.


Kita bisa belajar banyak dari kisah Robi’ah Al Adawiyyah yang rela tak menikah demi cintanya kepada Rabb. Tidak munafik rasanya, jika Cinta hanya untuk Dia, Sang Perkasa, memang berat. Namun tidak ada salahnya jika terus dicoba. Allah mengirim surat kepada Manusia dengan Alqur’an, apa berat membaca surat cintanya,yang penuh dengan kata-kata indah dan janji-janjiNya, bukankah Allah Tidak Pernah mengingkari Janji?. Mungkin kita belum lupa, ketika kita masih remaja, mendapat kiriman lembaran surat cinta dari sang kekasih. Kemanapun pergi, surat cinta itu sengaja dibawa, dan dibaca berulang-ulang. Alangkah nistanya kita, jika kita merasa tak sempat membaca surat cintaNya.


Semoga teriring berjalannya waktu, rasa cinta kita kepada Allah, senantiasa dan selalu tumbuh. Amiin. Dan mudah-mudahan koleksi Artikel Religi di blog ini semakin banyak dan bermanfaat.

Posted in My Self. 0 Comment »

SEPORSI CINTA?

Suatu malam, seorang teman mengirim pesan pendek pada saya yang sedang asyik bercengkrama dengan keyboard dan layar komputer. Dalam pesan pendeknya, ia menulis kata-kata yang tiba-tiba mampu menghentikan aktivitas saya dalam sejenak. Ia tak bertanya tentang PR-PR organisasi yang selama ini jadi menu sehari-hari kami. Ia pun tak bertanya tentang kabar kuliah atau kegiatan menulis saya. Ia hanya mengirim saya kata-kata ini.

"Cinta itu begitu luar biasa ya, mampu membuat kita tergugu dengan berjuta harap juga rindu, bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai. Hingga wujudnya sudah mencipta resah, cemas, juga doa-doa."

Lama saya tak membalas pesan pendeknya. Bukan karena malas, tapi saya harus mencermati setiap kata yang ia tuliskan di layar kecil itu. Adakah ia serius atau hanya ingin ‘perang’ kata-kata dengan saya. Dan setelah saya berpikir agak lama, saya membalasnya. Hingga saya harus menghentikan aktivitas saya sejenak karena setelah itu kami terus saling berbalas pesan pendek.

"Tapi, cinta pun menyediakan air mata... Bagaimanapun, ketika kita terjebak dalam sebuah rasa yang awalnya mungkin tak kita sadari, harusnya kita bisa jadi lebih dewasa. Bagaimanapun -sekali lagi- cinta akan tetap indah jika ia disembunyikan hingga hanya kita dan Allah saja yang tahu."

"Cinta itu ibarat warna, jadi ketika kita merasakan ada getar yang tak terdefinisi, itulah cinta. Hanya saja, kita tak tahu cinta dengan warna apa dan seberapa kuat pendarnya menerangi hati kita. Ada orang yang menyadari warna cinta dan kuatnya pendar itu langsung ketika dekat dengan orang yang dicintai.ada juga yang baru sadar ketika orang tercinta telah pergi."

"Sesungguhnya aku tak menyadari apa yang aku rasakan. Mencintai bagiku adalah suatu hal yang membuatku bahagia, tapi dicintai terkadang bisa menyisakan satu rasa yang tak terdefinisi dan mungkin saja membuat kita terluka. Hingga pada akhirnya kita lah yang harus berkorban agar tak melihat pendar kekecewaan pada wajahnya. Karena itu, mengapa harus sedih jika hanya bisa mencintai dari jauh? Balasan cinta tak harus dari orang yang kita cintai kan!"

"Benarkah balasan cinta itu akan kita peroleh dari orang yang tidak kita cintai? Tidakkah itu justru akan semakin menyakitkan kita atau setidaknya bukan cinta yang kita berikan pada orang lain itu, melainkan hanya rasa sayang atau kasihan..."

"Ya, itulah keajaiban sebuah cinta! Kita mungkin tak menyadari bahwa masih ada orang yang mencintai kita dengan setulus hati. Memang, mengejar apa yang kita cintai akan membuahkan satu rasa paling indah jika itu tercapai. Tapi, bukankah lebih indah memberi cinta pada orang yang mencintai kita setulus hati? Yah, pada akhirnya kita harus memilih. Tapi, yakinku hanya satu, bahwa cinta tetap indah pada akhirnya..."

"Ya, cinta akan tetap indah pada akhirnya. Karena cinta penuh dengan sensasi yang tak habis untuk dinikmati dan dikenang. Bukankah cinta butuh proses? Proses itu lah seni keindahannya... mungkin memang tepat satu kalimat ‘Surga hanya diperuntukkan bagi para pencinta.’"

Pesan-pesan pendek itu menjadi smacam renungan untuk saya, dan mudah-mudahan bagi kita semua. Bahwa cinta seindah apapun akan bisa menciptakan luka jika terlalu mengejarnya dengan porsi yang tak seharusnya. Tapi di sisi lain, cinta bagaimanapun rupanya bisa menciptakan kebahagiaan jika diporsikan sesuai kadarnya.

Cinta memang sepatutnyalah bisa membuat kita jadi lebih dewasa dan bijaksana. Tanpa perlu label khusus bagi kebanyakan pecinta muda yang belum sepenuhnya mengerti makna sesungguhnya. Sepatutnyalah cinta diporsikan sesuai dengan kebutuhan dan hak sesorang atau Dzat yang memberi kita cinta. Jikalah ada seseorang yang memberi kita cinta, mungkinkah cintanya akan melebihi cinta yang telah diberikan Dzat pencipta cinta itu? Maka, bertanyalah pada diri kita sekarang. Seberapa besar porsi cinta yang telah kita berikan pada Pencipta Cinta? []

Posted in My Self. 1 Comment »

Cinta itu Anugerah

Masya Allah, seandainya aja kita tau betapa indah anugerah yang Allah berikan pada kita. Begitu indah dunia dengan hadirnya cinta. Cinta adalah anugrah terindah yang pernah diterima manusia,dan akan selalu hidup dalam setiap hati manusia. Cinta bukanlah benda yang diberikan begitu saja dan lalu bisa kita buang bila kita tidak menyukainya.

Banyak cara untuk mencintai, banyak jalan menuju kebahagiaan. Allah memberi kemudahan, Allah juga memberi kesulitan dan cobaan. Namun hanya manusia yang melihat dengan mata hati dan berpikir dengan hati dan cinta yang dapat mengubah semua cobaan dan kesulitan menjadi kemudahan.

Cinta tidak pernah menghitung berapa lama kita menjalin suatu hubungan, tetapi bagaimana kita bisa membuatnya berkembang dengan indahnya. Cinta hanyalah sebuah awal dari seluruh hidupmu. Dan inilah awal hidupku.

Cinta tidak akan pernah mengungkap keburukanmu, tidak pernah membuka sisi negatifmu, dan cinta akan menutup semua kejahatanmu. Cinta adalah saat kamu merasakan bagaimana buruknya keadaanmu setelah kamu kehilangan seseorang yang begitu berarti untuk dirimu, seseorang yang telah mengubah dirimu, seseorang yang membuatmu merasa penting dan akan selalu dibutuhkan. Pada saat itulah cinta datang memberimu harapan untuk dapat hidup kembali dan membiarkanmu meraihnya dengan cara apapun. Cinta akan membantumu menjalani kehidupanmu dengan lebih mudah.

Pada dasarnya cinta tidak akan pernah menyakitimu. Hanya saja kau telah menempuh jalan yang salah untuk meraihnya. Cinta adalah seindah-indah perasaan yang pernah dirasakan manusia. Setialah pada cinta, dan cinta akan setia kepadamu. Cinta tidak akan mengkhianati dan meninggalkanmu. Cinta hanya ingin kamu merasakan apa yang terjadi pada hidupmu kalau cinta tak datang menghampiri dan menyapa hatimu.

Cobalah berpikir betapa cinta telah menyelamatkan nyawamu berulang kali. Bagaimana dia datang kembali padamu setelah kau nyaris kehilangan kendali pada dirimu. Bagaimana dia datang untuk memperbaiki hubunganmu yang kacau. Dan bagaimana dia membuatmu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

Pikirkanlah bagaimana cinta menghadirkan dirinya dalam kehidupanmu. Terlalu banyak yang telah dilakukan cinta hingga mungkin kamu hanya berpikir, ah itu hanya keberuntunganku saja. Cobalah berterima kasih pada cinta. Banyak cara untuk berterima kasih pada cinta. Yang paling utama adalah, CINTAILAH PEMBERI CINTA PADA HIDUPMU. Bayangkan bila tidak ada cinta di dunia ini!

Cinta adalah saat kamu merasa bahagia ketika kamu melihat orang yang kamu cintai bahagia, saat kamu merasa sedih ketika dia sedih, dan menjalani saat-saat sedih dan bahagia bersama-sama. Cinta adalah sumber kekuatan. Cinta adalah saat kamu harus jujur pada dirimu sendiri dan orang yang kamu cintai. Cinta adalah saat kamu mendengar, berbicara dan menghargai kebenaran dan tidak pernah menolaknya. Cinta adalah sumber kebenaran. Cinta adalah saat kamu saling mengerti secara keseluruhan bahwa kamu merasa seperti kamu adalah bagian dari orang lain. Cinta adalah sumber kebersamaan. Cinta adalah kebebasan untuk mengungkapkan segala keinginanmu saat kamu membaginya dengan orang yang kamu cintai. Cinta adalah ketika kamu dan orang yang kamu cintai mengerti perkembangan masing-masing dan bersama-sama mengembangkan cinta yang kalian punyai. Cinta sumber segala sukses. Cinta adalah kebahagiaan saat merencanakan segala sesuatu yang akan terjadi pada hidup kalian berdua dan melakukannya bersama. Cinta adalah pangkal masa depan.

Cinta adalah dahsyatnya badai dan tenangnya pelangi. Cinta adalah pangkal dari semua perasaanmu. Cinta adalah saling memberi dan menerima kehidupan masing-masing, dan dengan sabar mengerti keinginan dan kebutuhan masing-masing. Cinta adalah berbagi segalanya. Cinta adalah saat kamu mengetahui bahwa orang yang kamu cintai akan selalu berada disampingmu apapun yang akan terjadi. Cinta adalah saat kamu saling merindukan dengan orang yang kamu cintai pada saat dia tidak ada disampingmu, dan mengetahui bahwa dia akan selalu ada di hatimu. Cinta adalah sumber dari semua perasaan amanmu. Cinta adalah sumber segala kehidupanmu!

Posted in My Self. 0 Comment »

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

***

Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Sebelumnya aku ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan perkenannya untuk membaca tulisan ini. Semoga kau selalu dalam keadaan sehat dan berada dalam lindungan-Nya. Amin.

Sebagai renungan, mengutip dari apa yang pernah kau tulis sendiri untukku beberapa waktu lalu:

“Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kau tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu sampai kau melupakan kegagalan dan rasa sakit hatimu.”

“Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Akan tetapi, seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup itu sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita”.

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Biarlah itu semua menjadi kenangan dalam hidupku.

Sejujurnya aku akui, begitu banyak kenanganku bersamamu. File-file dan foto-fotomu di notebook dan PC-ku.

Satu minggu sejak pengakuanmu yang menyatakan bahwa kau mencintai wanita lain. Sejak itu pula, aku merasa kehilangan kendali. Aku terpuruk sekali. Tidak pernah terbayangkan kata-kata itu terucap dari orang yang sangat aku cintai dan sangat aku percayai. Tidak mungkin! Tapi itulah kenyataannya.

“Pergiliran roda kehidupan kadang tidak bisa ditolak. Hadapi kenyataan dan berserah diri kepada-Nya adalah jalan terbaik.”

Aku coba merenungi apa yang pernah dikatakan oleh pimpinan Wisata Hati itu. Memang tidak gampang menerima kenyataan. Tapi kalau aku pikirkan dengan lebih mendalam, diterima atau tidak suatu kejadian buruk, ia sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar ulang waktu. Apalagi yang bisa kita lakukan selain mengembalikan semua kejadian kepada Sang Penguasa setiap kejadian itu sendiri? Lalui saja dengan ikhlas. Betapapun beratnya penderitaan dan peliknya sebuah persoalan, pasti ia akan berujung. Dan hal itulah yang coba aku lakukan saat itu.

Alhamdulillah, dengan satu keyakinan akan janji-Nya, di antaranya dalam Q.S. Al-Furqan [25] : 68-70.

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan seiring berjalannya waktu, cobaan dan ujian hati yang aku alami, perjalanan Ramadhan, hikmah-hikmah yang indah, dan pengalaman yang kudapat semakin membuat hatiku lebih mengerti akan arti kehidupan ini.

Bersikap ikhlas dan sabar akan membuat segala kekurangan tidak akan menyesakkan dada lagi. Masa lalu kita adalah sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi, jangan sampai kita terkukung oleh masa lalu kita hingga merasa tidak mungkin berubah.

Apa yang aku alami di masa lalu adalah satu tamparan pedih. Namun, sesungguhnya di balik itu semua sangat berarti untuk jiwa ini. Disadarkan akan arti cinta sejati. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan!

Innaa lillahi wa innaa ilayhi rooji’uun. Alhamdulillah, Dia masih memberikan hidayah-Nya dengan cara seperti ini.

Insya Allah, aku akan segera meyempurnakan separuh agama. Seorang laki-laki shaleh yang akan aku cintai sepenuh hati. Seorang yang mencurahkan ketulusan kasih sayangnya, mau menerima diriku seutuhnya, dan siap hidup berjuang bersama dijalan-Nya dalam suka dan duka.

Aku tidak tahu siapa dia. Jika waktunya telah tiba nanti, semuanya akan terang benderang. Anugerah terindah itu pasti akan datang.

Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih indah di dunia ini selain jalinan persaudaraan. Aku ingin jalinan persaudaraan di antara kita dan keluarga yang sudah terbangun selama ini tetap ada, terlepas status dari hubungan kita sekarang. Forget it!

Aku masih tetap mencintaimu. Tapi cinta sesama saudara seiman. Hanya sebatas itu. Kau tidak usah bersikap antipati terhadapku. Kau tidak usah khawatir. Aku hanya ingin komunikasi di antara kita dan keluarga tetap baik. Aku tetap menjalin komunikasi denganmu bukan berarti aku ingin kondisi hubungan kita seperti dulu lagi. Mohon hal ini untuk dipahami. Wallahu a’lam kalau ternyata Allah mentakdirkanmu sebagai jodohku kelak.

Di tulisan ini, aku menggantikan panggilan “Adik” dengan kata ganti “Aku” dan tidak memanggilmu dengan sebutan “Aa” lagi. Semata untuk menjaga hatiku dan hati perempuan yang kau cintai kini.

Once again, aku menginginkan hubungan baik kita terjalin lagi, sama seperti hubungan baikku dengan beberapa teman alumni satu kampus kita dulu yang masih tetap terjalin indah. Teman-teman yang pernah aku kenal dan semua orang yang pernah menyakiti dan membenciku. Aku hanya ingin tetap menjalin silaturahim. Bukankah menjaga silaturahim itu salah satu tiket masuk surga?

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf. Semoga Allah masih terus berkenan memberikan hidayah dan rahmat-Nya. Dan ampunan-Nya kepada kita semua. Amin.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

***

31 Januari 2oo9 o4:47 p.m

Ditulis ulang dari kisah nyata yang diceritakan oleh seorang Sahabat.

Posted in My Self. 2 Comment »

Kata โ€“ Kata Bijak Hari ini

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Tersenyumlah dengan wajar .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Posted in My Self. 0 Comment »

Cinta, Cinta Sejati, Soulmate

Ketika kamu punya perhatian lebih, ketertarikan lebih, kesenangan yang lebih, terhadap sesuatu, itulah cinta... dalam konteks apapun.

Ketika cinta itu satu, tak tergoyahkan oleh benturan dan waktu, terjaga cintamu padanya meski hidupmu bersama cinta yang lain... itulah cinta sejati.

Dalam satu putaran hidup, hanya satu belahan jiwa. Jika kamu mendapatkannya dalam cinta sejati... hufff, ikut dong... ^_^

Posted in My Self. 0 Comment »

Sayang Tak Terbilang

Tawanya lembut
Senyumnya anggun
Sayang aku tak pernah melihatnya …

Tegurnya halus
Marahnya santun
Sayang aku tak pernah menemuinya …

Sayang aku tak pernah dan takkan pernah …
dia … !!!

Posted in My Self. 2 Comment »

Diproteksi: Sepenggal Kisah Cinta โ€ฆ ku

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

Kata Sandi:

ketik di bawah nie 


kirim ke .....

 

Posted in My Self. 1 Comment »

Aku Ingin Menulis, Ngisi Blog

Sebenarnya ni saya ingin menulis sesuatu, tapi masih belum menyempatkan diri … jadi ya belum nulis-nulis juga.

Kayaknya sih perlu menyempatkan diri dulu yah, menyediakan waktu untuk menulis sekedarnya dulu, tapi pye …

wah … mikir terus malah gak jadi nulis-nulis kih …

wis weh … muleh!!

Posted in My Self. 0 Comment »

Puisi Cinta .. untuk suamiku nanti

Dalam Renungan …

Aku merenung …

tetep aja merenung terus …

hendak bikin puisi … bingung nda jadi-jadi ..  

Posted in My Self. 3 Comment »

Hari Yang Melelahkan

Inget kalimat "Al Wajibatu Aktsaru minal Auqoot"....? Rasanya iya juga, padahal Alloh udah ngasih ke kita 24 jam sehari semalam, tapi rasanya kok bentar banget. Rasanya baru aja terlelap, e...ternyata tau-tau udah pagi lagi.
Sahabatku, ketika kita udah mengikrarkan diri ini kedalam dunia dakwah, bahkan sering kita mengucapkan "Nahnu Duuat Qobla Kulli Syai", kita adalah Dai sebelum segala sesuatu. Tapi kadang lelah, cape..., kaya gak punya energi lagi. Ternyata ibarat pesawat HP, ketika hadis di charge, ternyata dipakai bicara untuk say hello ampe 1,2 bahkan nyampe 5 jam bisa kuat, tp ketika battery habis, yach...drop, jangankan only say hello, pakai pejet no aja gak nyukupin batterynya....
Kali aja begitu juga manusia alias kita, mesti di charge terus biar battery nya tetap bagus....minimal gak out of date...he...he..., tp iya juga lho ya..., bagi temen2 muslim tentu udah pada paham dengan hal ini. Ada makanan-makanan rohani sebagaimana bagi jasad kita ini, ada makanan-makanannya. Setiap yang kita makan pasti akan menjadikan diri ini sehat dan kuat. Begitu juga ketika rohani kita kasih makanan, apalagi makanan yang bergizi, yach tentunya rohani kita juga bakalan jadi lebih kuat dan sehat lagi.
tapi permasalahannya kitenya males untuk memberikan makanan rohani bagi bathin kita ini. Ya sudah akhirnya terjadilah "LOW BATT....". malesan, gak mau dakwah, gak mau ibadah, gak mau sholat....dan gak mau yang baik-baik lah......
Makanya sahabatku, sempatin walau hanya 2 jam seminggu untuk ngaji....mentarbiyah diri ini sebagai "CHARGER bagi battery rohani kita....., palagi kita mao nyempatin buka tuh al-Quran walau hanya mbaca 1 ato 2 ayat saja walau hanya 5 menit sehari....(pelit amat ya...wong amat aja gak pelit.....).
Sudahlah kawan tinggalin semua yang mbikin hati ini sengsara....menuju pada kebahagiaan abadi menuju alloh swt. Selamat berjuang sahabat.....saling mendoakan ya....!!!????

Posted in My Self. 0 Comment »

Kemana Waktuku...??

Subhanalloh... begitu indah manakala semua orang bisa tersenyum manis semanis gula, tersenyum indah seindah......(hayal sendiri ya....), namun ternyata gak semua orang bisa melakukannya. Ada apa ?? Padahal kata rosul kan senyum itu shodaqoh ? Nah...itu juga yang masih ane perjuangkan untuk melakukannya setiap hari..setiap waktu....(asal jangan di setiap tempat...heheheheh....bisa bisa malah dibawa ke Jebres nih....).

Pagi ini (Kamis, 15 Oktober 09) kuliat ada satu pesen SMS di inbox dari 085658229xxx, satu kalimat tertulis disana yang bisa membuat bibir ini sedikit tersenyum, walau gak semanis gula, tapi insya Alloh sudah semanis kecap....(manisan mana ya kecap ama gula...?).
Betapa ketika vans baca kalimat itu, ku jadi tersentak manakala kuingat perjalanan hidup ini ternyata udah sedemikian jauhnya, seper empat abad lebih....., bahkan kini ku telah mempunyai calon pasangan  yang insya Alloh Sholeh dan bisa membimbing vans.

"Waktu adalah bagaikan air, ia mengalir tanpa henti meski sebongkah batu menghalanginya, ia lembut tapi tajam bagaikan pedang, apbila kita lengah kita kan terluka, bahkan menimbulkan penyesalan, tapi apabila kita cerdas bersahabat dengan sang waktu, maka kita kan jadi pemenang" (bunyi kalimat dalam SMS itu)



Betapa selama ini ku terlena dan kurang menghargai waktu, padahal sering vans memberikan kajian, ngisi pengajian dengan materi Bagaimana mengelola waktu tp ternyata vans sendiri kurang bisa menghargai waktu....( Ya Alloh...maafkan hambaMu ini....!! takut ku dengan ancaman Alloh dalam Q.S Ash Shof ayat 2-3....).
Astaghfirullohal adzim..., Kata Rosul, umur umatnya hanya berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Itu artinya manakala hitungan umur kita hanya 60 tahun, berarti sebagian besar bahkan hampir 50 % kehidupan kita hanya untuk tidur saja. Asumsinya adalah bila kita sehari semalam tidur 8 jam (idealnya sih), tp masih juga tidur siang misalnya sampai 4 jam, berarti tidur kita selama 12 jam sehari semalam...., subhanalloh berarti pula dalam usia kita yang hanya 60 tahun itu, yang 30 tahun hanya kita gunakan untuk tidur saja. (betul-betul kita nih punya penyakit TuMor alias Tukang Molor. Naudzubillah.....
Kita biasa merasa ketika Alloh memberikan 24 jam sehari semalam, terasa masih saja kurang....berapa jam lagi yang akan kita minta kepadaNya, padahal selama 30 tahun dari 60 idup kita hanya kita gunakan untuk tidur. belum lagi Belajarnya, belum nonton TV nya, belum sepak bolanya, belum bekerjanya, belum ini belum itu dst....Trus KAPAN IBADAHNYA...?
Sekali lagi pertanyaanya adalah ...
.KAPAN IBADAHNYA bro......!!!!???????

Posted in My Self. 0 Comment »

Dariiiiiii Evans For All My friends

Afwan yah semuanyaaaaaa buat Blog evans di tunggu ajah karena alasan pekerjaan yg terus mengejar so update an Blog d tunggu ja yah ?

Ada masukaan kah ? saran mungkin ? Evans tampung deh oke guys ?

 

wassalam,

Evans

Posted in My Self. 1 Comment »

Dahsyatnya Iklas dan Dahsyatnya Syukur

 Pembahasan judul diatas sebenarnya hanya ingin mengungkap menganai Iklas dan Syukur secara sederhana saja namun biar agak terkesan Dahsyat jadinya Dahsyatnya Iklas dan Dahsyatnya Syukur. Arti mudahnya Iklas itu adalah menerima segala yang kita peroleh atau kita dapatkan dengan hati yang lapang tanpa ada penyesalan ataupun kekecewaan. Sedangkan syukur adalah Mengucapkan terima kasih atas segala sesuatu yang kita terima atau kita peroleh tanpa harus menyesal karena kekurangan berhura-hura karena kelebihan. Mengenai ikhlas dan syukur disini berarti kita memposisikan diri sebagai penerima dan pemberinya bisa dari sesama manusia ataupun dari Tuhan. Jadi simplenya bahwa ikhlas dan syukur itu berbeda, ikhlas itu menerima dengan lapang dada alias “lelo legowo” sedangkan Syukur itu merupakan ucapan terimakasih.

Contoh sederhana dari Dahsyatnya Ikhlas adalah kita akan jauh lebih tenang dan tak akan ada resah-gundah-gelisah-dkk. Dengan ikhlas kita bisa terhindar dari sifat sombong , iri, dengki, dkk. Demikian pula dengan Dahsyatnya syukur yang bisa membuat kita hidup tentram dan tenang ‘nyaman,damai tanpa ada rasa kekurangan. Dengan Syukur kita bisa terihindar dari rasa iri’serik’rasa tidak puas’dkk.


Jika seseorang sudah bisa ikhlas dan bersyukur maka dia tak akan pernah merasa kekurangan bahkan merasa paling beruntung walaupun kadang di mata orang terpandang kurang, dengan ikhlas dan bersyukur atas apa yang kita terima maka hidup kita akan lebih tenang dan tidak akan merasakan kekurangan bahkan bisa saja terasa berlebihan.

Meski kita hanya ikhlas dan bersyukur dengan cara yang sederhana namun jika melakukanya dengan sungguh-sungguh dah pasti kita bisa merasakan apa itu Dahsyatnya Iklas dan Dahsyatnya Syukur. Kita bisa mulai belajar ikhlas dan syukur dari hal-hal kecil, misalnya kita iklas dan mensyukuri kondisi wajah kita, entah itu rupawan ataupun tak rupawan, jangan sampai tak merasa rupawan dan jangan pernah perasa dirimu tak rupawan karena itu semua adalah pemberian dari Tuhan yang harusnya kita syukuri. Pada dasarnya seseorang akan menemukan Dahsyatnya Iklas dan Dahsyatnya Syukur jika dia mau berbuat ikhlas dan juga bersyuku
r. 
 

Posted in My Self. 7 Comment »

Wanita Tangguh

Tangguh, adalah kata yang sering dipakai untuk menunjukkan sifat seseorang yang sekeras batu karang. Tetapi mestinya tangguh juga berarti ‘lentur’, sehingga tidak akan pecah berkeping apabila dihantam keras.

Bagaimana dengan wanita tangguh ? Seorang teman berpendapat bahwa wanita tangguh adalah wanita yang tidak pernah menangis, tidak cengeng, tidak gampang mengeluarkan air mata dan tidak melow. Sementara teman yang lain berpendapat beda, katanya wanita tangguh adalah wanita yang tegar dan berani menghadapi segala cobaan dalam hidupnya.

Kubaca lagi di sebuah website, konon katanya wanita tangguh memperlihatkan keberaniannya meskipun ia sedang merasa takut, wanita tangguh memberikan yang terbaik dari dirinya kepada orang lain, wanita tangguh menyadari bahwa kesalahan dalam hidup bisa mendatangkan kebaikan dan manfaat yang membangun, wanita tangguh mengetahui dengan jelas bahwa DIA yang Maha Kuasa akan selalu menopang ketika ia lemah ataupun tersandung, dan wanita tangguh memiliki iman bahwa sepanjang perjalanan hidupnya ia akan tumbuh makin kuat.

Apa benar demikian ? Bisa jadi definisi wanita tangguh menurut tiap orang tidaklah sama. Apakah teman-teman juga punya definisi sendiri untuk wanita tangguh ?

Posted in My Self. 0 Comment »

Help !! Mawar Putih

 

Semalam..


Saya diberi seseorang bunga mawar putih itu..

owh.. so sweet..

sudah 3 kali..

kira-kira, saya balas pake apa yah?

apa saya juga harus memberinya bunga?

atau ucapan “makasih” aja??

hmmm… ada yg bisa bantu saya kasih solusinya??
 

Posted in My Self. 2 Comment »

Bukan Curhat Biasa

Curhat itu memang perlu. Walau kadang kala, kita merasa apa yang kita curhatkan itu adalah yang sama. Dan mendengarkan itu adalah perlu, walau apa yang dicurhatkan itu adalah sama. Sudah Fitrah manusia mengeluarkan segala uneg-unegnya dengan tujuan mengurangi beban hidupnya. Tidak hanya wanita, pria pun membutuhkannya. Segala komoditi internet ditujukan juga untuk mengurangi tingkat stress diri, sangat familiar salah satunya adalah email, blog, facebook, dan tak ketinggalan sosial commuditi sejenis plurk, dan saya mulai kecanduan dengan komoditi inet yang satu ini.

Menilik curhat lewat mail, anda tahu sendiri, bagaimana reaksi masyarakat terkait dengan kasus Prita dengan email curhatnya, yang dibela oleh banyak blogger dan insan pers bahkan DPR, membuktikan betapa curhat itu adalah kebutuhan primer yang setiap orang berhak mendapatkannya. Di lain negara, curhat bisa dilakukan kepada seorang robot, yang diberi nama Indrabot yang sudah dilengkapi dengan intelegensia tinggi dari aplikasi teori AI (Artificial intellegent). Apalagi seorang yang sudah renta (tua) mereka butuh waktu untuk didengarkan dan diberi komentar, walau hal itu mungkin tidak terlalu penting untuk disimak oleh seorang pendengar, tapi jangan salah sangka bagi si renta hal ini sangat berguna baginya.


Hmm.. semua orang butuh curhat!

Saya teringat, beberapa bulan yang lalu, ada masalah keluarga yang menimpa saya dan kakak. Yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah menangis, karena tidak tahu apa solusinya dan mungkin juga karena emosi saya masih labil. Saat itu saya merasa nyaman sekali saat mama menenangkan saya dan mendengarkan curhat saya, dan semuanya berakhir sempurna. Saat itu tiada lagi resah gulana, dan baru menyadari betapa nikmatnya mempunyai mama, tidak perlu cari orang lain untuk mendengarkan curhat kita, atau datang ke kost orang yang kita pengen curhati itu (seperti yang saya lakukan sebelum bekerja). Weits.. ini OOT (out Of Topic ), bukan bermaksud mengiming-imingi para pembaca yang pengen bekerja [ peace ] .


Bagi yang belum nikah [ Ceiee gayanya :D], ati-ati bener-bener ati-ati curhatan ama lain jenis yang bukan mahram. Mungkin kita para cewek akan merasa nyaman, ga perlu berbasa-basi, to the point nan, logika yang lebih berperan daripada perasaan sehingga lebih cepet nemu solusinya. Tapi bila hal itu dilakukan antara seorang cewek ke lain jenis yang bukan mahramnya akan berakibat khalwat. Dan itu akan beimbas pada dosa. Kenapa? Karena curhat, mengutarakan isi hati akan menciptakan iklim yang intens berhubungan dengan orang yang dicurhati, alhasil lama kelamaan akan mempunyai kesamaan chemistry yang sama, dan akhirnya akan menimbulkan kecanduan dan membawa ingatan kita kepada yang kita curhati, baik dilakukan by sms, email, facebook, atau sejenisnya. Islam melarang keras khalwat karena hal itu mendekati zina. Dan curhat dengan lain jenis akan menurunkan izzah kita sebagai seorag muslimah. Menjauhi curhat dengan lawan jenis merupakan bentuk penjagaan terhadap nafsu yang sering bergelora dan akan lebih bergelora bila sudah tiba saatnya.

Terkadang.. butuh kedewasaaan saat seseorang mendengarkan curhat yang sama dari orang yang sama dengan permasalahan yang sama, perihal sudah dikasih tahu solusinya, tetapi tetep saja berulang dengan masalah yang
sama. Betapa kerdilnya manusia ya.. yang permasalahanya dibebani dengan masalah yang sama, tapi dia masih saja kebingungan memecahkannya. Boleh jadi, dia dinilai sang Pencipta, tidak tangguh untuk menyelesaikan masalahnya tersebut. Atau dengan kata lain, sang pencipta ingin hamba tersebut lebih lihai memanagemen perasaan diri. Intinya sih, ketika kita diberi ujian pastilah kita akan mampu menyelesaikannya, karena Allah tidak akan memberi ujian diluar kemampuan kita menyelesaikannya.

Curhat yang tepat dilayangkan kepada Allah sebagai Dzat yang sebaik-baik penolong. Hasbunalloh wa nikmal wakil nikmal maula wa nikman natsir. Kemudia kepada suami, murrobi, teman yang kita anggap sholeh/sholehah. Dengan bercurhat tersebut kita bisa diarahkan untuk mengarungi permasalahan dengan solusi yang religi. Meniti jalan kebaikan itu tidaklah mudah, perlu perjuangan ekstra dan kemauan yang kuat, serta pengetahuan yang memadai untuk melalui medan tersebut. Kita akan melewati banyak sekali godaan, onak dan duri, yang membuat kita terengah-engah kepayahan. Tapi itulah jalan terakhir menuju Surga. Sebaliknya jalan ke nereka dipenuhi dengan berlimpangan
kesenangan yang menipu. Ingatlah kawan kesenangan ini hanyalah sementara, dan kebebasan yang dirasakan semu adanya.

Mungkin agak aneh kurasa tulisan ini, masih belepot disana-sini, ditulis dalam kondisi yang sempit mencuri waktu untuk menyempatkan diri mengisi blog keep hamasaah , monggo di kritisi..
 

Posted in My Self. 1 Comment »

Sayang/Cinta?!??

Saya bukan orang yang pinter ngebahas hal beginian, malah kadang saya dibuat bingung dengan 2 kata ini. Sebenarnya ga ada untungnya, ngurusin 2 kata ini, tapi terlalu memenuhi ruang otak kalau 2 kata ini ga ketemu bedanya apa?

Di suatu sore yang agak mendung, suasananya memang agak aneh. Aneh, karena memang ga seperti biasa. Kami menuju ke sebuah rumah kecil, imut bercat biru. lebih aneh lagi, teman lama saya yang dulu saya kenal sebagai orag yang ramah dan ngemong terlihat cuek dan galak, setiap kata-kata yang dilontarkan olehnya seakan bernada menghakimi, dan setiap pertanyaanya yang belum selesai kujawab buru-buru dipotongnya dengan kata-kata yang tajam dan menukik. Wuih.

Pembicaraan sore itu, saya yang menghandle. Dan ketika pembicaraan muncul dari sini, mulailah sebuah pertengkaran kecil.


” Kita masih perlu melakukan ini dan itu, masih banyak kerja. Kita…” ( Buru-buru dipotong)

” Mang siapa yang nyuruh…!!!”
” Ga ada yang nyuruh koq..”
“Klo ga ada yang nyruh ngapain mau kerja..!!!”
“Loh ini untuk kepentingan dakwah bersama…”
“Atas dasar apa, lawong ga ada yg nyuruh malah bertindak…!!”
Belum kumenjawabnya, ia mengulanginya.
“Atas dasar apa..!!!!”

“Atas dasar cinta…” Ia mulai terdiam. Dan saya mengulanginya.
“Ya karena saya cinta perjuangan ini..”

Akhirnya marahnya mereda, hanya karena saya bilang cinta, jadi kepikiran kenapa saya waktu itu ga bilang klo saya sayang perjuangan ini.

Kalaupun dahulu saya pernah mendapatkan pelajaran tentang cinta sesama, dalam bahasa arab Habib/Habibah artinya cinta/kekasih, yang katanya ada seseorng yang menyukai orang lain, tapi kadar suka/cintanya tadi ga sebanding, boleh jadi berat di A atau berat di B, jadi takaran dan timbangannya berbeda. Sedangkan kholil/kholilah artinya juga cinta/kekasih, tetapi kholil dan kholilah pemakaiannya hanya untuk cinta kepada Alloh saja, karena takara
n kholil ini lebih berat, dan antara keduanya mempunyai 2 rasa suka yang pasti bukan semu dan sama. beda lagi dengan Mahabbah, ia artinya juga cinta, bentuk kata lain dari habib/habibah. Klo mahabbatulloh artinya mencintai Alloh, kenapa tidak menyayangi Alloh???!!??

Lama memikirnya, hingga kepala saya terasa berat. Konsep pendekatan dialogis juga saya gunakan untuk mengerti 2 makna kata ini, kata teman-teman cewek sekelas.

” Hah, seorang Eva tanya hal beginian..” sambil ia agak tersenyum

” Iya, apa seh bedanya ..”

wuih langsung ribut degh mereka, mau menjelaskan semuanya.
si A bilang : ” Berat sayang lah va dari pada cinta…Aku tuh lebih suka dibilang sayang dari pada cinta ”

Dan saya pun mendengarkan mereka dengan seksama.

Si B bilang: ” Klo Eva ke orangtua, cinta apa sayang?, sayang khan..”
yang ditanya bingung, la wong saya ga tahu bedanya, bagi saya ya sama aja mau bilang sayang atau cinta, pokoknya rasa itu ada untuk mereka titik. Jawaban itu klise banget.

Si C bilang:” Cinta lebih berorientasi ke nafsu sedang ke sayang untuk memiliki selamanya, oeuy romantis Va..”
yang diajak bicara, cuma keheranan dengan sikap dan perkataan yang baru saja dilihatnya ini.

Si D bilang : ” Cinta dan sayang mah bagi gw sama saja, yang penting gw enjoy dengannya.”

si E bilang : ” Egh Va tahu ga klo orang pacaran begituan, bilangnya pasti “aku cinta kamu”, bukan “aku sayang kamu”, survey mebuktikan akan hal itu, mereka mau yang enak-enaknya saja, klo sepah ya dibuang..”

seph, kubilang mereka tak ajak berdialog, akhirnya ketemu tujuan dakwah dialogis ini, pacaran kagak b
oleh, sebenarnya mereka tahu itu.

Si F bilang, ” Entah itu sayang atau cinta atau apalah kalau hubungannya ga halal tetep harus dihapuskan!”

Kulirik dan kutatap mata gadis hanif itu, kata-katanya persis sama dengan yang kukatakan tadi malam sebelum kutanya pada mereka tentang sayang dan cinta.


Menurut kalian, apa seh bedanya sayang dan cinta??
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Salahkah menolak cinta pria tampan?

Ustadz,, saya juga punya masalah yang agak berat niii,, jadi gini ceritanya,, saya tuh anak perempuan yang nggak pernah terlepas dari saran-saran dan perhatian orang tua saya, alhamdulillah… tapi itu semua jadi membuat perilaku dan sikap keseharian saya seperti anak kecil, walaupun umur saya hampir 23 tahun, tapi teman-teman saya selalu bilang saya seperti anak-anak karena cara saya bicara, kelakuan saya, kebiasaan saya masih seperti anak kecil, unutuk mengambil keputusan sendiri saya masih kurang percaya diri, takut terjadi kesalahan yang bisa menyebabkan penyesalan di kemudian hari, yaa kurang lebih begitulah gambaran kepribadian saya,,

Dengan kondisi kejiwaan saya yang masih kekanak-kanakan seperti itu, suatu hari saya harus memutuskan perkara yang menurut saya tidaklah mudah,,

Seorang mahasiswa UI yang menurut saya amat rupawan menyatakan perasaannya pada saya.. , ingin sekali saya menjawab “iya” tappi, untuk melakukannya sangat berat bagi saya, saya punya beberapa pertimbangan untuk itu,

pertama, saya tahu dalam islam tidak ada kata pacaran,


kedua, saya tahu saya menyukainya namun, saya merasa perasaan ini hadir hanya karena paras tampannya bukan karena budi pekerti dan kesholehannya..

singkat cerita, kami tidak “jadian”………

namun, setelah semuanya selesai sering terbesit perasaan menyesal kenapa saya menyia-nyiakan orang seperti dia..

pertanyaan saya adalah:

bagaimana cara yang paling efektif agar perasaan menyesal yang sering menghantui saya saya tidak lagi ada??

Jawaban Ustad :

Supaya tidak menyesali keputusan (atau pun segala yang telah terjadi), banyak-banyaklah bersyukur. Caranya, antara lain:
Hitung-hitunglah berapa banyak nikmat yang telah Allah limpahkan kepada dirimu.
Bukalah mata dan telinga untuk melihat betapa banyak orang yang lebih berkekurangan daripada dirimu.
Sering-seringlah mengucap lafal syukur, seperti: alhamdu lillaah…
Resapilah makna lafal syukur itu dalam hati dan pikiran, bukan sekadar di bibir saja.


Untuk kiat-kiat lain supaya tidak menyesal, lihat “Periksa Peluang Pendapatan dari Sesal Dahulu!” dan “Pastikan Mana Racun, Mana Madu!“

Alasanmu yang pertama (”dalam islam tidak ada kata pacaran”) tidak bisa kuterima. Sebab, Islam tidak melarang pacaran. Yang terlarang adalah yang mendekati zina (dan perbuatan munkar lainnya).
Selama tidak mendekati zina atau pun berbuat munkar, boleh-boleh saja pacaran.

Alasanmu yang kedua (”merasa perasaan ini hadir hanya karena paras tampannya”) bisa kuterima. Itu merupakan pertanda kedewasaanmu. Keputusanmu sudah tepat, setidak-tidaknya untuk saat ini. Bagaimanapun, makna asli pacaran adalah persiapan nikah. Jika belum berniat hendak mempersiapkan pernikahan, tentu saja pacaran itu belum perlu.

Wallaahu a’lam.

 

Posted in My Self. 2 Comment »

yen in tawang ono lintang

sebuah tembang jawa kiriman seorang sahabat………

Yen ing tawang ono lintang cah ayu
Aku ngenteni teka mu
Marang mego ing angkoso
Sung takok-ke pawartamu

Janji janji aku eleng cah ayu
Sumedot roso ing ati
Lintang lintang’e wingi wingi nimas
Tresna ku sundul ing ati

Ndek semono janjimu disekseni

Mego kartiko keiring roso tresno asih

Yen ing tawang ono lintang cah ayu
Rungokno tangis ing ati
Miraring swara ing ratri nimas
ngenteni bulan ndadari

artinya kira-kira

jika di langit ada bintang..duhai cantik
kunanti kehadiranmu
kepada mega di angkasa
kutanyakan kabar beritamu

semua janji ku ingat..duhai cantik
nyaris putus asa di hati ini
bintang-bintangnya kemarin-kemarin dinda
cintaku sepenuh hati

dulu kala janjimu disaksikan

mega-mega teriring rasa cinta kasih

jika di langit ada bintang …duhai cantik
dengarkan tangisku di hati
mirisnya suara di gelapnya malam dinda
menunggu bulan purnama

kayanya bakal jadi jingle nikahan kami nih 

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Kupinang engkau dengan Al Quran


Kupinang engkau dengan Al Quran
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Reff :
Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya

Bridge :
Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegal tawakal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya

by Gradasi

 


Posted in My Self. 1 Comment »

Uโ€™r Comment

Blog dengan elegansinya mempunyai warna tersendiri untuk menjadikan hidupmu yang berwarna lebih kaya warna. Beberapa hari lalu saya ngecek, egh ga ada comment, Tumben!. Ngecek lagi, ga ada lagi, Sekarang ga lagi tumben, Sering!. Walaupun nulis sesuatu tanpa ada yang comment pun ga masalah, karena yang ditulis merupakan ekspresi pelepasan diri. Lebih tepatnya nulis nulis n nulis.

Meski ga nyari banyak comment, kadang lebih asyik klo ada yang ngoment. Ada comment yang nyebelin, lucu, heroik. dan lain-lain. Ibarat bumbu dapur, comment adalah garamnya. Kurang mantaps klo ga pake garam [Makanya comment yak]. Bahkan ada yang sengaja nulis sesuatu yang antagonis, alias oposisi untuk mengupgrade comment dan nyari track record tinggi.
Tak jarang yang ditulis ga bermutu, alias keluar dari rel-rel jurnalistik, hem apaan lagi tuh, ya itu tadi pokoknya nulis, nulis n nulis.

Sehubungan dengan teman-teman pengunjung, yang ngunjungi web saya, untuk 2 bulan kemaren saya mohon maaf, ga bisa ditampilkan. Ada beberapa kesalahan teknis, karena ada icon di plugin yang ikut kechentang. Terimakasih buat teman-teman yang complain tentang hal ini [heheh udah lebih dari 4 orang yang complain]. Untuk selanjutnya web ini menerima comment berupa apapun..
 

Posted in My Self. 1 Comment »

Antara Ikhwan, Bola dan Fisika

 Musim Champion tahun 2009 baru-baru ini dibuka [ terinspirasi tulisane bay ]. Perputaran drama komedional berganti dengan kehirukpikukan exotisme panggung bola. Apa yang terjadi memang susah untuk diprediksi, itulah serunya nonton bola. Ekspresi histeris, sedih, bangga, dan fantastic adalah ekspresi normal yang terblock up dari event ini. Sejenak merenungi, hakikat sebuah permainan bola. Bola sebuah bentuk yang sangat banyak dialam. Lihat saja dari bentukl pohon, pasti mengandung unsure bola dan bulat, liat aja mata berawal dari suatu bola dan bulat, liat aja bentuk kaki berawal dari bentuk bola yang diperpanjang hingga berbentuk tabung, liat saja contoh yang ciptaanNya yang lain pasti berwal dari bola dan bulat. Begitu juga penciptaan manusia dari sel telur yang juga bentuknya bola. Nah, secara alamiah saja kita sudah sangat erat dengan bentuk bola. Mungkin itu sebabnya banyak manusia yang menyukai permainan dengan menggunakan bola. [ nyambung ga .. ? so pasti ]
Tidak ada yang membendung, setiap orang bisa menyukai permainan ini. Siapa bilang olahraga football inil adalah pemicu bias gender, ga ada cerita dalam sejarah manapun. Bahkan baru-baru ini saya mendapati sebuah pertandingan bola dengan pemainnya cewek. [ Masya 4jj1 …]. Ada yang berani mengkritik, pastilah akan menimbulkan
sengketa emosional [ iya ga?..]

Pernahkan terpikir bola erat kaitannya dengan fisika. Ehm,.. pemain bola yang jitu pasti ahli fisika, tapi ahli fisika belum tentu pemain bola [ konjungsi matematis heheh.. ] Sebenarnya pemain sepak bola bisa diapresiasikan sebagai ahli fisika di lapangan hijau. Karena, setiap pemain bola sebisa mungkin harus mampu mengukur dengan tepat berapa besar gaya yang harus diberikan dan ke mana arah bola harus ditendang. Ujung-ujungnya kecepatan bola menjadi sangat kencang dan akurat. Seorang pemain bola yang handal ia pasti mengetahui perhitungan sudut elevasi pada saat pemasukan bola ke gawang. Lihat bagan (Gb 1b). Ketika SMP/SMA kita belajar bahwa bola yang ditendang dengan sudut elevasi tertentu akan membentuk lintasan parabola. Bentuk lintasan ini akan sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi Bumi, kecepatan, dan sudut elevasi bola. Tanpa gravitasi, bola akan bergerak lurus ke atas (Gb 1a). Gravitasilah yang menarik bola turun. Semakin besar gravitasi semakin cepat bola jatuh ke tanah. Bandingkan dengan
di Bulan. Dengan tingkat gravitasi yang lebih kecil, lintasan bola yang ditendang-misalnya-oleh seorang astronaut akan menjadi lebih jauh, dibandingkan kala ia menendang sebuah bola di Bumi.
Buat sedikit bocoran ya, kita ingin kan punya tendangan yang keras dan jauh? Untuk melakukan hal itu, seorang pemain sepak bola harus menendang bola sekeras mungkin dengan sudut elevasi 45 derajat.


Pada saat bola ditendang, secara otomatis bola melakukan rotasi, dan dari rotasi tersebut akan menimbulkan pergeseran udara, dari pergeseran udara disekitarnya itu akan menimbulkan ruang yang tersentuh bola dan ruang yang tidak tersentuh bola. Udara yang tersentuh bola, mempunyai kecepatan lebih dari pada udara yang tidak tersentuh bola. Udara yang mengalami sentuhan bola akan menimbulkan tekanan, maka berlakulah hukum Bernouli semakin kecil tekanannya, kecepatannya akan semakin besar, akibatnya gaya melengkung kebawah akan lebih menukik ke gawang dengan sempurna. Ehm, ga rugi neeh belajar fisika.

Masih ingat dengan Pelle yang terkenal dengan tendangan pisangnya, ataupun Beckham yang terkenal dengan tendengan melengkungnya yang akurat, atau bahkan Shevchenko yang tajir habis dengan tendangan cornernya [ mantan fansnya neeh .. ]. Ketika Beckham menendang bola secara keras dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola
dengan udara akan memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak berubah, pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton terpesona dan berdecak kagum.

Atau juga bagaimana Jan Koller menggunakan konsep momentum, tumbukan, dan momentum sudut yang tepat untuk menggerakkan kepalanya dan menyundul bola ke gawang musuh. Lihat juga Raul [ Jadi inget temen sebangku
yang ngefans Raul ] dengan menggunakan keseimbangan yang sempurna melakukan tendangan voli yang indah dan memasukkan bola ke gawang lawan. Di arena Piala Dunia 2006 ini kita bisa menikmati lebih banyak lagi bagaimana asyiknya fisika diterapkan dalam sepak bola. Coba saja perhatikan bagaimana nanti kiper Jerman memanfaatkan hukum pemantulan untuk menepis tendangan-tendangan maut dari para pemain lawan. Atau perhatikan bagaimana Ronaldinho menggunakan konsep keseimbangan ketika menghentikan bola dengan tubuh atau kakinya [ tuh belajar banyak bgt dari bola ]

Bola bukan permainan biasa, ikhwan, cowok, cewek , anak kecil, orang tua , setengah dewasa atau bahkan akhawat pun ada yang menyukai permainan ini. Bukan hal mustahil world cup pun menjadikan ajang hiburan yang fantastis abiz. Media yang memblock up pun semakin banyak saja, mulai dari kuis, hingga interaktif dengan penggemar dengan berkunjung ke episentrum word cup . [ episentrum? Kayak pusat gempa aje …]. Semua merupakan dunia glamouristik
bola. Dan permainan inipun adalah permainan yang mengeruk kantong para penggemarnya, dibela-belain ke negara episentrum pertandingan bola. [ episentrum? Kayak pusat gempa aje …].

Fans berat r u?. bukan hal yang mustahil fans bola akan melakukan segala cara untuk mencari julukan sejati football crazy. Persis inget pas SMA dulu, anak ABG melengkapi pernak perniknya dengan segala accecoris bola. Pokoknya
semua accecorisnya harus club ini semua, atau artist bola ini semua. Begitu masuk kamar, yang ada adalah poster bintang pemain bola, beserta club-clubnya, tak hanya itu bagi crazier Bekcham akan meniru potongan rambut, gaya hidup, serta tingkah laku Bekcham tersebut. Namanya juga idola, apapun selalu idola yang jadi nomor satu. Euforia sesaat yang mendatangkan banyak peluang bisnis. Dalam memenuhi animo masyarakat yang meledak. Kaos, sepatu tokoh idola santer menyedot konsumen yang ngakunya football crazy. [ hayo… ngaku …]

Ehm,.. yach klo nonton sekedar cari hiburan gapapa. Dari pada cari hiburan yang nggak-nggak. Jadi teringat jargon partai pemula yang lucu tapi energik, “ Yen mikir yo mikir, yen ora yo ora. Ojo mikir sing ora-ora “ . Jangan berpikir pas cari hiburan kita harus punya idola, dan lebih parah lagi idola tadi mempengaruhi gaya hidup kita. Alhasil gaya kehidupan yang berubah mirip dengan artis bola, menjadikan kita jauh dari aturan Islam. Lha wong mereka aja bukan
orang Islam kok. Begitu juga klo mengidolakan bintang artis musik, sinetron, atau yang lain. Intine ojo dadi fans fanatic.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai tokoh panutan ( idola ), dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi 4jji untuk menyiksamu “ ( Qs 4:144 )
Kita udah punya idola sendiri yaitu Rosululloh. Coba tiru gaya kehidupan dia. Wuih susah man..! terlalu keren, tap
i mengapa kita menghalangi diri kita sendiri untuk menjadi keren.
Laqod kaana lakum fii rosuuliLlah uswatun khasanah.. Liman kaana yarju Lloha wal yaumil akhiro wa dzakaroLlohu katsiro.”–? Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu surio tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat 4jji dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama 4jji “ ( QS Al Ahzab 21 )

Dan larangan untuk berlebih-lebihan kalo istilah kereennya ghuluw. “ Janganlah kamu berlebih-lebihan tentang suatu hal. 4jji tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.
Saya jadi berpikir ga cuma dari segi fisika aja kita ngeliat bola itu menarik, liat dari kaca mata dakwah-pun sebenernya juga ada [ bagi kamu yang mau berpikir..! ]. Mad’u ( orang yang didakwahi ) layaknya sebuah bola, harus kita kejar terus, menjadikannya baik segi amalanya dan hariannya. Puncak kemenangan ketika tujuan dari penggiringan mad’u
sampai ke bola lawan, artinya dia sudah diperdayakan di ranah publik [ ^_@ dasar kaderisator..]
Silahkan cari hiburan, neng ojo didadekke idola banget ngono lho… [ ga perlu ditranslet khan ..?]

Me and the Balls

Gini-gini mantan football crazier, seri world cup ngefans ma Brazil. Klo seri Italia, ngefansnya ama milanisti, I rosseneri. Dengan stiker yang jozz karena minum ekstra jozz walau tidak jadi bintang iklan ektra joss karena kesambet sama Inzahgi. [ halah opo iyo Va..] Siapa lagi kalo tidak Andry Shevchenko ( SheVa ). Rencana SMA dulu, anak saya mau tak kasih nama Sheva [ wagu banget tho.. 6_6 ]. Sekarang ga tahu kabar beliau, karena di kost sekarang ga ada television [ hiks ..hiks .. ]

Sekelumit cerita, dulu pas SMA [ kenapa sekarang tulisannya saya selalu flash back terus zaw..!] nonton pertandingan bola di stadion, waktu itu yang main PERSIBA club Bpp. Ada pak dhe saya yang main, sambil lonjak-lonjak terus teriak, “ maju pak dhe…!!!! “ [ dasar ukhty kecil..! ] “ Kita selalu mendukungmu ..! “ . Si papa cuman terbengong-bengong. Karena terlalu kuat lonjak2nya, kalung yang kupakai akhirnya jatuh. Padahal kalung, kalung pemberian, kombinasi uangnya eyang ma papa. Hingga saat itu saya sudah tidak boleh pergi ke stadion lagi, saya yakin alasannya ga cuma itu.

Lagi, pas waktu ujian UAS SMA, dibela-belain nyuri waktu malam untuk nonton bola, karena adek ikhwan saya di pondok makanya saya ga ada temen untuk nonton bola. Egh,.. ma si mama ketahuan, di tegur langsung “ Hayo udah
sholat tahajud belum ..” Ku berikan senyum , “ Udah ma…” [ Untung saja ..! ] Si papa juga ikut nimbrung , “ Wong wedhok ojo sok nonton bal-balan..!! “ wuih papa marah bgt..! perihal hafalan saya ga pernah naik seayat pun. Alhasil, kunci almari TV dipegang sama papa. Akhirnya kontrak perjanjian pun terjadi, saya mau menghafal asalkan dibolehkan nonton bola [ ketahuan bandelnya neeh ..]. Ga kalah saingan, mama juga ngaduin syarat juga, minta dibantuin terus, wah padahal masa2 adalah masa2 panen padi, masakannya super dupper gedhe..[ Duw menderitanya gara-gara ngefans bola ..T_T] Belum lagi ujiannya jadi kacaw.

Memang kalo ga digalakin ma ortu, masih tetep ngeyel. Akhirnya akhirnya saya bersyukur mempunyai ortu seperti mereka.


…………………………………………………………………..
Ayah terimasih nanda haturkan kepadamu
yang telah mendidik dan membesarkanku bersama ibu
Ayah engkaulah guruku yang terbaik sepanjang usiaku
yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan tuhanku
Alloh semoga engkau berkenan
membalas segala kebaikannya menerimanya dan meridhoinya di hadiratMu. [ SP Voice ]

 

Posted in My Self. 4 Comment »

Ngomongin CINTA (ahem..swit..swiiittโ€ฆ.)

Bismillaahirrohmaanirrohiim…


Sekali-kali ngomongin cinta ahhh… Ga papa kan? heuheuh…Itulah enaknya jadi Remaja, kalo ngomongin cinta gak ada yang protes. Paling-paling komentarnya: “halah, biasalah anak muda”. Coba kalo orang dewasa yang cerita, pasti dibilang udah kebelet pengen nikah (padahal, ah biasa aja!). Lagian ngomongin cinta gak akan ada habisnya. Sampe jadi engkong-engkong pun cinta tetep asyik buat dibahas. Tul nggak??


Well, CINTA…

5 huruf ini punya kekuatan yang : S-U-P-E-R !! (pake gayanya Om Mario Teguh). Gimana nggak? karena cinta, seorang raja bisa jadi hamba sahaya. Karena cinta, yang lemah bisa jadi pahlawan. Karena cinta, kita lahir ke
dunia. Karena cinta, kita ada di jalan dakwah. Semua karena cinta….semua karena cinta….(loh koq jadi nyanyi??)

Ehem..mau cerita…
Ada loh orang yang takut jatuh cinta. Dia tuh takut banget yang namanya mencintai dan dicintai. Tanya kenapa?? Usut punya usut, ternyata dia takut menyakiti dan takut tersakiti.


Kalo dipikir-pikir, ngapain juga takut mencintai, toh ga ada satu pun makhluk di dunia ini kecuali Alloh sudah menanamkan rasa cinta di hatinya. Kenapa juga takut menyakiti? Kalo memang kekhilafan dalam diri qta ngebuat orang lain tersakiti, maka Alloh adalah sebaik-baik pemberi maaf dan Maha luas ampunanNya. Trus kenapa takut tersakiti? Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, karena para Anbiya’ dan Rasul pun juga disakiti oleh kaumnya.

Tapi Alhamdulillah sekarang dia dah sadar, kalo mencintai dan dicintai itu fitrah. Menyakiti dan tersakiti itu juga dah biasa. Hidup kan memang gak selalu berjalan mulus. Akan ada kerikil-kerikil tajam yang sakit kalo keinjek. Makanya, kalo qta ada salah en nyakitin seseorang ya buru-buru minta maaf. Trus kalo kitanya yang disakitin, alangkah indahnya kalo kita ikhlas memaafkan. Gitu kali ya teorinya? Tapi, susah nerapinnya…Huuff…But, susah bukan berarti gak bisa kan??? InsyaAlloh….


Lagian nieh, kalo cinta kita itu murni KARENA ALLOH, gak akan ada tuh takut mencintai, takut dicintai, takut menyakiti or takut tersakiti (banyak amat yak takutnya??). Karena, yang dia harapkan cuma CINTA ALLOH. Muaranya itu Alloh, PEMILIK SEGALA CINTA. Andaikan yang dikejar itu cinta makhluk, kalo gak kesampean bakal kecewa, sengsara, merana, menderita, patah hati (bahkan ada yang sampe bunuh diri. iihh…Na’udzubillah banget!). Tapi, kalo cinta sama Alloh, DIJAMIN BAKALAN DIBALES!! Alloh itu cintanya luaaaassss….Bisa ngasih ke semua makhluknya dengan ADIL!! Lha, kalo manusia??? Pasti ada kecenderungannya, pilih kasihnya, ato sering bertepuk sebelah tangannya.

Trus, gak boleh cinta ke manusia??? Ya boleh laaaah. Tapi alangkah indahnya kalo semua cinta dibingkai hanya karenaNYA saja. KENAPA? Karena kita akan dapet BANYAAAAK CINTA!! Selain dapet cinta Alloh, Alloh akan menggerakkan hati orang yang kita cintai itu untuk mencintai kita. Yang lebih keren lagi neh, Alloh akan ngumumin pada makhluk langit dan bumi kalo Alloh mencintai kita. Benerah loh!!

Dalam sebuah Hadits Qudsy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah, bila mencinta seorang hamba, Dia akan memanggil malaikat Jibril AS lalu berfirman; Aku mencinta
i si Fulan, maka cintailah dia! Malaikat Jibril pun mencintainya dan menyeru dari batang arasy ke langit dunia, katanya, Allah mencinta si Fulan, kalian semua cintailah dia. Maka penghuni langit pun mencintainya.” Rasulullah melanjutkan, “Kemudian diletakkan penerimaan baginya di dunia.” Tuh, DAHSYAT kann??

Alloh-lah sebenarnya aktor cinta paling ulung, pencinta yang mampu membuat langit terpecah, menyebabkan segenap malaikat sibuk luar biasa dan raungan menghunjam bumi.

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim) Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).
 Seperti apa sih cinta karena Allah itu? InsyaAlloh, cinta karena Alloh itu mencintai seseorang lantaran ketaatannya pada Alloh Azza wa Jalla, istilahnya, cinta di jalan Alloh. Biasanya seseorang cinta sama lawan jenis karena memang orang itu suka ato tertarik pada pasangan jenisnya saja (misalnya neh, karena kecantikan/ketampanan, pinter, kaya, ato hal lain yang menarik baginya. Dan tidak didasarkan cinta karena Alloh Tabaaroka wa Ta’aalaa). Hal itu bisa dilihat dari motif dasar dia mencintainya. Apakah dasarnya agama dan keshalihannya ataukah yang ‘dalem kurung’ tadi?

Trus, gimana cara ngedapetin cinta Alloh??? “Katakanlah! Jika kamu [benar-benar] mencinta Allah, ikutilah aku [Muhammad] niscaya Allah mencintai serta mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Katakanlah! Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak mencinta orang
-orang kafir” [QS: Ali Imron: 31-32]. Cintai Dia dengan sebenar-benarnya cinta, kemurnian cinta dan ketulusan cinta, seindah-indahnya cinta, cinta teristimewa, cinta yang paling sempurna, tanpa cacat, tanpa noda, tanpa henti, tak bertepi. 

Karena Maha Tahu, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dengan amat mudah dapat membedakan hamba yang benar-benar mencintai-Nya dengan hamba yang cuma pura-pura cinta karena pamrih. Bila kita cinta Dia, maka seluruh penghuni langit dan bumi akan memperlakukan kita sebagai kekasih mereka sendiri. 

Wallohu A’lamu Bish Showaab


kasih manusia sering bermusim
sayang manusia tiada abadi
kasih Tuhan tiada bertepi
sayang Tuhan janji-Nya pasti…


Nasyidan dulu ahhh…………


Cinta…
Begitu indah terasa

Duniapun slalu tertawa
Mendengar kisah cinta manusia

Cinta…
Mutiara manusia
Fitrah dari Sang Esa

Tumbuh berkembang daun-daun cinta

Karna Cinta tak dusta
Indahnya tumbuh dalam dada

Elok Cinta usang karna manusia

Karna Cinta tak buta
Wajarlah dalam mencinta
Cintailah Cinta karna Alloh semata..

Alloh Semata…

(Cinta, by Fatih)

 

      * *habis ngomong opo tho aku iki??

Mari, permisi…   

Posted in My Self. 1 Comment »

No Idea

Ngeblank.. saat ini saya merasa seperti itu. Tidak ada kata, tidak ada cerita, tidak ada yang bisa dibagi. Tugas di kuliah pasca sarjana yang sangat padat membuat jenuh dan memaksa diri untuk mengeluh pfiuh…

Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri seminarnya dosen fisika ITS lulusan ITB bapak Agus Purwanto, dengan judul seminar sama dengan judul buku beliau yang berjudul, ” Ayat-Ayat Semesta”, bukunya kereeeeen punya, betapa hebatnya seorang ilmuwan yang terback-up terbalut nilai religius yang tinggi. Sehingga karya dan pemikirannya, berguna dan menjadi titik terang bagi seluruh manusia. Ya ia seorang scientist dan penulis! Seperti apa yang selama ini ku mimpikan, ketika beliau berkata ,membuat detak jantung berguncang hebat, membakar seluruh nadi dan denyut otak kiri. Hanya bergumam, subhanaLloh.. akankah bisa seperti dia?

Dulu saat menjadi mahasiswa baru, kami yang mahasiswa baru S1 diberi buku saku kopma. Di seluruh buku saku tersebut, semua berisi tulisan yang bermanfaat, tetapi ada 1 lembar yang aneh, dilembar tadi hanya tertulis “No Idea”
dan bergambar jeruk thok, jeruk kecil dan cuma setengah!. Rasanya tidak lengkap rumah ini, tanpa ada kata-kata itu juga, ” No Idea..”.

Teringat diri setahun yang lalu, ketika duduk termenung saat hujan mendesah menyirami rumahku yg asri, sore itu. Saya perhatikan gagang lampu merah bergaya artistik di depan rumah lengkung itu.
Lama sekali mata ini menatap kesana, lampu itu menyinari semua dengan sinar terangnya, agak sedikit redup tetapi menawan. Kelihatan angkuh, tetapi sebenarnya bersahabat. Andaikan lampu adalah buku, ia angkuh karena mahal dan susah untuk menulisnya, tetapi sungguh ia sangat bermanfaat dan menerangi. Aghh.. lampu merah… buyar seketika.. Saya harus mulai dari mana untuk membuat sebuah buku bagus. Duw guru-guru jurnalistik saya, dimanakah kalian???, tolonglah muridmu ini yang kehilangan arah dan semangat, dan juga orientasi diri..

Ada banyak yang ingin saya tulis, ada banyak yang ingin saya bagi, tapi serasa tidak sempat waktu saya untuk memberi kepuasan batin menulis untuk diri sendiri, sibukkah? Iya sibuk banget :. Sungguh, ada banyak yang ingin saya tulis,diantaranya: romantisme pejalan kaki, congculi,khwan genit ( baru setengah!), di jalan dakwah aku menikah (resume buku), dan seikat roti terbagi. Kapan bisa menulis sebuah buku yang bermutu, Hiks hiks menulis kali ini pun
dipaksakan :

I Have no idea for my book… Hv u any suggestion 4 me?
 

Posted in My Self. 0 Comment »

SABAR MENYONGSONG PERNIKAHAN

                                                                                         

Sikap sabar sangat diperlukan manusia ketika ditimpa ujian, ketika menunggu sesuatu, dan ketika ingin berubah.

Bagaimana dengan urusan menikah ?
Membahas pernikahan berarti membahas masalah taqdir. Dan inilah ujian bagi sang penanti, sabar menanti datangnya jodoh dengan meyakini rahasia ALLAH tentang yang satu ini.

Ujian ini sangat lekat dengan ujian aqidah. Tidak sedikit orang yang berputus asa untuk menjemput taqdir ini, bahkan ada yang sampai bunuh diri. Bahkan syetan yang ingin memperbanyak temannya di neraka menyusup, menggoda manusia untuk mencari peruntungan jodohnya ke dukun. “Cinta ditolak, dukun bertindak..” begitu katanya.


Seorang hamba ALLAH yang sholih tidak seharusnya tunduk kepada kemauan syetan, lantas menyerah dengan ujian ini. Maka, kesabaran sangat diperlukan. Ada tiga kesabaran yang perlu ditanamkan dan diperkuat dalam jiwa sehingga menjadi tembok besar penahan ujian. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghindari maksiat, dan sabar dalam menghadapi musibah.

Sabar dalam ketaatan, artinya teguh menjalankan ketaatan-ketaatan yang diperintahkan oleh ALLAH dan RasulNYA. Seorang penanti yang sabar akan selalu teguh dijalan ketaatan, sehingga proses-proses yang dijalani menuju pernikahannya pun dijalankan sesuai ketentuan dan ketetapan ALLAH dan RasulNYA. Mulai proses pencarian,
perkenalan, silaturrahiim, khitbah, sampai ijab kabul semuanya berjalan di atas rel ketaatan. Dan niat yang ikhlas karena ALLAH SWT adalah kuncinya. Karena syetan tidak akan berhasil menjerumuskan orang yang ikhlash.

Sabar dalam menghindari maksiat, artinya seorang penanti senantiasa teguh menanti dengan menghindari seminimal mungkin godaan-godaan yang melintas di depannya. Kedekatan kepada ALLAH menjadi kuncinya, yaitu melalui ketaatan yang terus menerus. Sesuatu yang diisi dengan kebaikan, maka keburukan akan menjauh.

Musibah kapan saja bisa terjadi, termasuk berkaitan dengan persiapan pernikahan. Ada yang calonnya meninggal di waktu-waktu dekat pernikahan. Ada salah satu pihak yang tiba-tiba membatalkan saat undangan sudah menyebar.
Inilah ujian yang bisa saja menimpa dengan sekonyong-konyong. Keyakinan kepada ALLAH dan taqdirNYA menjadi penguat langkah untuk tegar mengahdapi musibah.

Sabar adalah kekuatan seorang mukmin. Tetapi sabar bukanlah pasif yang hanya menunggu tanpa berusaha dan berdoa. Sabar dalam usaha dan doa adalah termasuk sabar dalam ketaatan.


ALLAH telah berfirman,

“Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah keadaaan sebuah kaum sehingga ia merubah apa-apa yang ada pada dirinya “( Ar Ra’d : 11).

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat “(Al Baqarah : 153 )

Wallaahu a’lam, semoga kita semua dikaruniai kesabaran dan keikhlasan dalam menempuh jalan ketaatan. Aamiin .


Posted in My Self. 0 Comment »

Pink, I feel mezz up

 Bicara tentang pink, mengingatkan saya akan cerita 5 bulan yang silam. Di sebuah perbincangan yang bisa di bilang ” sengit “, ya tentang seorang ikhwan.

” Aneh ” kata itu yang terlontar ketika beliau mengkritik saya memakai baju pink. Timbul perang luar biasa di hati saya. Mungkin kau tak tahu rasanya?

Beliau mengatakan, ” Bila antum memakai baju pink akan lebih memancing orang lain untuk melihatnya “, Lagi lagi ada sesuatu yang bergejolak di hati saya, tapi tak mampu saya lafdzkan kepadanya, ” Memangnya itu semua mutlak salah wanita “. Ingatan saya langsung tertuju pada sebuah wacana tentang feminisme. Dimana wanita selalu saja disalahkan, walaupun belum tentu murni kesalahan dia. Whetever ….

Tapi, setelah benar-benar saya renungi lagi. Ada benarnya juga. wanita memang sumber fitnah. eit.. jangan marah!! ( bagi yang wanita ). Kita tilik lebih ekstrim lagi, salah satu pemicu banyaknya kasus kriminal dan kekerasan terhadap perempuan yang selama ini terjadi juga karena si perempuan yang kurang bisa menjaga diri. Sepakatkah ?

Sebagai makhluk hawa yang diciptakan ” indah ” olehNya, harus bisa menjaga dan menyembunyikan ke”indah”annya. Sesuatu yang diumbar akan bernilai sangat kecil daripada sesuatu yang di sembunyikan. Nah.. alasan ini bukan hanya sekedar alasan belaka. Untuk memperoleh kejelasan data, saya dengan dibantu beberapa temen saya memberikan polling lisan ke anak laki-laki, kebanyakan dari mereka memang merasa ” agak gimana githu ” melihat wanita alias cewek alias akhwat memakai warna merah and pink. Terbukti… !!!

Tapi disisi lain, apakah murni salah akhwat? Kalo saya boleh berpendapat, ga juga, ada kalanya ikhwan tak akan tertarik pada yang namanya pink malah ada yang tertarik dengan warna hitam, batik dsb ( Red: hasil survey juga ). terus siapa yang salah dunk …!!!

Salah keduanya. Yang akhwat kenapa harus memakai pakain pink, padahal mode warna yang lain khan ada. Dan yang ikhwan kenapa ga GB alias Godhul Bashor menundukkan pandangan gitu… Fenomena yang aneh memang.

Indahnya dunia tidak seindah surga. Ada kalanya semua yang kita nilai indah dimata kita, jelek bagi orang lain, atau sebaliknya. Saatnya untuk memulai ” memahami ” oang lain. Pink, i feel mezz up.
 

Posted in My Self. 0 Comment »

Laa Tahzan, innallaha ma ana..

 Rabb..
Ternyata dunia ini memang penuh sekali dengan warna. 
Dulu ketika sd-smp, orientasi bermain dengan penuh canda tawa, belajar yang belum serius selalu penuh tawa dan keceriaan, berlanjut ke sma, orientasi hanya belajar, organisasi inter sekolah dan teman sejawat yang penuh kombinasi warna, corak dan rupa.

Ketika kuliah, orientasi mulai merambah menuju ke organisasi tingkat fakultas, kampus, dan menuju ke masyarakat yang lebih berwarna-warni seperti pelangi.

Dan sekarang, telah masuk ke dunia kerja..
tiada kata yang terucap selain, tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan istighfar… 
Warna kehidupan itu sungguh menakjubkan…
kadang ia kan menorehkan goresan senyum, guratan tawa, dan juga kan sering memberikan sayatan luka…


Ya, hidup itu demikian, ia akan indah jika kita mampu menelaah dengan penuh kesabaran. Menanti takdir dengan terus melakukan usaha yang terbaik. Walaupun hasil yang dinanti tidakkan selalu sesuai dengan apa yang selama ini dinanti. Yah, itulah hidup. Kalau kita tidak merasakan cobaan maka itu artinya kita belum hidup dalam arti yang sebenarnya.

Teringat ku, seorang alim berkata, Allah tidak memberikan apa yang kita minta tapi Ia selalu memberikan apa yang kita butuhkan.
Lihatlah bayi, bukankah untuk berjalan ia harus melalui cobaan.. jatuh, bangun, terduduk, bahkan bisa jadi ia terluka. Tapi ia terus berupaya, bagaimanapun caranya, dan akhirnya setelah dewasa ia bahkan dapat berlari. Itulah yang diberikan oleh Allah kepada makhluk yang dicintainya ‘Manusia’
.

"Sungguh indah peribadi seorang muslim, jika ia menderita kesulitan maka ia bersabar dan jika ia mendapatkan kebahagiaan maka ia kan bersyukur".

Rabb… Apakah hambamu ini tergolong hamba yang mampu tuk bersabar dan bersyukur serta ikhlas men
erima keputusanMu..
Sungguh hanya Engkau yang tahu..
Karena Engkau-lah ‘Rabbul Izzati’…

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Dear Diary ....

 

 

 

Fi ga tau harus bagaimana .... ?  Fi bingung dengan mama, yang ingin fi hijrah ke sebuah kota yang fi ga inginkan .... fi harus bagaimana, fi ga bisa ninggalin nie semua disini ? sobat ada yg tau bagaimana solusinya ?

 

Fi ga sanggup nie, "fi disuruh belajar tarbiyah yang banyak karena umur fi dah 23 Thn saatnya fi meninggalkan rutinitas dunia, haruslah fi mengejar akhirat sekarang kata nya mama ."  fi bingung nie ....     

Ya Allah fi memohon pertolonganMu, fi harus meninggalkan Balikpapan untuk Hijrah ke

 

 

Semarang  bersama kakak fi, fi ga tau nie apa bisa tinggal lebih lama disana ? fi harus bagaimana ? 

 

ada yang bisa bantu fi  sobat ? pliss... mohon sran dan nasehatnya ... ?

syukron jiddan sobat .... 

 

Posted in My Self. 4 Comment »

Pujian Allah Saja

Alhamdulilah aku lega membaca surat Anti kali ini. Tak ada nada kedukaan lagi di sana. Namun, isinya justru merupakan ujian bagiku. Berikut petikannya.

     

Apa kabar Mba ? Aku kangen sekali denganmu. Aku tak akan melupakan semua itu. Kesabaranku,ketegaranku,juga keikhlasanku dalam menjalani dan menerima ujian dan cobaan  dalam hidup ini, tak lain karena bimbinganmu yang telah Allah SWT kirimkan untuk menjadi jalan dalam kegelapanku.

         Seperti yang pernah Mbak bilang, Allah sangatlah dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Aku juga ingin dekat dengan-Nya Mbak, seperti Dia yang selalu dekat dengan hamba-Nya.

      Mba, jangn pernah bosa untuk mengajari aku tentang kehidupan yang baik dan benar.Aku belum pernah bertemu Mba secara nyata tapi semua itu tidak mengurangi rasa sayangku pada Mba sebagai saudara atau kaka buatku.

Sanjungan Anti menutupi mata hatiku.JIwa ini seakan melayang tinggi,beberap saat aku tka mampu menguasai diri,dan akhirnya jatuh terhempas.Entah bagaimana caranya tiba-tiba kepalaku terbentur tembok keras.Astagfirullah, aku terhenyak.Begitulah Allah mengingatkanku. Perlahan aku tersadar dan menuliskan Anti secarik pesan.

      Adikku, seandainya saja engkau tahu Mba penuh dengan kekurangan,tentunya pujian itu tak akan pernah terlontar dari mulutmu.Semua yang engkau terima hakikatnya adalah dari Allah.Karena itu,pujian Allah saja.Pujianmu padaku bisa-bisa akan menyisakku di dunia ini dan akan melemparkanku jauh ke neraka. Astagfirullahul๏ฟฝaziim.

      Karena itu,tolonglah aku dnegan doa๏ฟฝmu agar senantiasa ikhlas melakukan segalanya hanya untuk mengharap ridha Allah saja.

      Pujian hanya akan membuat hati sombong, dan balasan Allah terhadap makhluk-Nya yang sombong adalah neraka.

     Kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat,sedang mereka tidak menyombongkan diri .(QS An-Nahl, 16:49)

Yang kutulis hanya bentuk usaha,dan usaha ini baru dimulai perlahan.Apakah karena pujian kita menjadi lupa akan niat semula ? Ibarat segelas air,jikalau tercampur noda sedikit,maka keruhlah semuanya.Begitu pula Allah dalam melihat qalbu dan amal perbuatan kita.

     Sehebat-hebatnya insan, ia tetap hamba Tuhan yang tak akan pernah bisa menembus bumi dan sekali-kali ta akan sampai setinggi gunung.Hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi ini dnegan rendah hati karena Allah tidak menyukai ornag-orang yang sombong dna suka membaga-banggakan dirinya.

    Bagaimana mungkin kita bisa sombong sedangkan hidup kita sendiri pinjaman dari Tuhan? Bagaimana hidup kita bisa merasa lebih dari orang lain sedangkan kita dari unsur yang sama-sama hina? Jangan pernah lupa dari apa asal kita,jangan pernah lupa kelak kita akan mati,kembali masuk tanah dan menjadi tanah,tinggal tulang-tulang berserakan.

     Ingatlah bahwa Allah murka terhadap iblis karena iblis merasa dirinya lebih tinggi dibandingkan manusia.Ingatlah bahwa Fir๏ฟฝaun,Qarun dan haman mati binasa karena kesombonganny. Segala apa yang ada di langit dan semua makhluk melata di bumi dan juga para malaikat,mereka semua bersujud kepada Allah dan mereka semua tidak pernah menyombongkan diri.

Sekian surat dari Mba,jangan sedih lagi ya ...

     "Tidak ada yang lebih dipuji selain Allah SWT,karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri.dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah,karena itulah Dia mengharamkan segala keji." (HR. Muslim).

      Rasulullah s.a.w. berkata pada para sahabat yang menghormati kedatangannya."Janganlah kalian menyanjung diriku sebagaimana orang-orang nasrani menyanjung-nyanjung Isa putra maryam.Sesungguhnya aku ini hanyalah seornag hamba,maka katakanlah,"hamba dan utusan Allah " (HR Iman Ahmad)

     Seorang laki-laki memuji orang lain dekat Nabi s.a.w. lali Nabi s.a.w. berkata, "Celakalah kamu,bebarti kamu memenggal leher saudaramu.Apabila seseorang kamu memuji saudaranya,seharusnya dia berkata,"Cukuplah bagi si Fulan Allah yang menilainya.Tidak ada yang lebih pantas menilainya selain Allah Ta๏ฟฝala sekalipun temannya tahu dia begini dan begitu." (HR. Muslim). 

 

 

Posted in My Self. 0 Comment »

MELIHAT DIRIKU DI SETIAP SISI1

Dalam islam wanita tidak pernah sedikitpun dikebiri kebebasannya dalam meningkatkan kualitas dirinya untuk maju. Wanita seperti halnya lelaki diberi kebebasan dalam menuntut ilmu, bekerja (membantu suami) dll. Kita tahu Khadija, istri nabi yang memiliki kekayaan berlimpah sebagai bisnis women yang sukses. Kita tahu Aisyah, yang dengan kecerdasannya mampu menghafalkan ratusan hadits-hadits rasullullah. Dan kita tahu bagaimana seorang Syafiah turut berperang/berjihad di dalam salah satu peperangan bersama nabi.

Aku masih bertahan di depan komputer. Rasa kantuk yang datang telah coba diusir dengan segelas Susu Coklat. Kebiasaan buruk itu memang susah dihilangkan meski sebetulnya dalam salah satu muwashofat yang harus dipenuhinya adalah tidak mengkonsumsi kopi, teh dan minuman yang tidak baik untuk kesehatan. Apa boleh buat.. aku  harus bertahan dan membaca sebagian files yang diwariskan oleh para pendahuluku. Aku ingin belajar dari sejarah. Bukankah belajar sejarah adalah keharusan untuk menjadi maju dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Ada pula yang mengatakan bahwa orang yang bijak adalah orang yang mau belajar dari sejarah.


Gadis 23 tahun ini menghentikan aktivitasnya begitu mendengar HP yang diletakkan di meja sebelah bergetar. Ada satu pesan masuk.

“Teruntuk U’Eva. Bismillah.. Ukhti, Insya 4JJi ana akan menggenapkn dien ana. Tgl 5 Juli jam 7 pgi (Akad&walimah). Mhn doa dan kehadirannya. Syukron. Wulan.”

Aku tersenyum. Subhanallah! Alhamdulillah! Berulang-ulang tasbih dan tahmid pun terlantunkan dalam hatiku. Teman ngajinya masa SMA satu demi satu menggenapkan diennya.
Kapan giliranku?


Tanya itu kemudian ditepisku. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan. Aku ingin ketika masa itu tiba aku telah benar-benar siap. Baginya menikah adalah rekayasa dakwah, bukan lintasan keinginan yang harus dituruti. Emangnya seperti buat mie instant?  Aku lagi-lagi tersenyum. Fragmen-fragmen yang berserakan yang telah dilaluinya pun hadir menyapa; menghentikan aktivitasku beberapa waktu.

 

SEPENGGAL FRAGMEN SEORANG ‘MBAK’

 

“‘Wanita yg baik adl utk laki2 yg baik & laki2 yg baik adl utk wanita yg baik2’. Mba’ ukuran wanita baik2 tu seperti apa?& bagaimana? Aq bingung, apa ya hrs pake kerudung/jilbab besar? Af1 ganggu”

Malam itu HP sengaja tidak kuaktifkan. Rasanya tiap SMS yang masuk, membuatku semakin tertekan. Biasa, kalo’ lagi
stress tiap bunyi dari ‘kotak unyil’ itu terdengar berisik dan mengusik ketenangan yang beberapa hari terakhir ini tak kutemukan. Esoknya ketika HP kembali aktif, beruntun SMS masuk memenuhi inbox. Salah satunya berisi pertanyaan Ika, salah satu adik binaanku. Pertanyaan yang cukup menarik, yang menurutku wajar ditanyakan oleh seorang gadis yang mulai menginjak usia dewasa.

Astaghfirullah!

Beberapa kali kulantunkan istighfar, teringat janji untuk siap dihubungi kapan saja.


“Pokoknya kalo’ ada permasalahan hubungi mbak. Kapan saja, Insya ALLAH online 24 jam.”

Boleh free talk, dong Mbak?”

Aku tersenyum dan mengangguk, “Kalo’ nggak diangkat berarti nggak dengar.”

Ya! Ternyata aku nggak bisa memenuhi janji apalagi kalau pulsa lagi kosong.. Free talk sih Oke, tapi kalo’ SMS? Nggak bisa ngasih a good service, dong! Tapi Alhamdulillah, sebagian telah mengerti. Semacam kesepakatan nggak tertulis:kalau nggak membalas SMS artinya nggak punya pulsa.


Namun yang terjadi sekarang: aku telat membalas SMS bukan karena pulsa. Aku sedang tidak ingin dihubungi oleh siapapun. Hmh… something wrong with my hearth. Biasa sedang banyak deadline. Astaghfirullah. Aku harus ber-istighfar dengan benar.

Kubaca SMS itu sekali lagi. Beberapa kali aku tertegun, mencoba mencerna kembali pertanyaan itu. Kata-kata yang sebenarnya lebih tepat untuk kumamah kembali. Sebab menjadi wanita yang baik memerlukan proses dan tidak bisa dicapai dalam sekejab. Aku jadi teringat lembar kajian muslimah yang kususun waktu masih di keputrian Rohis SMU. Dari beberapa buku rujukan, disebutkan kriteria tentang wanita yang baik (baca: shalihah). Kriteria yang cukup singkat tapi masih memerlukan banyak penjabaran. Tiga diantaranya, yang sampai saat ini masih kuingat, adalah wanita wanita yang taat kepada Allah, yang taat pada Rasulullah, dan berjihad di jalan-NYA.


Aku tak menemukan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan wanita yang baik. Apalagi via SMS. Akhirnya aku mengirimi Ika beberapa kalimat yang kuketik dengan ‘kotak unyil’ku.

“Jangan jadikan ukuran kerudung sebagai parameter. Sebab itu hanya penampakan dzahir saja, De’. Ukuran besar kecilnya kerudung tidak selalu berbanding lurus dengan keimanan seorang muslimah. Yang penting menutup aurat dengan baik. Ngerti maksud, mbak, kan?”


“Lantas tentang laki-laki yang baik, Mbak?”

What? Apa maksud adikku.
“Mbak jelaskan pada pertemuan rutin kita, ya!,”

Islam ingin memuliakan wanita menjadi wanita yang aktif yang berinteraksi dengan realita baru,berpartisipasi dalam memeliharanya dan ikut aktif dalam pengembangannya menuju universilitas islam. Ajaran islam yang berkaitan dengan wanita ditujukan untuk mencetak wanita haraki yang aktif dalam pembinaan diri, keluarga, pekerjaan dan masyarakatnya.bila ia mampu menjadi wanita yang aktif lagi positif,wanita baru akan merasakan nilai dari kedudukannya yang hakiki sebagai wanita

Sosok itulah yang seharusnya ada dalam diri kita (akhwat) wanita yang memilki kekhasan yang menjadi dirimya “luar biasa”di mata Allah dan mulia juga di mata sesamanya.yaitu:
Wanita yang memilki kepribadian yang kuat,berani dan percaya diri, berpikir rasional, sistematis, memilki kemempuan intelektual dalam mengkritik,mengevaluasi,membangun,menentang dan memilih serta mandiri

Untuk itu saudariku kita dalam proses menuju ke sana dan hal ini harus dimulai dari sekarang dan satukan semua tekad dan optimalkan potensi diri, ambillah bagian dalam barisan para syuhada ALLAHU AKHBAR..

 

“…wahai Rasulullah, manakah yang lebih baik antara wanita-wanita dunia dengan bidadari bermata jeli? Jawab Rasulullah Saw., wanita-wanita dunia lebih baik daripada bidadari-bidadari bermata jeli sebagaimana bagian luar lebih baik daripada bagian dalam. Mereka lebih baik karena sholatnya, puasanya, dan ibadahnya kepada ALLAH SWT….” (HR. AThabrani)
 

Posted in My Self. 2 Comment »

Cinta Dibalas Dusta

semudah itu kau ucapkan
kata maaf kekasihku
setelah kau lakukan lagi
kesalahan yang sama

 dimana perasaanmu
 saat kau melakukan salah yang sama
 inikah cara dirimu
 membalas tulus cinta yang tlah kuberi

 menyakitkan bila cintaku
dibalas dengan dusta
namun mencintamu takkan kusesali

karna aku yang memilihmu 

 

                        
 

Posted in My Self. 1 Comment »

Mehndi

NIe tangan baru di mehndi, gmn sobat cantik kan en art nie hehehhhe 

 

Posted in My Self. 5 Comment »

aku apa adanya โ€ฆ 3A ^__^

                                         

 

aku adalah aku …                                                                                          
kuharap engkau menyadari siapa aku …

aku adalah aku…

aku adalah manusia yang lemah …
aku adalah manusia biasa..
aku adalah manusia yang miskin
aku bukanlah manusia yang sempurna

aku adalah manusia yang lemah …

tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Qowiyy – Maha Kuat

aku adalah manusia biasa
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Segalanya

aku adalah manusia yang miskin
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Kaya …

aku adalah manusia yang hanya bisa berusaha dan berdoa
berusaha dan berdoa sebagai hamba dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang


aku adalah manusia yang dipenuhi salah dan dosa
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Mengampuni Kesalahan dan Dosa

aku bukanlah manusia yang sempurna
tapi, aku adalah hamba dari Yang Maha Sempurna …

aku adalah aku apa adanya
bukan seperti dia, mereka, atopun kamu…
beginilah diri ini apa adanya …
penuh khilaf

penuh dosa
penuh kealpaan

tapi, karena aku adalah hamba dari Yang Maha Membalas Kebaikan…
maka aku kan berusaha menjadi hamba yang berbuat baik di setiap nafas

tapi, karena aku adalah hamba dari Yang Maha Mengampuni Dosa
maka aku tak kan bosan untuk selalu kembali kepada-Nya …

tidak peduli …
apa kata orang …    

aku adalah aku , bukan mereka …
aku adalah hamba Allah yang Maha Melihat, Mendengar, Membalas segala yang kulakukan
aku adalah seorang anak yang berusaha menjadi kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi kedua orangtuaku
aku adalah seorang yang akan terus menjadi pembelajar dan masih terus ingin belajar …

dan aku adalah …

seorang manusia biasa, dengan segala kekurangan yang ada …
tapi dengan sebuah harapan yang Luar biasa …
menjadi kekasih Allah Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat … Amiin

 


 

Posted in My Self. 0 Comment »

Mutiara Kata

Bismillah .. dihalaman ini , saya persilahkan para blogger semua men share kata-mutiara , kata-kata Motivasi, pembangkit semangat, kata-kata bijak, pesan dan nasehat dari oleh dan untuk kita semua … Karena, bisa jadi apa yang kita tuliskan , dibutuhkan sekali oleh sodara-sodara kita untuk penyemangat, pengingat, serta motivator bagi yang lain ….                                 

semoga bermanfaat
 

Posted in My Self. 0 Comment »

kekuatan Hati Vs Nafsu โ€ฆ. godaan setelah istikharoh !!!

saudaraku, Allah ‘Azza Wa Jalla begitu sayang dan memiliki kasih yang begitu besar untuk umat islam, umat yang beriman, dan umat yang selalu tahu kepada siapa dia akan menyembah dan meminta pertolongan. Contoh kecil saja, ketika manusia kebingungan untuk memilih atas beberapa pilihan yang ada , kasih sayang Allah nampak melalui islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan memberikan tools untuk mendapatkan dan memantabkan pilihan yang insha Allah terbaik buatnya. yaitu dengan istikharoh,

Namun, sesuai fitrah manusia pula, yang mempunyai nafsu dan syahwat, kadang ketika kita sudah melalukan istikharoh berkali-kali dan dengan izin Allah, beberapa isyarah/tanda datang dalam memantabkan sebuah pilihan … pilihan yang terbaik untuk kita dari Allah, nafsu dan syahwat ini seolah mengatakan “aku tidak cocok dengan pilihan itu, itu kan begini …. itu kan begitu … kan sayang kalo ini harus ditinggalkan, … kan udah kadung seneng sama yang ini …” dan sederet protes kecil dari nafsu atas pilihan itu. Begitulah fitrah manusia, mudah mengingkari sesuatu yang sekiranya tidak seiya sekata dengan nafsu. Di sisi lain, ketika proses istikharoh dilakukan untuk putaran kedua (kayak pilpress aja )     , hasil yang sama tetep berpihak pada isyarat-isyarat pilihan pada putaran pertama, seolah isyarat itu mengatakan, “Teteplah … secara yang Mengetahui itu Allah Ta’ala gitu lho, jadi kayaknya ini pilihan buat mu deh , bener-bener mantab dan terbaik untuk hamba-Nya” 

saudaraku, kalau kita bareng pahami lebih lanjut .. di sinilah, diuji keimanan dan keikhlasan kita untuk menjalani hidup ini. Hidup sesuai jalan yang diridhoi oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Nah, bagaimanapun juga, sebelum keimanan dan keikhlasan itu diuji, maka jiwa dan hati ini perlu sering-sering diasah dengan ilmu agama , yaitu ISLAM dengan segala kedahsyatan yang ada dalamnya.

Oleh karena itu , wahai saudara dan saudariku di jalan Allah, ikhwah fillah, menerima apa yang Allah berikan kepada kita dengan rasa syukur dan qona’ah adalah penerimaan yang terbaik yang bisa kita berikan kepada Allah , sebagai Dzat yang telah memberi kita kehidupan yang kompleks dengan setiap permasalahan yang ada di dalamnya. Tetap semangat menjalani setiap proses, di setiap aksi ada reaksi, dan bersiap-siaplah dengan reaksi yang tidak mengenakkan hati sekalipun, karena pada dasarnya itu adalah ujian dan tarbiyah (pembelajaran ) dari Allah untuk lebih menguatkan hati kita. Dan jangan lupa … apapun masalahnya, kembali pada Allah adalah langkah pertama yang harus ditempuh … Bismillah !!! setelah itu baru tahap kedua ketiga dan seterusnya mengiringi ikhtiar kita sebagai manusia yang hidup di dunia dengan proses-proses teknis dan duniawi.


keluh kesah, penyemangat diri yang tumpek blek …. :


Life must go on !!!
Never give up !!!
Don’t worry be happy !!!
You will never know, if you never try !!!
Do your best in your life !!!
Give your best , n Allah will give you the truth Happiness !!!
Insha Allah
Inna Ma’al ‘Usri yusroo … 
Setelah ada kesulitan ada kemudahan

Jagalah hati . Allah akan menjagamu …
Allahu Akbar
berharap untuk selalu mencintai dan dicintai oleh Allah, serta mencintai orang lain karena Allah …
Bismillah mengawali setiap proses hidup !!

semoga bermanfaat

“karena berharap pada Allah adalah pengharapan yang tak akan pernah membuat kita kecewa” – selalu penuh hikmah tanda cinta-Nya pada kita 

Posted in My Self. 2 Comment »

Begini Begitu, Bingung

Aku maunya begini
Kamu maunya begitu
Kita tak pernah setuju
Pada satu cinta

Kali ini ku bicara kejujuran
Yang dengarkan saja
Lebih baik kau dan aku sudahi saja

Aku maunya begini
Kamu maunya begitu
kita tak pernah bertemu 

 

Posted in My Self. 3 Comment »

Gombalisasi Apa Puisi

 "Bila musim memberimu dengan kesedihan, katakanlah dengan kalimat penghinaan yg menakutinya. Sejenak akan tampak maunya, dan selesai setiap Urusannya. Allah Swt meminumkan, ketika aku menyepi dari wajahmu. Sedang sirnanya cinta, menghiasi di taman sukaria tertawa. Kami Menghuni masa, sedang mata terasa sejuk. Suatu hari jadilah kenangan yang terindah, suatu masa yg benar-benar indah tiada tara".

"Kutulis dengan cahaya cinta, sebagai hadiah untuk menyukai sang belahan jiwa. Kupersembahkan kepada jiwa yg sungguh mempesona, Untukmu wahai Ukhty Eva".

"Ketika aroma cinta mengemban dalam tugasnya, tatkala Senandung bercinta membawa misi dalam tujuannya, pada saat itulah cinta kan bersatu padu bila saling berirama".

Ya Ukhti, Mohon maaf yg sebesar-besarnya saya haturkan dari lubuk hati yg paling dalam, jika ada perkataan yg
menyinggung hati Ukhty eva..
Apabila ada kekhilafan kata2 saya, atau tindak tanduk saya, atau tutur kata saya yg kurang berkenan di hati ukhti, saya pribadi mohon maaf yg sedalam2nya.

 

Menurut Kalian Nie GOmbal seorang ikhwan atw apa sie? 

Van baru dapet nie lewat sms ? so ... What do you think ? 



 

Posted in My Self. 5 Comment »

Puisi

The Rain
Hujan kali ini ...
Hujan yang tiada berbeda
Hujan di kala ku menanti
Rintik menghujamkan asa
Membekas walau tak biasa
Lama jika kau menantinya
Akan tiada pernah habis waktu yang ada
Dimana ku menanti saat waktu telah melangkah
tiada pernah ada akhir pada pada putaran roda perjalanan kehidupan
Saat suatu itu terbang tinggi tak pernah kembali
melayang menggapai apa yang tlah di impikan

pernah kah terlintas tuk melihat pusaran
hujan turun ,hujan ini yang kunanti
hujan yang akan menggembalikan semuanya

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Saat Tuntutan itu Datang

Ada seorang kawan yang pernah bertanya, “Adakah sepetak dunia tanpa tuntutan?”

Begitupun saya seringkali turut mempertanyakan hal serupa saat mengingati beban hidup yang terasa begitu menyesakkan.

Saya pikir, alangkah indahnya jika dunia seperti itu benar2 ada. Dunia dimana saya “merasa” bisa menjadi diri saya seutuhnya, tanpa perlu memainkan peran apapun karena alasan apapun. Dunia dimana saya bisa menghela nafas sedalam-dalamnya, tanpa perlu merasa nyeri ketika menyadari bahwa langkah tak boleh terhenti, dan saya harus terus berlari atau mati. Dunia dimana pundak saya akan terasa lebih ringan hingga rasa lelah pun enggan berkawan dengan saya.



 

Posted in My Self. 0 Comment »

Merasai Waktu

Waktu itu memburu..atau diri kita yang terlalu terburu memaknai waktu?..mewarnai langkah tapak hidup ini. Kadang kita terlampau nafsu memburu asa, mencemooh nasib, lalu menangis, tertawa kala hikmah itu datang menyapa. Lihatlah sekeliling, hirup aroma udara pagi yang suci, tersenyum pada pagi, siang, sore lalu malam yang sebenarnya tak begitu kelam. Adakah kita masih enggan bercengkrama dengan waktu. Waktu yang terus melaju kala kita tak kuasa mengimbangi muatan kegiatan rekaan manusia. Kesibukan, kejerihan, kepenatan yang oleh kita sendiri?

Aku hanya mencoba berjalan kala berjalan mulai menjadi tabu bagi pelari. Ku ingin merasai napas, udara yang terhempas, bercengkerama dengan partikel debu, merasai regukan udara yang kucuri sekedar memperpanjang detak. Ah waktu….adakah kau masih bisa kunikmati setelah ini?


 

Posted in My Self. 0 Comment »

Iseng ja

  Halo sobat semua vans dapaet kontrak kerja lagi nie                                                        

                                    

                                          Tapi vans spertinya perlu kerja keras lagi nie ?

 

                                                                            

 

                         Tetap Semangat  Vans..... You  Go Girl ....

 

Ternyata ada banyak halangan yang menghambat nie ? 

 

                                                  

 

                                                                  Ternyata perlu kerja keras lagi nie .... 

 

                                                    Wah jadi Puyeng nie ? banyak bgt Tugasnya .......

 

 

                                    Wah......... dah Deadlinee chat mulu sie .......... Dealineeeeeee .........

 

 

                                Ready....... time is up .... Selesai juga kerjaanya ... Semangat Vans ....

 

 

 

 

Posted in My Self. 2 Comment »

Filosofi Malam

 Hening.Sesekali suara jangkrik bernyanyi mengisi sunyi.Gelap,hening dan…jangkrik, perpaduan unik Lama kuterpekur begitu juga dengan dia,perempuan yang duduk di depanku, parasnya ayu,seayu pikirannya yang tlah lama kukagumi. Sedari tadi mimiknya sama,matanya terpejam dengan tubuh berselanjar kebelakang, tapi kutahu ia tidak tidur, begitulah caranya menikmati malam,menekurinya dibalik gelapnya pandangan. Dan aku menikmati malam dengan menikmati tingkahnya. Tak jemu, baginya nikmatnya Suasana malam adalah meresapi hingga keheningan sejati terasakan, bagiku dialah pesona malam.

Apa kau percaya nilai In?tanyaku pelan,mencoba mengusik meditasinya perlahan.Tak bergeming, tetap terpejam, hanya sunggingan yang menandakan ia menyimak ucapanku. 
 

Maksudmu?

 Maksudku kepatuhan manusia terhadap nilai yang sudah ada.Bukankah nilai telah ada tanpa
persetujuan kita?lantas, mengapa kita harus tunduk?Toh, bisa jadi kita punya patokan nilai atau bahkan nilai itu sendiri?

 Va,mengapa harus ada nilai?apakah kau butuh itu setidaknya untuk hidup?tanyanya datar, kali ini dengan mata terbuka.

Nilai itu ada karena dibutuhkan, kebutuhan itu ada karena keyakinan, keyakinan adalah percaya.lanjutnya,

aku sudah bisa menebak tipe jawabannya, tapi itu yang membuatku suka dan tak jemu berdiskusi dengannya, bukan tipe penjustifikasi apalagi pendoktrin.

  Lalu seperti diskusi kami yang sudah-sudah, aku akan lama bergeming, memahami maksudnya. Biasalah, otakku terlalu lemot mencerna struktur kalimatnya yang unik.

 Lalu nilai mana yang kau persoalkan?terlalu banyak nilai dan penilaian bukan? Tatapnya tajam kearahku, seperti silet yang siap merobek tirai keraguan tanyaku

Iya ya, nilai yang mana, terlalu banyak ambiguitas patokan nilai yang kulalui, hingga tak kuingat detail yang mana, batinku ragu.

 Sejenak, kutatap bola matanya,sorot matanya tak setajam tadi, lebih teduh. Sepertinya, ya sepertinya lagi ia tahu segala kegelisahanku. 


Nilai, tanpa persetujuan kitapun akan tetap ada Re, sejauh apapun penolakan kita. Terkadang permasalahannya bukan pada nilainya tapi patokan, sign yang dijadikan patokan manusia.

 
Ehm….mungkin.Patokan, patokan yang menyebabkan ketertindasan akan siapa yang melanggarnya, dominasi manusia terhadap yang lainnya. Aku menimpali

Ia tersenyum, entah apa makna senyumnya. Sahabat diskusi yang satu ini susah kutebak, meski beberapa sisi dirinya sangat kupahami.

 
Yaaah…begitulah Vaaaaa. Mumet klo bicara makhluk yang namanya manusia!

Whuam…katanya sambil menguap, lalu meregangkan tangannya keatas, seolah selesai hibernasi

Namanya juga terbatas, keterbatasannyalah yang sering membuat ambigu patokan nilai yang dibikin misalnya….

 Demokrasi yang batasannya sendiri ambigu, makna hak asasi yang dibuat dan digunakan seenak udel siapa yang ngomong, atau nilai kesopanan berpakaian terkait pornoaksi yang masih jadi pertentangan kanan kiri

Celetukku mencoba menggenapi ucapannya

 Hemm….makanya tadi kutanya Nilai yang mana, tergantung… ia kembali merebahkan badannya kebelakang, memejamkan matanya, kembali bermeditasi bersama malam, lalu aku akan asik menatapnya, sambil berfilosofi.



Hihi…aku geli. Filosofi, sok menjadi filosof. Filsafat bikin puyeng. Tapi bukankah itu yang setiap kali kulakukan, bahkan diskusikupun sering mempertanyakan suatu yang telah mapan, dimulai dari mempertanyakan keraguan, lalu berpikir penyelesaian. Yah jika bisa selesai dan terbantu menyelesaikan. Payahnya jika sebaliknya, maka kau akan terjebak dan tersedot lubang hitam keraguan, sejenak bahkan mungkin selamanya. Ngeri…

 
Maka sekali lagi kupandangi sosok di depanku, Sahabatku. In, cukup aku memanggilnya In, seperti pula cukup ia memanggilku Va. Ya… katanya namaku kepanjangan, jadi Ia memotong sepenggal kata di nama keretaku. Katanya Va lebih keren, Va bisa berarti kembali, bisa juga dewa mitologi Jepang, Dewa matahari, Dewa Va. Katanya lagi, seperti keraguan dan keingintahuanku yang menyala besar laksana matahari, tapi tak selalu membakar karena akan Kembali dingin, sedingin Bulan. Ah In, penggambaranmu aneh, pembandingan yang tak sebanding. Matahari dan Bulan, siang dan malam.


Jangan lupa Va, baik siang dan malam, tetaplah sama, berbeda warna, terang dan gelap samar, Bulan dikenal karena sinarnya di malam hari, tapi itu hanya pendaran sinar matahari yang tertangkap banyak mata di planet biru ini. Mereka satu kesatuan. Seperti bara yang kan selalu ada dalam keingintahuan, kekritisan manusia selama manusia itu tak menjelma menjadi makhluk stagnan, lalu mereda sebanding proses yang dijalaninya. Ia adalah sistem, maka pengetahuan dan ilmu itu terus ada.

 
Ah In, sejauh mana kau ingin menyelamiku?terkadang ketajaman pisau analisismu sukses menelanjangiku. Hingga aku me re-pikirkan keraguanku yang terkadang tak beralasan. Lalu kau akan bilang Perlukah selalu ada alasan atas pertanyaan? Itu wajar Va, suatu saat kau akan sering menemui pertanyaan, pertanyaan keraguanmu yang lebih mirip lompatan. Semacam spontanitas, spontanitas terhadap realitas.

Kupandangi Langit malam yang tak mutlak hitam, entah perpaduan biru hitam atau hijau hitam, yang penting tak hitam kelam.. Penilaian manusia nisbi jika sign itu sendiri juga nisbi. Selama itu pula aku berpendapat sangat wajar mempertanyakan, mencoba apatis bukankah melatih kekritisan?

 Lalu dimanakah kemutlakan itu In? Tanyaku tiba-tiba


Nisbi pada yang nisbi mutlak pada yang mutlak. Jawabnya singkat tanpa titik, tapi itu cukup membuatku tak segera melanjutkan tanya lagi.

Lucu juga ya diumur kami yang tak terlampau jauh berbeda….Ia seperti Sensei bagiku, kalo berdiskusi akulah yang selalu banyak tanya. Selain karena ingin banyak paham juga menghindari tanyanya yang cukup membuat dahi mengernyit. Jujur aku tak ingin terlampau cepat tampak tua, banyak kerutan di dahi bagiku mirip keriput nenekku.

 
Nah siapa yang mutlak itu Va? tiba-tiba ia bertanya

Suatu yang tak ada kemutlakan diatasnya, bukan seperti langit yang berlapis-lapis

Lu kate kue lapis?tanyanya banyol


Hehe..kami tertawa kecil

 
Ia, entah dzatnya seperti apa,seperti katamu…tak ada kemutlakan diatasnya, Ia yang tak bisa melihat sesamanya, Ada dengan sendirinya, tak berawal dan berakhir

 
Yang jelas bukan manusia dong…

 Lalu…entah manusia, tumbuhan, Jin, hewan yang jelas..tentulah suatu itu bukan Makhluk.


 
Ya…

Nilai..nilai..Daripada ngitung berapa banyak nilai mending dikau tanya mengapa nilai itu ada Vaaa…


Nggak ah..ngantuk

 

Mo turun?tanyanya sambil menguap lagi

 Ya iyalah…masak tidur di atap….Yang bener aja Loe. Aku g kebal malu In, klo ntar kepergok trus sialnya disangka maling…Malulah aku

Apa kata dunia

 Sebelum langkah terakhir meninggalkan tempat favorit kami berkontemplasi, kupandangi langit, kuresapi malam, malam yang tenang menghanyutkan, mencambuk jiwa yang gemar berpetualang,…mencari dan terus mnecari menggenapi makna eksistensi diri. Kaulah filosofi malamku In, sepertinya aku harus berlatih lebih banyak memahami hidup sepertimu.

 

G bisa tidur, daripada bengong    



 

Posted in My Self. 0 Comment »

I just wanna say:

Saya terkadang bingung ketika harus dihadapkan pada pertanyaan yang bagi saya masih merupakan pilihan. Antara realitas dan idealisme, entah karena kebodohan saya atau faktor xxx, keduanya tak bisa akur, diakurkan kadang sering tidak sejalan, sama saja. Persis saat proses belajar saya di jurusan kuli gambar. Mata kuliah studio perancangan yang bikin pembelajaran superbingung. Saya sudah terlampau memahami bahwa saya seringnya lola, butuh waktu lama untuk mencerna sebait kata, apalagi menemukan titik terang konsep yang pas, konsep yang waktu saya menggambar terasa hidup bukan terpaksa. Enam bulan dikurangi beberapa minggu, membuat waktu yang slow terasa berlari, pun di depan mata konsultasi sudah menantang untuk harus dipenuhi. Apa pula ini?? Sekali lagi memang saya rada lola, jika ide itu benar-benar pas, maka saya butuh banyak waktu, karena apa?karena mood saya mood-mood-an, lalu beliau-beliau yang sudah lampau itu terus berkoar tentang waktu yang terjadwalkan…lama-lama saya bertanya juga, apa waktu saya tak terjadwal?itu berarti hidup saya tak terencana? Klo benar bagi mereka atau yang berpikir bahwa jadwal itu harus tertulis, maka saya minta maaf. Saya sudah belajar keras menuliskan jadwal sedari SMP, tapi nihil, berkali juga lupa. Otak, merupakan brankas penyimpan memori, begitu juga dengan yang satu ini, pun saya lebih suka mencoret kertas dengan gambar daripada jadwal atau menempeli dinding kamar dengan sketsa abstrak saya daripada sekali lagi daripada jadwal. Mungkin ini bukan masalah jadwal atau tak berjadwal. Tapi momen penemuan ide sehingga terlahir konsep. Alam adalah guru pertama saya. Saya begitu cinta. Hehe..apa pula hubungannya?? Alam mengajarkan banyak rupa, meski akal tak sempurna menangkap segala, saya belajar darinya, begitu juga tingkah manusia yang saya temui. Tapi pada akhirnya deadline adalah raja. Mungkin saya adalah pasukan yang tak terlalu patuh, atau sudah lelah dan akan memberontak dari kehambaan yang oleh mereka, para tetua, Bukankah kita, saya dan yang sudah lampau itu masih mencari sebentuk eksistensi?? 

Posted in My Self. 0 Comment »

Deadline

Semakin detik,semakin menit, semakin jam, semakin hari sampai waktu semesteran tiba….Perasaanku senang, senang sekali, semesteran tiba, artinya liburan juga tiba,

perutku mual, pengen muntah, semakin dirasa jadi kebelet , kejar setoran tugas buat dipajang di meja dosen.Ah, kenapa semakin dijalanin, tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya, pendidikan buat diresapi,dimengerti, tapi jatuhnya malah aktualisasi diri yang terbingkai, entah terbingkai oleh apa. katakanlah ini memang diriku yang kurang atau bahkan tak becus manajemen waktu. Tapi jujur memang begitu adanya, pendidikan pragmatis memburu aman, kebelet lulus karena tuntutan bla..bla..bla…

Masalahnya, sebenernya sih bukan masalah, memang begitu adanya, aq, kamu , kita adalah manusia bukan robot, yang ditel waktu langsung jalan, asal mesin ok, batere ok. Semenjak terjun menguntai langkah sebagai bagian dari masyarakat semu di kampus hijau ini, aku bukanlah diriku waktu sd apalagi tk, itu sih kita semua sudah paham, artinya kita butuh eksistensi dan berkembang layaknya manusia yang dinamis, bukan manusia yang studi oriented
saja. Katakanlah ini diriku yang dodol, kurang lihai membaca peluang situasi, tapi jujurlah, memang begitu yang kurasa. Mencari ilmu adalah materi, luluspun akan materi, kebahagiaan adalah materi, tapi kepuasan dan ketenangan belum tentu kan??

Aku sering ngrasa bersalah juga ma kakak atau pihak yang membiayai kuliah, untuk itu aku memang bertanggung jauh atas pilihan yang tak terpaksakan dari awal, tapi selama masa aku menguntai langkah, aku hanya ingin merasai waktu yang kulalui lebih banyak g ngeh karena apa dan akan apa?

Lalu dirimu……


Deadline reeee…cepet nggarap!!!

La wis nggarap ora bar-bar ….   

 

Posted in My Self. 0 Comment »

Uvaged

Pelan-pelan saya mengendarai motor menyusuri jalanan kota Balikpapan, perjalanan pulang saya dari sebuah acara diskusi bareng seorang arsitek, tak usahlah saya sebutkan namanya. Kami mengobrolkan tentang sebuah konsep, lalu perbincangan bla bla bla. Intinya adalah sebuah gagasan akan perubahan, kala kita sepakat bahwa realitas tak semestinya begini, maka muncullah idealism yang harusnya begini, begitu, lain-lain.

Cukup lemot otak saya merangkum, menyimpulkan intisari diskusi atau sebenarnya memang banyak inti hingga otak yang lola kian lola merangkai informasi. Bagi saya pribadi,seorang yang sedang menapaki jalan sebagai arsitek, masih menjadi sebuah PR besar, sebuah tanggungan yang harus segera terpecahkan. Momen seperti ini adalah momen yang sudah kesekian kalinya, dalam usaha mewacanakan gagasan persuasive. Maka jadilah malam ini layaknya dejavu yang tersengajakan. Diskusi, lalu output yang tersering adalah direct action, sebagai refleks gerak dari ketidakmapanan pikir melihat realitas yang ada. Saya dan semoga bukan teman-teman saya seprofesi, seperti berada di tengah jurang, dengan kaki mengawang mengharap ada sebuah papan yang bisa ditapak,menjadi sebuah jembatan. Wacana dan aksi, harusnya bersinggungan, bahkan beriringan, bukan Nampak garis sejajar yang tak bisa disimpulkan, yang nampaknya saja bisa bertemu dalam sebuah titik horizon.. Karena belajar yang terpaksanya dibiasakan, himbauan yang selalu digaungkan untuk kritis terhadap realitas dan fakta,lalu mengaitkan dengan informasi yang telah diterima, dianalisis dan akhirnya ketemu solusi (jika ketemu…biasanya ngawang dalam tahap ketiga) — dalam tataran rasional—hingga akhirnya terluput satu hal, ya satu hal saja yang entah terluput atau memang diluputkan, ‘sebuah AKSI’, berbeda dengan wacana, aksi yang dimaksud adalah aksi real, meskipun usaha mewacanakan berforum-forum adalah juga aksi real–Belajar dari sejarah, perubahan terjadi karena adanya sebuah pemikiran baru yang terwacanakan, meskipun itu lahir dari rahim seorang filsuf palu segila nietczhe–.
Jadilah saya pribadi, bertahan pada direct action, sebuah refleks gerak karena kesadaran. Inilah yang paling lama bertahan, meskipun seringnya jatuh bagun, berlomba dengan waktu yang sengaja terbataskan. Lalu saya katakan pada diri, untuk lebih menguatkan utamanya. Bahwa inilah perjalanan, prosesnya adalah kenikmatan, bukan tujuan itu
sendiri, meskipun jika sudah sampai maka akan sangat terpuaskan, dan mungkin lagi akan bahagia. Tapi inilah proses, perjalanan untuk semakin mematangkan idealism, atau menemukan idealism yang tepat bagi yang masih kebingungan akan eksistensinya.
Yah, malam ini layaknya dejavu yang tersengajakan, masih belum usai. Meskipun seringnya saya pulang membawa spirit dalam kelelahan. Tapi biarlah….saya hanya lekas ingin sampai dirumah, menghangatkan badan yang sedari tadi menggigil karena kehujanan. Menguasai spirit yang bercampur dengan senyap, seperti jalanan Sudirman, malam ini….

Renungkanlah teman tentang kebahagiaan. Sebenarnya kebahagiaan bukan ketika telah selesai segala tuntutan atau permasalahan, tapi kebahagiaan itu adalah proses dalam kita mengarungi permasalahan


 

Posted in My Self. 2 Comment »

Ada yang mau kasih tips buat saya?

akhirnya, malam ini saya mulai bisa menikmati kegiatan tulis-menulis, setelah tersibukkan oleh gambar-menggambar, semoga kata-kata di brankas otak saya, tak habis dimakan rayap yang namanya ‘lupa’, harusnya sih, ketika ingin menulis dalam keadaan apapun, baiknya ditulis, tapi saya termasuk orang yang sulit membagi ranah kerja otak. klo jiwa dan akal semakin terpenat oleh deadline dan deadline, maka keinginan tuilis-menulis yang dari hari-kehari kian mengembang itu kian surut. 

Posted in My Self. 1 Comment »

I’m Boring ... Tired .....

Today is Boring ......

Pagi ini pagi-pagi udah meeting, en so on ........

Tapi Pagi ini juga membuat vans merasa semangat lagi, karena ada yang kirimin vans Bunga Mawar putih lagi nie...

dueh senangnya... tapi Mama mw ke Luar Kota lagi, sendirian lagi deh, Bete deh... mana kerjaan di radio belum selesai, belum lagi kerjaan lainnya. Tapi tetap semangat lah namanya juga kerjaan ya mesti si jalanin dengan Keihlasan hati...

Ya Gak sobat ?  kadang kesendirian selalu membuatku mendapatkan Inspirasi deh, bukan hanya sekedar pemikiran-pemikiran, tapi satu hal yang harus kita pelajari dan kita renungkan semua.....

Kapan vans juga bisa belajar Ikhlas ya?  dari semua orang dan sekitar vans.... kadang keberadaan vans gak diinginkan oleh mereka tapi kadang diinginkan oleh mereka ... Lieur euy jadinya ?

Kapan Vans bisa Ke Bogor lagi bertemu dengan Teman-teman semuanya, di sana lagi, rasanya tenang dan damai deh, sekarang Udah ga ada yang perhatikan vans, semuanya sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing sie, vans diabaikan deh...

Tapi ada Skippy, Kelinci vans yang menemani karena Skippy akan selalu setia dengan vans... bisa diajarin apa pun deh, en juga Kebun Bunga Mawar Putih vans .... yang selalu harum ..

walaupun orang-orang di rumah tidak ada tapi vans ga merasa sepi dan sendiri deh.. 

Okey deh Semangat ya Girl Hari ini .... Moga Lancar aja hari ini en sukses selalu .....

 

Okey Sobat Tunggu Cerita vans Selanjutnya ya ?     

In Progress........  ( Btw, Vans Mau Taaruf Lho ...  ?  ma siapa Kah ?  ) 

 

 

Posted in My Self. 1 Comment »

JUst BiNgunG

Bingung     

Posted in My Self. 2 Comment »